Tampilkan postingan dengan label syiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syiah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Oktober 2017

KESAMAAN IDEOLOGI KEJAM SYIAH DAN KOMUNIS

Sebagai dua saudara kandung, keduanya memiliki banyak sekali kesamaan sifat genetik. Disini, penulis berusaha mengurai beberapa kesamaan antara Syi’ah dan Komunis berdasarkan catatan sejarah kedua gerakan ini, diantaranya:

1. Lahir Dari Rahim Yahudi

Syi’ah adalah sekte sesat dan menyimpang yang dicetuskan oleh seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba’ yang menyusup dalam tubuh kaum muslimin setelah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam wafat. Abdullah bin Saba’ berhasil menciptakan sebuah gerakan paling berbahaya dan paling merusak sepanjang sejarah umat Islam sampai hari ini.

Sedangkan Komunis dikonsep oleh seorang filsuf Yahudi bernama Karl Marx. Perkembangan gerakan ini juga dipenuhi dengan catatan yang kelam bagi sejarah umat manusia. Seluruh negara yang dikuasai oleh rezim Komunis pasti telah atau sedang mengalami tragedi pembantaian, pelanggaran HAM berat dan berbagai kejahatan kemanusian lainnya.

2. Dibangun di atas dendam dan ketidakpuasaan terhadap keadaan

Prinsip dasar Syi’ah dibangun diatas klaim pembelaaan terhadap Ahlu Bait yang mereka anggap telah dikhianati dan didhalimi oleh sebagian besar Sahabat Nabi radhiyallahu anhum. Syi’ah menolak kekhalifahan kaum muslimin pada umumnya dan mengklaim bahwa hanya para Imam dari kalangan Ahlu Bait yang paling berhak menjadi Khalifah.

Adapun Komunis merupakan gerakan yang dibangun untuk melawan ketidakadilan dan keserakahan sistem Kapitalis yang mencekik kaum buruh dan petani. Ide-ide komunisme dianggap sebagai respon terhadap kegagalan sistem Kapitalis yang telah gagal menyeratakan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat.

3. Revolusi dan kudeta

Syi’ah terkenal lihai dalam menjalankan operasi senyap dan gerakan underground. Mereka memiliki kemampuan kaderisasi yang militan dan misterius. Syi’ah akan terus bergerak halus dalam senyap dan nyaris tidak tercium publik. Hingga suatu saat mereka telah kuat dan besar, maka mereka akan melakukan pemberontakan dan revolusi untuk dapat menguasai suatu negeri.

Komunis juga memiliki pola yang serupa, membangun kekuatan dengan strategi yang halus. Pergerakan mereka kerap kali menggunakan kedok komunitas pembela hak-hak buruh atau petani, dan juga berupa perhimpunan mahasiswa ataupun aktivis-aktivis sosial. Dan suatu saat ketika jumlah mereka telah banyak dan telah memiliki kekuatan, maka mereka akan mengkudeta pemerintahan suatu negeri untuk memaksakan penerapan sistem komunis.

Contoh terdekat untuk pembahasan dalam poin ini adalah peristiwa pemberontakan Syi’ah Houthi di Yaman dan pengkhianatan G30S/PKI di Indonesia.

4. Haus Darah Kaum Muslimin

Syi’ah:

Pada tahun 100 H Syi’ah Rafidah membunuh 500.000 kaum muslimin di Khorasan. Pada tahun 280 H Syi’ah Zaidiah membunuh 50.000 kaum muslimin di Yaman. Pada tahun 317 H Syi’ah Qurmutiah menyerang Masjidil Haram Mekah, mencuri dan merusak Hajarul Aswad dengan 8 cukilan serta membunuh 400.000 jamaah haji.

Pada tahun 483 H Syi’ah Hashasheen (Assasens) membunuh Imadud Dien Zinki dan 200.000 kaum muslimin di Mesir. Pada tahun 656 H Syi’ah Alawiah bersama Hulagu menyerag Baghdad membunuh lebih 800.000 orang di Iraq dan lebih 2 juta orang di Suriah, Lebanon, Jordan dan Palestina.

Pada tahun 907 H Syi’ah Safawiah membunuh 1 juta Sunni di Iran. Pada tahun 1407 H Syi’ah Iraq membunuh 402 warga Saudi selama haji, 85 di antaranya adalah polisi. Pada tahun 1982 M Syi’ah Alawiah membunuh 40.000 kaum muslimin di Homs Suriah. Pada tahun 2011 M hingga detik ini Syiah ‘Alawiah Nushairiyah telah membunuh lebih dari 450,000 kaum muslimin di Suriah. Dan belasan ribu lainnya yang sedang dibantai oleh Syi’ah di Iraq dan Yaman hari ini.

Komunis:

Jutaan jiwa kaum muslimin telah menjadi korban pembantaian sepanjang masa penjajahan Uni Soviet atas wilayah Chechnya, Dagestan, Uzbekistan, Turkmenistan, Azerbaijan, Kazakhtan dan lain-lain. Penderitaan terberat dirasakan oleh kaum muslimin di wilayah Kaukasia. Dan jutaan lainnya juga telah menjadi korban akibat invasi militer Uni Soviet di Afghanistan dalam rentang 1979 hingga 1989.

Ratusan ribu kaum muslimin Uighur dibantai oleh rezim Komunis China hingga hari ini. Mereka dilarang menjalankan ibadah dan bahkan dilarang berpenampilan muslim. Belasan ribu lainnya terpaksa mengungsi melarikan diri ke negara-negara yang mau menampung mereka.

Ribuan kaum Muslimin Kamboja telah syahid dibantai oleh rezim Komunis Khmer Merah. Para muslimat diperkosa dan diperlakukan layaknya hewan. Berbagai penderitaan dan tekanan masih menghantui hidup kaum muslimin disana hingga hari ini.

