Tampilkan postingan dengan label rohingya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rohingya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 September 2017

MUSLIM ROHINGGYA JAUH LEBIH MULIA DARI KITA

Terungkap! Dokumen sejarah muslim Rohingya menolong korban perang, anak yatim dan janda pada masa Kekhilafahan Utsmaniyah

Dokumen Lama Mengungkap Sejarah
Bagaimana Muslim Rohingya Menolong Korban Perang, Anak Yatim dan Janda pada masa Kekhilafahan Utsmaniyah. Deputi Perdana Menteri Turky, Fikri Isik mengungkapkan bahwa dokumen lama Kekhilafahan Utsmaniyah (1299 - 1924) menerangkan bahwa muslim Rohingya di Myanmar pernah memberikan bantuan terhadap korban perang Balkan (Juni 1913 – Juli 1913). Dalam dokumen tersebut juga disebutkan bahwa bantuan tersebut diberikan kepada para yatim, janda dari pahlawan Turki Utsmani yang syahid pada perang Balkan dua.

Sebelumnya, presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyampaikan bahwa Turki memiliki dokumen tentang muslim Rohingya yang pernah membantu korban perang Balkan dua yang pada masa itu dimotori oleh Bulgaria, Serbia, Rumania dan Yunani dan menguasai daerah kekhilafahan Utsmaniyah. Jika melihat dokumen tersebut, ternyata muslim Rohingya sudah membantu rakyat Turki lebih dari 100 tahun silam.

Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa muslim Rohingya mengirimkan bantuan uang sebesar 1833 Dollar guna membantu para yatim, janda dan keluarga korban perang Balkan Dua pada tahun 1913.

Deputi PM Turki melanjutkan, muslim Rohingya yang hari ini kita bantu, mereka telah lebih dahulu membantu janda-janda kita dan anak-anak yatim kita ketika dahulu kita dalam keadaan sulit.

Menurut sumber Anadolu Turki, dalam dokumen tersebut jelas sekali bahwa bantuan yang diterima Turki Utsmani berasal dari muslim Arakan yang mendiami Burma (Myanmar saat ini). Dokumen tersebut tertanggal pada 9 Juni 1913 dan ditanda tangani oleh menteri luar negeri Turki Utsmani waktu itu, Al Amir Al Mashry Halim Basya. Dalam dokumen tersebut diceritakan bahwa Ahmad Maula Daud dari Rohingya yang waktu itu menjabat sebagai ketua badan bantuan untuk Turki Utsmani yang berkedudukan di Yangon (Myanmar) saat itu mengirimkan surat ucapan selamat kepada pemerintah Turki atas keberhasilan Turki dalam menghadapi negara Balkan. Dalam surat tersebut ditulis bahwa ada bantuan sebesar 1391 pound (1833 Dollar).

Sejak 25 Agustus silam, militer Myanmar melakukan genosida terhadap muslim Rohingya. Hingga saat ini belum bisa dipastikan jumlah korban sesungguhnya, hanya menurut media yang bisa dipercaya, korban meninggal sudah mencapai 7.354 jiwa. Adapun korban cidera mencapai 6.541 jiwa. Menurut data yang dimiliki PBB, korban kekerasan militer Myanmar yang melarikan diri ke Bangladesh sudah mencapai 290.000 jiwa.

Turki telah mengajukan permintaan kepada Bangladesh agar membuka perbatasan bagi pengungsi Rohingya yang akhirnya diterima. Turki menyatakan kesanggupannya menanggung semua biaya para pengungsi tersebut. Di samping itu, pemerintah Turki terus melakukan upaya diplomasi menggalang dukungan dunia internasional agar segera menyelamatkan muslim Rohingya dari aksi genosida militer Myanmar.
Source : dakwahmedia.web.id

Rabu, 13 September 2017

POLITIK SUMBU BOMB ROHINGYA

Sepekan ini dada kita sesak, bahkan menangis menyaksikan dengan telanjang berbagai tayangan dan gambar kebiadaban para biksu budha dan militer myanmar membantai ummat muslim di Arakan Rohingya myanmar.

Dunia sekarang ini seolah tak berpenghuni lagi. Sehingga para iblis berkepala botak dengan jubah kebesaran keagamaannya dengan tenang membantai sadis tak peduli tua, muda, maupun balita. Ada yang tembaki, digorok lehernya hidup-hidup, dibakar, dilindas dengan kendaraan baja, bahkan ditarik-tarik lehernya dengan tali dalam keadaan telanjang bulat. Lebih sadis daripada perlakuan pada binatang sekalipun. Mirisnya, tak ada sedikitpun wajah sedih, tanpa rasa berdosa tersirat dari wajah iblis bertubuh manusia ini...??? Na'udzubillahi minzalik...!!!

Dunia sekarang seolah kehilangan kata-kata bijak yang bernama HAM dan toleransi. Sampai betina bernama Aan Sung San Kyi yang katanya peraih Nobel Perdamaian bagai hilang lenyap ditelan bumi. ASEAN seakan gagap tiba-tiba. PBB seolah mati suri. Indonesia pun pemerintahannya seakan tak tahu apa-apa atau tak mau tahu entah apalah namanya. Yang penting para penguasa dunia dan negara ini tiba-tiba hilang ditelan bumi hilang entah ke mana membiarkan pembantaian sadis sedang terjadi di depan hidung mereka...

Pasti banyak yang bertanya kenapa ini bisa terjadi? Kenapa gaya hidup manusia bar-bar bisa terjadi lagi di zaman yang katanya moderen ini? Mau tahu jawabannya?

Satu minggu ini saya mencoba menggali, membaca, mengamati, searching ke berbagai situs terpercaya sampai wawancara dengan saudara yang pernah jadi atase militer di sana. Apasih yang menjadi faktor penyebab terjadinya pembantaian sadis tersebut? Siapa dalang utama di balik ini semua?

Jawabannya adalah ' Terduga' Pemerintahan Komunis China dan CIA...!
Argumentasinya adalah sebagai berikut :

1. Kita harus paham. Tentang ambisi China Raya yang ingin kembali menguasa dunia. Menjadi negara adidaya dunia seperti masa jayanya imperium China di masa lalu yang pernah menjadi Imperium terbesar sepanjang sejarah dunia (Menguasai ⅓ dunia)

2. Myanmar adalah salah satu benteng teritorial negara China. Seperti Korut di timur, Vietnam di selatan, Thailand di tenggara. Mongolia dan Tibet di Utara.

3. Selain menjadi benteng teritorial dari aspek pertahanan. Negara-negara ini juga menjadi benteng ideologis baik secara agama (Budha), juga secara kultural dan ekonomi. Khususnya aliran pemikiran Sosialis kiri (Komunis) maupun sosialis kanan (Monarkhi)

4. Berawal dari khutbah provokatif biksu wirathu terkait muslim Rohingya. Dapat dengan jelas kita simpulkan inti sari dari khutbah itu adalah bagaimana menghancurkan pertumbuhan hegemoni masyarakat muslim rohingya yang dianggap sudah mengancam eksistensi kelompok budha myanmar sebagai mayoritas di Myanmar.

5. Sebelum perkembangan hegemoni kelompok Islam ini semakin kuat dan menyebar pesat. Makanya cara genocida inilah salah satu cara ampuh menghancurkan perkembangan Islam di Myanmar.

6. Maka dirancanglah cerita dan skenario provokatif plus bumbu-bumbu sentimentil emosional keagamaan untuk menjustifikasi sepihak agar mendapat dukungan pemerintah dan masyarakat budha Myanmar. Jadi Ini Adalah Bukti Nyata Konflik Keagamaan !

7. Sebagai negara kecil dan miskin, Myanmar mustahil berani melakukan ini tanpa ada dukungan Raksasa kuat di belakangnya. Siapa lagi kalau bukan induk ideologis dan kultural mereka RRC. Karena Tiongkok juga punya kepentingan besar terhadap negara negara benteng teritorial mereka.

8. Amerika sebagai negara adi daya 'tua/ senior' melihat ini bisa menjadi pintu strategi devide at ampera sesama bangsa Asia di tengah kekalutannya membendung kebangkitan rival mereka China.

9. Melalui rakok tangan inteligent andalan mereka CIA, mereka seolah mengulur-ulur waktu bahkan seolah membiarkan ketimpangan ini terjadi. Agar muncul solidaritas dan kemarahan ummat Muslim dunia.

10. Karena Amerika sangat tahu, walaupun di Myanmar Islam minoritas tapi Myanmar dikelilingi negara mayoritas muslim seperti Indonesia, Malaysia, Pakistan, Bangladesh dan Afghanistan yang terkenal dengan Mujahidin Talibannya.

11. Yang diharapkan Amerika adalah aksi balasan sporadis dari Mujahidin Islam yang mana kalau itu terjadi berarti perang berbasis agama di Asia tinggal selangkah lagi. Kalau perang ini terjadi, Amerika ibarat sekali tepuk dua lalat mati. Karena dua musuh mereka akan sibuk untuk saling hancurkan.

12. Bomb sumbu (Dynamit bomb). Sumbunya ada di Myanmar, tapi tubuh bombnya ada di seluruh negara muslim Asia.

13. Bonus kejadian ini kalau terjadi adalah juga buat zionis Yahudi di Palestina karena perhatian dunia akan terpecah di tengah gencarnya mereka ini menggali pondasi Masjid Al Aqsha.

14. Untuk itu perlu langkah cerdas dan taktis dari Ummat Muslim sedunia menyikapi hal ini. Di satu sisi saudara kita di Myanmar terselamatkan, tapi kita tidak terjebak skenario Amerika!

Wallahu'alam. Semoga bermanfaat...!

