Tampilkan postingan dengan label suharto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suharto. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Oktober 2017

SEPENGGAL KISAH NYATA PRABOWO DIMEDAN TEMPUR

(kisah timor timur)

Tunduk Mas, Jangan bergerak dulu!” suara lantang Sersan La Ode Ilham terdengar.
Tidak, ini pertempuran Ilham"! Bentak Prabowo.
Jangan Mas, Saya dulu yang mati"! Balas La Ode
Tetap konsent Ilham” perintah Prabowo
Prajurit akan bersemangat jika melihat komandannya bersemangat” balas Kapten Prabowo di tengah desingan peluru tentara fretelin Timor yang seolah di arahkan padanya.

Sersan La Ode tak mau ambil resiko. Ia segera membekap badan Kapten Bowo, menggulingkannya ke tanah, menekan dengan separuh badan, lalu melepaskan rentetan peluru ke arah musuh. Di benaknya, Kapten Prabowo tidak boleh gugur di medan tempur. Seberani apapun komandannya itu, ia adalah obor yang menghangatkan mereka di kala gundah, dan menjadi penyemangat pasukan di segala waktu.

Sersan La Ode tak habis pikir, pemuda gagah yang menjadi komandan kompi-nya itu seolah memiliki ‘nyali’ yang berlapis-lapis. Keberaniannya di medan tempur sama sekali tak mengisyaratkan jika ia adalah putera seorang Begawan Ekonomi dan mantu dari seorang Presiden yang amat di segani dunia internasional kala itu.

Duarrr!!….“Duarrr!!….“Duarrr!!
Letupan senjata api berkali-kali menghantam pasukan Kapten Prabowo, nyaris saja nyawa mereka melayang. Tapi Prabowo mampu mengatur strategi jitu buat anak buahnya hingga tak satupun peluru-peluru milisi fretelin mengenai sasaran. Membaca situasi itu, Prabowo tak ciut, ia terus membakar semangat pasukannya untuk memukul mundur pasukan musuh. Strategi itu membuahkan hasil, beberapa musuh tertembak mati dan yang lainnya kocar-kacir melarikan diri ke hutan-hutan. Situasi mereda, target untuk menguasai medan lawan terpenuhi. Sayangnya, radio penghubung milik pasukan Prabowo hancur terkena peluru dan bom musuh. Sehingga hubungan komunikasi pasukan Prabowo dengan Jakarta menjadi terputus.

Malam mulai senyap, yang terdengar hanya jengkrik dan suara burung hantu malam di belantara tanah berkapur dan hutan-hutan Timor.
Segera kembali ke markas, istirahat dan tetap waspada, radio penghubung yang rusak segera dibenahi” begitu perintah Kapten Prabowo.
Siapp!!” jawab pasukan.

Rusaknya radio penghubung pasukan baret merah yang dipimpin langsung Kapten Prabowo Subianto ini ternyata menimbulkan ‘situasi baru’ di Jakarta. Prabowo diisukan telah gugur di medan tempur. Tentu hal ini meresahkan Istana Negara. Bagaimanapun Prabowo telah menjadi ‘anak’ Presiden Soeharto, karena Prabowo menikah dengan Titik Soeharto,.
Hampir sepekan lamanya isu berseliweran termasuk di Jakarta, bahwa Kapten Prabowo Subianto telah meninggal dunia di medan tempur. Kami juga sempat resah dengan isu dan situasi seperti itu, padahal Mas Bowo sehat walafiat. bagaimanapun Mas Bowo adalah ‘nyawa’ dari pasukan, kalau dibiarkan isu ini berlangsung lama, dapat menurunkan semangat tempur pasukan, ini hanya gara-gara radio penghubung rusak,” kenang La Ode Ilham akan peristiwa sebuah pertempuran di Timor-Timur di era tahun 1980-an.

Karenanya, pasukan berusaha keras agar radio penghubung itu dapat diperbaiki, atau mendapatkan radio baru.
Alhamdulillah radio kami bisa berfungsi kembali” kata La Ode Ilham, yang kini pensiun dini dari TNI dengan pangkat terakhir ‘Mayor TNI’. Ilham sendiri dikenal sebagai Kopassus yang amat dekat dengan Prabowo Subianto di pasukan.

