Tampilkan postingan dengan label kemerdekaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kemerdekaan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 September 2017

MENGENANG JASA NU DI INDONESIA

1. Siapa yang berjuang menumpas penjajah Jepang?
Jawabannya: NU, melalui barisan Hizbullah dan lainnya.

2. Siapa yang membumikan nama Indonesia dan mengusulkan Ir. Soekarno sebagai pemimpin?
Jawabannya: NU, melalui muktamar Banjarmasi sebelum kemerdekaan.

3. Siapa yang berijtihad bahwa Indonesia adalah negara Darussalam yang harus diperjuangkan?
Jawabannya: NU, melalui Bahtsul Masail dipenghujung tahun 1930-an.

4. Siapa yang mengeluarkan resolusi Jihad?
Jawabannya: NU, melalui fatwa Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari tanggal 22 Oktober. Memicu kejadian bersejarah tanggal 10 November.

5. Siapa yang menengahi perseteruan Nasionalis dan Islamis saat membuat dasar negara?
Jawabannya: NU, melalui sosok KH. Wahid Hasyim yang saat itu mengambil lima intisari Piagam Madinah.

6. Siapa yang meminta negara tetap mengayomi umat Islam pasca penghapusan tujuh kata dalam sila pertama Pancasila?
Jawabannya: NU, tatkala KH. Wahid Hasyim meminta dibentuk Departemen Agama.

7. Siapa yang dulu menetralisir kebijakan berbau komunisnya Bung Karno?
Jawabannya: NU, saat Kyai Wahab secara gesit masuk dalam barisan Nasakom untuk menghadang PKI mempengaruhi Soekarno.

8. Siapa yang menjaga keutuhan negara dan ikut bertempur saat Komunis melajalela?
Jawabannya: NU, melalui santri pondok dan barisan Pagar Nusa. Sebab waktu itu sasarannya adalah Kyai pondok.

9. Siapa yang berijtihad saat asas tunggal diberlakukan negara?
Jawabannya: NU, dimasa Kyai Ahmad Siddiq secara gesit menerima asas tunggal Pancasila dengan dalil-dalil sharih.

10. Siapa yang meminta pemerintah mengayomi seluruh ormas Islam di Indonesia?
Jawabannya: NU, melalui sosok KH. Ibrahim Hosen (ayahnya Gus Nadirsyah Hosen yang dituduh syiah, liberal, anti-Islam, wa akhawatuha itu) melalui usulan dibentuknya MUI. Beliau juga yang meletakkan dasar-dasar ijtihad ijtima'i ala NU dalam tubuh MUI.

Sekelompok orang yang organisasinya dibubarkan berteriak lantang, "Negara jangan semena-mena membubarkan kami, ingat, umat Islamlah yang memperjuangkan negara ini dari masa ke masa!!"

Jangan hanya like, kopi langsung kirim ke yang lain...Biar ngerti tentang perjuangan NU

Kamis, 17 Agustus 2017

JANGAN MEMOTONG SEJARAH ULAMA DARI PERANANYA MEMERDEKAKAN INDONESIA

(Untuk para guru/pendidik tolong di disampaikan ke murid-muridnya karena penting)

Dahulu,
ada tokoh pendidikan internasional, bernama  Dr. Sudjatmoko (Rektor Universitas PBB). Beliau pernah berkata, pada zaman akhir ini, alternatif pendidikan terbaik adalah pondok pesantren, dengan catatan: memakai manageman modern.

Secara metode mengaji tetap memakai kitab salafiyah(kitab kuning), namun dalam hal tata-kelola menggunakan manajemen modern. Santri pondok pesantren itu ampuh.

Di tanah Jawa ini, yang paling ditakuti penjajah Belanda adalah santri dan tarekat/ thariqah. Ada seorang santri yang juga penganut tarekat, namanya Abdul Hamid. Ia lahir di Dusun Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Yogyakarta. Mondok pertama kali di Pesantren Tegalsari, Jetis, Ponorogo kepada KH Hasan Besari.

Abdul Hamid ngaji kitab kuning kepada Kyai Taftazani Kertosuro

Ngaji Tafsir Jalalain kepada KH Baidlowi Bagelen yang dikebumikan di Glodegan, Bantul, Jogjakarta. Terakhir Abdul Hamid ngaji ilmu hikmah kepada KH Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang.

Abdul Hamid sangat berani dalam berperang melawan penjajah Belanda selama lima tahun, 1825-1830. Abdul Hamid wafat dan dikebumikan di Makassar, dekat Pantai Losari. Abdul Hamid adalah Putra Sultan Hamengkubuwono ke-III dari istri Pacitan, Jawa Timur. Abdul Hamid patungnya memakai jubah dipasang di Alun-alun kota Magelang.