Reposting Ustz Yulnaidi

CHIP DAJJAL DAN IBLIS DALAM ASHIN WIRATHU

Ashin Wirathu Penjagal Muslim Rohingya Dan Menggali Muatan Dalam Diri Yang Mempengaruhinya

"Setiap manusia mempunyai muatan jati diri yang mendominasi kesadaran dan belief systemnya, namun bisa saja berkamulfase nampak mulya dan agung akan tetapi sejati muatan dalam dirinya mengatakan lain"
B-AMA, Al Haq Scientific Wisdom

Al Haq Inner Rahmatan Lil Alamin Movement
⛔ NO ⛔
Crime, Hate Spech, Brutality, Againts Humanity, Vileness, Personal Harmness

Keprihatinan dan kegeraman yang mendalam terjadi di bumi Myanmar terhadap muslim Rohingya membuat saya tergugah untuk menganalisa dalangnya/ aktor di lapangan.

Tulisan ini hanya bagi mereka yang membuka diri serta renda hati akan hakekat Ke Maha Luasan Ilmu Allah, jika tidak maka tulisan ini bukan untuk Anda.

Tulisan ini dibagi 3 bagian yaitu :
(1) Latar belakang
(2) Rekam Jejak Wirathu
(3) Analisa muatan dalam diri menggunakan TS-CODE Ultra Depth Diagnostic Profiller System

(1) LATAR BELAKANG

Tidak susah mencari sosok kunci di balik kekerasan dan pengusiran etnis muslim Rohingya dari Rakhine, Myanmar. Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sejumlah media internasional menyebut orang itu Ashin Wirathu, biksu radikal dari kelompok '969' dan pernah dipenjara selama tujuh tahun sejak 2003 gara-gara menghasut gerakan anti-Islam.

Wirathu diketahui memupuk kebencian warga mayoritas Buddha di Myanmar terhadap kelompok minoritas muslim Rohingya dalam pidato-pidatonya secara terbuka.

Sejumlah pidato radikalnya itu juga diunggah di Youtube dan Facebook. Berikut beberapa petikan pidato dan komentar Wirathu yang pernah dikutip media juga yang tersebar lewat sosial media.

1. Ras Lebih Penting
Dalam pidatonya yang dikutip majalah Time, 1 Juli 2013,
"Sekarang bukan waktu untuk tenang. Sekarang adalah waktu untuk bangkit, untuk membuat darah Anda mendidih," kata Wirathu di hadapan ratusan umat Budha di sebuah kuil di Mandalay, Myanmar, untuk membakar semangat orang Budha melawan muslim Rohingya.

"Muslim berkembang biak begitu cepat, dan mereka mencuri perempuan kami, memperkosa mereka. Mereka ingin menduduki negara kami, tapi aku tidak akan membiarkan mereka. Kita harus terus menjaga Myanmar tetap Buddha." Menurut Wirathu, 5 persen warga Rohingya dari total 60 juta warga Myanmar merupakan ancaman bagi Myanmar.

"Merawat agama kita sendiri dan ras lebih penting daripada demokrasi," kata Wirathu sambil duduk bersila di panggung biara New Masoeyein di Mandalay. Menurut Wirathu, sekitar 90 persen Muslim di Myanmar adalah "radikal dan orang jahat".

2. Invasi Jihad Muslim
"Jadi, kerusuhan di Rakhine (Juni 2012) bukanlah konflik antara dua kelompok etnis, itu hanyalah invasi perang jihad muslim," kata Wirathu dalam sebuah pidato yang diunggah di laman Youtube pada 2013.

"Saya, U Wirathu yang dihormati, menyatakan secara terbuka: sudah saatnya kita melindungi tanah Myanmar. Dengan melindungi dan mendukung Myanmar," lanjut Wirathu dalam pidato di Youtube tersebut.

3. Hina Utusan PBB
"Kami telah menjelaskan tentang hukum perlindungan ras, tapi ada pelacur yang mengkritik hukum kita tanpa belajar dengan baik. Jangan anggap Anda orang terhormat hanya karena Anda punya posisi di PBB. Di negara kami, Anda hanya seorang pelacur. 

Anda dapat menawarkan pantat Anda (ke muslim Myanmar) jika Anda begitu ingin, tapi Anda tak boleh menjual Rakhine kami," kata Wirathu mengomentari laporan Lee Yang-hee, wanita asal Korea Selatan yang sempat tinggal seminggu di Myanmar dan melaporkan kekerasan yang menimpa minoritas Rohingya ke PBB.

"Jika saya bisa menemukan kata yang lebih keras, saya akan menggunakannya. Hal ini tak bisa dibandingkan dengan apa yang dia lakukan terhadap negara kita," kata Wirathu mengomentari sejumlah pihak yang mengkritik komentar Wirathu terhadap Lee.

(2) REKAM JEJAK WIRATHU

Rekam jejak radikalisme Wirathu
- 1968 : Wirathu lahir di Kyaukse, dekat Mandalay.
- 1984 : Ia bergabung dengan kebiksuan.
- 2001 : Mulai mempromosikan kampanye nasionalis kelompok "969" yang di antaranya memboikot bisnis muslim Myanmar.
- 2003 : Dipenjara selama 25 tahun karena menghasut kebencian agama. Saat itu, Wirathu membagikan selebaran anti-muslim yang menyebabkan 10 muslim dibunuh di Kyaukse
- 2010 : Dibebaskan karena amnesti umum
- Juni 2012 : Kekerasan pecah antara muslim Rohingya etnis Rakhine dengan umat Budha di negara bagian Rakhine
- September 2012 : Wirathu memimpin kampanye para biksu mendukung usulan Presiden Thein Sein untuk mengirim Rohingya ke negara ketiga.
- Oktober 2012 : Kekerasan lebih besar pecah di Rakhine
- Maret 2013 : Terjadi pertempuran antaragama di Meiktila yang menewaskan 40 orang dan memaksa 13.000 orang mengungsi. Saat itu, stiker dan plakat kelompok 969 didistribusikan ke seluruh Myanmar.

(3) Analisa muatan dalam diri menggunakan ts-code ultra depth diagnostic profiller system

Detail analisa bisa pembaca lihat di flayer yang disertakan.

Yang ingin saya urai lebih dalam adalah muatan dalam dirinya.
Perlu diketahui bahwa muatan dalam diri manusia jika dikendalikan oleh negatif tidak harus kesurupan seperti di film film, biasanya yang kesurupan itu kemasukan energi negatif level rendah. Negatif level tinggi, tidak membuat kesurupan, namun kesadarannya dan keputusannya pasti merugikan manusia baik tampak kasar maupun halus (seperti ekonomi, politik dan sebagainya, bisa melalui hasut, kata-kata, dan pena).

Tingkat pengaruh terhadap manusia tersebut tergantung tingkat kedalaman penyerapannya, dan merasuk lewat batang otak dan menyatu di darah. Jadi bisa saja tampilan seperti rohaniawan, pendidikan terpelajar, spiritualis, agamawis, nampak bijak dan sebagainya, namun muatan dalam dirinya berbicara berbeda.

Biksu ini bernama Wiseitta Biwuntha namun sering dipanggil yang mulia Ashin Wirathu. Di dalam dirinya ada 2 chip negatif yang mendominasi yang menyebabkan Wirathu seperti sekarang ini, yaitu :

1 Chip negatif Bangsa Dajjal
Namanya : Girgantu alza dzantum
Usia : 124 juta tahun
Profiile : Dajjal dari alam Dajjal saf 4 menguasai lapisan 1 sampai dengan lapisan 27.
Masuk di dalam diri Wirathu : sejak usia 7 tahun.
Tampilannya :
- Tinggi besar raksasa namun belum sampai langit.
- Matanya tiga, kulitnya hitam ke ijo-ijo an dan ada percikan merah seperti lahar api panas bercampur warna areng yang ada di saluran darahnya dan mengalir di tubuh dajjal tsb, dajjal ini bertanduk depan (di dahi 2) belakang kepala 2, jadi semuanya ada 4 tanduk.
- Kakinya juga bertanduk 1 di belakang kaki.
- Matanya campuran warna hitam, merah dan hijau  matanya besar melotot.
- Energi apinya jarak 9 meter sudah terasa panas dan berasap.
- Anak buahnya yang masuk ke tubuh Wirathu ada 37 chip bangsa Dajjal yang tampilannnya persis bosnya namun ukurannya jauh lebih kecil tinggi sekitar 2 meter.

1 Chip negatif Bangsa Iblis
Namanya : Tarjizal Zangka
Usia : 138 juta tahun
Profiile : Iblis dari alam Iblis saf 3 menguasai lapisan 1 sampai dengan lapisan 35.
Masuk di dalam diri Wirathu : sejak usia 11 tahun.
Tampilannya :
- Raksasa besar hitam pekat, tubuhnya terbuat dari pusaran-pusaran kecil hitam.
- Seluruh kulitnya berduri, bulu-bulunya bentuk duri (seperti buah durian)
- Matanya merah besar, melotot, dan dirinya mengeluarkan seperti percikan energi merah api.
- Mulutnya bernafas seperti api juga.
- Jarak aura apinya sudah terasa sekitar radius 7 meter.
- Anak buahnya juga masuk ke dalam diri Wirathu, sekitar 37 tampilan sama namun jauh lebih kecil.

Meskipun bangsa Iblis lebih tinggi dari bangsa Dajjal namun di Wirathu, komandannya dan yang mendominasi diri Wirathu adalah chip Dajjalnya.

Total power chip negatif di dalam diri Wirathy adalah sebesar 170 juta ton (power rata rata manusia adalag sekitar 2 juta ton). Semua chip negatif dalam diri Wirathu sudah menyatu/ penetrasi sekitar 99% dan sudah menyatu di darahnya, maka bagi Wirathu membunuh muslim Rohingya adalah suatu kebenaran mutlak.

Begitulah informasi ini  semoga bermanfaat bagi semua yang menggali dikedalaman hakekat dari informasi yang terkandung dalam tulisan ini.