Kring..”
Radio penghubung berhasil menghubungi Istana Negara. Seorang telah menerima telepon itu. Menurut La Ode Ilham, itu seperti suara dari Presiden Soeharto, sehingga kemudian ia dengan sigap melaporkan situasi terakhir pasukan termasuk kondisi komandannya, Prabowo Subianto yang sehat-walafiat dan membantah isu gugurnya Pak Prabowo.

Siap Jenderal!, Mas Bowo kondisinya sehat-walafiat,” jelas La Ode Ilham, kemudian menyerahkan telepon itu kepada Prabowo untuk berbicara langsung dengan istana.

La Ode Ilham tak bisa melupakan peristiwa itu. Termasuk kedekatannya dengan Prabowo Subianto yang disapanya ‘Mas Bowo’.
“Mas Bowo itu sangat pemberani, tegas dan selalu tepat dalam mengambil keputusan. Karenanya kami anak buahnya, jika berada di tengah-tengah Mas Bowo merasa sangat terlindungi, kamipun sangat melindungi Mas Bowo, bagaimanapun Mas Bowo bukan sekedar komandan kami, tapi beliau juga anak Presiden” kata Ilham.

Lain lagi cerita Letkol (Purn) Petrus Sunyoto, Kopassus yang pernah meraih penghargaan dari Presiden RI sebagai ‘Prajurit Terberani TNI’ punya kisah lain tentang sosok Prabowo Subianto. “Pak Prabowo itu adalah prajurit yang tidak sekedar pemberani di medan tempur, atau tegas dalam mengambil keputusan, tetapi juga memiliki sikap ‘ngemong’ dengan rakyat,” kata Petrus.

Menurutnya, di sela-sela istirahat dari medan tempur, Pak Prabowo meluangkan waktunya untuk berbagi dengan rakyat kebanyakan. Bahkan tak sungkan-sungkan mengenalkan kepada rakyat Timor untuk berfikir lebih maju, menghilangkan perbedaan antar kelompok. “Maklumlah rakyat Timor kala itu dilanda ancaman perang saudara, sehingga Pak Prabowo mengajak mereka untuk bersatu. Bahkan pasukan ABRI kala itu diperintahkan Pak Prabowo untuk senantiasa melindungi warga sipil tak bersenjata. Apalagi kaum perempuan dan anak-anak. Hak-haknya juga harus dihormati,” tandas Petrus.

Ada dua pesan yang tak pernah lekang diingatan Pak Petrus soal Pak Prabowo Subianto, yakni, setiap prajurit ABRI di medan pertempuran pantang akan dua hal, yakni; tidak sekali-kali berlaku senonoh dengan perempuan, serta tidak mengambil hak yang bukan hak mereka. “Pesan ini saya teruskan pada pasukan lain, siapa yang melanggar, maka sanksinya sangat berat, itu juga menjadi pedoman saya takkala memimpin pasukan,” imbuhnya.

Satu hal yang dicermati Pak Petrus tentang sosok Prabowo Subianto, yakni meski sibuk mengurus pasukan di medan tempur, tetapi waktu jeda digunakan Pak Prabowo untuk membaca. “Buku-buku bacaan beliau yang paling digemari saat itu, adalah buku-buku ekonomi dan buku yang berkisah tentang patriotisme dan nasionalisme,.”tandasnya.

Malah, keinginan Prabowo Subianto untuk menjadi Presiden Republik Indonesia, sebenarnya adalah cita-cita lama Pak Prabowo, sejak masih berpangkat Kapten TNI. “Jadi bukan sesuatu yang mengherankan jika Pak Prabowo mengatakan ingin jadi Presiden sekarang ini, itu sudah lama sekali, semenjak beliau masih berpangkat Kapten, dan anak buah beliau di pasukan saya yakin mereka masih mengingatnya,” jelas Petrus.

Meski begitu, cita-cita mulya itu tidak membuat jarak antara Prabowo dengan pasukannya. Malah semakin membuat mereka melebur menjadi satu. “Di pasukan, meski beliau adalah komandan kami, dan juga mantu Presiden, tetapi tak ada perbedaan, jika beliau makan nasi kotak, kami juga makan nasi kotak, semuanya harus sama. Beliau sangat memperhatikan kesejahteraan anak buahnya.Saya sendiri berkata, inilah sosok Presiden masa depan itu” imbuh Petrus.
———————-
Demikian sepenggal cerita kisah Jenderal Prabowo Subianto yang merupakan hasil wawancara singkat penulis dengan beberapa mantan pasukan Kopassus mantan pasukan Prabowo Subianto yang disarikan dari waktu dan tempat yang berbeda. Semoga bermanfaat.

