Tampilkan postingan dengan label ahoker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ahoker. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Oktober 2017

AHOKER KATATUN, PERLU DOKTER JIWA

Oleh Husni Thamrin (Sekretaris DPD Gerindra DKI Jakarta)

Jumlah karangan bunga berkurang dari jumlah waktu awal pengiriman bunga, itu berarti sebagian besar kaum Ahoker sudah move on. Semoga ini ‎juga petanda baik bagi pengembangan Jakarta ke depan.

‎Memang ada yang mengkaji secara medis kondisi Ahoker yang dapat dikatakan secara umum sebagai kelainan syaraf. Apapun terminologi yang dipake tapi tidak tertutup kemungkinan juga para Ahoker tersebut menderita 'katatun' akibat stres yang berkebihan. Bagi penderita katatun apapun yang ditanya pasti dia akan menjawab dengan kata atau kalimat yang sama atau selalu menggerakan anggota tubuhnya dengan gerakan atau posisi yang sama dan lama.

Umpamanya, tangan kanannya dalam posisi seperti tangan kanan Hitler yang memberi hormat itu akan dilakukannya berjam-jam atau mungkin kalau Ahoker tersebut ditanya berapa anakmu maka mereka akan menjawab saya tidak mau Move-On, jika ditanya siapa nama sopirmu maka mereka akan menjawab saya tidak mau Move-On.

Apapun yang ditanya pasti jawabannya sama, yaitu saya tidak mau Move-On. Bahkan bisa-bisa tanpa ditanya pun mereka juga akan berkata, bahkan berteriak saya tidak mau Move-On.

Kondisi ini jelas memerlukan perawatan inap khusus dan harus ditangani Dokter Spesialis Psikiatri. ‎Meskipun, penderita katatun tidak akan berbahaya bagi lingkungannya karena dia hanya asyik dengan katatunnya sendiri.

Warga Jakarta tidak perlu takut atau terlalu khawatir, karena pembangunan Jakarta kedepan tetap akan dapat dilakukan dengan tenang kendatipun mereka tetap berteriak "Saya Tidak Mau Move-On".‎

Minggu, 15 Oktober 2017

AHOKER MOVE ON: DEMI KEBAIKAN KALIAN SENDIRI

Move on akan terasa ringan kalau ikhlas memaafkan. Karena memaafkan itu untuk diri sendiri, bukan untuk orang lain. Kalau sudah memaafkan hati akan terasa lebih lapang dan tenang, cobain deh ☺

Nah pertanyaannya, salah apa Anies Sandi sama ahoker?
• Bukankah Anies Sandi yang panen bully dan fitnahan dari ahoker? Kenapa malah ahoker yang sewot sama Anies-Sandi?

• Bukankah Ahok yang telah berulang kali bermulut kasar dan bertingkah arogan? Lantas kenapa sewot saat mayoritas masyarakat menginginkan pemimpin lain yang jauh lebih santun dan beradab?

• Bukankah Ahok yang berulang kali menyakiti warga Jakarta terutama yang muslim? Lantas kenapa harus sewot saat muslim taat sama perintah agamanya?

• Bukankah mayoritas orang takut mati? Lantas kenapa sewot saat ada Ayat Al-Qur'an yang mengingatkan umatnya soal kematian? Kenapa malah dituduh mengintimidasi jenazah? Jenazah itu udah selesai urusannya, ga perlu diintimidasi.

• Bukankah negara ini menganut Ketuhanan Yang Maha Esa? Lantas kenapa umatnya tidak boleh bawa-bawa agamanya dalam segala hal?

Nah.. jadii apa yang membuat hati sakit melihat Anies-Sandi memimpin Jakarta? Bukankah Anies-Sandi menang telak secara jujur dan bersih? Kenapa harus ada macam-macam itu saat Anies-Sandi ingin memimpin Jakarta?

Doakan lah Anies-Sandi secara tulus agar kalian didoakan malaikat. 😇

Spread the love❤