Menjadi nama di Kodam Jawa Tengah. Terkenal dengan nama: Pangeran Diponegoro. Belanda resah menghadapi perang Diponegoro. Dalam kurun lima tahun itu, uang kas Hindia Belanda habis, bahkan punya banyak hutang luar negeri.

Nama aslinya Abdul Hamid. Nama populernya Diponegoro. Adapun nama lengkapnya adalah
Kyai Haji Bendoro Raden Mas Abdul Hamid Ontowiryo Mustahar Herucokro Senopati Ing Alogo Sayyidin Pranotogomo Amirul Mu’minin Khalifatullah Tanah Jawi Pangeran Diponegoro Pahlawan Goa Selarong.

Tidak hanya Diponegoro, anak bangsa yang didik para ulama menjadi tokoh bangsa di antaranya,
di Yogjakarta ada seorang ulama bernama Romo Kyai Sulaiman Zainudin di Kalasan Prambanan.
Punya santri banyak, salah satunya bernama Suwardi Suryaningrat. Suwardi Suryaningrat ini kemudian oleh pemerintah diangkat menjadi Bapak Pendidikan Nasional, yang terkenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. Jadi, Ki Hajar Dewantara itu santri, ngaji, murid seorang ulama besar. Sayangnya, sejarah Ki Hajar mengaji al-Quran tidak pernah diterangkan di sekolah-sekolah, yang diterangkan hanya Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Itu sudah baik, namun belum komplit. Ki Hajar Dewantara selain punya ajaran Tut Wuri Handayani juga punya ajaran Al-Quran Al-Karim.

Perlu diketahui bahwa ketika Indonesia merdeka,
ada sayyid warga Kauman Semarang yang mengajak bangsa kita untuk bersyukur. Sang Sayyid tersebut menyusun lagu syukur. Dalam pelajaran Sekolah Dasar disebutkan H Muthahar. H Mutahar Itu bukan Haji Muthahar, namun Habib Husein Muthahar,_ yang menciptakan lagu syukur. Beliau adalah Pak Dhenya Habib Umar Mutohar SH gunungpati Semarang.

Jadi yang menciptakan lagu syukur yang kita semua hafal adalah...seorang sayyid, cucu/ keturunan baginda Nabi Muhammad Shollallahu 'Alaihi Wassalam.

Mari kita nyanyikan bersama-sama.

Dari yakinku teguh
Hati ikhlasku penuh
Akan karuniamu
Tanah air pusaka
Indonesia merdeka
Syukur aku sembahkan
Kehadiratmu tuhan

Itu yang menyusun cucu nabi, Sayyid Husein Muthahar, warga kauman Semarang. Akhirnya oleh pemerintah waktu itu diangkat menjadi Dirjen Pemuda dan Olahraga. Terakhir oleh pemerintah dipercaya menjadi Duta Besar di Vatikan, negara yang berpenduduk Katholik. Di Vatikan, Habib Husein tidak larut dengan kondisi, malah justeru membangun masjid.   Hebat !

Lebih hebatnya lagi, Habib Husein Muthahar menyusun lagu yang hampir se-Indonesia hafal semua. Suatu ketika Habib Husein Muthahar sedang duduk, lalu mendengar adzan shalat dzuhur. Sampai pada kalimat hayya alas shalâh, terngiang suara adzan.

Sampai sehabis shalat berjamaah, masih juga terngiang. Akhirnya hatinya terdorong untuk membuat lagu yang cengkoknya mirip adzan, ada “S” nya, “A” nya, “H” nya. Kemudian pena berjalan, tertulislah dan lahirlah lagu :

17 Agustus tahun 45
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih dikandung badan
Kita tetap setia tetap setia
Mempertahankan indonesia
Kita tetap setia tetap setia
Membela negara kita

Maka peran para ulama, kyai dan para sayyid tidak sedikit dalam pembinaan patriotisme bangsa. Malahan.., Bung Karno, ketika mau membaca teks proklamasi di Pegangsaan Timur Jakarta, minta didampingi putra ulama atau kyai. Maka, tampillah seorang dari kampung Batu Ampar, Maya Kumbung, Sumatera Barat. Siapa beliau? H. Mohammad Hatta. Beliau putra ulama. Bung Hatta adalah putra Ustadz Kyai Haji Jamil, Guru Thariqah Naqsyabandiyyah Kholidiyyah. Akhirnya, Bung Hatta menjadi wakil presiden pertama.