"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." (Q.S. Al-Qamar : 49)

Semuanya menghasilkan tanda dan ciri khas yang nyata berupa bentuk/ pola energi jati diri kualitas tertentu secara alamiah.

"Bertakwalah kepada Allah sebenar benarnya Takwa",
Ali Imron : 102.

Mari kita semua kembali ke jalur Al Haq hakiki secara kaffah luar dan dalam, Kemulyaan di luar, Keagungan di dalam diri/ Greatness outside, Grandness inside

Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.”
(QS. adz-Dzariyat: 55).

"Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati "
(At-Tagabun [64] : 4)

✅ *Fight for - Awakening* ✅
Human Inner Origin, Promise Keeping & Integrity, Grandness Prophetic Leadership, Humanity, Unconditional Love Awareness, Justice - Peace -Prosperity, Nature Awareness.

*Let's Unleash Origin Al Haq Leader In You*
Living on Al Haq Values in Grand Divine Real World application

Salam Allahu Robbi
To Love - To Give - To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
Human Al Haq True Self Resonance Navigator
TS-CODE - Al Haq Leadership Institute

Referensi
M.tempo
Ts code

Selasa, 12 September 2017

PERTEMUAN UNTUK SELESAIKAN MASALAH ROHINGYA

Fahri Hamzah di Pertemuan Parlemen Dunia: Inilah Momentum Untuk Selesaikan Masalah Rohingya

DPR RI  menjadi tuan rumah Konferensi Parlemen Dunia di Nusa Dua (6-7/9). Dalam pertemuan anggota Parlemen Dunia "World Parliamentary Forum on Sustainable Development" tersebut, sebanyak 48 negara hadir berpartisipasi dan 12 lembaga internasional terlibat menjadi observer (peninjau). Juga 15 tokoh internasional dari berbagai bidang yang akan berbicara seputar kebijakan politik, ekonomi dan masalah global.

Terdapat nama-nama lembaga internasional yang selama ini terlibat dalam kerja-kerja kemitraan dengan parlemen dunia, seperti ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA), Women Political Leaders (WPL), Global Parliamentarians Against Corruption (GOPAC), UNDP, dan lain sebagainya. Menariknya, deretan nama-nama negara yang hadir, terdapat negara-negara yang selama ini menjadi pembicaraan internasional, terutama terkait masalah kemanusiaan di Rohingya.

Ada Bangladesh, negara tetangga Myanmar yang hingga hari ini masih enggan membuka perbatasannya menampung pengungsi Rohingya. Dan ada delegasi dari Turki dimana negara tersebut yang terlihat paling menonjol dalam menginisiasi bantuan kemanusiaan di Rohingya. Termasuk melakukan ancaman dan tekanan politik dan militer ke Myanmar. Sayangnya, parlemen Myanmar tak hadir dalam pertemuan parlemen dunia yang sedang berlangsung.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah sendiri dijadwalkan akan memimpin Pleno dengan tema "SDGs and Climate Change". Tema ini akan merumuskan jawaban dari pertanyaan dunia tentang bagaimana parlemen menindaklanjuti kesepakatan Paris Agreement untuk berjuang menyelamatkan bumi dari pemanasan global. Tema ini juga bertujuan untuk membahas kebutuhan dunia yang bisa dilakukan agar seluruh dunia bisa berhasil dalam program SDGs.

Fahri Hamzah mengatakan, bahwa momentum Konferensi Parlemen Dunia bisa menjadi momentum bersejarah dunia, dimana parlemen dunia bisa melakukan inisiatif bersama untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan di Rohingya. Fahri Hamzah sendiri juga akan mendorong pertemuan empat delegasi Indonesia, Turki, Bangladesh dan Myanmar, untuk mendapatkan solusi dan formula bagi masalah di Myanmar.

"Menyelamatkan masa depan etnis Rohingya adalah bagian dari konsolidasi demokrasi. Masalah di Rohingya adalah masalah multikultur dimana seharusnya kaum minoritas dilindungi hak-haknya. Kegagalan dalam mengelola perbedaan antar etnis hingga terjadi diskriminasi dan kekerasan etnis di Rohingya, berbahaya bagi demokrasi di Myanmar", katanya.

"Kita melihat dan ada penyelidikan awal bahwa militer Myanmar terlibat dalam kekerasan bersenjata, dimana mereka secara komando dan terorganisir menyisir penduduk, melakukan kekerasan, membunuh dan mengusir ratusan ribu penduduk. Kalau informasi ini benar, maka masalah Myanmar bukan lagi masalah biasa. Ini adalah kejahatan kemanusiaan. Myanmar bisa diberi sanksi oleh ASEAN dan dunia. Ada yang bisa diseret di Mahkamah Internasional atas pelanggaran HAM berat di Myanmar", sambungnya.

"Pemerintah Indonesia harus bersikap tegas. Dan parlemen RI memang sudah mengambil sikap tegas. Kita berharap, parlemen dunia yang sedang berkumpul ini, bisa membantu secara politik dan kemanusiaan. Demi kemanusiaan dan persaudaraan warga dunia, mari kita bantu" tutupnya.

Denpasar, 6 September 2017

PERTEMUAN UNTUK SELESAIKAN MASALAH ROHINGYA

Fahri Hamzah di Pertemuan Parlemen Dunia: Inilah Momentum Untuk Selesaikan Masalah Rohingya

DPR RI  menjadi tuan rumah Konferensi Parlemen Dunia di Nusa Dua (6-7/9). Dalam pertemuan anggota Parlemen Dunia "World Parliamentary Forum on Sustainable Development" tersebut, sebanyak 48 negara hadir berpartisipasi dan 12 lembaga internasional terlibat menjadi observer (peninjau). Juga 15 tokoh internasional dari berbagai bidang yang akan berbicara seputar kebijakan politik, ekonomi dan masalah global.

Terdapat nama-nama lembaga internasional yang selama ini terlibat dalam kerja-kerja kemitraan dengan parlemen dunia, seperti ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA), Women Political Leaders (WPL), Global Parliamentarians Against Corruption (GOPAC), UNDP, dan lain sebagainya. Menariknya, deretan nama-nama negara yang hadir, terdapat negara-negara yang selama ini menjadi pembicaraan internasional, terutama terkait masalah kemanusiaan di Rohingya.

Ada Bangladesh, negara tetangga Myanmar yang hingga hari ini masih enggan membuka perbatasannya menampung pengungsi Rohingya. Dan ada delegasi dari Turki dimana negara tersebut yang terlihat paling menonjol dalam menginisiasi bantuan kemanusiaan di Rohingya. Termasuk melakukan ancaman dan tekanan politik dan militer ke Myanmar. Sayangnya, parlemen Myanmar tak hadir dalam pertemuan parlemen dunia yang sedang berlangsung.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah sendiri dijadwalkan akan memimpin Pleno dengan tema "SDGs and Climate Change". Tema ini akan merumuskan jawaban dari pertanyaan dunia tentang bagaimana parlemen menindaklanjuti kesepakatan Paris Agreement untuk berjuang menyelamatkan bumi dari pemanasan global. Tema ini juga bertujuan untuk membahas kebutuhan dunia yang bisa dilakukan agar seluruh dunia bisa berhasil dalam program SDGs.

Fahri Hamzah mengatakan, bahwa momentum Konferensi Parlemen Dunia bisa menjadi momentum bersejarah dunia, dimana parlemen dunia bisa melakukan inisiatif bersama untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan di Rohingya. Fahri Hamzah sendiri juga akan mendorong pertemuan empat delegasi Indonesia, Turki, Bangladesh dan Myanmar, untuk mendapatkan solusi dan formula bagi masalah di Myanmar.

"Menyelamatkan masa depan etnis Rohingya adalah bagian dari konsolidasi demokrasi. Masalah di Rohingya adalah masalah multikultur dimana seharusnya kaum minoritas dilindungi hak-haknya. Kegagalan dalam mengelola perbedaan antar etnis hingga terjadi diskriminasi dan kekerasan etnis di Rohingya, berbahaya bagi demokrasi di Myanmar", katanya.

"Kita melihat dan ada penyelidikan awal bahwa militer Myanmar terlibat dalam kekerasan bersenjata, dimana mereka secara komando dan terorganisir menyisir penduduk, melakukan kekerasan, membunuh dan mengusir ratusan ribu penduduk. Kalau informasi ini benar, maka masalah Myanmar bukan lagi masalah biasa. Ini adalah kejahatan kemanusiaan. Myanmar bisa diberi sanksi oleh ASEAN dan dunia. Ada yang bisa diseret di Mahkamah Internasional atas pelanggaran HAM berat di Myanmar", sambungnya.

"Pemerintah Indonesia harus bersikap tegas. Dan parlemen RI memang sudah mengambil sikap tegas. Kita berharap, parlemen dunia yang sedang berkumpul ini, bisa membantu secara politik dan kemanusiaan. Demi kemanusiaan dan persaudaraan warga dunia, mari kita bantu" tutupnya.

Denpasar, 6 September 2017

TAK BERANI GEMPUR MYANMAR

Tak berani gempur terhadap negara gurem kafir primitif kanibal bernama Myanmar; Inikah bukti dan tanda bahwa betapa negara-negara mayoritas muslim hanyalah buih   ???????????????

Allahummaghfirlanaa wa ashlih ahwaalinaa, wa a'iinaa natuubu ilaika wa waffiqnattaqwa wal jihaadu fie sabiilika..Aamiiin.

Apa yang ada di benak anda jika saya sebut  "MYANMAR" ?

Negara adidaya, super power, dengan kekuatan militer no : 1 di dunia, memiliki ratusan roket berhulu ledak nuklir ?

Tidak....Myanmar cuma negara kecil, kumuh, terbelakang, dengan kekuatan militer yang tak diperhitungkan dunia.

Tapi apapun itu.... Myanmar membuat dunia Islam malu, dalam 3 hari saja sebanyak 3000 umat islam dibantai, di mutilasi hidup hidup dan lebih dari 50% muslimah mengalami pelecehan seksual.