Kaum muslimin Indonesia juga tidak asing dengan kebiadaban dan kekejaman Komunis. Partai Komunis Indonsia (PKI) telah membantai ribuan kaum muslimin sepanjang sejarah ia berdiri hingga akhirnya dibubarkan. Peritiwa Madiun 1948 adalah salah satu contoh kejahatan PKI yang tidak akan terlupakan.

Sabtu, 23 September 2017

SITUASI KENEGARAAN SEGENTING INI

Musibah besar telah menimpa negeri ini:

انا لله وانا اليه راجعون

https://youtu.be/_zxVBNTS8o8

pemerintah  restu mentri agama dan mendapat jaminan keamanan oleh kepolisian yang diinstruksikan langsung oleh kapolri  Tito Karnavian melegalkan syiah.

Statemen pak Amin Rais bikin miris,  katanya 'saya belum pernah merasakan situasi kenegaraan segenting ini'
SURAT SAHABAT LUAR NEGERI

ASSALAMU ÁLAIKUM WR WB

Akhi tolong kasih tau teman-teman antum yang ada di sana tentang keadaan kami, agar mereka mengerti bahwasannya mereka bukan tinggal di negara yang aman....

Dan Jika kalian hari ini masih melihat Indonesia dalam keadaan tentram damai tidak seperti di belahan timur Palestina dan suriah saudara-saudara kita sedang mengalami peperangan, maka ketahuilah bahwa yang akan terjadi di Indonesia kelak jauh lebih dahsyat dari yang terjadi di Palestina dan Suriah, karena musuh-musuh kita sekarang ini sedang menyusun rencana besar.

• 15 juta kader PKI di Indonesia siap menghancurkan islam.
• 5 juta orang orang syiah di indonesia siap merontokan islam ahlusunnah waljamaah.
• Jutaan orang-orang yahudi siap habisi muslim indonesia.
• Puluhan juta orang orang sekuler alias islam munafiq siap bantu kader PKI dan syiah dalam aksinya.
Ratusan pejabat dan petinggi-petinggi negara dan penegak hukum tak berdaya alias luluh lantah menghadapi uang suap milyaran dari mereka.
• Dana ribuan trilyun sudah disiapkan oleh mereka untuk usir 200 juta lebih ummat islam dari bumi nusantara.

190 juta muslim indonesia belum tahu dan belum sdar bahwa negeri ini sedang dijajah bahkan hampir sdah jatuh sama mereka PKI-CINA, SYIAH, YAHUDI, SEKULER. Tugas anda berat wahai sahabat-sahabatku, sadarkan dan kasih tahu 190 juta muslim saudara-saudara kita yang saat ini masih asik dengan mainannya : asik dengan kerjaanya, asyik dng TVnya. Asyik travelingnya asyik dengan hobby-hobbynya asyik dengan motor gedenya mobil mewahnya, asyik dengan dunianya dan menjauh makin jauh dari agamanya.

Jazakallah khair akhi
Wassalam
_______________________________

Senin, 11 September 2017

PENYAIR YANG JUJUR DIHUKUM GANTUNG

Disebabkan syair yang dibuatnya memalukan Iran yang mengamalkan ajaran Syiah maka penyairnya dihukum gantung

Iran malu berat....ditelanjangi habis oleh warganya sendiri .
Indonesiaku belajarlah tentang siapa negara Iran..

Syiah Dipermalukan Oleh Seorang Penyair
Harap dibaca sampai selesai :

إعدام الشاعر الشيعي العراقي أحمد النعيمي صاحب قصيدة  "نحن شعب لا يستحي". قصيدة التي أحدثت ضجة كبيرة وزلزالاً في إران. حنان عبد الهادي نشر في فيتو يوم

27 - 12 – 2015
Eksekusi Penyair Syi’ah Iran ternama, Ahmad Nu’aimi, pemilik Sya’ir yang berjudul :

KITA BANGSA YANG TAK PUNYA MALU

Sya’ir ini yang berhasil membuat heboh bangsa Iran. Reporter Hanan Abdul Hadi baru baru ini (27-12-2015) melaporkan.
Berikut kami sajikan sya’ir bersama terjemahannya :

نحن   شعب لا يستحي
                                                                                
Kita bangsa yang tak punya malu

حقائق   تاريخية يجب أن لا تنسى  
                                       
_*Fakta-fakta sejarah dunia yang tak boleh di lupakan*_

من الذي فتح الشام والعراق وفارس؟ عمر بن الخطاب   (سني)

Siapakah yang menaklukkan Syam, Irak dan Persia? Umar bin Khattab (Sunny)

من   الذي فتح بلاد السند والهند وما وراء النهرين؟ محمد بن   القاسم (سني)

Siapakah yang telah membuka negeri Sindi, India dan negeri-negeri di sekitar sungai oxus (Uzbekistan, Kazakhstan, Tajikistan dan Turkmenistan.)?   Muhammad bin Al-Qasim (Sunny)

من   الذي فتح شمال إفريقيا؟
قتيبة   بن مسلم الباهلي (سني)

Siapakah yang mengekspansi Afrika Utara? Qutaibah bin Muslim Al-Bahily (Sunny)

من   الذي فتح الأندلس؟  طارق   بن زياد (سني) وموسى بن نصير (سني)

Siapakah yang membuka Andalusia? Thariq bin Ziyad (Sunny) dan Musa bin Nushair (Sunny)

من   الذي فتح القسطنطينية؟ محمد   الفاتح (سني)

Siapa penakluk Konstantinovel? Muhammad Al-Fatih (Sunny)

من   الذي فتح صقلية؟  أسد   بن الفرات (سني)

Siapakah yang menaklukkan Sisilia? Asad bin Al-Furaat   (Sunny) 

من   الذي أنشأ حضارة الأندلس وجعلها منارة علم؟ حكام الخلافة الأموية الثانية (أهل   السنة)

