Tampilkan postingan dengan label genosida. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label genosida. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Oktober 2017

JANGAN BIARKAN KOMUNIS BERKUASA

Belajar dari Penjajahan Komunis di Vietnam

Oleh Saidul Tombang

Saya baru saja pulang dari negara komunis Vietnam. Selama sepekan di sana, saya bersama penulis dan sastrawan Riau, Jakarta, Singapura, dan Vietnam menyerap banyak sekali informasi dan merasakan bagaimana sebuah negara bila diperintah oleh komunis. Mungkin ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita di Indonesia supaya berhati-hati dan tidak sampai dikuasai oleh komunis.

Pertama, saya ingin mengenalkan sedikit sejarah Vietnam kepada Anda. Mungkin, sebagian literatur yang Anda baca sama dengan saya. Namun percayalah bahwa sebagian sejarah Vietnam yang ditulis saat ini adalah propaganda komunis. Yang harus diingat bahwa sejarah selalu ditulis oleh yang sedang berkuasa sesuai dengan kepentingannya. Dan, saat ini yang berkuasa di sana memang partai komunis.

Vietnam adalah negara tua dengan sejarah teramat panjang. Wilayahnya yang membentuk alis tipis, terkerat dua menjadi utara dan selatan. Kedua kutub ini memiliki dua sejarah dan kepentingan yang amat bertolak belakang. Bagian utara dipengaruhi China dengan latar belakang ideologi komunis, budaya mongolit dan agama penyembah api. Sedangkan di selatan dikuasai selama 11 abad oleh budaya Melayu dengan mayoritas beragama Islam. Budaya utara terpapar dari China, Mongol, Laos dan negeri serumpunnya hingga Siberia. Sedangkan budaya selatan terpapar hingga Kamboja, Thailand Selatan, hingga ke kepulauan nusantara dan Indonesia. Utara dikenal dengan kemaharajaan Dai Viet sedangkan di selatan adalah Empire of Champa.

Dua kepentingan ini menyebabkan bentrokan terjadi setiap musim. Saling serang. Saling mengalahkan. Namun tak pernah benar-benar mampu menguasai. Perang ini berlangsung ribuan tahun. Walau pada akhirnya Vietnam Selatan dipukul mundur pada akhir abad 19, tapi kerajaan selatan di bawah bendera Empire of Champa tetap saja ada. Dia kemudian dikenal dengan nama Vietnam Selatan dengan Saigon sebagai ibu kotanya.

Kedua, peperangan besar 1956-1975 meletus. Saat itu utara dibantu penuh oleh komunis China dan Uni Soviet. Sedangkan selatan dibantu Amerika Serikat. Inilah peperangan paling epik di kawasan Asia Tenggara. Dalam sejarah resmi Vietnam yang ditulis komunis, ini adalah penjajahan Amerika terhadap bangsa Vietnam. Tapi bagi warga Vietnam Selatan, ini adalah peperangan mereka melawan agresor Vietnam Utara. Tersebab Vietnam Utara dibantu komunis, maka Amerika yang memang sejak awal menghambat lajunya pergerakan komunis dunia dengan senang hati membantu Vietnam Selatan.

Saat itu, ekspansi komunis di dunia memang agresif. Dengan motor utama Uni Soviet dan China, mereka menguasai banyak negara, termasuk di Indonesia yang secara politik memang sedang mesra dengan penguasa. Dan Amerika merasa berkepentingan menahan laju itu. Sebagian besar Amerika kalah melawan teror komunis. Maka kalau Indonesia berhasil menumpas komunis tanpa modal besar dari Amerika, tentu ini bonus besar bagi negara Paman Sam itu.

Kembali ke soal perang Vietnam, ini sekali lagi bukan agresi Amerika. Ini adalah perang dua kepentingan Vietnam yang berbeda. Perang yang sudah tercipta sejak ribuan tahun lalu. Perang yang kemudian menghancurkan Vietnam Selatan. Bagi rakyat Vietnam Selatan, saat ini mereka sedang dijajah!

Ketiga, penjajahan yang dilakukan Vietnam Utara, mari kita sebut penjajahan oleh komunis, ternyata mendatangkan cerita pilu yang luar biasa. Karena ternyata, sepanjang perang Vietnam lebih seribu tahun, mereka hanya berebut wilayah. Namun perang 1956-1975 yang dimotori agresi besar-besaran komunis ini, mereka tidak hanya menjajah wilayah. Komunis Vietnam Utara juga menjajah budaya, agama dan bahasa.

Begitu mereka berkuasa mulai 1975, komunis Vietnam memang menghabisi segala yang berbau non komunis. Semua yang beragama Islam dan Melayu dibunuh. Setiap hari Vietkong, sebutan prajurit merah, yang keluar barak harus membawa minimal tiga kepala muslim bila kembali ke barak. Maka jangan heran kalau Sungai Mekong yang melintasi enam negara dan bermuara di Laut Champa merah darah karena pembunuhan massal oleh komunis. Sebagai perbandingan, Polpot di Kamboja telah membunuh 3 juta muslim dalam penjajahannya itu.

Kondisi saat itu persis seperti yang terjadi di Rakhine State yang didiami bangsa Rohingya saat ini. Kondisi yang sama juga diidap bangsa Moro di Filipina Selatan sampai saat ini.

Selain menguasai wilayah dan membunuh orangnya, komunis Vietnam juga mengubur budaya Vietnam Selatan dalam-dalam. Nama ibukota negara Saigon mereka ganti menjadi Ho Chi Minh yang merupakan nama tokoh utana komunis. Nama-nama wilayah yang berbau Melayu dan Sansekerta diganti menjadi nama-nama utara yang sangat China. Nama Indrapura, Paduranga, Air Terang, Bintan, dan segala nama Melayu dan sansekerta lainnya kini sudah musnah. Bahasa Melayu pun kini sudah tak ada. Karena generasi baru di Vietnam memang tak diizinkan belajar bahasa ibu mereka.

Penjajahan agama pun luar biasa. Semua masjid dihancurkan. Sepanjang perjalanan kami dari Ho Chi Minh City ke Paduranga yang berjarak 370 kilometer, hanya ada satu masjid yang berdiri. Itupun bantuan dari pemerintahan Abu Dhabi. Di Paduranga sendiri, yang merupakan pusat Kerajaan Champa, kini hanya memiliki empat buah masjid. Mungkin yang agak tersisa banyak hanyalah di aliran Sungai Mekong, di sekitar Chau Doc yang sudah berada di perbatasan Vietnam-Kamboja. Mayoritas muslim yang berhasil melarikan diri di sini memang agak leluasa.

Kontrol terhadap agama Islam (tidak untuk agama lain) memang luar biasa. Di Vietnam hanya ada satu pondok pesantren tahfiz Alquran Jamiul Azhar yang ikut kami kunjungi. Itupun untuk mendirikannya meminta izinnya luar biasa sulit. Hanya boleh tahfiz Alquran, tak boleh ada pendidikan mata pelajaran lain. Di Vietnam seluruh masjid dikontrol. Banyak mata-mata komunis di dalam masjid. Bahkan belum tentu semua yang mengaku ustadz adalah orang Islam. Bisa saja dia mata-mata komunis. Bahkan ketika kami di Paduranga, seorang ustadz asli mengingatkan kami akan seorang yang mengaku ustadz kepada kami padahal dia diduga kuat adalah spy komunis. Kami pun bila bercerita soal komunis harus mengamuflase kata jadi 'ayam'.

Saat ini, penduduk muslim di Vietnam hanyak sekitar 700 ribu orang. Tak sampai 1 persen dari total penduduk Vietnam. Populasi yang sedikit ini benar-benar disebabkan genosida serta eksodus mereka ke negara lain. Indonesia bahkan menyediakan Pulau Galang di Kepulauan Riau untuk menampung pengungsi Vietnam ini.