Jayalah Indonesiaku!

Selasa, 03 Oktober 2017

LAPORAN DOKUMEN CIA : ORBA SAAT TERJADI GESTAPO

Krisis Ekonomi 98 Dirancang Untuk Menjatuhkan Suharto

Jika Pak Harto tidak jatuh, Indonesia akan jadi Negara maju ..
" Mahatir M "Pak Harto pemimpin luar biasa.
Beliau harus mendapat tempat terhormat dalam sejarah Indonesia ..." Lee Kuan Yew.
• "Dipimpin Pak Harto Indonesia bersatu. Pemerintahan stabil, ekonomi maju sangat pesat. Sangat disayangkan beliau dijatuhkan" Sultan Bolkiah.

Pak Harto berkali-kali mengutarakan niat untuk mundur, namun beliau melihat ancaman luar biasa besar membahayakan bangsa dan negara Indonesia. Fitnah KKN terhadap Pak Harto dan keluarga, yang kemudian dituangkan dalam TAP MPR untuk memeriksa harta kekayaannya, ternyata tidak terbukti Majalah TIME agen konspirasi global memfitnah Pak Harto dan keluarga dengan tuduhan punya simpanan USD 30 miliar ternyata tidak terbukti sama sekali. Berbagai Tim Khusus dibentuk pemerintah untuk menyelidiki harta Suharto. Satu pun tidak menemukan rekening, SDB, dsj di perbankan asing.

"Silahkan cari ke mana saja. Jika terbukti saya ada simpanan 1 sen saja, saya siap dihukum mati.." kata Suharto.

Semua tuduhan itu fitnah

Belakangan terbukti, Pak Harto dijatuhkan oleh Konspirasi Global (P Demokrat AS-PKC China dan sekutunya) berkolusi dengan kelompok anti Suharto, Penyebab utama Suharto dijatuhkan karena kemesraan dan keberpihakan Suarto yang besar kepada umat Islam sejak 1986. Pihak-pihak tertentu marah RI merdeka 1945. Namun kemerdekaan umat islam Indonesia sejatinya baru terjadi pada tahun 1986/1987. Setelah Pak Harto berpaling ke Islam.

Sebagai manusia Suharto sudah pasti tidak sempurna. Ada kelemahan, kesalahan, kekurangan. Namun beliau tetap Pahlawan. Jasanya luar biasa besar. Terbukti pada beberapa hari setelah PKI melancarkan G30S/ PKI, membunuh para pimpinan TNI AD, ulama-ulama, tokoh-tokoh anti PKI di seluruh Indonesia..

Dari dokumen rahasia CIA yang sudah boleh diakses publik ditemukan catatan pejabat CIA tentang pertemuan pertama CIA dengan Suharto awal Oktober 1965. CIA belum pernah buka ke publik.

Pak Harto juga tidak pernah ungkap mengenai pertemuannya dengan CIA beberapa hari setelah G30SPKI di Jakarta, Laporan CIA itu menyebutkan bahwa setelah PKI melakukan Gestapo, TNI AD di pimpin Mayjen Suharto berhasil menggagalkan PKI kendalikan negara. Faktor utama kegagalan Gestapo PKI, menurut CIA adalah 'timing' yang tidak tepat Gestapu dilakukan 5 hari sebelum HUT TNI 5 Oktober 1965 Fatal, Gestapo PKI dilancarkan pada saat seluruh pasukan TNI dan pimpinan TNI sedang berkumpul di Jakarta.

Mobilisasi pasukan dalam rangka HUT TNI

Kesalahan fatal, kedua PKI adalah meremehkan sosok Suharto yang hanya seorang panglima pasukan cadangan TNI AD. Dulu Kostrad tidak prestius. Panglima Kostrad Mayjen Suharto sebagai pimpinan pasukan cadangan pada saat itu memang tidak diperhitungkan oleh PKI sebagai pimpinan utama TNI AD. Under estimated terhadap Suharto juga disebabkan karakternya yang tidak menonjol.