Siapakah yang menciptakan peradaban di Andalusia dan menjadikannya pusat ilmu?  Para khalifah Umawiyyah yang ke dua (Sunny)

من   الذي قاد المسلمين في حطين؟ صلاح الدين الأيوبي (سني)

Siapakah Panglima perang Kaum Muslimin pada peperangan Hittin?  Shalahuddin Al-Ayyuby (Sunny)

من   الذي قاد المسلمين في عين جالوت وهزم التتار؟ سيف الدين قطز (سني) وركن الدين   بيبرس (سني)

Siapakah yang memimpin kaum muslimin pada   peperangan A’in Jalut dan mengalahkan bangsa Tatar?  Saifuddin Qutz (Sunny) dan Ruknuddin Baibars (Sunny)

من   الذي كسر غرور إسبانيا بالريف المغربي؟ عبد الكريم   الخطابي (سني)

Siapakah yang berhasil mematahkan kesombongan Spanyol di Negara Maroko? Abdul Karim Al-Khattaby (Sunny)

من   الذي أجبر إيطاليا على إعادة حساباتها في ليبيا؟ عمر المختار   (سني)

Siapakah yang memaksa Italia untuk memperhitungkan   bangsa Libya? Umar Al-Mukhtar (Sunny)

وحديثا..
                                                                                                                                      Dan terkini

من   الذي قهر الروس في الشيشان وفتح مدينة غروزني؟ خطاب (سني)

Siapa yang mengusir Rusia dari bumi Chechnya dan   menaklukkan kota Grozny? Khattab (Sunny)

من   الذي مرغ وجه الناتو في التراب بأفغانستان؟  (أهل   السنة)

Siapa yang telah membungkamkan wajah NATO di Afghanistan?   Ahlu Sunnah (Sunny)

من   الذي أجبر الأمريكان على الخروج من العراق؟ (أهل السنة)

Siapa yang memaksa Amerika untuk keluar meninggalkan Irak? Ahlu Sunnah (Sunny)

من   الذي أقض مضاجع اليهود في فلسطين؟  أحمد   ياسين (سني)

Siapa yang telah mengganggu tidurnya kaum yahudi di Palestina? Ahmad Yasin (Sunny) 

لكن،   ماذا نحن تركنا لأبنائنا من الشيعة في المقابل..؟؟!!!

Lalu, Jasa apa yang telah kita tinggalkan bagi anak cucu kita dari Syiah sebagai imbalan..??!!!

من   الذي غدر بالحسين حين أخرجه ثم تخلى عنه في كربلاءة؟ المختار   الثقفي (شيعي)

Siapa yang telah mengkhiyanati Al-Husein, membujuknya untuk keluar menuju kufah kemudian membelot darinya di karbala?  Al-Mukhtar Ats-Tsaqafy (Syi’ah) 

من   الذي غدر بالخليفة العباسي الراضي بالله؟  البويهيون (شيعة)

Siapa yang mengkhiyanati khalifah Abbasiyah Al-Radhi billah?  Kaum Buwaihy (Syiah)

من   الذي مكن للتتار دخول بغداد؟  ابن   العلقمي (شيعي)

Siapa yang membuka jalan bagi bangsa Tatar   masuk ke Baghdad?  Ibnu Al-Alqamy (Syi’ah)

من   الذي كان يزين لهولاكو سوء أعماله؟ نصير الطوسي (شيعي)

Siapa yang menganggap baik tindakan Hulagu   Khan? Naseer Ath-Thusy (Syi’ah)

من   الذي أعان التتار في هجومهم على الشام؟  (الشيعة)

Siapa yang membantu Tatar dalam penyerbuannya ke Syam? (Syi’ah)

من   الذي حالف الفرنجة ضد المسلمين؟  الفاطميون   (شيعة)

Siapakah yang bersekutu dengan Prancis   melawan kaum muslimin? Negara Fathimiyyah (Syi’ah)

من   الذي غدر بالسلطان السلجوقي؟ طغرل بك البساسيري (شيعي)

Siapa yang mengkhianati kesulthanan Seljuk Raya (Syi’ah) 

من   الذي أعان الصليبيين على الاستيلاء على بيت المقدس؟ أحمد بن عطاء   (شيعي)

Siapa yang membantu kaum salib menguasai Baitul Maqdis? Ahmad bin Atha’ (Syi’ah)

من   الذي دبر لقتل صلاح الدين؟  كنز   الدولة (شيعي)

Siapa yang mendalangi pembunuhan Sulthan Shalahuddin Al-Ayyuby? Kanzud daulah (Syi’ah)

من   الذي استقبل هولاكو بالشام؟  كمال   الدين بن بدر التفليسي(شيعي)

Siapa yang menyambut kedatangan Hulagu Khan di Syam? Kamaluddin bin badr Ath-Taflisy (Syi’ah)

من   الذي سرق الحجر الأسود وقتل الحجيج في الحرم؟ أبو طاهر القرمطي
(شيعي)

Siapakah yang mencuri Hajar Aswad dan membantai jama’ah haji di Masjidil Haram? Abu Thahir Al-Qarmathy (Syi’ah)

من   الذي ساعد محمد علي في هجومه على الشام؟ (الشيعة)

Siapa yang membantu Muhammad Aly dalam   penyerangannya terhadap Syam? (Syi’ah)

من   الذي ساعد نابليون في هجومه على الشام؟ (الشيعة)

Siapa yang membantu Napoleon Bonaparte dalam penyerangannya terhadap Syam? (Syi’ah)
وحديثاً....
                                                                                                                                       _*Dan terkini - - ->*_

من   الذي يهاجم المراكز الإسلامية باليمن؟  الحوثيون   (شيعة)

Siapa yang menyerang Markaz-Markaz Islamiyah di Yaman ? Kaum Hutsi (Syi’ah)