Keempat, sebagai kesimpulannya bahwa komunis di mana saja sama sifat dan tabiatnya. Bila mereka berkuasa, seperti Vietnam inilah jadinya. Wilayahnya diambil, penduduknya dibunuh, agamanya dikebiri, budayanya dimusnahkan. Lalu mereka akan mencetak sejarah sendiri.

Benar, korban penumpasan PKI banyak di Indonesia. Banyak pengurus, anggota dan simpatisan partai yang dibunuh baik secara diam-diam maupun terang-terangan. Tapi percayalah, jika PKI berkuasa, korbannya akan naik beribu kali lipat. Dan musuh utama komunis di berbagai negara adalah umat Islam.

Jadi, masih tidak takut dengan kebangkitan PKI di Indoneaia?

Jumat, 15 September 2017

JANGAN BERHARAP APAPUN PADA JOKOWI TENTANG GENOSIDA ROHINGYA

Myanmar adalah Proxy (jangkar atau Imperialisme model baru) Negara Republik Rakyat Tiongkok. Salah satu sebabnya karena Myanmar kesulitan Bayar Hutang ke China. Yang membuka hubungan proxial dg China adalah Petinggi Militer Myanmar sendiri. Konsekuensi sebagai proxy adalah mirip atau bahkan sama dengan Negara Terjajah secara teritorial (imperialisme tempo dulu).

Indonesia di bawah Jokowi,  meski belum separah Myanmar, adalah Proxy China juga. Sehingga menyebabkan kebijakan Indonesia Tidak Mungkin bertentangan dgn kepentingan China.

Dalam hal kasus Genosida Rohingya, mungkinkah Pemerintah RI  berseberangan dengan China ?? Pasti tidak mungkin. Justru yang dilakukan adalah Mengamankan Kepentingan "Negara Juragan".

Jika kepentingan China adalah mengeruk Kekayaan alam di tanah Rakhine State, Myanmar, maka Indonesia juga harus mengamankan proyek tsb. Jika Myanmar (karena harus melayani China untuk mengeruk kekayaan alam di Rakhine) harus Menuntaskan Genosida terhadap Rohingya Muslims, maka Indonesia harus mendukung Genosida tersebut, minimal tidak menghalangi.

Jadi, wajar saja jika Pemerintah Indonesia selalu berada di Pihak Pemerintah Myanmar dalam kasus Genosida Muslim Rohingya. Tulisan Dubes RI untuk Myanmar di detik.com kemaren menjelaskan keberpihakan itu.

Karena itu, Anda jangan berharap apa pun pada Pemerintahan Jokowi dlm kasus Genosida Rohingya ini, karena posisinya sdh jelas berada di Pihak Pemerintah Myanmar..

Silahkan baca beritanya di
1. https://news.detik.com/read/2017/09/08/100654/3633773/10/dubes-ri-untuk-myanmar-buka-bukaan-soal-latar-belakang-krisis-rohingya
2. Motive Genosida Rohingya
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1286111511500244&id=100003042216114

3. Menuntaskan Genosida Untuk Imperialisme Baru Negara China.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1283540795090649&id=100003042216114

4. Agenda Imperialisme di Balik Genosida Rohingya Muslims
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1282556411855754&id=100003042216114

5. Pernyataan Anies Baswedan ttg Desakan Utk Mencabut Nobel Perdamaian
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1280528548725207&id=100003042216114

6. Sikap Pemerintah RI yg Mengecam Mujahidin Rohingya
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1280946572016738&id=100003042216114

Rabu, 13 September 2017

AKAR MASALAH DI ROHINGYA

Salah satu akar masalah utama yang menimpa etnis Rohingya adalah hingga sampai saat ini, etnis Rohingya tidak diakui sebagai Warga Negara Myanmar (Burma) yang merdeka dari Inggris pada 4 Januari 1948.

Padahal saat hendak mendapat kemerdekaan dari Inggris tersebut, muslim Rohingya dijanjikan oleh Jenderal Aung San (bapaknya Aung San Suu Kyi) untuk mendapatkan HAK yang sama sebagai warga negara Burma.

In 1946, as an indigenous people, General Aung San assured full rights and privileges to Muslim Rohingya Arakanese saying "I give (offer) you a blank cheque. We will live together and die
together. Demand what you want. I will do my best to fulfil them. If native people are divided, it will be difficult to achieve independence for Burma".

(Pada tahun 1946, sebagai penduduk asli (pribumi), Jenderal Aung San menjamin hak penuh dan hak khusus kepada Muslim Rohingya Arakan dengan mengatakan "Saya memberikan (menawarkan) cek kosong kepada Anda. Kita akan hidup bersama dan mati bersama. Memenuhi apa yang Anda inginkan. Saya akan melakukan yang terbaik untuk memenuhi hal itu. Jika penduduk asli terbelah, akan sulit mencapai kemerdekaan bagi Burma.)

Janji dari mendiang Jenderal Aung San ini seharusnya ditagih kepada putrinya, Aung San Suu Kyi yang saat ini secara de facto menjadi penguasa negara Myanmar pasca memenangkan Pemilu tahun 2015.

Muslim Rohingya hanya meminta kesamaan HAK mereka sebagai penduduk asli yang telah mendiami Rakhine berabad-abad.

Source: thestateles

Selasa, 12 September 2017

WAHAI WANITA BANYANGKAN BILA ITU DIRIMU

Dalam kondisi haid, dengan nyeri perut sebagaimana lazimnya dialami beberapa wanita saat haid, saat darah mengalir deras, namun kau tak punya pakaian dalam untuk ganti. Jangankan pembalut, pakaian pun hanya yang menempel di badan. Terbayangkah rasa tidak nyamannya?

Berhari-hari  tanpa tersentuh air apalagi sabun. Badan penuh keringat dan lumpur. Beruntung kau bisa berendam di sungai meski menyisakan rasa gatal dan pakaian itu-itu saja yang mengering di badan.

Dalam kondisi hamil berjalan atau berlari berpuluh kilometer jauhnya untuk mencari keselamatan dan perlindungan. Dalam nafas yang terasa semakin sesak dan terputus. Dengan lemah  dan letih yang sangat getarkan tubuh. Pun tentu saja nyeri di perut disertai kekhawatiran akan keselamatan bayi yang kau kandung. Makan dan minum? Kau sudah tak lagi bisa berpikir kehamilanmu istimewa untuk mendapatkan asupan dengan gizi yang cukup. Kau hanya perlu terus berlari dan berdoa Allah menguatkan bayi dalam kandunganmu. Meski resikonya ia mengambil segala zat yang ia butuhkan dari tubuhmu. Membuatmu bertambah lemah. Wahnan 'alaa wahnin... Lemah yang bertambah-tambah.

Atau saat kau adalah wanita hamil yang perutnya dikoyak dengan keji bahkan saat napas masih bertahta di tubuhmu.

Jika kau adalah ibu dengan bayi yang masih menyusu, kau dekap ia di dada kurusmu. Dengan terus menghibur ia yang menjerit dan meraung karena lapar dan haus. Berulangkali kau sodorkan payudaramu, berulangkali pula bayimu menggigitnya karena kesal, kering tak setetespun ASI yang keluar karena kau sudah berbulan-bulan tak cukup makan dan minum. Kau semakin panik saat bayimu demam atau muntah dan menangis semakin kemcang bahkan hingga suaranya melemah. Namun, tak ada yang bisa kau lakukan dalam pelarian. Tanpa kejelasan tempat tujuan pun kejelasan dan kenyamanan tempat sekadar untuk beristirahat. Kau hanya mampu mendekapnya dengan tubuh lemah gemetar diiringi air mata yang terus mengalir. Lirih bibir hitam keringmu melafadzkan dzikir, mengadu pada Rabbmu.