Suharto tidak terseret dalam faksi tertentu di TNI AD.
Low Profile. CIA mengungkap sikap low profile Suharto disebabkan kegagalan besar Operasi Trikora Pembebasan Papua, di mana TNI kalah telak dari Belanda. Fakta sejarah:
• Operasi Trikora gagal total. Ribuan anggota TNI gugur di hutan belantara Papua tanpa pernah berperang dengan musuh : pasukan Belanda.
• Hampir 10 ribu tentara RI mati di hutan belantara Papua karena malaria, kelaparan, kedinginan dll. Bukan karena bertempur.
• Armada AL RI gagal menembus Blokade Papua. Dari 25 kapal perang, hanya 3 yang menuju ke Papua. Tenggelam digempur Armada Belanda.
• 25 kapal perang RI dibeli dengan pola utang dari Soviet, tidak bisa menuju ke Papua karena tidak ada BBM. Mangkrak di Makassar.

Kekalahan telak Ops Trikora sangat memalukan Sukarno yang sudah terlanjur janji pada rakyat akan membebaskan Papua.

Suharto kena getahnya

Karakter Suharto yang low profile, tidak suka berpolitik selama menjadi perwira TNI, membuat posisinya dianggap netral, tidak berbahaya oleh PKI. Di internal TNI pada saat itu, ada TNI faksi pro Sukarno seperti Jend Ahmad Yani Ada faksi pro Nasution/anti PKI Dan TNI faksi pro PKI. Dari Film G30S PKI yang dibuat berdasarkan fakta sejarah itu, rakyat tahu bahwa sempat timbul prokontra di politbiro PKI mengenai Jend Yani
Keputusan PKI untuk culik bunuh Jend A Yani yang Sukarnois didebat anggota politbiro PKI Akhirnya bulat disepakati Jend Yani masuk daftar korban. Dokumen CIA menyebut bahwa keputusan PKI untuk menghabisi Jend Yani karena kekhawatiran Yani akan jadi masalah jika Sukarno meninggal dunia.

Mayjen Suharto adalah staf Jend Yani

Pak Harto tidak termasuk pimpinan TNI AD yang diperhitungkan PKI. Inilah kesalahan fatal Gestapu PKI
Laporan CIA jelas menyebut ada kesalahan analisa Polit Biro PKI dalam menyusun daftar korban. PKI tidak perhitungkan kemampuan militer Suharto. Secara politik, benar mayjen suharto sudah tamat karena memalukan sukarno secara militer juga tamat karena hnya jadi Panglima Pasukan Cadangan. Dari perspektif faksi militer, Suharto tidak masuk faksi mana pun. Suharto hanya dianggap bayang-bayang jenderal Yani Gestapu pun dilancarkan PKI. Pertanyaan besar tentang faktor keberhasilan Suharto melakukan serangan balasan terhadap aksi Gestapu yg berujung ke penumpasan PKI terjawab dalam Laporan CIA. Saat hampir semua pimpinan TNI AD yang anti PKI dan pro sukarno sudah dibunuh PKI, yang tersisa hanya Mayjen Suharto dan Jend Nasution yang terluka.

Mengapa Suharto bisa mobilisasi TNI begitu cepat dalam jumlah besar?

1. Sebagian besar Pasukan TNI ada di Jakarta dalam rangka HUT TNI 5 Okt 1965
2. Suharto adalah ex Panglima Trikora, satu-atunya jendral yang berpengalaman memobilisasi pasukan TNI dalam jumlah besar Luput dari analisa PKI.

Suharto selaku eks Panglima Ops Trikora berpengalaman koordinasi dan mobilisasi pasukan dari tiga matra TNI. Ini  luput dari analisa PKI. Suharto ex Panglima OpsTrikora berpengalaman memimpin, memobilisasi ratusan ribu pasukan dari tiga matra TNI PKI skak mat TNI balas aksi PKI
"Bagi Suharto memerangi pemberontakan PKI 1965 sama seperti perang lawan pasukan Belanda. Hanya saja PKI lebih lemah daripada Belanda" ~ CIA. Laporan  CIA tentang G30 SPKI dan ops penumpasan PKI yang baru diungkap setelah 30 tahun disimpan sebagai dokumen rahasia menjawab banyak pertanyaan rakyat.