من   الذي بارك الغزو الأمريكي لبلاد العراق؟  السيستاني   والحكيم (شيعة)

Siapa yang memberkati invasi Amerika atas Syam? As-Sistany & Al-Hakim (Syi’ah)

من   الذي بارك الغزو الصليبي لبلاد أفغانستان؟ إيران (شيعة)

Siapa yang mengapresisi invasi salibis atas   Afghanistan? Iran (Syi’ah)

من   الذي يحارب الثورة السورية ببلاد الشام؟ إيرانيون   وعراقيون وأفغان ومرتزقة آخرون (شيعة)

Siapa yang memerangi revolusi Suriah di Syam? Iran, Iraq, Afghan, dan mafia-mafia bayaran lainnya (Syi’ah)

ﻣﻦ ﻗﺎﻝ : " ﻧﺤﻦ ﻣﻊ ﺑﻮﺭﻣﺎ ﻓﻲ ﻣﻜﺎﻓﺤﺔ ﺍﻹﺭﻫﺎﺏ " ؟ ﺃﺣﻤﺪﻱ ﻧﺠﺎﺩ ‏( ﺷﻴﻌﻲ ‏)
  
Siapakah yang berkata: “kami bersama Burma dalam memberantas terorisme”? Ahmadi Nejad (Syi’ah)

من   الذي وقف مع النظام الفاسد بسوريا الذي يقصف الشعب ببراميل متفجرة بحجة قتال   التكفيريين ثمّ يؤيد روسيا الملحدة في تدخلها في سوريا؟ خامنئي (شيعي)

Siapa yang berdiri bersama rezim Basyar di Suriah, yang telah membom rakyatnya dengan bom barel dengan dalih memerangi   kelompok-kelompok ekstrimis, kemudian mendukung Rusia atheis dalam intervensi Suriah ? Aly Khaman’iy (Syi’ah)

على   مر التاريخ لسان وأقلام الشيعة ضد الكفار بزعمهم وقلوبهم معهم...
بينما   لسانهم وأقلامهم وسيوفهم في صدور المسلمين السنة...
هذا   هو الغزو الفكري الحقيقي للسائل عنه.
ولو   أردنا سرد جميع الحقائق لاحتاج الأمر لمجلدات..!!!

Sepanjang sejarah pena-pena Syi’ah dipakai untuk melawan kaum kuffar dengan klaim yang mereka bangun, sedangkan hati-hati mereka   bersama kaum kuffar…
Adapun lisan-lisan Syi’ah dan pena-pena mereka begitu pula pedang-pedang mereka tertuju ke dada-dada kaum muslimin
Inilah perang pemikiran yang sebenarnya bagi yang bertanya
Jika kita mengurutkan fakta-fakta yang ada, maka hal itu membutuhkan berjilid jilid kertas

ألسنا   من بايع الحسين ثم خنّاه؟

Bukankah kita yang membaiat Al Husain, lalu kita pula yang mengkhianatinya..?

ألم   تكن قلوبنا معه وبسيوفنا ذبحناه؟

Bukankah hati kita bersamanya, lalu mengapa pedang-pedang kita pula yang membunuhnya?

ألم   نبكي الحسن بعد أن سممناه؟

Bukankah kita yang menangisi Al Hasan setelah kita meracuninya..??

ألسنا   من والى علي وفي صلاته طعناه؟

Bukankah kita yang mengangkat Ali menjadi khalifah? Lalu kita pula yang menusuknya dalam shalatnya..!

ألسنا   من عاهد عمر ثم غدرناه؟

Bukankah kita yang mengikat janji dengan Umar ? Kita pula yang mengkhianatinya!

ألم   ندعي حبه، وفي الصلاة لعّناه؟

Bukankah kita mengaku cinta padanya? Tetapi kita laknat pula ia dalam shalat kita

قسمًا!.. نحن شعب لا يستحي

Sungguh..! kita memang bangsa yang tak punya malu..!!

نحن   قطاع الطرق وخونة الدار

Kita adalah para perampok dan pengkhianat di rumah sendiri

نهدر   دم المسلم ونهجم على الجار

Kita tumpah darah muslim lalu kita tuduhkan pada tetangga

نعتمر   عمائم بيضاء وسوداء وما تحتهما عار

Kita kenakan sorban hitam dan putih Tetapi isinya tidak lebih dari sesuatu yang memalukan

والله   نحن شعب لا يستحي

Demi Allah, kita memang bangsa yang tak punya malu..

نحن   جيش القادسية وجيش القدس وجيش ام المعارك وجيش المهدي

Kita mengaku sebagai tentara Qadisiah dan Al-Quds, tentara Ummul Ma’rik dan Al Mahdi yang ditunggu

ونحن   أيضًا أتباع الأعور الدجال

Tetapi kita juga adalah para pengikut Dajjal si mata satu !

نحن   خدم الحسينيات والجوامع والمساجد والكنائس والملاهي والبارات

Kita ada para pelayanan husainiyat, jawami’, masjid dan gereja. Tetapi kita juga pelayan night club dan bar..!!

ونحن   أيضًا أتباع الشيطان تحت السروال

Kita adalah para pengikut setan dalam urusan di balik celana

نحن   شعب لا يستحي

Kita, memang bangsa yang tak punya malu..!!

قاتلنا   إيران مع صدام

Kita perangi Iran bersama Saddam

وحاربنا   مع إيران ضد صدام

Lalu bersama Iran kita habisi Saddam

بربكم   هل رأيتم كهذا الحجم من الإنفصام

Demi Allah, pernahkah kalian menyaksikan paradok semacam   ini?  
نحن   شعب لا يستحي

Kita, memang bangsa yang tak punya malu..!!