Pun jika kau adalah seorang wanita yang baru saja tercabik kehormatannya oleh belasan atau puluhan iblis yang memperkosamu bergantian. Hingga luluh lantak jiwa ragamu. Hingga terasa saripati jiwamu terhisap tak tersisa. Hampa. Apalagi jika hal itu dilakukan di depan mata suami dan anak-anakmu. Apa yang ada di benakmu saat matamu beradu pandang dengan mata mereka?😭😭😭

Pun jika anak-anakmu terpaksa mengungsi sendiri, karena kau dan suamimu telah syahid. Entah terpanggang, entah terpenggal, entah termutilasi. Kaki-kaki kecil anakmu menyebrangi bebatuan, rumput, lumpur dan sungai sambil di punggungnya menggendong adik balitanya. Falam dera ketakutan, lapar dan haus tentu saja.

Atau kau... Yang berlari sebatang kara dengan gemetar sambil di kepalamu berputar ulang bagaimana anak dan suamimu terbantai di depan matamu. Dibakar, disiksa, disayat atau ditembak serta penyiksaan keji lainnya yang tak pernah bisa terpikirkan olehmu. Apa dayamu? Kau tergolek lemah dengan air mata berderai usai kehormatanmu direnggut. Dan dalam pelarian.... Kau merasakan sesuatu tumbuh dalam rahimmu. Janin dari para iblis itu! Ah, seolah belum cukup penderitaanmu.

Bayangkan jika itu dirimu...

By Cahya Naurizza
😭😭😭

PERTEMUAN UNTUK SELESAIKAN MASALAH ROHINGYA

Fahri Hamzah di Pertemuan Parlemen Dunia: Inilah Momentum Untuk Selesaikan Masalah Rohingya

DPR RI  menjadi tuan rumah Konferensi Parlemen Dunia di Nusa Dua (6-7/9). Dalam pertemuan anggota Parlemen Dunia "World Parliamentary Forum on Sustainable Development" tersebut, sebanyak 48 negara hadir berpartisipasi dan 12 lembaga internasional terlibat menjadi observer (peninjau). Juga 15 tokoh internasional dari berbagai bidang yang akan berbicara seputar kebijakan politik, ekonomi dan masalah global.

Terdapat nama-nama lembaga internasional yang selama ini terlibat dalam kerja-kerja kemitraan dengan parlemen dunia, seperti ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA), Women Political Leaders (WPL), Global Parliamentarians Against Corruption (GOPAC), UNDP, dan lain sebagainya. Menariknya, deretan nama-nama negara yang hadir, terdapat negara-negara yang selama ini menjadi pembicaraan internasional, terutama terkait masalah kemanusiaan di Rohingya.

Ada Bangladesh, negara tetangga Myanmar yang hingga hari ini masih enggan membuka perbatasannya menampung pengungsi Rohingya. Dan ada delegasi dari Turki dimana negara tersebut yang terlihat paling menonjol dalam menginisiasi bantuan kemanusiaan di Rohingya. Termasuk melakukan ancaman dan tekanan politik dan militer ke Myanmar. Sayangnya, parlemen Myanmar tak hadir dalam pertemuan parlemen dunia yang sedang berlangsung.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah sendiri dijadwalkan akan memimpin Pleno dengan tema "SDGs and Climate Change". Tema ini akan merumuskan jawaban dari pertanyaan dunia tentang bagaimana parlemen menindaklanjuti kesepakatan Paris Agreement untuk berjuang menyelamatkan bumi dari pemanasan global. Tema ini juga bertujuan untuk membahas kebutuhan dunia yang bisa dilakukan agar seluruh dunia bisa berhasil dalam program SDGs.

Fahri Hamzah mengatakan, bahwa momentum Konferensi Parlemen Dunia bisa menjadi momentum bersejarah dunia, dimana parlemen dunia bisa melakukan inisiatif bersama untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan di Rohingya. Fahri Hamzah sendiri juga akan mendorong pertemuan empat delegasi Indonesia, Turki, Bangladesh dan Myanmar, untuk mendapatkan solusi dan formula bagi masalah di Myanmar.

"Menyelamatkan masa depan etnis Rohingya adalah bagian dari konsolidasi demokrasi. Masalah di Rohingya adalah masalah multikultur dimana seharusnya kaum minoritas dilindungi hak-haknya. Kegagalan dalam mengelola perbedaan antar etnis hingga terjadi diskriminasi dan kekerasan etnis di Rohingya, berbahaya bagi demokrasi di Myanmar", katanya.

"Kita melihat dan ada penyelidikan awal bahwa militer Myanmar terlibat dalam kekerasan bersenjata, dimana mereka secara komando dan terorganisir menyisir penduduk, melakukan kekerasan, membunuh dan mengusir ratusan ribu penduduk. Kalau informasi ini benar, maka masalah Myanmar bukan lagi masalah biasa. Ini adalah kejahatan kemanusiaan. Myanmar bisa diberi sanksi oleh ASEAN dan dunia. Ada yang bisa diseret di Mahkamah Internasional atas pelanggaran HAM berat di Myanmar", sambungnya.

"Pemerintah Indonesia harus bersikap tegas. Dan parlemen RI memang sudah mengambil sikap tegas. Kita berharap, parlemen dunia yang sedang berkumpul ini, bisa membantu secara politik dan kemanusiaan. Demi kemanusiaan dan persaudaraan warga dunia, mari kita bantu" tutupnya.

Denpasar, 6 September 2017

PERTEMUAN UNTUK SELESAIKAN MASALAH ROHINGYA

Fahri Hamzah di Pertemuan Parlemen Dunia: Inilah Momentum Untuk Selesaikan Masalah Rohingya

DPR RI  menjadi tuan rumah Konferensi Parlemen Dunia di Nusa Dua (6-7/9). Dalam pertemuan anggota Parlemen Dunia "World Parliamentary Forum on Sustainable Development" tersebut, sebanyak 48 negara hadir berpartisipasi dan 12 lembaga internasional terlibat menjadi observer (peninjau). Juga 15 tokoh internasional dari berbagai bidang yang akan berbicara seputar kebijakan politik, ekonomi dan masalah global.

Terdapat nama-nama lembaga internasional yang selama ini terlibat dalam kerja-kerja kemitraan dengan parlemen dunia, seperti ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA), Women Political Leaders (WPL), Global Parliamentarians Against Corruption (GOPAC), UNDP, dan lain sebagainya. Menariknya, deretan nama-nama negara yang hadir, terdapat negara-negara yang selama ini menjadi pembicaraan internasional, terutama terkait masalah kemanusiaan di Rohingya.

Ada Bangladesh, negara tetangga Myanmar yang hingga hari ini masih enggan membuka perbatasannya menampung pengungsi Rohingya. Dan ada delegasi dari Turki dimana negara tersebut yang terlihat paling menonjol dalam menginisiasi bantuan kemanusiaan di Rohingya. Termasuk melakukan ancaman dan tekanan politik dan militer ke Myanmar. Sayangnya, parlemen Myanmar tak hadir dalam pertemuan parlemen dunia yang sedang berlangsung.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah sendiri dijadwalkan akan memimpin Pleno dengan tema "SDGs and Climate Change". Tema ini akan merumuskan jawaban dari pertanyaan dunia tentang bagaimana parlemen menindaklanjuti kesepakatan Paris Agreement untuk berjuang menyelamatkan bumi dari pemanasan global. Tema ini juga bertujuan untuk membahas kebutuhan dunia yang bisa dilakukan agar seluruh dunia bisa berhasil dalam program SDGs.