Ke mana pasukan negara islam yang kuat militernya, semacam Turki, Mesir, Qatar atau Saudi ?

Sungguh sebenarnya, cukup militer indonesia dan malaysia saja yang maju berperang, saya yakin myanmar pasti akan hancur lebur.

Mengapa Myanmar begitu berani membantai muslim rohingya tanpa ada rasa takut pada umat islam ?

Karena Pemerintah myanmar tahu, Monster betina Aung San Suu Kyi yakin, bahwa negara negara islam tidak akan membantu muslim rohingya.

Seluruh pemimpin dunia islam pasti akan menutup mata dan membelenggu tangan tangan mereka sendiri.

Ingat....Kasus Rohingya tidak terjadi hari ini saja, genosida itu berlangsung sejak tahun '90an

Namun tidak ada satupun negara yang berani mengirimkan militer mereka guna membela muslim rohingya (paling banter hanya kecaman dan ancaman/gertak sambal belaka), padahal jika mau....dengan senjata nuklirnya, pakistan bisa menghapus myanmar dari peta dunia kapanpun itu.

Lalu apa sebabnya pemimpin dunia islam diam ?

Anda benar.... Karena muslim Rohingya itu bukan urusan mereka, orang rohingya bukan warga negara mereka.

Anda masih ingat "Manusia Perahu Rohingya" (tahun 2012, 2015 dan 2016) yang ditolak masuk ke negara negara berpenduduk muslim ?

Mereka diusir oleh tentara penjaga perbatasan. Lalu apa yang anda harapkan dari pemimpin boneka seperti mereka (paling pentok cuma kirim bantuan makanan dan obat obatan).

Jauh jauh hari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam, bersabda :

"Hampir tiba masanya, kalian akan diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.”
Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah MENCABUT RASA TAKUT dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.
" Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahn itu?”
Nabi Saw, bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.”
(HR Abu Dawud 3745)

Wahai Umat Islam.....Hari ini hadits Rasulullah terjadi, umat islam seperti makanan yang di perebutkan, umat islam seperti GHUTSA' buih kotor yg terombang ambing lautan, banyak tapi tak bernilai, Allah mencabut rasa takut orang kafir terhadap kalian, lihat negara kecil macam myanmar saja berani membantai umat islam

Buka mata kalian, semua itu terjadi karena kita disekat  oleh virus yang bernama "Nasionalisme", umat islam dikerat menjadi negara kecil-kecil, dilemahkan dan jadi santapan monster-monster buas seperti Aung San Suu Kyi, George Bush, Obama, Putin, Ariel Sharon cs.

Masihkah kalian mengatakan, "Nasionalisme mu itu harga mati"
Masihkah kalian berani berkata bahwa "Khilafah bukan ajaran islam"

Lihatlah kondisi umat islam saat ini, Bosnia telah luluh lantak, di afrika tengah umat islam diusir dan dibantai oleh teroris kristen, di Palestina umat islam diperangi oleh teroris Yahudi, di Irak, Afganistan, Suriah umat islam hancur lebur di adu domba oleh syiah dan Amerika, di china muslim uighur juga dapat perlakuan yang keji oleh orang orang komunis, dan di myanmar etnis rohingya juga jadi santapan kebringasan teroris budha.

Lalu bandingkan saat khilafah masih berdiri, dikisahkan Seorang budak muslimah yang minta tolong karena diganggu dan dilecehkan oleh orang Romawi, kainnya dikaitkan ke paku sehingga ketika berdiri, terlihatlah sebagian auratnya.

Wanita itu lalu berteriak memanggil nama Khalifah Al-Mu'tashim billah dengan lafadz yang legendaris: waa mu'tashimaah!.

Setelah mendapat laporan mengenai pelecehan ini, maka sang Khalifah pun menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menyerbu kota Amoria dan melibas semua orang kafir yang ada di sana (30.000 prajurit Romawi terbunuh dan 30.000 yang lain ditawan)

Bayangkan....Harga diri seorang budak wanita, lebih mahal dari 30 ribu pasukan romawi. Harga diri seorang budak wanita lebih mahal dari kota Amuriah, bahkan demi mengembalikan martabat seorang budak wanita, seluruh pasukan kaum muslimin berbaris dari Amuriah (turki) hingga baghdad (ibukota khilafah saat itu)

Itulah junnah, perisai umat yang terkoyak, ketiadaanya menyebabkan petaka yang luar biasa bagi umat islam.

TAK BERANI GEMPUR MYANMAR

Tak berani gempur terhadap negara gurem kafir primitif kanibal bernama Myanmar; Inikah bukti dan tanda bahwa betapa negara-negara mayoritas muslim hanyalah buih   ???????????????

Allahummaghfirlanaa wa ashlih ahwaalinaa, wa a'iinaa natuubu ilaika wa waffiqnattaqwa wal jihaadu fie sabiilika..Aamiiin.

Apa yang ada di benak anda jika saya sebut  "MYANMAR" ?

Negara adidaya, super power, dengan kekuatan militer no : 1 di dunia, memiliki ratusan roket berhulu ledak nuklir ?

Tidak....Myanmar cuma negara kecil, kumuh, terbelakang, dengan kekuatan militer yang tak diperhitungkan dunia.

Tapi apapun itu.... Myanmar membuat dunia Islam malu, dalam 3 hari saja sebanyak 3000 umat islam dibantai, di mutilasi hidup hidup dan lebih dari 50% muslimah mengalami pelecehan seksual.

Ke mana pasukan negara islam yang kuat militernya, semacam Turki, Mesir, Qatar atau Saudi ?

Sungguh sebenarnya, cukup militer indonesia dan malaysia saja yang maju berperang, saya yakin myanmar pasti akan hancur lebur.

Mengapa Myanmar begitu berani membantai muslim rohingya tanpa ada rasa takut pada umat islam ?

Karena Pemerintah myanmar tahu, Monster betina Aung San Suu Kyi yakin, bahwa negara negara islam tidak akan membantu muslim rohingya.

Seluruh pemimpin dunia islam pasti akan menutup mata dan membelenggu tangan tangan mereka sendiri.

Ingat....Kasus Rohingya tidak terjadi hari ini saja, genosida itu berlangsung sejak tahun '90an

Namun tidak ada satupun negara yang berani mengirimkan militer mereka guna membela muslim rohingya (paling banter hanya kecaman dan ancaman/gertak sambal belaka), padahal jika mau....dengan senjata nuklirnya, pakistan bisa menghapus myanmar dari peta dunia kapanpun itu.

Lalu apa sebabnya pemimpin dunia islam diam ?

Anda benar.... Karena muslim Rohingya itu bukan urusan mereka, orang rohingya bukan warga negara mereka.

Anda masih ingat "Manusia Perahu Rohingya" (tahun 2012, 2015 dan 2016) yang ditolak masuk ke negara negara berpenduduk muslim ?

Mereka diusir oleh tentara penjaga perbatasan. Lalu apa yang anda harapkan dari pemimpin boneka seperti mereka (paling pentok cuma kirim bantuan makanan dan obat obatan).

Jauh jauh hari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam, bersabda :

"Hampir tiba masanya, kalian akan diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.”
Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah MENCABUT RASA TAKUT dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.
" Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahn itu?”
Nabi Saw, bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.”
(HR Abu Dawud 3745)

Wahai Umat Islam.....Hari ini hadits Rasulullah terjadi, umat islam seperti makanan yang di perebutkan, umat islam seperti GHUTSA' buih kotor yg terombang ambing lautan, banyak tapi tak bernilai, Allah mencabut rasa takut orang kafir terhadap kalian, lihat negara kecil macam myanmar saja berani membantai umat islam

Buka mata kalian, semua itu terjadi karena kita disekat  oleh virus yang bernama "Nasionalisme", umat islam dikerat menjadi negara kecil-kecil, dilemahkan dan jadi santapan monster-monster buas seperti Aung San Suu Kyi, George Bush, Obama, Putin, Ariel Sharon cs.

Masihkah kalian mengatakan, "Nasionalisme mu itu harga mati"
Masihkah kalian berani berkata bahwa "Khilafah bukan ajaran islam"

Lihatlah kondisi umat islam saat ini, Bosnia telah luluh lantak, di afrika tengah umat islam diusir dan dibantai oleh teroris kristen, di Palestina umat islam diperangi oleh teroris Yahudi, di Irak, Afganistan, Suriah umat islam hancur lebur di adu domba oleh syiah dan Amerika, di china muslim uighur juga dapat perlakuan yang keji oleh orang orang komunis, dan di myanmar etnis rohingya juga jadi santapan kebringasan teroris budha.

Lalu bandingkan saat khilafah masih berdiri, dikisahkan Seorang budak muslimah yang minta tolong karena diganggu dan dilecehkan oleh orang Romawi, kainnya dikaitkan ke paku sehingga ketika berdiri, terlihatlah sebagian auratnya.

Wanita itu lalu berteriak memanggil nama Khalifah Al-Mu'tashim billah dengan lafadz yang legendaris: waa mu'tashimaah!.

Setelah mendapat laporan mengenai pelecehan ini, maka sang Khalifah pun menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menyerbu kota Amoria dan melibas semua orang kafir yang ada di sana (30.000 prajurit Romawi terbunuh dan 30.000 yang lain ditawan)

Bayangkan....Harga diri seorang budak wanita, lebih mahal dari 30 ribu pasukan romawi. Harga diri seorang budak wanita lebih mahal dari kota Amuriah, bahkan demi mengembalikan martabat seorang budak wanita, seluruh pasukan kaum muslimin berbaris dari Amuriah (turki) hingga baghdad (ibukota khilafah saat itu)

Itulah junnah, perisai umat yang terkoyak, ketiadaanya menyebabkan petaka yang luar biasa bagi umat islam.