مبروك....   عراقنا أكبر حديقة حيوان بشرية حكومتها إيرانية تحكم قطعانًا عراقية"
Selamat…
Irak, kini adalah kebun binatang terbesar sedunia, 
pemiliknya Iran dan binatang-binatangnya adalah Irak

#YAA ALLAH BERIKANLAH KEMENANGAN KEPADA MUJAHID DI MEDAN JIHAD. SEMOGA ALLAH MENURUNKAN ADZAB KEPADA KAUM SYIAH DAN KAUM KUFFAR LAINNYA.

Note:
Al Fatehah buat allahyarham. Semoga Allah mengampuni segala dosanya dan ditempatkan rohnya bersama roh para syuhada.

Semoga bermanfaat

AAMIIN AAMIIN YAA ROBBAL 'ALAMIIN..

Jumat, 11 Agustus 2017

MENGENAL ISIS DAN BAHAYANYA

Negara Islam (di) Irak dan Syam (Bahasa Arab: ﺍﻟﺪﻭﻟﺔ ﺍﻻﺳﻼﻣﻴﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺮﺍﻕ ﻭﺍﻟﺸﺎﻡ / al-Dawlah al-Islāmīyah fī al-ʻIrāq wa-al-Shām, Bahasa Inggris: Islamic State in Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State in Iraq and Syria atau Islamic State in Iraq and al-Shām (ISIS) adalah sebuah negara dan kelompok militan jihad yang tidak diakui di Irak dan Suriah.

Ada beberapa nama untuk menyebut kelompok militan di Irak dan Suriah ini. Tidak ada konsensus tentang bagaimana harus menyebut kelompok militan tersebut. Pemerintah Amerika Serikat sebagai “Negara Islam di Irak dan Levan” atau ISIL yang merupakan singkatan dari Islamic State in Iraq and the Levant. Beberapa media menyebutnya “Negara Islam di Irak dan Suriah” atau ISIS yang merupakan singkatan dari Islamic State in Iraq and Syria. Kelompok ini dalam bentuk aslinya terdiri dari dan didukung oleh berbagai kelompok pemberontak Sunni, termasuk organisasi-organisasi pendahulunya seperti Dewan Syura Mujahidin dan Al-Qaeda di Irak (AQI), termasuk kelompok pemberontak Jaysh al-Fatiheen, Jund al-Sahaba, Katbiyan Ansar Al-Tawhid wal Sunnah dan Jeish al-Taiifa al-Mansoura, dan sejumlah suku Irak yang mengaku Sunni.

ISIS dikenal karena memiliki interpretasi atau tafsir yang keras pada Islam Wahhabi dan kekerasan brutal seperti bom bunuh diri dan menjarah bank.Target serangan ISIS diarahkan terutama terhadap Muslim Syiah dan Kristen. Pemberontak di Irak dan Suriah ini telah menewaskan ribuan orang. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan lebih dari 2.400 warga Irak yang mayoritas warga sipil tewas sepanjang Juni 2014. Jumlah korban tewas ini merupakan yang terburuk dari aksi kekerasan di Irak dalam beberapa tahun terakhir. Aksi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ini telah menyebabkan tak kurang dari 30.000 warga kota kecil di timur Suriah harus mengungsi.

Tokoh Sentral di Balik Militan ISIS adalah Abu Bakar al-Baghdadi. Di bawah kepemimpinannya, ISIS menyatakan diri untuk bergabung dengan Front Al Nusra, kelompok yang menyatakan diri sebagai satu-satunya afiliasi Al-Qaidah di Suriah. ISIS memiliki hubungan dekat dengan Al-Qaeda hingga tahun 2014. Namun karena misi berbelok dari misi perjuangan nasional dengan menciptakan perang sektarian di Irak dan Suriah dan penggunaan aksi-aksi kekerasan, Al-Qaidah lalu tidak mengakui kelompok ini sebagai bagian darinya lagi. Abu Bakar al-Baghdadi bahkan bersumpah untuk memimpin penaklukan Roma.Pemimpin militan ISIS Abu Bakar al-Baghdadi ini juga menyerukan umat Islam untuk tunduk kepadanya.

Ideologi

ISIS adalah kelompok ekstremis yang mengikuti ideologi garis keras Al-Qaidah dan mematuhi prinsip-prinsip jihad global. Seperti Al-Qaidah dan kelompok-kelompok jihad modern lainnya, ISIS muncul dari ideologi Ikhwanul Muslimin, kelompok pertama di dunia Islam di akhir tahun 1920-an di Mesir yang mengikuti interpretasi anti-Barat yang ekstrim Islam, mempromosikan kekerasan sektarian dan menganggap mereka yang tidak setuju dengan penafsiran sebagai kafir dan murtad. Atas tindakannya yang merusak pusara-pusara suci dan pembongkaran kuburan para nabi dan awliya yang shaleh di Irak, Mufti Pemerintah Mesir, Prof. Dr. Syauqi Allam mengecam tindakan ISIS dan menganggapnya tidak sesuai dengan ajaran mazhab Islam yang mana pun dan bertentangan dengan kewajaran manusia.

Bahkan ISIS dianggap lebih berbahaya ketimbang Al-Qaidah karena mempunyai ribuan personel pasukan perang, yang siap mendeklarasikan perang terhadap mereka yang dianggap bertentangan atau menentang berdirinya negara Islam. Mereka menjadi kekuatan politik baru yang siap melancarkan serangan yang jauh lebih brutal daripada Al-Qaidah. Gerakan revolusi yang mulanya mempunyai misi mulia untuk menggulingkan rezim otoriter ini berubah menjadi tragedi. ISIS menjadi sebuah kekuatan baru yang siap melancarkan perlawanan sengit terhadap rezim yang berkuasa yang dianggap tidak mampu mengemban misi terbentuknya negara Islam. Ironisnya, mereka mengabsahkan kekerasan untuk menindas kaum minoritas dan menyerang rezim yang tidak sejalan dengan paradigma negara Islam. ISIS menjadi kekuatan politik riil dengan ideologi yang jelas dan wilayah yang diduduki dengan cara-cara kekerasan.