Fahri Hamzah mengatakan, bahwa momentum Konferensi Parlemen Dunia bisa menjadi momentum bersejarah dunia, dimana parlemen dunia bisa melakukan inisiatif bersama untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan di Rohingya. Fahri Hamzah sendiri juga akan mendorong pertemuan empat delegasi Indonesia, Turki, Bangladesh dan Myanmar, untuk mendapatkan solusi dan formula bagi masalah di Myanmar.

"Menyelamatkan masa depan etnis Rohingya adalah bagian dari konsolidasi demokrasi. Masalah di Rohingya adalah masalah multikultur dimana seharusnya kaum minoritas dilindungi hak-haknya. Kegagalan dalam mengelola perbedaan antar etnis hingga terjadi diskriminasi dan kekerasan etnis di Rohingya, berbahaya bagi demokrasi di Myanmar", katanya.

"Kita melihat dan ada penyelidikan awal bahwa militer Myanmar terlibat dalam kekerasan bersenjata, dimana mereka secara komando dan terorganisir menyisir penduduk, melakukan kekerasan, membunuh dan mengusir ratusan ribu penduduk. Kalau informasi ini benar, maka masalah Myanmar bukan lagi masalah biasa. Ini adalah kejahatan kemanusiaan. Myanmar bisa diberi sanksi oleh ASEAN dan dunia. Ada yang bisa diseret di Mahkamah Internasional atas pelanggaran HAM berat di Myanmar", sambungnya.

"Pemerintah Indonesia harus bersikap tegas. Dan parlemen RI memang sudah mengambil sikap tegas. Kita berharap, parlemen dunia yang sedang berkumpul ini, bisa membantu secara politik dan kemanusiaan. Demi kemanusiaan dan persaudaraan warga dunia, mari kita bantu" tutupnya.

Denpasar, 6 September 2017

TAK BERANI GEMPUR MYANMAR

Tak berani gempur terhadap negara gurem kafir primitif kanibal bernama Myanmar; Inikah bukti dan tanda bahwa betapa negara-negara mayoritas muslim hanyalah buih   ???????????????

Allahummaghfirlanaa wa ashlih ahwaalinaa, wa a'iinaa natuubu ilaika wa waffiqnattaqwa wal jihaadu fie sabiilika..Aamiiin.

Apa yang ada di benak anda jika saya sebut  "MYANMAR" ?

Negara adidaya, super power, dengan kekuatan militer no : 1 di dunia, memiliki ratusan roket berhulu ledak nuklir ?

Tidak....Myanmar cuma negara kecil, kumuh, terbelakang, dengan kekuatan militer yang tak diperhitungkan dunia.

Tapi apapun itu.... Myanmar membuat dunia Islam malu, dalam 3 hari saja sebanyak 3000 umat islam dibantai, di mutilasi hidup hidup dan lebih dari 50% muslimah mengalami pelecehan seksual.

Ke mana pasukan negara islam yang kuat militernya, semacam Turki, Mesir, Qatar atau Saudi ?

Sungguh sebenarnya, cukup militer indonesia dan malaysia saja yang maju berperang, saya yakin myanmar pasti akan hancur lebur.

Mengapa Myanmar begitu berani membantai muslim rohingya tanpa ada rasa takut pada umat islam ?

Karena Pemerintah myanmar tahu, Monster betina Aung San Suu Kyi yakin, bahwa negara negara islam tidak akan membantu muslim rohingya.

Seluruh pemimpin dunia islam pasti akan menutup mata dan membelenggu tangan tangan mereka sendiri.

Ingat....Kasus Rohingya tidak terjadi hari ini saja, genosida itu berlangsung sejak tahun '90an

Namun tidak ada satupun negara yang berani mengirimkan militer mereka guna membela muslim rohingya (paling banter hanya kecaman dan ancaman/gertak sambal belaka), padahal jika mau....dengan senjata nuklirnya, pakistan bisa menghapus myanmar dari peta dunia kapanpun itu.

Lalu apa sebabnya pemimpin dunia islam diam ?

Anda benar.... Karena muslim Rohingya itu bukan urusan mereka, orang rohingya bukan warga negara mereka.

Anda masih ingat "Manusia Perahu Rohingya" (tahun 2012, 2015 dan 2016) yang ditolak masuk ke negara negara berpenduduk muslim ?

Mereka diusir oleh tentara penjaga perbatasan. Lalu apa yang anda harapkan dari pemimpin boneka seperti mereka (paling pentok cuma kirim bantuan makanan dan obat obatan).

Jauh jauh hari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam, bersabda :

"Hampir tiba masanya, kalian akan diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.”
Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah MENCABUT RASA TAKUT dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.
" Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahn itu?”
Nabi Saw, bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.”
(HR Abu Dawud 3745)

Wahai Umat Islam.....Hari ini hadits Rasulullah terjadi, umat islam seperti makanan yang di perebutkan, umat islam seperti GHUTSA' buih kotor yg terombang ambing lautan, banyak tapi tak bernilai, Allah mencabut rasa takut orang kafir terhadap kalian, lihat negara kecil macam myanmar saja berani membantai umat islam

Buka mata kalian, semua itu terjadi karena kita disekat  oleh virus yang bernama "Nasionalisme", umat islam dikerat menjadi negara kecil-kecil, dilemahkan dan jadi santapan monster-monster buas seperti Aung San Suu Kyi, George Bush, Obama, Putin, Ariel Sharon cs.

Masihkah kalian mengatakan, "Nasionalisme mu itu harga mati"
Masihkah kalian berani berkata bahwa "Khilafah bukan ajaran islam"

Lihatlah kondisi umat islam saat ini, Bosnia telah luluh lantak, di afrika tengah umat islam diusir dan dibantai oleh teroris kristen, di Palestina umat islam diperangi oleh teroris Yahudi, di Irak, Afganistan, Suriah umat islam hancur lebur di adu domba oleh syiah dan Amerika, di china muslim uighur juga dapat perlakuan yang keji oleh orang orang komunis, dan di myanmar etnis rohingya juga jadi santapan kebringasan teroris budha.

Lalu bandingkan saat khilafah masih berdiri, dikisahkan Seorang budak muslimah yang minta tolong karena diganggu dan dilecehkan oleh orang Romawi, kainnya dikaitkan ke paku sehingga ketika berdiri, terlihatlah sebagian auratnya.

Wanita itu lalu berteriak memanggil nama Khalifah Al-Mu'tashim billah dengan lafadz yang legendaris: waa mu'tashimaah!.

Setelah mendapat laporan mengenai pelecehan ini, maka sang Khalifah pun menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menyerbu kota Amoria dan melibas semua orang kafir yang ada di sana (30.000 prajurit Romawi terbunuh dan 30.000 yang lain ditawan)

Bayangkan....Harga diri seorang budak wanita, lebih mahal dari 30 ribu pasukan romawi. Harga diri seorang budak wanita lebih mahal dari kota Amuriah, bahkan demi mengembalikan martabat seorang budak wanita, seluruh pasukan kaum muslimin berbaris dari Amuriah (turki) hingga baghdad (ibukota khilafah saat itu)

Itulah junnah, perisai umat yang terkoyak, ketiadaanya menyebabkan petaka yang luar biasa bagi umat islam.

SEJARAH MUSLIM ROHINGYA

Dr. Umar Abdul Kaafiy
(Profesor Theologi Islam dan Pengasuh Lembaga Pendidikan Al Qur'an International di Dubai)

Tidak mengapa kita memberikan 90 Menit dari waktu kita untuk mengetahui apa sebenarnya kasus tragedi Burma dan ummat Islam yang ada didalamnya.