Jika bukan Mayjen Suharto yang tersisa dan mengambil alih komando pimpinan TNI AD, sejarah Indonesia pasti lebih buruk. RI ini pasti sdh jadi negara komunis. Banyak kemungkinan terjadi, dan semuanya lebih buruk, jika tidak ada mayjen Suharto ketika Gestapu PKI terjadi. Komunis Rusia setelah sukses melakukan Revolusi Bolsyewik 1917, komunis Rusia melakukan pembersihan. Puluhan juta rakyat antikomunis dibunuh. Komunis China selama revolusi kebudayaan bunuh puluhan juta rakyat sendiri. Vietnam, Kamboja, Laos, Kuba, dll ..Komunis bunuh jutaan rakyat Komunis di seluruh dunia sama.

Sesama komunis bersaudara.

Komunis tidak mengenal batas negara, mereka dipersatukan oleh Doktrin Komintern. Doktrin Komunis Internasional/komintern melahirkan konsistensi militansi setiap kader komunis. Ikatan Persaudaraan Komunis dunia sangat erat
Kembali ke laporan CIA. Saya sungguh terharu membaca laporan tersebut karena membuktikan Suharto tidak seperti tudingan sekolompok orang. Disebutkan bahwa setelah Suharto berhasil memegang kendali TNI dan memulihkan pemerintahan, CIA menawarkan banyak bantuan.

Semua ditolak Suharto

Suharto hanya mau berunding dgn CIA - AS jika prasyarat yang dimintanya disetujui oleh pemerintah AS Jika tidak, maka tidak ada perundingan. Apa syarat yang diajukan Mayjen Suharto kepada CIA-AS? Bukan senjata Bukan uang suap Bukan info intelijen Bukan. Suharto minta BERAS. Oktober 1965 Rakyat kelaparan Inflasi 650% (standar normal < 10%) Defisit 175% (standar normal < 2,5%) Bahan pokok langka RI dalam bencana. Terbukti Suharto memikirkan nasib rakyat yang terancam mati kelaparan dengan minta AS kirim beras ke RI Rakyat RI utang nyawa pada Suharto.

CIA awalnya menolak permintaan Suharto

AS bisa bantu kirim senjata dll tapi tdk bisa kirim beras.
Apalagi sebanyak 400.000 ton. AS tak bisa. CIA bujuk Suharto. Akan bantu apa saja selain beras. Anggaran bantuan beras oleh Presiden AS tidak masuk APBN AS. Proses persetujuannya rumit. Suharto tetap pada sikapnya.

AS kirim beras ke RI secepatnya, baru TNI akan berunding dengan AS. CIA tidak punya pilihan kecuali lapor ke LBJ Gara-gara permintaan aneh dari Suharto kepada AS, Presiden Lyndon B Johnson terpaksa jungkir balik memenuhinya, lobi senator dan anggota kongres.

Mengapa AS repot-repot bersedia memenuhi permintaan mayjen Suharto..?

Karena keberhasilan Suharto menggagalkan PKI berkuasa meringankan beban berat AS. Perang Dingin Barat vs Komunis sedang pada puncaknya. Banyak negara di dunia telah dicengkram komunis. Di Asia Tenggara hampir semua jatuh. Keberhasilan TNI AD menggagalkan PKI/ komunis berkuasa tanpa campur tangan AS merupakah anugerah terbesar untuk AS yang sedang frustasi karena komunis. Kekhawatiran AS bahwa teori domino juga terjadi di Asia Tenggara dipatahkan Suharto tanpa bantuan AS yang saat itu sedang trauma karena kalah di mana-mana AS lega.

Asia Tenggara gagal dikuasai komunis, Australia lepas dari ancaman ditelan setan komunis. Karena jika RI jatuh, Australia pasti jatuh Teori Domino: jika di suatu kawasan sudah ada 2-3 negara yang dikuasai komunis. Negara-negara komunis tersebut akan membantu komunis di negara tetangga.
Akhirnya semua negara di suatu kawasan tertentu akan jatuh ke kekuasaan komunis.

Sungguh Mengerikan !