Sejarah Negara Islam Iraq dan Syam

ISIS sebelumnya adalah bagian dari Al-Qaidah. Dibawah kepemimpinan Abu Bakar al-Baghdadi ISIS sempat menyatakan diri bergabung dengan Front Al Nusra, kelompok yang menyatakan diri sebagai satu-satunya afiliasi Al-Qaidah di Suriah. Namun karena metode ISIS/ISIL dianggap bertentangan dengan Al-Qaidah lantaran telah berbelok dari misi perjuangan nasional dengan menciptakan perang sektarian di Irak dan Suriah, ISIS dianggap tidak lagi sejalan dengan Al-Qaidah. Sebagai balasannya, Front Al-Nusra lalu melancarkan serangan perlawanan terhadap ISIS/ISIL guna merebut kembali kontrol atas Abu Kamal, wilayah timur Suriah yang berbatasan dengan Irak. Namun karena kebrutalan dan ambisi dari ISIS yang tidak segan melakukan penyiksaan bahkan pembunuhan terhadap para penentangnya, ISIS bisa menguasai sebagian besar wilayah Irak. Bahkan dibawah kepemimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi ISIS mendeklarasikan Negara Islam di sepanjang Irak dan Suriah dan juga menyatakan Al-Baghdadi akan menjadi pemimpin bagi umat muslim di seluruh dunia.

Pada 15 Mei 2010 Diangkatlah pemimpin baru yaitu Abu Bakar Al-Baghdady untuk menggantikan Abu Umar Al Baghdady yang telah meninggal. Seiring dengan Revolusi di Jazirah Arab yang dikenal dengan Musim Semi Arab dalam menumbangkan para diktator seperti yang terjadi di Tunisia, Libya dan Mesir, maka terjadi pula revolusi di Suriah, hanya saja demonstrasi rakyat di Suriah disambut dengan kekerasan dari Tentara Presiden Bashar Assad. Akibatnya Rakyat Suriah melakukan perlawaan dalam kelompok-kelompok bersenjata. Kelompok-kelompok ini dibantu oleh para pejuang dari luar negeri termasuk dari Negara Islam Irak. Dan ketika kelompok-kelompok pejuang rakyat Suriah ini akhirnya mampu membebaskan beberapa kota termasuk wilayah perbatasan dengan Irak maka menyatulah beberapa kota di Irak dan di Suriah dalam kontrol Negara Islam Irak.

Kenyataan ini akhirnya membuat Negara Islam Irak mendeklarasikan Negara Islam Irak dan Syam pada 9 April 2013 dengan Pemimpinnya yaitu Abu Bakar Al-Bagdhdady juga. Pada Maret 2014 wilayah yang telah dikontrol oleh Negara Islam Irak dan Syam meliputi sekitar 400.000 km2 yang berarti lebih luas dari beberapa negara Arab seperti Qatar, Emirat Arab, Bahrain, Yaman, Lebanon dan lain-lain. Pada kota-kota yang berhasil dikuasai Negara Islam Irak dan Syam menyediakan fasilitas umum meliputi penyediaan listrik, transportasi, sekolah dengan buku-bukunya, kegiatan ekonomi seperti pasar, toko, pabrik roti, layanan internet, media (koran) , pengadilan dan pengamanan dari kriminalitas.
Tidak seperti di wilayah Irak, maka di wilayah Syuriah ISIS terlibat konflik dengan kelompok pejuang Syuriah lain seperti Jabhat An Nusrah, Jabhah Islamiyah, Ahrar AS Syam dan lain-lain.

Untuk meredakan konflik antar kelompok pejuang Suriah ini kemudian para ulama yang dianggap netral menggelar inisiatif untuk membentuk mahkamah syariah. Tetapi inisiatif ini tidak berjalan karena ISIS menolak pembentukan mahkamah syariah. Akibat dari penolakan ini dan karena statemen-statemen ISIS yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok lain sebagai kafir (takfiri), maka kelompok lainnya menganggap ISIS sebagai khawarij. Sehingga para ulama membagi konflik di Suriah ini menjadi 3 pertentangan aliran yaitu Syiah (dari pemerintah pimpinan Presiden Bashar Assad) kemudian kelompok Khawarij (ISIS) dan kelompok Ahlussunnah waljamaah (dari kelompok pejuang Syuriah lainnya seperti Jabhat An Nusra, Ahrar As Syam, Jabhah Islamiyah dan lain-lain)

Tujuan

Dari awal sampai pada pembentukan negara Islam murni telah menjadi salah satu tujuan utama dari ISIS. Menurut wartawan Sarah Birke, salah satu “perbedaan yang signifikan” antara Front Al-Nusra dan ISIS adalah bahwa ISIS “cenderung lebih fokus pada membangun pemerintahan sendiri di wilayah yang ditaklukkan”. Sementara kedua kelompok berbagi ambisi untuk membangun sebuah negara Islam, ISIS dengan “jauh lebih kejam … melakukan serangan sektarian dan memaksakan hukum syariah secara segera”. ISIS akhirnya mencapai tujuannya pada tanggal 29 Juni 2014, ketika itu dihapus “Irak dan Levant” dari namanya, dengan mulai menyebut dirinya sebagai Negara Islam, dan menyatakan wilayah okupasi di Irak dan Suriah sebagai kekhalifahan baru.

Pada pertengahan 2014, kelompok ini merilis sebuah video berjudul “The End of Sykes-Picot” berbahasa Inggris kebangsaan Chili bernama Abu Safiya. Video ini mengumumkan niatan kelompok ini untuk menghilangkan semua perbatasan modern antara negara-negara Islam Timur Tengah, khususnya mengacu pada perbatasan yang ditetapkan oleh Perjanjian Sykes-Picot selama Perang Dunia I.

