Tampilkan postingan dengan label dukungan materil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dukungan materil. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 September 2017

TERKAIT PERNYATAAN PANGLIMA TNI

Ini sebuah signal kuat bahwa Panglima sudah tidak percaya lagi terhadap Presiden dan lingkungannya atas berbagai issu keselamatan negara ini. Dan Panglima lebih baik melapor kepada sesepuh TNI ketimbang orang yang selama ini justru menjadi biang masalah bangsa.

Dan oleh karenanya "rakyat harus tahu" bahwa signal dari Panglima itu dimaksudkan agar apabila TNI melakukan "aksi"nya kelak, hal itu semata demi untuk menyelamatkan bangsa dan negara. Dan Panglima tahu bahwa mayoritas rakyat bangsa ini bukan pengkhianat bangsanya dan akan memberikan dukungan penuh pada TNI, baik moril maupun materil.

Mereka yang "mendukung" G30S PKI adalah kelompok minoritas, tetapi berpotensi kuat menjadi ancaman terhadap kedaulatan bangsa ini,  jika diberi peluang. Dan bukan mustahil bahwa akan terulang  "G30S PKI" dalam versi yang lain. Suka atau tidak suka bangsa ini memang sudah terbelah dua, antara yang pro dan kontra terhadap "G30S PKI".

Sejarah telah memberi contoh kita bahwa ikatan primordial akan mengalami distorsi dan membentuk primordial baru, jangankan persaudaraan dalam HMI dan NU, dan organisasi lainnya. Bahkan Jendral S Parman dan Kirman yang bersaudara kandung pun harus terpisah dan bahkan ada yang terbunuh. Jika ikatan primordial itu lebih bernuansa materil dan kekuasaan semata.

Saya, memilih tetap berpijak pada perjuangan "Aqidah Islam" ketimbang yang sifatnya politis semu dan sesaat dan apalagi hanya sekedar Pilpres dan semacamnya. Walaupun, begitu banyak tuduhan dan fitnah atas perjuangan ummat selama ini.

Dukungan kami terhadap TNI adalah semata karena kepercayaan kami yang lebih kuat kepada TNI dalam membela kedaulatan NKRI dari musuh Islam ketimbang rezim yang terus menerus memperlihatkan indikasi menyimpang dalam berbangsa.