Ringkasan Kisah:

Sebuah Negara tersendiri namanya Arakan dengan penduduk muslim sebanyak tiga juta jiwa. Di mulai dari Masa mereka tersebarnya Islam di negara bersebelahan, namanya negara Burma dengan memiliki mayoritas penduduknya adalah beragama Budha.

Pada tahun 1784 atau sebelum 230 tahun yang lalu Kaum Budha sangat membenci Kaum Muslimin di Arakan dan memerangi mereka serta mereka membunuh kaum Muslimin yang ada di dalamnya dan mereka (Budha) memperlakukan mereka (kaum muslimin) seperti Boneka Mainan dan mereka (Budha) merebut Arakan menggabungkannya dengan Burma dan merubah namanya menjadi Myanmar.

Dan jadilah Arakan bagian dari Burma, dan jadilah Kaum Muslimin yang sebelumnya adalah didalam negaranya sendiri (sebelum direbut oleh budha) akhirnya menjadi Minoritas (jumlah mereka 3 atau 4 juta jiwa) sedangkan Kaum Budha jumlah mereka 50 Juta jiwa.

Kaum Muslimin menggabungkan desa-desa mereka yang terpisah dan hidup di dalamnya, mereka berniaga di dalamnya, dan di dalamnya ada organisasi-organisasi yang membiayai para da'i dan masjid-masjid mereka.

Kemudian terjadilah Mereka orang-orang Burma yang beragama Budha menyerang desa-desa Kaum Muslimin untuk mengusir mereka dari rumah-rumah mereka.

Dan belum lama ini terjadilah pembantaian yang sangat mengerikan. Sekelompok Kaum Budha membajak sebuah Bus yang membawa 10 orang da'i dari para penghafal Al Quran yang mana mereka berkeliling ke desa-desa Muslim mengajarkan mereka menghafal Al Quran dan mendakwahkan meraka kepada Alloh Ta'alaa, menikahkan mereka, dan mengajarkan mereka urusan-urusan agama mereka (Islam).

Yang sangat menyedikan, kelompok ini (Budha) yang membajak Bus para Da'i. Mereka menangkap para Da'i dan mengeluarkan mereka dari Bus, mereka memukuli para Da'i dengan pukulan yang keras kemudian menjadikan mereka (para da'i) permainan dengan melukai tubuh-tubuh mereka (para da'i) dengan berbagai jenis senjata tajam.

Kemudian mereka (Budha) mengikat Lidah-lidah para da'i dengan satu ikatan dan memotong lidah mereka sampai terpisah dari leher mereka tanpa ampun dan tanpa belas kasihan. Semua itu hanya karena untuk menyiksa mereka karena mereka selalu menyeru kepada Robb nya dan mengajarkan manusia agama islam dan al quran.

Kemudian... mereka (Budha) memotong-motong tubuh para da'i dengan senjata tajam mereka, memotong tangan-tangan dan kaki-kaki para da'i sehingga akhirnya mereka gugur satu persatu. 🔪

Jadilah kaum Muslimin melakukan pembelaan terhadap para da'i, Imam Masjid, dan para Khotib mereka.

Kaum Budha menyambut pembelaan mereka (mengkondisikan perang) dan mulailah mereka (Budha) melakukan pembakaran desa, membakar rumah (kaum muslimin) satu demi satu sampai rumah yang dibakar berjumlah 2600 rumah. Terjadi gugurlah dalam peristiwa itu (kaum muslimin) dan gugur dalam usaha melarikan diri serta mengungsi dari desa tersebut 90.000 pengungsi melalui jalan laut dan darat, dan tidak pembantaian serta pembunuhan terhadap kaum muslimin masih saja terus berlangsung tidak berhenti.

Anak-anak Perempuan dan Istri-istri mereka diperkosa sampai mati dihadapan orang tua dan didepan mata keluarga mereka, dan mereka dibawah ancaman hunusan senjata tajam!

Kemudian, ke mana hilangnya rasa marah kita..?!

Setiap kita hanya bisa bertanya kepada diri sendiri apa yang harus aku lakukan untuk mereka..?!

Kewajiban mu atas penderitaan mereka sekarang ada dua perkara:
1. Berdoalah untuk Mereka..!
2. Sebarkanlah berita tentang tragedi mereka sehingga manusia mengetahuinya!

DAN INI ADALAH SELEMAH-LEMAHNYA IMAN!

Jika anda selesai membaca tulisan ini... lakukan perbuatan nyata apa saja yang dapat anda lakukan dengan hati nurani anda.. ini pun apabila anda masih memiliki hati nurani yang hidup..!!

Hasbunalloh wa ni'mal wakiil..

Sebarkanlah agar orang-orang arab dan kaum muslimin lainnya dapat mengetahui tragedi ini..

TAK BERANI GEMPUR MYANMAR

Tak berani gempur terhadap negara gurem kafir primitif kanibal bernama Myanmar; Inikah bukti dan tanda bahwa betapa negara-negara mayoritas muslim hanyalah buih   ???????????????

Allahummaghfirlanaa wa ashlih ahwaalinaa, wa a'iinaa natuubu ilaika wa waffiqnattaqwa wal jihaadu fie sabiilika..Aamiiin.

Apa yang ada di benak anda jika saya sebut  "MYANMAR" ?

Negara adidaya, super power, dengan kekuatan militer no : 1 di dunia, memiliki ratusan roket berhulu ledak nuklir ?

Tidak....Myanmar cuma negara kecil, kumuh, terbelakang, dengan kekuatan militer yang tak diperhitungkan dunia.

Tapi apapun itu.... Myanmar membuat dunia Islam malu, dalam 3 hari saja sebanyak 3000 umat islam dibantai, di mutilasi hidup hidup dan lebih dari 50% muslimah mengalami pelecehan seksual.

Ke mana pasukan negara islam yang kuat militernya, semacam Turki, Mesir, Qatar atau Saudi ?

Sungguh sebenarnya, cukup militer indonesia dan malaysia saja yang maju berperang, saya yakin myanmar pasti akan hancur lebur.

Mengapa Myanmar begitu berani membantai muslim rohingya tanpa ada rasa takut pada umat islam ?

Karena Pemerintah myanmar tahu, Monster betina Aung San Suu Kyi yakin, bahwa negara negara islam tidak akan membantu muslim rohingya.

Seluruh pemimpin dunia islam pasti akan menutup mata dan membelenggu tangan tangan mereka sendiri.

Ingat....Kasus Rohingya tidak terjadi hari ini saja, genosida itu berlangsung sejak tahun '90an

Namun tidak ada satupun negara yang berani mengirimkan militer mereka guna membela muslim rohingya (paling banter hanya kecaman dan ancaman/gertak sambal belaka), padahal jika mau....dengan senjata nuklirnya, pakistan bisa menghapus myanmar dari peta dunia kapanpun itu.

Lalu apa sebabnya pemimpin dunia islam diam ?

Anda benar.... Karena muslim Rohingya itu bukan urusan mereka, orang rohingya bukan warga negara mereka.

Anda masih ingat "Manusia Perahu Rohingya" (tahun 2012, 2015 dan 2016) yang ditolak masuk ke negara negara berpenduduk muslim ?

Mereka diusir oleh tentara penjaga perbatasan. Lalu apa yang anda harapkan dari pemimpin boneka seperti mereka (paling pentok cuma kirim bantuan makanan dan obat obatan).