ETNIS MUSLIM DI WILAYAH ARAKAN MYANMAR

Mereka saat ini mengalami pembantaian etnis (genosida) berupa penyiksaan, pembunuhan dan pemerkosaan, pelakunya adalah ekstrimis budha dan militer setempat.

Mereka sejak lama mengalami hal tersebut, bahkan kondisi ini kembali memanas sejak menjelang perayaan Idul Adha 1438 H/2017. Mereka disiksa, rumah dan desa mereka dibakar. Lebih dari 350 jiwa meninggal di pekan ini.

Untuk menghindari kekerasan lebih lanjut, sekitar 20.000 warga Rohingya mencoba masuk ke Bangladesh tapi dicegah. Mereka kini bertahan di sepanjang perbatasan negara itu. Selain itu, puluhan warga Rohinya tewas tenggelam saat menyeberangi Sungai Naf di perbatasan dengan perahu darurat.

Menurut sebuah studi oleh International State Crime Initiative (ISCI) dari Queen Mary University of London, Rohingya sudah mulai memasuki tahap akhir genosida yaitu pemusnahan massal dan penghilangan dari sejarah.

PBB juga menyebut Rohingya sebagai kelompok etnis paling teraniaya di dunia. Saat ini Muslim Rohingya yang masih berada di Rakhine hidup terisolasi dalam ketakutan. Sejak tahun 2013 lalu, ribuan warga melarikan diri ke negara-negara Banglades, Indonesia, Malaysia, dan Thailand melalui jalur laut.

Pria, wanita, dan anak-anak terkatung-katung di dalam kapal tanpa kejelasan apakah daratan yang mereka tuju bersedia menerima mereka. Bahkan tak sedikit dari mereka yang tewas tenggelam di lautan sebelum sampai ke tempat tujuan.

Semoga ruh mereka diterima di sisi Alloh sebagai syuhada.
Dan semoga mereka yang masih hidup diberikan kesabaran dan perrolongan oleh Alloh swt.

ETNIS ROHINGYA ADALAH ASLI PRIBUMI MYANMAR

Fakta Sejarah

Peneliti asal Skotlandia, Francis Buchanan, mengungkapkan, kaum Mohammedan (yang secara harfiah berarti pengikut Muhammad atau Muslim) telah lama menetap di Arakan.   "Orang-orang itu menyebut diri mereka sebagai Rooinga yang berarti masyarakat pribumi asli Arakan," tulis Buchanan dalam laporannya, "Asiatic Research 5", yang diterbitkan pada 1799. 

Sementara tiu, sebagaimana dilansir Republika, Minggu (31/5/2015), sensus yang dilakukan pemerintah kolonial Inggris di Burma pada 1826, 1872, 1911, dan 1941 juga menyebutkan, masyarakat Rohingya yang diidentifikasi sebagai Muslim Arakan adalah salah satu ras asli di Burma. 

Menurut hasil dokumentasi SIL Internasional (sebuah lembaga bahasa dunia yang memiliki status konsultatif khusus dengan PBB), bahasa Rohingya Myanmar masuk dalam rumpun dialek Indo-Arya.   Bahasa ini terdaftar dengan kode "rhg" dalam tabel ISO 639-3. 

Meski dialek yang dipertuturkan orang-orang Rohingya berbeda dengan yang diucapkan penduduk Burma di Rakhine sekarang, fakta sejarah membuktikan bahasa Rohingya mempunyai kesamaan dengan bahasa yang digunakan masyarakat Vesali kuno (antara 327-818). 

Di samping itu, hasil kajian Universitas Oxford sepanjang 1935-1942 menyimpulkan, kebudayaan Rohingya sama tuanya dengan usia Monumen Batu Ananda Sandra yang didirikan di Arakan pada abad kedelapan silam. 

Semua catatan di atas dapat menjadi gambaran bahwa etnik Muslim Rohingya memiliki akar sejarah yang kuat sebagai salah satu ras pribumi asli di Rakhine-- yang sekarang menjadi bagian dari wilayah Myanmar. Oleh karena itu, tidak ada pembenaran untuk mencap etnik Rohingya sebagai ras asing hanya karena mereka menganut ajaran Islam dan menggunakan nama-nama Muslim. 

Pemimpin Rohingya yang juga politikus Partai Pembangunan Uni Nasional di Myanmar, Abu Tahay, memaparkan sejarah keberadaan kelompok etnis tersebut dalam karya tulisnya, "Rohingya Belong to Arakan and Then Burma and So Do Participate." 

Di situ disebutkan, sejarah etnis Rohingya bermula ketika masyarakat kuno keturunan Indo-Arya yang menetap di Arakan (Rakhine sekarang--Red) memutuskan untuk memeluk Islam pada abad ke-8. Pada masa-masa selanjutnya, generasi baru mereka kemudian juga mewarisi darah campuran Arab (berlangsung pada 788-801), Persia (700- 1500), Bengali (1400-1736), dan ditambah Mughal (pada abad ke-16). 

Catatan sejarah mengungkapkan, Syiar Islam mencapai Arakan sebelum 788 Masehi.

Islam memainkan peranan penting bagi kemajuan peradaban di Arakan. Umat Islam, Buddha, dan Hindu hidup berdampingan selama berabad-abad dalam suasana rukun dan penuh persahabatan. Mereka (kelompok Muslim, Buddha, dan Hindu) juga memerintah negeri Arakan bersama-sama. 

Letnan Kolonel Win Maung, yang pernah bekerja di Direktorat Transmigrasi Kementerian Pertahanan Myanmar, pernah menerbitkan buku berjudul The Light of Sasana (Cahaya dari Sasana) pada 1997 lalu. Pada halaman 65 buku itu disebutkan, agama Islam sudah diperkenalkan ke Myanmar sejak 1.000 - 1.200 tahun silam.

BANTAHAN, KE ROHINGYA NGAPAIN IZIN !?

Oleh:
Thalibul Ilmi

Ada analogi dari Syaikh Abdullah Azzam; Perumpamaan seorang yang sibuk ibadah, dan diam saat kaum muslimin dibantai adalah;

Seseorang yang khusyu' berdoa dan tahajjud di suatu kamar, sedangkan ibu bapaknya di kamar sebelah sedang dibunuh dan direnggut kehormatannya. Apakah ia tetap melanjutkan ibadah?

Orang yang lapar dan mau dibunuh itu butuh makan dan pertolongan, bukan hanya butuh doa. Ada yang berteriak kelaparan, apakah kita bilang; "Saya doakan yaa."
Apakah begitu?

Orang lapar itu butuh makan, bukan hanya butuh doa!
Orang mau dibunuh itu butuh pembela, bukan hanya doa.

Mau nunggu Jokowi memberi ijin?
Kita katakan; dia akan memberi ijin jika kiamat telah terjadi. Jika belum kiamat, insya Allah tidak akan memberi ijin.
Apakah dia Ulil Amri?

Ingat, kaum muslimin tidak pernah mengangkat dia sebagai Ulil Amri dengan cara syar'i. Dia tidak lebih hanya seorang presiden yang diangkat demokrasi, bukan diangkat kaum muslimin.

Mana ada sistem sekuler menghasilkan produk Ulil Amri?

Ingat, bukankah SBY, JK, dan lainnya pernah mengatakan Indonesia negara pancasila, bukan negara Islam. Mereka sendiri sudah mengakui, mengapa kamu malah mengatakan negara syar'i dan pemimpinnya Ulil Amri?

Muslimin Rohingnya itu saudara kita, hanya berbeda wilayah.
Di manapun muslim, jika dizalimi mereka berhak ditolong.
Sama seperti Ambon dan Poso tempo dulu, muslim hanya berbeda wilayah.

Adapun kaum muslimin yang menyelisihi syar'i, itu kembali kepada pribadi masing-masing. Jangan dikaitkan dengan kewajiban kita untuk membela, sekaligus hak mereka untuk ditolong.

Sekarang banyak orang-orang berbuat bid'ah, saat diserang syiah, apakah kita bilang; "Oh itu biar jadi pelajaran bagi mereka, karena berbuat bid'ah." Cuman komentar, lalu tidak mau bela?

Kekhilafan mereka berbuat salah adalah sesuatu, dan membela mereka sebagai saudara adalah sesuatu yang lain.
Jangan dicampur aduk.

Jika kamu tidak mau berangkat, diamlah, itu lebih selamat bagimu. Daripada kamu memberi syubuhat, hingga kaum muslimin bersifat pengecut dan Rohingnya pun tetap terbunuh.

Wallahul musta'an

Afwan Ustadz, kayaknya antum cocoknya bahas urusan nikah 🐃 aja deh..

🤞🤞 Khalid Basalamah, tidak boleh jihad di Myanmar sampai ada izin ulil amri Jokowi. Bolehnya do'a..👻👻

Senin, 11 September 2017

JIKA MENDENGAR MYANMAR APA KESAN ANDA ?

Negara adidaya, super power, dengan kekuatan militer no : 1 di dunia, memiliki ratusan roket berhulu ledak nuklir ?

Tidak....Myanmar cuma negara kecil, kumuh, terbelakang, dengan kekuatan militer yang tak diperhitungkan dunia. Tapi apapun itu.... Myanmar membuat dunia islam malu, dalam 3 hari saja sebanyak 3000 umat islam dibantai, dimutilasi hidup hidup dan lebih dari 50% muslimah mengalami pelecehan seksual.

Ke mana pasukan negara islam yang kuat militernya, semacam Turki, Mesir, Qatar atau saudi ?

Sungguh sebenarnya, cukup militer Indonesia dan Malaysia saja yang maju berperang, saya yakin Myanmar pasti akan hancur-lebur. Tapi mengapa Myanmar begitu berani membantai muslim Rohingya tanpa ada rasa takut pada umat islam?