Alhamdulillah RI gagal dikuasai PKI Pemerintah AS sangat terima kasih atas jasa besar Suharto. menggagalkan komunis kuasai RI, Australia, New Zealand, Asia Tenggara, dan seterusnya. Salah satu bentuk terima kasih AS adalah degan menekan Belanda dan pengaruh PBB agar Papua diserahkan kepada RI. Freeport sebagai jaminan AS di Papua. Keberadaan Freeport yang berentitas AS di Papua, menjamin keutuhan NKRI.

Tidak ada kekuatan asing yang berani usik Papua sebagai bagian integral NKRI. AS bantu revitalisasi alutsista TNI yang berguna dalam operasi penumpasan PKI. Juga laporan intelejen dari CIA yg memuat daftar nama kader PKI
Karena kemiskinan/ kebodohan adalah faktor utama tumbuh suburnya komunisme, Rezim ORBA diberi pendampingan konsep dan program pembangunan oleh AS.

Fakta sejarah itu sekarang diputarbalikan oleh kader-kader dan simpatisan PKI. Dijadikan fitnah oleh kader PKI untuk menyerang Suharto dan TNI. Untuk mencegah pembodohan bangsa dari propaganda komunis, langkah Panglima TNI memutar kembali Film PKI itu sudah tepat. Wajib Kita Dukung..Marilah Kita Nonton Bersama. Semoga Pak Harto Mulia Disisi Alloh SWT.

: Fb Ady Moerdoko.

Sabtu, 23 September 2017

KENAPA PAK HM. SOEHARTO MEMBUBARKAN PKI..?

Ketika Tomy bertanya tentang PKI kepada bapaknya dan kenapa Bapak mengambil inisiatif untuk Membubarkan PKI padahal Bung Karno tetap Bertahan tidak Mau Membubarkan PKI ?

Ini jawaban Bapak Soeharto:

Sebagai Bawahan bapak wajib melindungi Harga Diri bung Karno karena Kapasitas nya sebagai pemimpin besar dan juga di akui sebagai pemimpin besar dunia, bung Karno sudah mengucapkan pemikirannya kepada dunia tentang menyatukan Nasionalisme, Agama, dan Komunisme Melalui sidang Umum PBB. Bung Karno menyebut Gagasannya itu "to build a new world".

Setelah melontarkan di forum internasional, Bagai mana mungkin Kemudian Bung Karno mau membubarkan Partai Komunis Indonesia PKI?..
"Jadi Bapak berpikir biarlah Bapak yang membubarkan PKI yang semakin merajalela saat itu"
"Kadang kala Bawahan Harus mengerti keteguhan seorang pemimpin, karena saat itu jika sampai bung Karno Membubarkan PKI dan menjilat ludah sendiri maka akan di cap Apa negara kita ini di mata internasional....

Bapak mengambil inisiatif karena bapak juga sudah menyadari Risikonya"
Tidak masalah bapak disalahkan kelak, namun pasti suatu hari anak cucu bangsa ini akan mengerti dengan sendirinya Apa arti kebenaran dan kesalahan di masa - masa perjuangan"...
"Itu jawaban yang saya dengar langsung dari Almarhum Soeharto"

Sumber FB
Hutomo Mandala Putra.

Senin, 04 September 2017

TAK GENTAR MENEMBUS SARAJEVO

Ketika saat ini lagi ramai issue Rohingya, maka ingatan melayang di pertengahan tahun 90-an. Jika masih ada yang ingat Pak Harto, begitu salut atas keputusan alm dulu untuk support muslim Bosnia. Melihat sikap beliau membuat anak bangsa menyadari betapa Pak Harto yang militer lebih lembut hatinya kepada umat islam dunia..
------------

Perjalanan 'Kontrak Mati' Soeharto Membantu Muslim Bosnia.

Presiden ke-2 RI, Soeharto banyak mendapat sorotan dunia internasional ketika masih menjabat, salah satunya, adalah ketika pada dasawarsa 90-an, ia berkunjung ke kawasan Bosnia saat perang saudara Bosnia-Herzegovina bergolak. Ketika itu, Soeharto ingin menunjukkan simpati kepada kaum Muslim di sana, yang dalam posisi sebagai minoritas menjadi bulan-bulanan kebrutalan kelompok etnis lain.