Jauh jauh hari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam, bersabda :

"Hampir tiba masanya, kalian akan diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.”
Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah MENCABUT RASA TAKUT dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.
" Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahn itu?”
Nabi Saw, bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.”
(HR Abu Dawud 3745)

Wahai Umat Islam.....Hari ini hadits Rasulullah terjadi, umat islam seperti makanan yang di perebutkan, umat islam seperti GHUTSA' buih kotor yg terombang ambing lautan, banyak tapi tak bernilai, Allah mencabut rasa takut orang kafir terhadap kalian, lihat negara kecil macam myanmar saja berani membantai umat islam

Buka mata kalian, semua itu terjadi karena kita disekat  oleh virus yang bernama "Nasionalisme", umat islam dikerat menjadi negara kecil-kecil, dilemahkan dan jadi santapan monster-monster buas seperti Aung San Suu Kyi, George Bush, Obama, Putin, Ariel Sharon cs.

Masihkah kalian mengatakan, "Nasionalisme mu itu harga mati"
Masihkah kalian berani berkata bahwa "Khilafah bukan ajaran islam"

Lihatlah kondisi umat islam saat ini, Bosnia telah luluh lantak, di afrika tengah umat islam diusir dan dibantai oleh teroris kristen, di Palestina umat islam diperangi oleh teroris Yahudi, di Irak, Afganistan, Suriah umat islam hancur lebur di adu domba oleh syiah dan Amerika, di china muslim uighur juga dapat perlakuan yang keji oleh orang orang komunis, dan di myanmar etnis rohingya juga jadi santapan kebringasan teroris budha.

Lalu bandingkan saat khilafah masih berdiri, dikisahkan Seorang budak muslimah yang minta tolong karena diganggu dan dilecehkan oleh orang Romawi, kainnya dikaitkan ke paku sehingga ketika berdiri, terlihatlah sebagian auratnya.

Wanita itu lalu berteriak memanggil nama Khalifah Al-Mu'tashim billah dengan lafadz yang legendaris: waa mu'tashimaah!.

Setelah mendapat laporan mengenai pelecehan ini, maka sang Khalifah pun menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menyerbu kota Amoria dan melibas semua orang kafir yang ada di sana (30.000 prajurit Romawi terbunuh dan 30.000 yang lain ditawan)

Bayangkan....Harga diri seorang budak wanita, lebih mahal dari 30 ribu pasukan romawi. Harga diri seorang budak wanita lebih mahal dari kota Amuriah, bahkan demi mengembalikan martabat seorang budak wanita, seluruh pasukan kaum muslimin berbaris dari Amuriah (turki) hingga baghdad (ibukota khilafah saat itu)

Itulah junnah, perisai umat yang terkoyak, ketiadaanya menyebabkan petaka yang luar biasa bagi umat islam.

ETNIS MUSLIM DI WILAYAH ARAKAN MYANMAR

Mereka saat ini mengalami pembantaian etnis (genosida) berupa penyiksaan, pembunuhan dan pemerkosaan, pelakunya adalah ekstrimis budha dan militer setempat.

Mereka sejak lama mengalami hal tersebut, bahkan kondisi ini kembali memanas sejak menjelang perayaan Idul Adha 1438 H/2017. Mereka disiksa, rumah dan desa mereka dibakar. Lebih dari 350 jiwa meninggal di pekan ini.

Untuk menghindari kekerasan lebih lanjut, sekitar 20.000 warga Rohingya mencoba masuk ke Bangladesh tapi dicegah. Mereka kini bertahan di sepanjang perbatasan negara itu. Selain itu, puluhan warga Rohinya tewas tenggelam saat menyeberangi Sungai Naf di perbatasan dengan perahu darurat.

Menurut sebuah studi oleh International State Crime Initiative (ISCI) dari Queen Mary University of London, Rohingya sudah mulai memasuki tahap akhir genosida yaitu pemusnahan massal dan penghilangan dari sejarah.

PBB juga menyebut Rohingya sebagai kelompok etnis paling teraniaya di dunia. Saat ini Muslim Rohingya yang masih berada di Rakhine hidup terisolasi dalam ketakutan. Sejak tahun 2013 lalu, ribuan warga melarikan diri ke negara-negara Banglades, Indonesia, Malaysia, dan Thailand melalui jalur laut.

Pria, wanita, dan anak-anak terkatung-katung di dalam kapal tanpa kejelasan apakah daratan yang mereka tuju bersedia menerima mereka. Bahkan tak sedikit dari mereka yang tewas tenggelam di lautan sebelum sampai ke tempat tujuan.

Semoga ruh mereka diterima di sisi Alloh sebagai syuhada.
Dan semoga mereka yang masih hidup diberikan kesabaran dan perrolongan oleh Alloh swt.

Senin, 11 September 2017

JIKA MENDENGAR MYANMAR APA KESAN ANDA ?

Negara adidaya, super power, dengan kekuatan militer no : 1 di dunia, memiliki ratusan roket berhulu ledak nuklir ?

Tidak....Myanmar cuma negara kecil, kumuh, terbelakang, dengan kekuatan militer yang tak diperhitungkan dunia. Tapi apapun itu.... Myanmar membuat dunia islam malu, dalam 3 hari saja sebanyak 3000 umat islam dibantai, dimutilasi hidup hidup dan lebih dari 50% muslimah mengalami pelecehan seksual.

Ke mana pasukan negara islam yang kuat militernya, semacam Turki, Mesir, Qatar atau saudi ?

Sungguh sebenarnya, cukup militer Indonesia dan Malaysia saja yang maju berperang, saya yakin Myanmar pasti akan hancur-lebur. Tapi mengapa Myanmar begitu berani membantai muslim Rohingya tanpa ada rasa takut pada umat islam?

Karena Pemerintah Myanmar tahu, Monster betina Aung San Suu Kyi yakin, bahwa negara negara Islam tidak akan membantu muslim Rohingya. Seluruh pemimpin dunia islam pasti akan menutup mata dan membelenggu tangan-tangan mereka sendiri.

Ingat....Kasus Rohingya tidak terjadi hari ini saja, genosida itu berlangsung sejak tahun '90an. Namun tidak ada satupun negara yang berani mengirimkan militer mereka guna membela muslim Rohingya (paling banter hanya kecaman dan ancaman/ gertak sambal belaka), padahal jika mau....dengan senjata nuklirnya, Pakistan bisa menghapus Myanmar dari peta dunia kapanpun itu.

Apa sebabnya pemimpin dunia islam diam?

Anda benar.... Karena muslim Rohingya itu bukan urusan mereka, orang rohingya bukan warga negara mereka. Anda masih ingat "Manusia Perahu Rohingya" (tahun 2012, 2015 dan 2016) yang di tolak masuk ke negara negara berpenduduk muslim? Mereka diusir oleh tentara penjaga perbatasan. Lalu apa yang anda harapkan dari pemimpin boneka seperti mereka (paling pentok cuma kirim bantuan makanan dan obat obatan)

Jauh jauh hari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam, bersabda :

"Hampir tiba masanya, kalian akan diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.”
Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa takut dari dada musuh kalian terhadap kalian.

Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.
" Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahn itu?”
Nabi Saw, bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.”
(HR Abu Dawud 3745)

Wahai Umat Islam.....Hari ini hadits Rasulullah terjadi, umat islam seperti makanan yang di perebutkan, umat islam seperti ghutsa' buih kotor yang terombang-ambing lautan, banyak tapi tak bernilai, Allah mencabut rasa takut orang kafir terhadap kalian, lihat negara kecil macam Myanmar saja berani membantai umat islam.

Buka mata kalian, semua itu terjadi karena kita disekat  oleh virus yang bernama "Nasionalisme", umat islam dikerat menjadi negara kecil-kecil, dilemahkan dan jadi santapan monster-monster buas seperti Aung San Suu Kyi, George Bush, Obama, Putin, Ariel Sharon cs.