Karena Pemerintah Myanmar tahu, Monster betina Aung San Suu Kyi yakin, bahwa negara negara Islam tidak akan membantu muslim Rohingya. Seluruh pemimpin dunia islam pasti akan menutup mata dan membelenggu tangan-tangan mereka sendiri.

Ingat....Kasus Rohingya tidak terjadi hari ini saja, genosida itu berlangsung sejak tahun '90an. Namun tidak ada satupun negara yang berani mengirimkan militer mereka guna membela muslim Rohingya (paling banter hanya kecaman dan ancaman/ gertak sambal belaka), padahal jika mau....dengan senjata nuklirnya, Pakistan bisa menghapus Myanmar dari peta dunia kapanpun itu.

Apa sebabnya pemimpin dunia islam diam?

Anda benar.... Karena muslim Rohingya itu bukan urusan mereka, orang rohingya bukan warga negara mereka. Anda masih ingat "Manusia Perahu Rohingya" (tahun 2012, 2015 dan 2016) yang di tolak masuk ke negara negara berpenduduk muslim? Mereka diusir oleh tentara penjaga perbatasan. Lalu apa yang anda harapkan dari pemimpin boneka seperti mereka (paling pentok cuma kirim bantuan makanan dan obat obatan)

Jauh jauh hari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam, bersabda :

"Hampir tiba masanya, kalian akan diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.”
Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa takut dari dada musuh kalian terhadap kalian.

Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.
" Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahn itu?”
Nabi Saw, bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.”
(HR Abu Dawud 3745)

Wahai Umat Islam.....Hari ini hadits Rasulullah terjadi, umat islam seperti makanan yang di perebutkan, umat islam seperti ghutsa' buih kotor yang terombang-ambing lautan, banyak tapi tak bernilai, Allah mencabut rasa takut orang kafir terhadap kalian, lihat negara kecil macam Myanmar saja berani membantai umat islam.

Buka mata kalian, semua itu terjadi karena kita disekat  oleh virus yang bernama "Nasionalisme", umat islam dikerat menjadi negara kecil-kecil, dilemahkan dan jadi santapan monster-monster buas seperti Aung San Suu Kyi, George Bush, Obama, Putin, Ariel Sharon cs.

Masihkah kalian mengatakan, "Nasionalisme itu mu harga mati"
Masihkah kalian berani berkata bahwa "Khilafah bukan ajaran islam"

Lihatlah kondisi umat islam saat ini, bosnia telah luluh lantak, di afrika tengah umat islam diusir dan dibantai oleh teroris kristen, di Palestina umat islam diperangi oleh teroris Yahudi, di Irak, Afganistan, Suriah umat islam hancur lebur di adu domba oleh syiah dan Amerika, di China muslim Uighur juga dapat perlakuan yang keji oleh orang orang komunis, dan di Myanmar etnis Rohingya juga jadi santapan kebringasan teroris Budha.

Lalu bandingkan saat khilafah masih berdiri, dikisahkan Seorang budak muslimah yang minta tolong karena diganggu dan dilecehkan oleh orang Romawi, kainnya dikaitkan ke paku sehingga ketika berdiri, terlihatlah sebagian auratnya.

Wanita itu lalu berteriak memanggil nama Khalifah Al-Mu'tashim billah dengan lafadz yang legendaris: waa mu'tashimaah!.

Setelah mendapat laporan mengenai pelecehan ini, maka sang Khalifah pun menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menyerbu kota Amoria dan melibas semua orang kafir yang ada di sana (30.000 prajurit Romawi terbunuh dan 30.000 yang lain ditawan)

Bayangkan....Harga diri seorang budak wanita, lebih mahal dari 30 ribu pasukan romawi. Harga diri seorang budak wanita lebih mahal dari kota Amuriah, bahkan demi mengembalikan martabat seorang budak wanita, seluruh pasukan kaum muslimin berbaris dari Amuriah (Turki) hingga Baghdad (ibukota khilafah saat itu)

Itulah junnah, perisai umat yang terkoyak, ketiadaanya menyebabkan petaka yang luar biasa bagi umat islam.
Walhu'alam bishowab....

*umat islam butuh khilafah dan menuju khilafah islam harus berdaulat di negeri sendiri*

Minggu, 10 September 2017

MENGGORENG ISU ROHINGYA

Oleh : Hersubeno Arief

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut ada kelompok yang “menggoreng” isu penderitaan muslim Rohingya untuk menyerang pemerintah.

Tito mengaku tidak asal bicara. Melalui sebuah alat bernama _opinion analysis,_ ditemukan fakta percakapan di twitter dibelokkan untuk membakar sentimen umat Islam agar antipati terhadap pemerintah.

“Itu gaya lama,” kata Tito. Mengingatkan dia pada cara-cara menggoreng isu pada Pilkada DKI 2017. Jelas maksudnya adalah ketika kelompok Islam menyerang Ahok yang dinilai menista agama.

Statemen Tito nampaknya benar adanya. Kalau kita mengamati percakapan di berbagai platform pertemanan di medsos, banyak muncul kekecewaan, karena pemerintah dinilai lamban bertindak. Banyak juga yang menyerang Jokowi baik sebagai presiden, maupun pribadi.

Sayangnya Tito berhenti disitu. Dia tidak melanjutkan untuk mengeksplorasi adanya fakta lain,  bahwa isu Rohingya juga digunakan untuk menyerang Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia.

Beberapa aktivis medsos dan peneliti yang kebetulan dikenal sebagai pendukung Ahok dan Jokowi,  menggunakan isu Rohingya sebagai bukti bahwa dimanapun negaranya, yang namanya minoritas itu selalu menderita. Selalu ditindas. Termasuk di Indonesia. Contoh yang disebut adalah Ahmadiyah.

Dalam bahasa lain, para pendukung pemerintah ini menyatakan  “Sebagai mayoritas, kalian kan juga sering menindas dan berlaku sewenenang-wenang terhadap minoritas. Jadi gak usah ribut-ribut lah kalau muslim Rohingya sekarang ditindas oleh pemerintah dan mayoritas warga Budha di Myanmar. Urus dan beresin masalahmu sendiri di Indonesia.”

Perhatikan. Nasib Rohingya disamakan dengan komunitas Ahmadiyah, Syiah atau kelompok minoritas lainnya. Mayoritas Islam di Indonesia adalah penindas seperti mayoritas penganut Budha di Myanmar. Ini langkah cerdik memanfaatkan isu Rohingya sebagai serangan balik sekaligus pengalihan isu.

Pernyataan Tito mengingatkan publik kepada kasus Saracen. Kelompok yang disebut sebagai “sindikat” penebar kebencian dan isu SARA juga dituding menyerang pemerintahan Jokowi. Posisioningnya juga cukup jelas. Melalui berbagai framing pemberitaan, mereka disebut sebagai pendukung Prabowo Subianto, rival Jokowi pada Pilpres 2014. Prabowo sampai sejauh ini juga  rival paling potensial Jokowi pada Pilpres 2019.

Sampai pada poin semangat untuk memberantas hoax, berita bohong penebar kebencian, hampir sebagian besar mayoritas masyarakat Indonesia, utamanya komunitas muslim,  sangat mendukung Polri.

MUI juga telah mengeluarkan panduan “Bermedsos syar’ie,” sesuai dengan tuntunan agama. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang baru mendapat penghargaan sebagai gubernur terbaik dalam komunikasi publik,  juga sudah mengenalkan jurnalisme tabayun. Tujuan keduanya sama. Prihatin, sedih dan khawatir dengan fitnah, ucapan kebencian yang merajalela di medsos.

Umat Islam yang waras dan sangat sadar bahwa dosa menggunjing, ghibah, apalagi fitnah pasti sangat mendukung pemeberantasan hoax. Dalam Islam hukumnya super berat. Ghibah, menggunjing sama dengan memakan bangkai saudaranya sendiri. Fitnah bahkan divonis lebih kejam dari pembunuhan.

Namun ketika Polri  hanya berhenti menangkap para penentang pemerintah, maka muncul kekecewaan dan perlawanan. Banyak sekali aktivis medsos, tokoh pendukung pemerintah yang juga aktif memproduksi ucapan kebencian, namun dibiarkan melenggang bebas.

Ketika mereka dilaporkan ke polisi, kasusnya tidak segera diproses, atau malah dihentikan penyidikannya (SP3).

Polisi diposisikan memihak, tidak imparsial. Sebagai penegak hukum, polisi harus berdiri di atas semua golongan. Polisi bukan alat kekuasaan, apalagi hanya sekedar alat pemerintah. Polisi adalah pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat.

Masyarakat yang terbelah

Pro kontra seputar pembelaan terhadap muslim Rohingya semakin menegaskan adanya pembelahan yang besar pada masyarakat kita. Sebuah polarisasi dua kutub yang ekstrem. Pendukung pemerintah vs penentang pemerintah. Ini merupakan kelanjutan polarisasi Pilkada DKI 2017. Penista agama vs pembela agama. Toleran vs intoleran. Pluralisme vs anti pluralisme. Cinta NKRI vs anti NKRI. Saya Pancasila vs Kamu bukan Pancasila.

Cara berpikir yang selalu dalam posisi bertentangan secara diametral  ini adalah cara berpikir yang selalu mencari-cari perbedaan. Cara berpikir menunggu lawan lengah dan terkam habis, tanpa ampun.

Tidak mengherankan ketika mantan Menkominfo Tifatul Simbiring kedapatan memposting foto yang salah soal Rohingya, dia langsung dihabisin oleh penggiat dunia maya. Sebagai aktivis PKS, dia berada dalam kubu penentang pemerintah. Apalagi dia pernah mendoakan agar Jokowi gemuk.

Begitu juga sebaliknya.  Ketika Presiden Jokowi kedapatan mengklaim kerja berbagai lembaga kemanusiaan membantu Muslim Rohingya sebagai kerja pemerintah, dia juga langsung dihabisi. Goreng menggoreng.