Walaupun ketika itu di sana terdapat banyak faksi yang sulit ditebak posisinya, Soeharto memutuskan pergi ke Bosnia untuk menengahi konflik yang telah menimbulkan korban jiwa ribuan orang itu. Pada awal Maret 1995, Soeharto, yang seperti biasa didampingi beberapa pembantu terdekatnya, seperti Mensesneg Moerdiono dan Menlu Ali Alatas mengadakan lawatan ke Eropa.

Dalam agenda kunjungan itu, Soeharto juga akan ke Sarajevo, ibu kota Bosnia, yang ketika itu menjadi kawasan perang yang brutal. ABRI (sekarang TNI) mengirimkan pasukan pendahulunya untuk menyiapkan kedatangan Soeharto beserta rombongan ke Bosnia, termasuk melakukan pendekatan kepada pemerintah Bosnia serta berbagai faksi yang sedang berseteru. Ketika rombongan presiden RI tiba di Eropa, belum ada kepastian bisa tidaknya rombongan itu ke Bosnia.

Dalam suasana belum pasti itu, sebuah pesawat milik PBB yang melintas di Bosnia ditembak jatuh pada 11 Maret 1995. Kejadian itu memberikan tekanan yang tinggi bagi rombongan Indonesia yang ingin ke Bosnia tersebut. Namun, Soeharto memutuskan tetap pergi ke medan tempur itu pada 13 Maret, atau dua hari setelah pesawat yang ditumpangi Utusan Khusus PBB Yasushi Akashi ditembak jatuh.

Persiapan pun terus dilaksanakan, mulai menyiapkan substansi pertemuan hingga persiapan pengamanan. Puluhan wartawan yang menjadi bagian rombongan kunjungan presiden pun berharap bisa ikut penerbangan "berani mati" tersebut. 

Upaya rayu-merayu itu berjalan alot, karena sudah dipastikan bahwa jumlah rombongan yang akan ikut Soeharto ke Bosnia itu sangat terbatas. Akhirnya Moerdiono memutuskan bahwa hanya dua wartawan yang akan ikut terbang ke Bosnia, yakni dari LKBN Antaraserta Radio Republik Indonesia (RRI). Alasan pemilihan itu akhirnya dapat diterima oleh puluhan wartawan lainnya.

Tidak lama setelah pesawat PBB itu tinggal landas dari Kroasia, seluruh rombongan mendapat sebuah formulir berbahasa Inggris yang harus ditandatangani semua orang, termasuk Soeharto. Formulir itu berupa penegasan bahwa PBB tidak akan bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam penerbangan itu.

Soeharto enggan mengenakan rompi anti peluru dan helm baja. Padahal semua memakai rompi antipeluru seberat 12 kilogram yang bisa menahan proyektil M-16. “Eh, Sjafrie, itu rompi kamu cangking (jinjing) saja,” ujar Soeharto kepada Sjafrie. (Soeharto, The Untold Stories)

Pak Harto tetap menggunakan jas dan kopiah. Sjafrie pun ikut-ikutan mengenakan kopiah yang dipinjamnya dari seorang wartawan yang ikut. “Ini dilakukan untuk menghindari sniper mengenali sasaran utamanya dengan mudah,” terang Sjafrie.

Setelah terbang sekitar satu jam, akhirnya pesawat buatan Rusia itu mendarat dengan mulus di Sarajevo. " Pak Harto turun dari pesawat dan berjalan dengan tenang. Melihat Pak Harto begitu tenang, moral dan kepercayaan diri kami sebagai pengawalnya pun ikut kuat, tenang dan mantap. Presiden saja berani, mengapa kami harus gelisah,” cerita Sjafrie Syamsudin.

Perjalanan Soeharto ke medan perang itu, walaupun tidak diikuti dengan pemberitaan bombastis dan internasional tetap dikenang sebagai sebuah perjalanan bersejarah. Lawatan itu akhirnya menghasilkan berdirinya sebuah masjid megah di ibu kota Bosnia yang merupakan hasil penyaluran bantuan banyak dermawan asal Indonesia.

Nama masjid ini dinamai dengan nama yang sama dengan Masjid nasional Indonesia di Jakarta, Istiqlal. Hingga kini sebagian orang Bosnia menyebut masjid ini dengan nama Masjid Soeharto atau Masjid Indonesia

Presiden ke-2 RI Soeharto.
Al-fatihah. Pak Harto, selalu dirindukan. 🙏🏻🙏🏻