Masihkah kalian mengatakan, "Nasionalisme itu mu harga mati"
Masihkah kalian berani berkata bahwa "Khilafah bukan ajaran islam"

Lihatlah kondisi umat islam saat ini, bosnia telah luluh lantak, di afrika tengah umat islam diusir dan dibantai oleh teroris kristen, di Palestina umat islam diperangi oleh teroris Yahudi, di Irak, Afganistan, Suriah umat islam hancur lebur di adu domba oleh syiah dan Amerika, di China muslim Uighur juga dapat perlakuan yang keji oleh orang orang komunis, dan di Myanmar etnis Rohingya juga jadi santapan kebringasan teroris Budha.

Lalu bandingkan saat khilafah masih berdiri, dikisahkan Seorang budak muslimah yang minta tolong karena diganggu dan dilecehkan oleh orang Romawi, kainnya dikaitkan ke paku sehingga ketika berdiri, terlihatlah sebagian auratnya.

Wanita itu lalu berteriak memanggil nama Khalifah Al-Mu'tashim billah dengan lafadz yang legendaris: waa mu'tashimaah!.

Setelah mendapat laporan mengenai pelecehan ini, maka sang Khalifah pun menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menyerbu kota Amoria dan melibas semua orang kafir yang ada di sana (30.000 prajurit Romawi terbunuh dan 30.000 yang lain ditawan)

Bayangkan....Harga diri seorang budak wanita, lebih mahal dari 30 ribu pasukan romawi. Harga diri seorang budak wanita lebih mahal dari kota Amuriah, bahkan demi mengembalikan martabat seorang budak wanita, seluruh pasukan kaum muslimin berbaris dari Amuriah (Turki) hingga Baghdad (ibukota khilafah saat itu)

Itulah junnah, perisai umat yang terkoyak, ketiadaanya menyebabkan petaka yang luar biasa bagi umat islam.
Walhu'alam bishowab....

*umat islam butuh khilafah dan menuju khilafah islam harus berdaulat di negeri sendiri*

Selasa, 05 September 2017

KEKEJAMAN ALGOJO BUDHA MYANMAR

▪ Sekejam-kejamnya Rodovan Karadzic dan Slobodan Milosevic, jagal Kristen Serbia di camp Sebrenica, yang dia bantai habis hanyalah para lelaki Muslim Bosnia.

▪ Sebengis-bengisnya Ariel Sharon, jagal Yahudi Israel di camp Sabra Shatila, alat yang dia pakai adalah senjata api otomatis untuk membantai habis pengungsi Palestina.

▪Tapi lihatlah kekejaman kaum musyrik Buddha Myanmar terhadap Muslim Rohingya :
- Menyembelih wanita dan menampung darahnya diember setelah terlebih dahulu menelanjanginya.
- Membelah perut wanita hamil dan mengeluarkan 2 bayinya. Lalu mencincangnya hidup-hidup.
- Merobek kemaluan wanita hingga ke perutnya, lalu mengeluarkan isi perutnya seperti hewan sembelihan.
- Menggorok bayi bayi tak berdosa dengan leher menganga lebar.
- Membakar hidup-hidup dan memanggang bayi dan anak-anak kecil.
- Menyetrum bayi dan anak-anak kecil, memukulnya lalu menyiksanya seperti mainan.
- Mencincang wanita wanita tua renta dan merobek-robek isi perutnya hingga terburai.
- Memenggal kepala para wanita dan nenek-nenek tua renta. Lalu memamerkannya.
- Membakar para wanita, anak-anak hingga nenek tua renta dalam kondisi masih hidup.
- Memutilasi hidup-hidup bagian tubuh para wanita dan nenek nenek tua renta. Dan masih banyak lagi.

Sangat memuakkan
Semua kebiadaban itu direkam dan dipertontonkan kepada dunia, bahkan disaksikan langsung oleh wanita dan anak-anak kaum musyrik Buddha Myanmar. Seolah mereka ingin mengatakan, bahwa Muslim Rohingya adalah manusia manusia hina yang tiada harganya sehingga layak dicincang bagai binatang.

Jika dengan wanita, orang tua dan nenek renta, anak-anak balita hingga bayi tak berdosa saja mereka sebegitu tega berbuat kejam, sadis dan bengis. Maka bisa dipastikan perlakuan yang jauh lebih keji mereka pasti telah lakukan kepada para lelaki dewasa. Masihkah kita berdiam diri melihat saudaranya dianiaya, disiksa bahkan pelanggaran HAM terbesar dalam sejarah peradaban manusia. Sangat biadab.

Ya Allah ya Rabb, sungguh kebiadaban yang tak tergambarkan lagi dengan kata-kata.

Senin, 04 September 2017

SURAT TERBUKA FAHRI HAMZAH UNTUK JOKOWI

Pak @jokowi yth,
Ada genosida di Rakhine, Apakah bapak belum dengar? Apakah bapak belum lihat?

Kami telah menyaksikannya berkali-kali dan menangis berkali-kali...doa bangsa dalam Idul Adha kemarin dipenuhi rintihan #SaveRohingya.

Jutaan bangsa kita dan di belahan dunia lain terpukul dan terhempas rasa hina..karena tak bisa berbuat apa-apa...

Genosida kepada Rohingya terlalu kasat mata, biadab dan tak bisa ditulis kata-kata. Dunia terdiam dan tidak menyangka.

Bicaralah bapak Presiden, Berwibawa lah bapak Presiden, Karena bapak adalah pemimpin bangsa beradab! Bangsa merdeka!

Orang tidak bisa disalahkan karena menyembah Tuhan yang berbeda...karena Pancasila berketuhanan yang maha esa.

Orang tidak bisa diusir dan dibantai karena berbeda suku dan warna kulit karena Pancasila kemanusiaan yang adil dan beradab..

Tegakkan Pancasila bapak Jokowi, Kemanusiaan adalah jiwa universal ideologi negara kita! Karena itu penjajahan harus dihapuskan!

Bersikaplah bapak Jokowi, Tunjukkan kepada dunia bahwa kita bangsa besar agar kami memiliki kebanggaan!

Bapak @jokowi yang terhormat,
Sampai hari ini sudah 30.000 Muslim Rohingya terusir ke hutan dan sungai...

Sebagian telah menemukan ajal karena dibantai atau karena sakit tak terobati, perburuan, kelaparan dan sakit terus mendera...

Bapak tidak perlu menunggu berita baru karena ini telah sangat nyata. Dunia telah berteriak kencang..Dengarlah!

Panggillah duta besar Myanmar dan minta penjelasan, jangan percaya propaganda sepihak mereka...ungkap fakta.

Panggil duta besar kita pulang dan minta penjelasan intelijen negara...dan minta pertanggungjawaban mereka...

Jika mereka menolak bertanggungjawab dan tidak jujur dengan situasi yang ada maka apa boleh buat pertemanan kita hentikan sementara..

Kita telah membantu Myanmar secara aktif sejak Presiden @SBYudhoyono karena kita ingin mereka berubah seperti kita..

Tapi tidak seperti militer kita, militer Myanmar haus kuasa, mereka mengacau dan tidak terkendali...

Tapi itu urusan pemimpin sipil yang katanya hebat berkelas dunia seperti Aung San Su kyi itu. Ternyata tak berdaya.

Urusan kita adalah kemanusiaan yang adil dan beradab, dan tentang orang-orang yang terusir karena menyembah Tuhannya.

Itu saja, Kita telah tunjukkan kebaikan sebagai tetangga, menarik mereka ke ASEAN segala. Tapi mereka tak tau adab kita..

Ya sudah, Tinggalkan mereka agar mereka sadar bahwa dunia mengucilkan mereka karena sikap yang menghina manusia.