Pusat Manajemen Pelayanan Publik

Negara Islam Irak dan Syam mendirikan satu lembaga pusat khusus yang membawahi berbagai aktivitas Negara terkait pelayanan publik. Departemen itu bernama “Al Idaaroh Al Islaamiyyah lil Khidmati al ‘Aammah” atau ↵yang berarti “Administrasi Islami Untuk Pelayanan Publik”, dengan dikepalai oleh seorang Direktur bernama Abu Jihad asy Syami. Kantor Al Idaaroh Al Islamiyyah menyediakan semua layanan kebutuhan dasar bagi warga dan kebutuhan umum lain seperti air, listrik , tepung (sembako), perawatan fasilitas umum, kebersihan lingkungan jalur komunikasi, sampai transportasi umum.Dalam penyediaan listrik dan saluran komunikasi, Al Idarooh Al Islamiyyah merilis daftar tarif ↵listrik hingga batas maksimal serta tarif internet dengan harga murah.Al Idarooh Al Islamiyyah sudah bekerja di hampir seluruh penjuru negeri, terutama Suriah Utara yang menjadi basis terkuat Negara Islam Irak dan Syam.

Wilayah yang diklaim

Pada tanggal 13 Oktober 2006, kelompok ini mengumumkan pembentukan Negara Islam Irak, yang mengklaim otoritas atas kegubernuran Irak di Baghdad, Anbar, Diyala, Kirkuk, Salah al-Din, Ninawa, dan bagian dari Babil. Setelah 2013 ekspansi kelompok ke Suriah dan pengumuman Negara Islam Irak dan Levant, jumlah wilâyah-provinsi-yang diakui meningkat menjadi 16. Selain tujuh wilâyah Irak, divisi Suriah, sebagian besar berbaring sepanjang batas provinsi yang ada, yaitu Al Barakah, Al Kheir, Al Raqqah, Al Badiya, Halab, Idlib, Hama, Damaskus dan Latakia.

Di Suriah, kursi kekuasaan ISIS berada di Kegubernuran Ar-Raqqah. Pemimpin utama ISIS, termasuk Abu Bakr al-Baghdadi, diketahui telah mengunjungi ibukota provinsi tersebut, Raqqah.

Keuangan

Sebuah studi dari 200 dokumen -surat pribadi, laporan pengeluaran dan daftar nama- diambil dari keanggotaan Al-Qaeda di Irak dan Negara Islam Irak yang dilakukan oleh RAND Corporation pada tahun 2014. Ditemukan bahwa dari tahun 2005 sampai 2010, sumbangan dari luar hanya sebesar 5% dari anggaran operasional kelompok, dengan sisanya dibesarkan di Irak. Dalam periode waktu yang diteliti, pos-pos yang diperlukan untuk mengirim hingga 20% adalah pendapatan hasil dari penculikan, pemerasan dan kegiatan lainnya ke tingkat berikutnya dari pemimpin kelompok itu. Komandan tingkat tertinggi kemudian akan mendistribusikan dana untuk pos-pos provinsi atau lokal yang sedang dalam kesulitan atau membutuhkan uang untuk melakukan serangan. Catatan menunjukkan bahwa Negara Islam Irak tergantung pada uang tunai anggota dari Mosul, yang kepemimpinan digunakan untuk menyediakan dana tambahan untuk berjuang secara militan di Diyala, Salahuddin dan Baghdad.

Pada pertengahan 2014, intelijen Irak mengorek informasi dari operasi ISIS yang mengungkapkan bahwa organisasi memiliki aset senilai US $ 2 miliar, menjadikannya kelompok jihad terkaya di dunia. Sekitar tiga perempat dari jumlah ini dikatakan diwakili oleh aset yang disita setelah kelompok mengambil Mosul pada bulan Juni 2014, termasuk mungkin US $ 429.000.000 dijarah dari bank sentral Mosul, serta jutaan tambahan dan sejumlah besar emas batangan yang dicuri dari bank lain di Mosul.

ISIS secara rutin melakukan pemerasan, dengan menuntut uang dari sopir truk dan mengancam akan meledakkan bisnis, misalnya. Merampok bank dan toko emas telah menjadi sumber pendapatan lain. Kelompok ini secara luas dilaporkan telah menerima dana dari pendonor swasta di negara-negara Teluk, baik Iran dan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki menuduh Arab Saudi dan Qatar telah mendanai ISIS, meskipun tidak dilaporkan ada bukti bahwa hal ini terjadi.

Kelompok ini juga diyakini menerima dana yang cukup besar dari operasinya di Timur Suriah, di mana ia telah mengkomandoi ladang minyak dan terlibat dalam menyelundupkan bahan baku dan artefak arkeologi. ISIS juga menghasilkan pendapatan dari produksi minyak mentah dan menjual tenaga listrik di Suriah utara. Beberapa listrik ini kabarnya dijual kembali kepada pemerintah Suriah.

Peralatan

ISIS telah menggunakan rudal Stinger ke udara, M198 howitzer, senjata DShK yang dipasang pada truk, senjata anti-pesawat, embak dorong otomatis dan setidaknya satu rudal Scud.
Ketika ISIS menaklukan Mosul pada bulan Juni 2014, mereka menyita sejumlah helikopter Blackhawk UH-60 dan pesawat kargo yang ditempatkan di sana. Namun, menurut Peter Beaumont dari The Guardian, tampaknya tidak mungkin bahwa ISIS akan mampu menempatkan mereka.

ISIS menangkap bahan nuklir dari Mosul University pada Juli 2014. Dalam sebuah surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, duta PBB Irak, Mohamed Ali Alhakim mengatakan bahwa bahan-bahan tersebut telah disimpan di universitas dan “dapat digunakan dalam pembuatan senjata kehacuran massal”. Ahli nuklir menganggap sebagai ancaman signifikan. Juru bicara Badan Tenaga Atom Internasional Gill Tudor mengatakan bahwa bahan-bahan yang disita adalah “kelas rendah dan tidak akan menyajikan keselamatan, keamanan yang signifikan atau resiko proliferasi bagi nuklir”.