Polarisasi ini semakin memburuk karena lembaga-lembaga pemerintah, termasuk Presiden Jokowi sendiri tidak dalam posisi merangkul semua kepentingan. Dalam banyak isu, pemerintah  terbawa arus yang kian memperparah perbedaan kedua kutub.

Situasi semacam ini tak boleh dibiarkan berlarut. Jokowi bukan presidennya Projo, atau PDIP. Jokowi adalah presiden seluruh rakyat Indonesia, lepas siapapun presiden pilihannya dan apapun partai politiknya.

Presiden juga harus bersikap seperti dicontohkan salah seorang Presiden Filipina Manuel Quezon _“ My loyalty to my party ends. When my loyalty to my country begins.”_

Polri adalah lembaga negara, bukan alat pemerintah, apalagi alat untuk membungkam rakyat yang kritis terhadap pemerintah. Kata kuncinya adalah adil. Tidak memihak.

Sebagai salah satu  penegak hukum, Polri  harus bertindak sebagaimana dilambangkan pada sosok Dewi Yustisia. Dia memegang timbangan, menghunus pedang dengan mata tertutup.  Dia akan menebas siapapun  yang bersalah, termasuk manusia dan dewa sekalipun.

Bagi siapapun yang sedang mabuk kekuasaan dan bermimpi akan berkuasa selamanya, harap dicamkan petuah Bapak Bangsa dan Presiden RI pertama Ir Soekarno, “Kekuasaan seorang presiden ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng adalah kekuasaan rakyat. Dan di atas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” End
6/9/2017

Kamis, 07 September 2017

ROHINGYA MUSLIM PALING TERANIAYA

Sabarlah Rohingya...Allah tidak membiarkan.... hanya menangguhkan....

💬Banyak yang tidak tau ceritamu atau bahkan tidak mau tau akan kisahmu
👂Semua telinga tidak mendengar jeritan-jeriatanmu, atau bahkan mereka menutup telinga dari teriakan-teriakanmu
😯Lisan-lisan dunia membisu dari membela hak-hakmu,
😣Mata-mata dunia-pun telah buta dari menyaksikan penderitaanmu,

📝Pena-pena media mendadak kehabisan tinta untuk menggoreskan kisah pilu dan kepedihanmu
🙏Para penyembah berhala telah membantaimu, membakar rumah-rumahmu, mengoyak kehormatan putri dan istri-istrimu..

🏃Engkau berlari...mengungsi,.....
akan tetapi yang lebih menyedihkan.....
negara muslim menolak kedatangannmu...

🚣🏾Perahu kecil menjadi rumahmu....
Terombang-ambing di tengah lautan tanpa makanan dan minuman
🌊Jika maut menjemputmu, maka lautan menjadi kuburmu

😔Bersabarlah wahai muslim ROHINGYA...
Allah Pemilik Dunia melihatmu,
Mendengar dan melihat kedzaliman yang menimpamu

🌏Kalaulah engkau tidak mendapat kebahagiaan itu di dunia, maka Akherat telah rindu memberikan kebahagiaannya kepadamu

🌎Dunia boleh menolak dan menghinakan dirimu
Tetapi Allah penguasa dunia akan memuliakan dan membalas kedzaliman yang telah menimpamu

😴Mata Orang yang menzhalimi tertidur
😟Mata orang yang terzhalimi tidak bisa tidur
Dan mata Allah lebih tidak bisa tidur.....

SHOBRON .....YA ROHINGYA....ANTI Fi QULUBINA...WA A'YUNINA

Ya Allah hitunglah satu persatu orang-orang kafir itu...
Timpakan cambuk balasan kepadanya... Dan jangan engkau sisakan satupun dari mereka.
Amin ya rabb......
amin ya Rabb....
Amin ya Rabb.....

Selasa, 05 September 2017

KEKEJAMAN ALGOJO BUDHA MYANMAR

▪ Sekejam-kejamnya Rodovan Karadzic dan Slobodan Milosevic, jagal Kristen Serbia di camp Sebrenica, yang dia bantai habis hanyalah para lelaki Muslim Bosnia.

▪ Sebengis-bengisnya Ariel Sharon, jagal Yahudi Israel di camp Sabra Shatila, alat yang dia pakai adalah senjata api otomatis untuk membantai habis pengungsi Palestina.

▪Tapi lihatlah kekejaman kaum musyrik Buddha Myanmar terhadap Muslim Rohingya :
- Menyembelih wanita dan menampung darahnya diember setelah terlebih dahulu menelanjanginya.
- Membelah perut wanita hamil dan mengeluarkan 2 bayinya. Lalu mencincangnya hidup-hidup.
- Merobek kemaluan wanita hingga ke perutnya, lalu mengeluarkan isi perutnya seperti hewan sembelihan.
- Menggorok bayi bayi tak berdosa dengan leher menganga lebar.
- Membakar hidup-hidup dan memanggang bayi dan anak-anak kecil.
- Menyetrum bayi dan anak-anak kecil, memukulnya lalu menyiksanya seperti mainan.
- Mencincang wanita wanita tua renta dan merobek-robek isi perutnya hingga terburai.
- Memenggal kepala para wanita dan nenek-nenek tua renta. Lalu memamerkannya.
- Membakar para wanita, anak-anak hingga nenek tua renta dalam kondisi masih hidup.
- Memutilasi hidup-hidup bagian tubuh para wanita dan nenek nenek tua renta. Dan masih banyak lagi.

Sangat memuakkan
Semua kebiadaban itu direkam dan dipertontonkan kepada dunia, bahkan disaksikan langsung oleh wanita dan anak-anak kaum musyrik Buddha Myanmar. Seolah mereka ingin mengatakan, bahwa Muslim Rohingya adalah manusia manusia hina yang tiada harganya sehingga layak dicincang bagai binatang.

Jika dengan wanita, orang tua dan nenek renta, anak-anak balita hingga bayi tak berdosa saja mereka sebegitu tega berbuat kejam, sadis dan bengis. Maka bisa dipastikan perlakuan yang jauh lebih keji mereka pasti telah lakukan kepada para lelaki dewasa. Masihkah kita berdiam diri melihat saudaranya dianiaya, disiksa bahkan pelanggaran HAM terbesar dalam sejarah peradaban manusia. Sangat biadab.

Ya Allah ya Rabb, sungguh kebiadaban yang tak tergambarkan lagi dengan kata-kata.

Senin, 04 September 2017

13 PERAIH NOBEL KIRIM SURAT TERBUKA KE PBB

Sebanyak 13 peraih Nobel dan 10 tokoh dari berbagai profesi mengirim surat terbuka ke Dewan Keamanan PBB untuk mengkritik pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi dalam menyelesaikan masalah etnis minoritas Rohingya dan mengingatkan tentang tragedi pembasmian etnis dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Surat terbuka ditandatangani 13 peraih Nobel yakni Muhammad Yusuf, Uskup Desmond Tutu, Malala Yousafzai, Jose Ramos Horta, Tawakul Karman, Shirin Ebadi, Betty Williams, Mairead Maguire, Oscar Arias, Jody Willliams, Leymah Gbowee, Sir Richard J. Roberts, dan Elizabeth Blackburn.

Adapun 10 tokoh itu adalah Emma Bonino, Arianna Huffington, Sir Richard Branson, Paul Polman, Mo Ibrahinm, Richard Curtis, Alaa Murabit, Jochen Zeitz, Kerry Kennedy, dan Romano Prodi.
Dalam surat terbuka mereka, yang diunggah di Guardian, 1 September 2017, peraih Novel dan aktivis itu menyatakan serangan militer Myanmar telah membunuh ratusan orang termasuk anak-anak, pemerkosaan terhadap perempuan, pembakaran rumah dan penangkapan terhadap warga sipil secara semena-mena.

"Akses organisasi bantuan kemanusian hampir sepenuhnya ditolak, menciptakan krisis kemanusiaan yang sangat mengerikan di kawasan yang sudah sangat melarat," tulis surat terbuka.

"Sejumlah pakar internasional telah mengingatkan potensi genosida. Yang terjadi baru-baru ini menandai tragedi masa lalu_Rwanda, Darfur, Bosnia, Kosovo. Jika kita gagal mengambil tindakan, jika mereka tidak tewas ditembak, maka orang-orang itu tewas akibat menderita kelaparan parah," isi surat terbuka mereka ke Dewan Keamanan PBB.

Surat yang ditandatangani 13 peraih Nobel dan 10 tokoh dari berbagai profesi ini menilai pemerintah Myanmar bertindak sangat tidak proporsional dalam menyelesaikan masalah Rohingya.

Rohingya sebagai etnis minoritas memiliki populasi 1 juta orang di Myanmar. Mereka hidup sudah beberapa generasi di Myanmar, tapi mereka diperlakukan seperti imigran ilegal dan kewarganegaraannya ditolak. Mereka telah mengalami persekusi bertahun-tahun oleh pemerintah dan kelompok nasionalis Budha.

Bentrokan berdarah yang diawali serangan kelompok pemberontak Rohingya ke sedikitnya 30 kantor polisi dan beberapa markas tentara Rakhine.

SURAT TERBUKA FAHRI HAMZAH UNTUK JOKOWI

Pak @jokowi yth,
Ada genosida di Rakhine, Apakah bapak belum dengar? Apakah bapak belum lihat?

Kami telah menyaksikannya berkali-kali dan menangis berkali-kali...doa bangsa dalam Idul Adha kemarin dipenuhi rintihan #SaveRohingya.

Jutaan bangsa kita dan di belahan dunia lain terpukul dan terhempas rasa hina..karena tak bisa berbuat apa-apa...

Genosida kepada Rohingya terlalu kasat mata, biadab dan tak bisa ditulis kata-kata. Dunia terdiam dan tidak menyangka.

Bicaralah bapak Presiden, Berwibawa lah bapak Presiden, Karena bapak adalah pemimpin bangsa beradab! Bangsa merdeka!

