Tampilkan postingan dengan label muslim uighur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muslim uighur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Oktober 2017

KESAMAAN IDEOLOGI KEJAM SYIAH DAN KOMUNIS

Sebagai dua saudara kandung, keduanya memiliki banyak sekali kesamaan sifat genetik. Disini, penulis berusaha mengurai beberapa kesamaan antara Syi’ah dan Komunis berdasarkan catatan sejarah kedua gerakan ini, diantaranya:

1. Lahir Dari Rahim Yahudi

Syi’ah adalah sekte sesat dan menyimpang yang dicetuskan oleh seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba’ yang menyusup dalam tubuh kaum muslimin setelah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam wafat. Abdullah bin Saba’ berhasil menciptakan sebuah gerakan paling berbahaya dan paling merusak sepanjang sejarah umat Islam sampai hari ini.

Sedangkan Komunis dikonsep oleh seorang filsuf Yahudi bernama Karl Marx. Perkembangan gerakan ini juga dipenuhi dengan catatan yang kelam bagi sejarah umat manusia. Seluruh negara yang dikuasai oleh rezim Komunis pasti telah atau sedang mengalami tragedi pembantaian, pelanggaran HAM berat dan berbagai kejahatan kemanusian lainnya.

2. Dibangun di atas dendam dan ketidakpuasaan terhadap keadaan

Prinsip dasar Syi’ah dibangun diatas klaim pembelaaan terhadap Ahlu Bait yang mereka anggap telah dikhianati dan didhalimi oleh sebagian besar Sahabat Nabi radhiyallahu anhum. Syi’ah menolak kekhalifahan kaum muslimin pada umumnya dan mengklaim bahwa hanya para Imam dari kalangan Ahlu Bait yang paling berhak menjadi Khalifah.

Adapun Komunis merupakan gerakan yang dibangun untuk melawan ketidakadilan dan keserakahan sistem Kapitalis yang mencekik kaum buruh dan petani. Ide-ide komunisme dianggap sebagai respon terhadap kegagalan sistem Kapitalis yang telah gagal menyeratakan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat.

3. Revolusi dan kudeta

Syi’ah terkenal lihai dalam menjalankan operasi senyap dan gerakan underground. Mereka memiliki kemampuan kaderisasi yang militan dan misterius. Syi’ah akan terus bergerak halus dalam senyap dan nyaris tidak tercium publik. Hingga suatu saat mereka telah kuat dan besar, maka mereka akan melakukan pemberontakan dan revolusi untuk dapat menguasai suatu negeri.

Komunis juga memiliki pola yang serupa, membangun kekuatan dengan strategi yang halus. Pergerakan mereka kerap kali menggunakan kedok komunitas pembela hak-hak buruh atau petani, dan juga berupa perhimpunan mahasiswa ataupun aktivis-aktivis sosial. Dan suatu saat ketika jumlah mereka telah banyak dan telah memiliki kekuatan, maka mereka akan mengkudeta pemerintahan suatu negeri untuk memaksakan penerapan sistem komunis.

Contoh terdekat untuk pembahasan dalam poin ini adalah peristiwa pemberontakan Syi’ah Houthi di Yaman dan pengkhianatan G30S/PKI di Indonesia.

4. Haus Darah Kaum Muslimin

Syi’ah:

Pada tahun 100 H Syi’ah Rafidah membunuh 500.000 kaum muslimin di Khorasan. Pada tahun 280 H Syi’ah Zaidiah membunuh 50.000 kaum muslimin di Yaman. Pada tahun 317 H Syi’ah Qurmutiah menyerang Masjidil Haram Mekah, mencuri dan merusak Hajarul Aswad dengan 8 cukilan serta membunuh 400.000 jamaah haji.

Pada tahun 483 H Syi’ah Hashasheen (Assasens) membunuh Imadud Dien Zinki dan 200.000 kaum muslimin di Mesir. Pada tahun 656 H Syi’ah Alawiah bersama Hulagu menyerag Baghdad membunuh lebih 800.000 orang di Iraq dan lebih 2 juta orang di Suriah, Lebanon, Jordan dan Palestina.

Pada tahun 907 H Syi’ah Safawiah membunuh 1 juta Sunni di Iran. Pada tahun 1407 H Syi’ah Iraq membunuh 402 warga Saudi selama haji, 85 di antaranya adalah polisi. Pada tahun 1982 M Syi’ah Alawiah membunuh 40.000 kaum muslimin di Homs Suriah. Pada tahun 2011 M hingga detik ini Syiah ‘Alawiah Nushairiyah telah membunuh lebih dari 450,000 kaum muslimin di Suriah. Dan belasan ribu lainnya yang sedang dibantai oleh Syi’ah di Iraq dan Yaman hari ini.

Komunis:

Jutaan jiwa kaum muslimin telah menjadi korban pembantaian sepanjang masa penjajahan Uni Soviet atas wilayah Chechnya, Dagestan, Uzbekistan, Turkmenistan, Azerbaijan, Kazakhtan dan lain-lain. Penderitaan terberat dirasakan oleh kaum muslimin di wilayah Kaukasia. Dan jutaan lainnya juga telah menjadi korban akibat invasi militer Uni Soviet di Afghanistan dalam rentang 1979 hingga 1989.

Ratusan ribu kaum muslimin Uighur dibantai oleh rezim Komunis China hingga hari ini. Mereka dilarang menjalankan ibadah dan bahkan dilarang berpenampilan muslim. Belasan ribu lainnya terpaksa mengungsi melarikan diri ke negara-negara yang mau menampung mereka.

Ribuan kaum Muslimin Kamboja telah syahid dibantai oleh rezim Komunis Khmer Merah. Para muslimat diperkosa dan diperlakukan layaknya hewan. Berbagai penderitaan dan tekanan masih menghantui hidup kaum muslimin disana hingga hari ini.

