Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 September 2017

SYUKUR ITU INDAH

🍃Syukur itu indah🍃

ﺛﻼﺙ ﻣﺮﺍﺣﻞ ﻣﻀﺤﻜﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ !!...
١ ) ﺳﻦ ﺍﻟﻤﺮﺍﻫﻘﺔ :
ﺗﻤﻠﻚ ﺍﻟﻮﻗﺖ + ﺍﻟﻄﺎﻗﺔ ﻟﻜﻦ ﻟﻴﺲ ﻟﺪﻳﻚ ﺍﻟﻤﺎﻝ
٢ ) ﻣﺮﺣﻠﻪ ﺍﻟﻌﻤﻞ :
ﺗﻤﻠﻚ ﺍﻟﻤﺎﻝ + ﺍﻟﻄﺎﻗﺔ ﻟﻜﻦ ﻟﻴﺲ ﻟﺪﻳﻚ ﺍﻟﻮﻗﺖ
٣ ) ﻣﺮﺣﻠﺔ ﺍﻟﺸﻴﺐ :
ﺗﻤﻠﻚ ﺍﻟﻤﺎﻝ + ﺍﻟﻮﻗﺖ ﻟﻜﻦ ﻟﻴﺲ ﻟﺪﻳﻚ ﺍﻟﻄﺎﻗﺔ

Ada tiga fase hidup yang tampak lucu:
1. Masa puber: anda punya waktu dan kekuatan tetapi tidak punya uang.
2. Masa bekerja: anda punya harta dan kekuatan, tetapi tidak punya waktu.
3. Masa tua: anda punya harta dan punya waktu, tetapi tidak punya kekuatan.

ﻫﺬه ﻫﻲ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ....ﻋﻨﺪﻣﺎ ﺗﻤﻨﺤﻚ ﺷﻴﺌﺎ ... ﺗﺴﻠﺐ ﻣﻨﻚ ﺷﻴﺌﺎ ﺍﺧﺮ ....

Inilah kehidupan, ketika kita mendapat sebuah karunia. Maka akan hilang karunia lainnya.

ﺩﺍﺋﻤﺎ ﺗﻌﺘﻘﺪ ﺇﻥ ﺣﻴﺎﺓ ﺍﻻﺧﺮﻳﻦ ﻫﻲ ﺍﻓﻀﻞ ﻣﻦ ﺣﻴﺎﺗﻨﺎ ..!!!

Anda selalu yakin bahwa kehidupan orang lain, selalu lebih baik dari kehidupan kita !!!

ﻭﺍﻻﺧﺮﻭﻥ ﻳﻌﺘﻘﺪﻭﻥ ﺇﻥ ﺣﻴﺎﺗﻨﺎ ﺍﻓﻀﻞ ..

Dan orang lain pun meyakini, bahwa kehidupan kita lebih baik darinya.

ﻛﻞ ﺫﻟﻚ لأﻧﻨﺎ ﻧﻔﻘﺪ ﺷيئ ﻣﻬﻢ ﻓﻲ ﺣﻴﺎﺗﻨﺎ ﻭﻫﻲ : . ( ﺍﻟﻘﻨﺎﻋﻪ ) .

Hal itu dikarenakan kita melupakan hal terpenting dalam hidup kita, yaitu bersikap Qanaah (mensyukuri apa yang kita miliki).
____________________
_Semoga bermanfaat_
_Barakallahu fiikum_

Minggu, 27 Agustus 2017

DI BALIK AIR MATA MUSLIMAH

By Deden Heryana

Suatu ketika, seorang anak bertanya kepada ibunya,,
“ibu, mengapa ibu menangis?”
Ibunya menjawab, “Sebab ibu adalah perempuan, nak.”
“Saya tak mengerti ibu,” kata si anak.

Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat,
“Nak, kau memang tak akan mengerti…”

Kemudian si anak bertanya kepada ayahnya,,
“Ayah, mengapa ibu menangis?”
Ibumu menangis tanpa sebab yang jelas.” sang ayah menjawab, “Semua perempuan memang sering menangis tanpa alasan.”

Kala si anak telah besar menjadi remaja, dia tetap terus bertanya-tanya, mengapa perempuan menangis? Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Allah,
Ya Allah, mengapa perempuan mudah menangis?”

Dalam mimpinya ia merasa seolah mendengar jawabannya:
Saat KU ciptakan wanita, AKU membuatnya menjadi sangat utama,
★ KU ciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
★ KU berikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulang kali menerima cerca dari si bayi itu apabila ia telah membesar.
★ KU berikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.
★ KU berikan kesabaran jiwa untuk merawat keluarganya walau dia sendiri letih, walau sakit, walau penat, tanpa berkeluh kesah.
★ KU berikan wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun, walau acap kali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada anak-anak yang mengantuk menahan lelap, sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.
★ KU berikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya, sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.
★ KU berikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian, dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai isterinya, walau sering kali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi. Dan akhirnya,
★ KU berikan ia air mata, agar dapat mencurahkan perasaannya, inilah yang khusus kepada wanita, agar dapat ia gunakan kapan pun ia inginkan. Ini bukan kelemahan bagi wanita, karena sebenarnya air mata ini adalah “air mata kehidupan.”

Bersyukurlah dilahirkan sebagai wanita, tambahlah bersyukur dilahirkan sebagai wanita muslimah.