Tampilkan postingan dengan label kejam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kejam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Oktober 2017

PKI TAK PERNAH MINTA MAAF

Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Sri Edi Swasono mengatakan, hingga saat ini, tak ada permintaan maaf dari Partai Komunis Indonesia (PKI) terhadap apa yang dilakukan mereka terhadap ayahnya. Pada 1948, menurut Sri Edi, ayahnya, Moenadji Soerjohadikoesoemo, ditembak mati oleh PKI.

"Beliau digelandang ke penjara oleh PKI ketika disuruh pilih Soekarno-Hatta atau Amir-Muso. Ayah saya pilih Soekarno-Hatta, ya tentu ditembak mati," ungkap Sri Edi.

Menurut Sri Edi, saat itu ayahnya, yang merupakan seorang hakim di Pengadilan Ngawi, bersama enam pejabat lainnya di Ngawi dikubur bersama-sama setelah ditembak. Mereka dikubur dalam satu liang lahat di Dungus, Madiun, Jawa Timur (Jatim).

"Di sebelah Timur Bengawan Madiun di Ngawi. Dua minggu kemudian baru ditemukan liang lahat itu berkat petunjuk Lurah Dungus. Masing-masing bisa diidentifikasi berkat dr. Soeroto, Dokter Kepala RS Ngawi," kata dia.

Ia mengatakan, PKI membunuh banyak orang dengan cara yang kejam. Banjir darah tidak hanya di Ngawi, tetapi juga di seluruh Kabupaten di Karesidenan Madiun. "PKI yang berontak membunuhi rakyat. Kalau saja G-30S/PKI 1965 PKI yang menang, kita yang mereka bunuh lagi seperti para jenderal yang dibunuh di Lubang Buaya," jelas Sri Edi.

Sri Edi menjelaskan, PKI tidak pernah meminta maaf atas kejadian tersebut. Ia, bersama dengan enam saudaranya, menjadi anak yatim. Menurut dia, pembunuhan adalah kekejaman yang membawa keyatiman.

"Keyatiman adalah kesengsaraan, penderitaan, dan kepedihan berkepanjangan. Ibu saya saat itu baru berusia 31 tahun, dengan anak tertua 13 tahun, terkecil baru satu tahun," kisah dia.

Hingga akhirnya tiga tahun yang lalu ibu dari Sri Edi wafat pada usia 97 tahun. Selama 66 tahun, ibunya membesarkan Sri Edi dan keenam saudaranya seorang diri dengan status janda. "Kami bersyukur jasad ayah saya masih dapat ditemukan. Tapi jasad Pak Soehoed, keponakan ayah saya, tidak ditemukan," ujarnya.

"PKI tidak pernah meminta maaf telah membunuh manusia-manusia tak bersalah," tegas Sri Edi.

Source Republikacoid

Kamis, 07 September 2017

ROHINGYA MUSLIM PALING TERANIAYA

Sabarlah Rohingya...Allah tidak membiarkan.... hanya menangguhkan....

💬Banyak yang tidak tau ceritamu atau bahkan tidak mau tau akan kisahmu
👂Semua telinga tidak mendengar jeritan-jeriatanmu, atau bahkan mereka menutup telinga dari teriakan-teriakanmu
😯Lisan-lisan dunia membisu dari membela hak-hakmu,
😣Mata-mata dunia-pun telah buta dari menyaksikan penderitaanmu,

📝Pena-pena media mendadak kehabisan tinta untuk menggoreskan kisah pilu dan kepedihanmu
🙏Para penyembah berhala telah membantaimu, membakar rumah-rumahmu, mengoyak kehormatan putri dan istri-istrimu..

🏃Engkau berlari...mengungsi,.....
akan tetapi yang lebih menyedihkan.....
negara muslim menolak kedatangannmu...

🚣🏾Perahu kecil menjadi rumahmu....
Terombang-ambing di tengah lautan tanpa makanan dan minuman
🌊Jika maut menjemputmu, maka lautan menjadi kuburmu

😔Bersabarlah wahai muslim ROHINGYA...
Allah Pemilik Dunia melihatmu,
Mendengar dan melihat kedzaliman yang menimpamu

🌏Kalaulah engkau tidak mendapat kebahagiaan itu di dunia, maka Akherat telah rindu memberikan kebahagiaannya kepadamu

🌎Dunia boleh menolak dan menghinakan dirimu
Tetapi Allah penguasa dunia akan memuliakan dan membalas kedzaliman yang telah menimpamu

😴Mata Orang yang menzhalimi tertidur
😟Mata orang yang terzhalimi tidak bisa tidur
Dan mata Allah lebih tidak bisa tidur.....

SHOBRON .....YA ROHINGYA....ANTI Fi QULUBINA...WA A'YUNINA

Ya Allah hitunglah satu persatu orang-orang kafir itu...
Timpakan cambuk balasan kepadanya... Dan jangan engkau sisakan satupun dari mereka.
Amin ya rabb......
amin ya Rabb....
Amin ya Rabb.....