Orang tidak bisa disalahkan karena menyembah Tuhan yang berbeda...karena Pancasila berketuhanan yang maha esa.

Orang tidak bisa diusir dan dibantai karena berbeda suku dan warna kulit karena Pancasila kemanusiaan yang adil dan beradab..

Tegakkan Pancasila bapak Jokowi, Kemanusiaan adalah jiwa universal ideologi negara kita! Karena itu penjajahan harus dihapuskan!

Bersikaplah bapak Jokowi, Tunjukkan kepada dunia bahwa kita bangsa besar agar kami memiliki kebanggaan!

Bapak @jokowi yang terhormat,
Sampai hari ini sudah 30.000 Muslim Rohingya terusir ke hutan dan sungai...

Sebagian telah menemukan ajal karena dibantai atau karena sakit tak terobati, perburuan, kelaparan dan sakit terus mendera...

Bapak tidak perlu menunggu berita baru karena ini telah sangat nyata. Dunia telah berteriak kencang..Dengarlah!

Panggillah duta besar Myanmar dan minta penjelasan, jangan percaya propaganda sepihak mereka...ungkap fakta.

Panggil duta besar kita pulang dan minta penjelasan intelijen negara...dan minta pertanggungjawaban mereka...

Jika mereka menolak bertanggungjawab dan tidak jujur dengan situasi yang ada maka apa boleh buat pertemanan kita hentikan sementara..

Kita telah membantu Myanmar secara aktif sejak Presiden @SBYudhoyono karena kita ingin mereka berubah seperti kita..

Tapi tidak seperti militer kita, militer Myanmar haus kuasa, mereka mengacau dan tidak terkendali...

Tapi itu urusan pemimpin sipil yang katanya hebat berkelas dunia seperti Aung San Su kyi itu. Ternyata tak berdaya.

Urusan kita adalah kemanusiaan yang adil dan beradab, dan tentang orang-orang yang terusir karena menyembah Tuhannya.

Itu saja, Kita telah tunjukkan kebaikan sebagai tetangga, menarik mereka ke ASEAN segala. Tapi mereka tak tau adab kita..

Ya sudah, Tinggalkan mereka agar mereka sadar bahwa dunia mengucilkan mereka karena sikap yang menghina manusia.

Bapak pemimpin negara demokrasi terbesar nomor tiga di dunia...

Bicaralah kepada dunia yang bebas bahwa ada sekelompok manusia yang sedang mengalami genosida di abad 21 yang megah..

Sangat kelihatan klu Presiden Turki Bapak Erdogan Sangat Pancasialis...tapi Presiden kita??????

2 September 2017

(FAHRI HAMZAH)

Sabtu, 02 September 2017

AWAL MULA GENOSIDA MUSLIM ROHINGYA

Takut seperti Indonesia, Alasan Budha Myanmar Membantai Muslim Rohingya"

Tokoh biksu nasionalis Wirathu mengungkapkan pengakuannya terkait konflik agama di Myanmar.
Pengusung gerakan 969 ini takut Myanmar akan seperti Indonesia setelah islam masuk ke nusantara pada abad ke-13. Pada akhir abad ke-16, Islam dapat menggantikan Hindu dan Buddha sebagai agama yang dominan di pulau-pulau utama di Indonesia.

Dengan menyebarkan nilai 969, Wirathu berupaya mengingatkan kaum Buddha. 'Lampu kuning' itu berisi tanda untuk mengawasi Muslim yang mulai menipiskan identitas Myanmar sebagai negara Buddha.

"Dengan uang, mereka lebih kaya dan menikahi perempuan Buddha Burma yang kemudian masuk Islam dan menyebarkan agama," katanya. Perilaku umat Islam itu, ujarnya, membuat pengikut kuil Buddha menjadi lebih sedikit.

Ketika Muslim menjadi kaya, mereka akan membangun masjid yang dibangun tidak sama dengan Pagoda dan Kuil Buddha.
"Mereka seperti musuh berpangkalan buat kita. Lebih banyak masjid, berarti lebih banyak musuh yang ada. Oleh karena itu, kita harus mempertahankannya."

Biksu ini mulai berkhotbah dengan gaya apartheid seperti gerakan 969 pada 2001

Ketika itu, ada laporan dari Departemen Luar Negeri AS tentang peningkatan kekerasan anti-Muslim di Myanmar. Sentimen anti-Muslim disulut pada Maret 2001. Ketika itu, Taliban menghancurkan patung Buddha di Bamiyan, Afghanistan.
Upaya provokasi Wirathu tetap berlangsung hingga dia ditahan pada 2003 dan divonis 25 tahun penjara. Dia diputus bersalah karena menyebarkan pamflet anti-Muslim yang menghasut kerusuhan komunal di tempat kelahirannya di Kyaukse, sebuah kota dekat Meikhtila.

Ketika itu, 10 Muslim tewas di Kyaukse karena pergerakan Buddha.

Salah satu tokoh penghasut anti-Islam di Myanmar adalah biksu Budha ini. Namanya Wirathu. Ia juga yang menghasut kerusuhan anti-Muslim pada kerusuhan tahun 2003 lalu. Setelah mendekam di penjara selama sembilan tahun, ia pun dibebaskan pada 2012 atas amnesti yang diberikan untuk ratusan tahanan politik, usai reformasi pascamiliter berkuasa.

Biksu yang berusia 45 tahun ini kini menjabat sebagai kepala biara di Biara Masoeyein Mandalay. Di kompleks luas itu ia memimpin sekitar 60 biksu dan memiliki pengaruh atas lebih dari 2.500 umat Budha di wilayah tersebut.

Dari basis kekuatannya itulah Wirathu memimpin sebuah gerakan cepat yang dikenal sebagai “969”. 969 adalah kampanye provokatif yang menyerukan umat Budha untuk memboikot bisnis Muslim dan masyarakat Muslim.

Tiga angka 9-6-9 mengacu pada berbagai atribut Budha, ajarannya dan kerahibannya. Namun dalam prakteknya, nomor tersebut telah menjadi merek bentuk radikal anti-Islam secara nasionalisme yang berusaha untuk mengubah Myanmar menjadi seperti negara apartheid .

Kami memiliki slogan: Ketika Anda makan, makan di 969, ketika Anda pergi, pergi ke 969, ketika Anda membeli, membeli ke 969,” kata Wirathu dalam sebuah wawancara di kuilnya di Mandalay.
Wirathu mulai memberikan serangkaian pidato kontroversial 969 sekitar empat bulan yang lalu. “Tugas saya adalah untuk menyebarkan misi ini,” katanya.

Gerakan 969 kemudian menyebar dengan cepat melalui stiker, brosur dan sebagainya. Stiker bertuliskan warna pastel disalut dengan angka 969 muncul di warung pinggir jalan, sepeda motor, poster dan mobil di seluruh pusat-pusat kota.

Bahkan, perusuh mengecat “969″ ketika gerakan massa Anti-Muslim berkecamuk di Kawasan Bago, dekat Yangon, usai khotbah biarawan tentang gerakan 969.

Gyobingauk, sebuah kota dari 110.000 orang di utara Minhla, massa menghancurkan sebuah masjid dan 23 rumah setelah tiga hari dari pidato oleh seorang biksu berkhotbah 969. Saksi mata mengatakan mereka muncul terorganisasi dengan baik, meratakan beberapa bangunan dengan buldoser.

Dua hari setelahnya, di Minhla, sebuah kota sekitar 100.000 penduduk berjarak beberapa jam dari Yangon, 2.000 umat Buddha berdesakan dalam sebuah pusat komunitas pada tanggal 26 -27 Februari untuk mendengarkan Wimalar Biwuntha, seorang kepala biara dari Negara Mon. Dia menjelaskan bagaimana biarawan di negara itu mulai menggunakan 969 untuk memboikot perusahaan-Muslim.

Setelah pidato, suasana di Minhla menjadi rusuh, kata Tun Tun, 26, seorang pemilik toko teh-Muslim. katanya. Sebulan kemudian, sekitar 800 umat Buddha bersenjata dengan pipa logam dan palu menghancurkan tiga masjid dan 17 rumah Muslim dan tempat bisnis, menurut polisi. Tidak ada yang tewas, tapi dua-pertiga dari Muslim yang melarikan diri dari Minhla belum kembali, kata polisi.

Sejak pidato itu, orang-orang di desa kami menjadi lebih agresif , kami kehilangan pelanggan,” kata Tun Tun, yang tokonya dan rumah yang hampir hancur oleh Budha pada 27 Maret lalu. Ia menambahkan, salah satu penyerangnya bersenjatakan gergaji mesin.

Demikian parahnya gerakan 969, hingga kepolisian pun bergabung dalam konspirasi Anti-Islam itu. Pejabat polisi setempat dilaporkan membuat kesepakatan dengan massa: Para perusuh diizinkan 30 menit untuk merampok sebuah masjid sebelum polisi akan membubarkan kerumunan massa. Namun, ketika ditanya oleh Reuter, polisi setempat membantah telah membuat kesepakatan seperti itu.

Wirathu membantah mengorganisir para biarawan di Meikhtila dan di tempat lain. Dia mengakui hanya menyebarkan 969 dan memperingatkan bahwa Muslim menipiskan identitas negara Budhis. Itu adalah komentar yang telah dilakukan berulang-ulang dalam pidato dan media sosial dan melalui telepon dalam beberapa pekan terakhir.

Wirathu sangat membenci Islam. Ia mengklaim posisinya sebagai “Osama bin Laden nya Burma.” Wirathu tidak ingin ada masjid lagi di bumi Myanmar.

Jumlah muslim Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia. Tapi kenapa  sampai saat ini Indonesia masih cenderung diam.?! Mana sikap pemimpin negeri ini...?!!!
Islam Atau PKI kah pemimpin negeri ku ini...?!!!

😎😎😎