Bapak pemimpin negara demokrasi terbesar nomor tiga di dunia...

Bicaralah kepada dunia yang bebas bahwa ada sekelompok manusia yang sedang mengalami genosida di abad 21 yang megah..

Sangat kelihatan klu Presiden Turki Bapak Erdogan Sangat Pancasialis...tapi Presiden kita??????

2 September 2017

(FAHRI HAMZAH)

Sabtu, 02 September 2017

AWAL MULA GENOSIDA MUSLIM ROHINGYA

Takut seperti Indonesia, Alasan Budha Myanmar Membantai Muslim Rohingya"

Tokoh biksu nasionalis Wirathu mengungkapkan pengakuannya terkait konflik agama di Myanmar.
Pengusung gerakan 969 ini takut Myanmar akan seperti Indonesia setelah islam masuk ke nusantara pada abad ke-13. Pada akhir abad ke-16, Islam dapat menggantikan Hindu dan Buddha sebagai agama yang dominan di pulau-pulau utama di Indonesia.

Dengan menyebarkan nilai 969, Wirathu berupaya mengingatkan kaum Buddha. 'Lampu kuning' itu berisi tanda untuk mengawasi Muslim yang mulai menipiskan identitas Myanmar sebagai negara Buddha.

"Dengan uang, mereka lebih kaya dan menikahi perempuan Buddha Burma yang kemudian masuk Islam dan menyebarkan agama," katanya. Perilaku umat Islam itu, ujarnya, membuat pengikut kuil Buddha menjadi lebih sedikit.

Ketika Muslim menjadi kaya, mereka akan membangun masjid yang dibangun tidak sama dengan Pagoda dan Kuil Buddha.
"Mereka seperti musuh berpangkalan buat kita. Lebih banyak masjid, berarti lebih banyak musuh yang ada. Oleh karena itu, kita harus mempertahankannya."

Biksu ini mulai berkhotbah dengan gaya apartheid seperti gerakan 969 pada 2001

Ketika itu, ada laporan dari Departemen Luar Negeri AS tentang peningkatan kekerasan anti-Muslim di Myanmar. Sentimen anti-Muslim disulut pada Maret 2001. Ketika itu, Taliban menghancurkan patung Buddha di Bamiyan, Afghanistan.
Upaya provokasi Wirathu tetap berlangsung hingga dia ditahan pada 2003 dan divonis 25 tahun penjara. Dia diputus bersalah karena menyebarkan pamflet anti-Muslim yang menghasut kerusuhan komunal di tempat kelahirannya di Kyaukse, sebuah kota dekat Meikhtila.

Ketika itu, 10 Muslim tewas di Kyaukse karena pergerakan Buddha.

Salah satu tokoh penghasut anti-Islam di Myanmar adalah biksu Budha ini. Namanya Wirathu. Ia juga yang menghasut kerusuhan anti-Muslim pada kerusuhan tahun 2003 lalu. Setelah mendekam di penjara selama sembilan tahun, ia pun dibebaskan pada 2012 atas amnesti yang diberikan untuk ratusan tahanan politik, usai reformasi pascamiliter berkuasa.

Biksu yang berusia 45 tahun ini kini menjabat sebagai kepala biara di Biara Masoeyein Mandalay. Di kompleks luas itu ia memimpin sekitar 60 biksu dan memiliki pengaruh atas lebih dari 2.500 umat Budha di wilayah tersebut.

Dari basis kekuatannya itulah Wirathu memimpin sebuah gerakan cepat yang dikenal sebagai “969”. 969 adalah kampanye provokatif yang menyerukan umat Budha untuk memboikot bisnis Muslim dan masyarakat Muslim.

Tiga angka 9-6-9 mengacu pada berbagai atribut Budha, ajarannya dan kerahibannya. Namun dalam prakteknya, nomor tersebut telah menjadi merek bentuk radikal anti-Islam secara nasionalisme yang berusaha untuk mengubah Myanmar menjadi seperti negara apartheid .

Kami memiliki slogan: Ketika Anda makan, makan di 969, ketika Anda pergi, pergi ke 969, ketika Anda membeli, membeli ke 969,” kata Wirathu dalam sebuah wawancara di kuilnya di Mandalay.
Wirathu mulai memberikan serangkaian pidato kontroversial 969 sekitar empat bulan yang lalu. “Tugas saya adalah untuk menyebarkan misi ini,” katanya.

Gerakan 969 kemudian menyebar dengan cepat melalui stiker, brosur dan sebagainya. Stiker bertuliskan warna pastel disalut dengan angka 969 muncul di warung pinggir jalan, sepeda motor, poster dan mobil di seluruh pusat-pusat kota.

Bahkan, perusuh mengecat “969″ ketika gerakan massa Anti-Muslim berkecamuk di Kawasan Bago, dekat Yangon, usai khotbah biarawan tentang gerakan 969.

Gyobingauk, sebuah kota dari 110.000 orang di utara Minhla, massa menghancurkan sebuah masjid dan 23 rumah setelah tiga hari dari pidato oleh seorang biksu berkhotbah 969. Saksi mata mengatakan mereka muncul terorganisasi dengan baik, meratakan beberapa bangunan dengan buldoser.

Dua hari setelahnya, di Minhla, sebuah kota sekitar 100.000 penduduk berjarak beberapa jam dari Yangon, 2.000 umat Buddha berdesakan dalam sebuah pusat komunitas pada tanggal 26 -27 Februari untuk mendengarkan Wimalar Biwuntha, seorang kepala biara dari Negara Mon. Dia menjelaskan bagaimana biarawan di negara itu mulai menggunakan 969 untuk memboikot perusahaan-Muslim.

Setelah pidato, suasana di Minhla menjadi rusuh, kata Tun Tun, 26, seorang pemilik toko teh-Muslim. katanya. Sebulan kemudian, sekitar 800 umat Buddha bersenjata dengan pipa logam dan palu menghancurkan tiga masjid dan 17 rumah Muslim dan tempat bisnis, menurut polisi. Tidak ada yang tewas, tapi dua-pertiga dari Muslim yang melarikan diri dari Minhla belum kembali, kata polisi.

Sejak pidato itu, orang-orang di desa kami menjadi lebih agresif , kami kehilangan pelanggan,” kata Tun Tun, yang tokonya dan rumah yang hampir hancur oleh Budha pada 27 Maret lalu. Ia menambahkan, salah satu penyerangnya bersenjatakan gergaji mesin.

Demikian parahnya gerakan 969, hingga kepolisian pun bergabung dalam konspirasi Anti-Islam itu. Pejabat polisi setempat dilaporkan membuat kesepakatan dengan massa: Para perusuh diizinkan 30 menit untuk merampok sebuah masjid sebelum polisi akan membubarkan kerumunan massa. Namun, ketika ditanya oleh Reuter, polisi setempat membantah telah membuat kesepakatan seperti itu.

Wirathu membantah mengorganisir para biarawan di Meikhtila dan di tempat lain. Dia mengakui hanya menyebarkan 969 dan memperingatkan bahwa Muslim menipiskan identitas negara Budhis. Itu adalah komentar yang telah dilakukan berulang-ulang dalam pidato dan media sosial dan melalui telepon dalam beberapa pekan terakhir.

Wirathu sangat membenci Islam. Ia mengklaim posisinya sebagai “Osama bin Laden nya Burma.” Wirathu tidak ingin ada masjid lagi di bumi Myanmar.

Jumlah muslim Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia. Tapi kenapa  sampai saat ini Indonesia masih cenderung diam.?! Mana sikap pemimpin negeri ini...?!!!
Islam Atau PKI kah pemimpin negeri ku ini...?!!!

😎😎😎