Kaum muslimin Indonesia juga tidak asing dengan kebiadaban dan kekejaman Komunis. Partai Komunis Indonsia (PKI) telah membantai ribuan kaum muslimin sepanjang sejarah ia berdiri hingga akhirnya dibubarkan. Peritiwa Madiun 1948 adalah salah satu contoh kejahatan PKI yang tidak akan terlupakan.

Senin, 11 September 2017

JIKA MENDENGAR MYANMAR APA KESAN ANDA ?

Negara adidaya, super power, dengan kekuatan militer no : 1 di dunia, memiliki ratusan roket berhulu ledak nuklir ?

Tidak....Myanmar cuma negara kecil, kumuh, terbelakang, dengan kekuatan militer yang tak diperhitungkan dunia. Tapi apapun itu.... Myanmar membuat dunia islam malu, dalam 3 hari saja sebanyak 3000 umat islam dibantai, dimutilasi hidup hidup dan lebih dari 50% muslimah mengalami pelecehan seksual.

Ke mana pasukan negara islam yang kuat militernya, semacam Turki, Mesir, Qatar atau saudi ?

Sungguh sebenarnya, cukup militer Indonesia dan Malaysia saja yang maju berperang, saya yakin Myanmar pasti akan hancur-lebur. Tapi mengapa Myanmar begitu berani membantai muslim Rohingya tanpa ada rasa takut pada umat islam?

Karena Pemerintah Myanmar tahu, Monster betina Aung San Suu Kyi yakin, bahwa negara negara Islam tidak akan membantu muslim Rohingya. Seluruh pemimpin dunia islam pasti akan menutup mata dan membelenggu tangan-tangan mereka sendiri.

Ingat....Kasus Rohingya tidak terjadi hari ini saja, genosida itu berlangsung sejak tahun '90an. Namun tidak ada satupun negara yang berani mengirimkan militer mereka guna membela muslim Rohingya (paling banter hanya kecaman dan ancaman/ gertak sambal belaka), padahal jika mau....dengan senjata nuklirnya, Pakistan bisa menghapus Myanmar dari peta dunia kapanpun itu.

Apa sebabnya pemimpin dunia islam diam?

Anda benar.... Karena muslim Rohingya itu bukan urusan mereka, orang rohingya bukan warga negara mereka. Anda masih ingat "Manusia Perahu Rohingya" (tahun 2012, 2015 dan 2016) yang di tolak masuk ke negara negara berpenduduk muslim? Mereka diusir oleh tentara penjaga perbatasan. Lalu apa yang anda harapkan dari pemimpin boneka seperti mereka (paling pentok cuma kirim bantuan makanan dan obat obatan)

Jauh jauh hari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam, bersabda :

"Hampir tiba masanya, kalian akan diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.”
Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa takut dari dada musuh kalian terhadap kalian.

Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.
" Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahn itu?”
Nabi Saw, bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.”
(HR Abu Dawud 3745)

Wahai Umat Islam.....Hari ini hadits Rasulullah terjadi, umat islam seperti makanan yang di perebutkan, umat islam seperti ghutsa' buih kotor yang terombang-ambing lautan, banyak tapi tak bernilai, Allah mencabut rasa takut orang kafir terhadap kalian, lihat negara kecil macam Myanmar saja berani membantai umat islam.

Buka mata kalian, semua itu terjadi karena kita disekat  oleh virus yang bernama "Nasionalisme", umat islam dikerat menjadi negara kecil-kecil, dilemahkan dan jadi santapan monster-monster buas seperti Aung San Suu Kyi, George Bush, Obama, Putin, Ariel Sharon cs.

Masihkah kalian mengatakan, "Nasionalisme itu mu harga mati"
Masihkah kalian berani berkata bahwa "Khilafah bukan ajaran islam"

Lihatlah kondisi umat islam saat ini, bosnia telah luluh lantak, di afrika tengah umat islam diusir dan dibantai oleh teroris kristen, di Palestina umat islam diperangi oleh teroris Yahudi, di Irak, Afganistan, Suriah umat islam hancur lebur di adu domba oleh syiah dan Amerika, di China muslim Uighur juga dapat perlakuan yang keji oleh orang orang komunis, dan di Myanmar etnis Rohingya juga jadi santapan kebringasan teroris Budha.

Lalu bandingkan saat khilafah masih berdiri, dikisahkan Seorang budak muslimah yang minta tolong karena diganggu dan dilecehkan oleh orang Romawi, kainnya dikaitkan ke paku sehingga ketika berdiri, terlihatlah sebagian auratnya.

Wanita itu lalu berteriak memanggil nama Khalifah Al-Mu'tashim billah dengan lafadz yang legendaris: waa mu'tashimaah!.

Setelah mendapat laporan mengenai pelecehan ini, maka sang Khalifah pun menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menyerbu kota Amoria dan melibas semua orang kafir yang ada di sana (30.000 prajurit Romawi terbunuh dan 30.000 yang lain ditawan)

Bayangkan....Harga diri seorang budak wanita, lebih mahal dari 30 ribu pasukan romawi. Harga diri seorang budak wanita lebih mahal dari kota Amuriah, bahkan demi mengembalikan martabat seorang budak wanita, seluruh pasukan kaum muslimin berbaris dari Amuriah (Turki) hingga Baghdad (ibukota khilafah saat itu)

Itulah junnah, perisai umat yang terkoyak, ketiadaanya menyebabkan petaka yang luar biasa bagi umat islam.
Walhu'alam bishowab....

*umat islam butuh khilafah dan menuju khilafah islam harus berdaulat di negeri sendiri*