Sayang, sejarah Bung Hatta adalah putra ulama dan putra penganut tarekat/ thariqah tidak pernah dijelaskan di sekolah, yang diterangkan hanya Bapak Koperasi.

Jangan Pernah Melupakan Sejarah
Bung Karno

Semoga bermanfaat. Sekali Merdeka Tetap Merdeka !!!

DIRGAHAYU INDONESIA

🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
Sejenak Pagi:
*DIRGAHAYU INDONESIA*

Selamat hari kemerdekaan Indonesia yg ke 72.
Sudahkah merdeka dan berdaulat?
Katanya Sumber Daya Alam Indonesia luar biasa, siapa yg menikmati?
Dan ribuan pertanyaan yg belum terjawab.

Ada percakapan dua orang *A* dan *B* sebagai berikut:

*A*:
"Kalau kita hidup zaman Firaun kira-kira kita jadi pengikut Firaun, atau pengikut Nabi Musa ?"

*B*:
"Tentulah Nabi Musa..."

*A*:
"Yakinnn...???"

*B*:
"Yakinnnnn"

*A*:
"Tapi yang membangun Mesir, Firaun.
Yang bangun piramid, Firaun.
Yang terKAYA, Firaun.
Yang punya tentera, dan banyak pengikut, Firaun.
Yang bisa memberi PERLINDUNGAN dan jaminan, Firaun.
Yang Berkuasa, Firaun.
Yang bisa sediakan MAKANAN & MINUMAN, Firaun.
Yang bisa adakan HIBURAN, Firaun.
Yang bisa buat pusat perbelanjaan, Firaun.
Sementara Musa, hanya penggembala kambing saja. Hanya oranh biasa. Senjata pun hanya sebatang tongkat... Masih yakinnn...???"

*B*:
(...mulai terdiam...) 

*A*:
"Dan kerjaan Musa hanya penjaga kambing, tiba-tiba ajak kita untuk melewati lautan tanpa memakai sampan atau kapal. Apakah yakin kita mau ikut Musa...???"

====>>>>
Betapa manusia zaman Firaun dan zaman kita, TIDAK BERBEDA !!!

Di Zaman ini masih banyak yang PERCAYA pada harta, pangkat, jabatan dan pengaruh.

KEBENARAN Itu bisa jadi akan kita abaikan bila sudah menyentuh orang yang berpengaruh, orang berkuasa dan orang yang kita idolakan serta orang yg telah menanam budi baik kpd kita.

Sungguh...
FIR'AUN itu tetap ADA hingga akhir zaman.
HANYA ber-UBAH wajah dan bentuknya...!!!

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat mengisi kemerdekaan ini.

*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

😊❤👍

DIRGAHAYU KE 72 RI

http://telegram.dog/amar_maruf_nahi_munkar

*DIRGAHAYU KE*

   🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
   🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
                       🇮🇩🇮🇩
                      🇮🇩🇮🇩
                     🇮🇩🇮🇩
                   🇮🇩🇮🇩
                 🇮🇩🇮🇩
               🇮🇩🇮🇩
             🇮🇩🇮🇩
           🇮🇩🇮🇩
                  
    🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
🇮🇩🇮🇩       🇮🇩🇮🇩
🇮🇩🇮🇩         🇮🇩🇮🇩
                    🇮🇩🇮🇩
                 🇮🇩🇮🇩
              🇮🇩🇮🇩
           🇮🇩🇮🇩
        🇮🇩🇮🇩
       🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
       🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩

🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
🇮🇩🇮🇩         🇮🇩🇮🇩
🇮🇩🇮🇩          🇮🇩🇮🇩
🇮🇩🇮🇩          🇮🇩🇮🇩
🇮🇩🇮🇩         🇮🇩🇮🇩
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
🇮🇩🇮🇩     🇮🇩🇮🇩
🇮🇩🇮🇩         🇮🇩🇮🇩
🇮🇩🇮🇩             🇮🇩🇮🇩
🇮🇩🇮🇩                 🇮🇩🇮🇩

            🇮🇩🇮🇩
            🇮🇩🇮🇩  
            🇮🇩🇮🇩
            🇮🇩🇮🇩
            🇮🇩🇮🇩
            🇮🇩🇮🇩
            🇮🇩🇮🇩
            🇮🇩🇮🇩
            🇮🇩🇮🇩 
            🇮🇩🇮🇩
*JAYALAH INDONESIAKU*🇮🇩
*JAYALAH BANGSAKU* 🇮🇩
          JADILAH
  *BALDATUN THOYYIBUN WAROBBUN GHOFUR*

*JAYA SELALU...!!!!*

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Create : ©Deden Heryana
_Hackcracker Carder_®
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