Referensi :
Wikipedia
Mohlimo

MISI RAHASIA ORANG ORANG SYIAH

Inilah Dokumen Rahasia sekte syiah, tentang misi jangka panjang mereka (50 tahun), untuk menegakkan kembali dinasti Persia yang telah runtuh oleh Islam berabad-abad lamanya, sekaligus membumi-hanguskan negara-negara Ahlus Sunnah, musuh bebuyutan mereka. Dokumen ini disebarkan oleh Ikatan Ahlus Sunnah di Iran, begitu pula majalah-majalah di berbagai negara ahlus sunnah, termasuk diantaranya Majalah al-Bayan, edisi 123, Maret 1998.

Karena naskah yang tersebar adalah naskah dalam bahasa Arab, maka kami terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, agar orang yang tidak mampu berbahasa Arab pun bisa memahami isi naskah tersebut.

Sekarang kami persilahkan anda membaca terjemahannya:

(Bila kita tidak mampu untuk mengusung revolusi ini ke negara-negara tetangga yang muslim, tidak diragukan lagi yang terjadi adalah sebaliknya, peradaban mereka yang telah tercemar budaya barat akan menyerang dan menguasai kita.

Alhamdulillah, berkat anugerah Alloh dan pengorbanan para pengikut imam yang pemberani berdirilah sekarang di Iran, Negara Syiah Itsna Asyariyyah (syiah pengikut 12 imam), setelah perjuangan berabad-abad lamanya. Oleh karena itu, atas dasar petunjuk para pimpinan syi’ah yang mulia kita sekarang mengemban amanat yang berat dan bahaya, yakni: menggulirkan revolusi.

Kita harus akui, bahwa pemerintahan kita adalah pemerintahan yang berasaskan paham syi’ah, disamping tugasnya melindungi kemerdekaan negara dan hak-hak rakyatnya, kita juga wajib menjadikan pengguliran revolusi sebagai target negara yang paling utama.

Akan tetapi, karena melihat perkembangan dunia saat ini dengan aturan UU antar negaranya, maka tidak mungkin bagi kita untuk menggulirkan revolusi ini (dg serta merta), bahkan bisa jadi hal itu mendatangkan resiko besar yang bisa membahayakan kelangsungan kita.

Karena alasan ini, maka setelah mengadakan tiga pertemuan, dan menghasilkan keputusan, yang disepakati oleh hampir seluruh anggota-, kami menyusun strategi jangka panjang 50 tahun, yang terdiri dari 5 tahapan, setiap tahapan berjangka 10 tahun, yang bertujuan untuk menggulirkan revolusi Islam ini, ke seluruh negara-negara tetangga, dan menyatukan kembali dunia Islam (dengan men-syi’ah-kannya).

Bahaya yang kita hadapi dari para pemimpin wahabiah dan mereka yang berpaham ahlus sunnah, itu jauh lebih besar dibandingkan bahaya yang datang dari manapun juga, baik dari timur maupun barat. Karena orang-orang wahabi dan ahlus sunnah selalu menentang pergerakan kita, merekalah musuh utama wilayatul fakih dan para imam yang ma’shum. Bahkan mereka beranggapan bahwa menjadikan faham syi’ah sebagai landasan negara, adalah hal yang bertentangan dengan agama dan adat. Dengan begitu berarti mereka telah memecah dunia Islam menjadi dua kubu yang saling bermusuhan.

Atas dasar ini:

Kita harus menambah kekuatan di daerah-daerah berpenduduk ahlus sunnah di Iran, khususnya kota-kota perbatasan. Kita harus menambah masjid-masjid dan husainiyyat kita di sana, di samping menambah volume dan keseriusan dalam pengadaan acara-acara peringatan ritual syi’ah.

Kita juga harus menciptakan iklim yang kondusif, di kota-kota yang dihuni oleh 90-100 persen penduduk Ahlus Sunnah, agar kita bisa mengirim dalam jumlah besar kader-kader syi’ah dari berbagai kota dan desa pedalaman ke daerah-daerah tersebut, untuk selamanya tinggal, kerja, dan bisnis di sana.

Dan merupakan kewajiban negara dan instansinya, untuk memberikan perlindungan langsung kepada mereka yang diutus untuk menempati daerah itu, dengan tujuan agar dengan berlalunya waktu, mereka bisa merebut jabatan pegawai di berbagai kantor, pusat pendidikan dan layanan umum, yang masih di pegang oleh kaum ahlus sunnah.

Strategi yang kami buat untuk pengguliran revolusi ini, -tidak seperti anggapan banyak kalangan- akan membuahkan hasil, tanpa adanya kericuhan, pertumpahan darah, atau bahkan perlawanan dari kekuatan terbesar dunia. Sungguh dana besar yang kita habiskan untuk mendanai misi ini, tak akan hilang tanpa timbal-balik.

Teori Memperkuat Pilar-pilar Negara:

Kita tahu, bahwa kunci utama untuk menguatkan pilar-pilar setiap negara dan perlindungan terhadap rakyatnya, berada pada tiga asas utama:
Pertama : Kekuatan (militer dan senjatanya) yang dimiliki oleh pemerintahan yang sedang berkuasa.
Kedua: Ilmu dan pengetahuan yang dimiliki oleh para ulama dan penelitinya.
Ketiga: Ekonomi yang terfokus pada kelompok pengusaha pemilik modal.

Apabila kita mampu menggoncang pemerintahan, dengan cara memunculkan perseteruan antara ulama dan penguasanya, atau memecah konsentrasi para pemilik modal di negara itu, dengan menarik modalnya ke negara kita atau negara lain, tak diragukan lagi, kita telah menciptakan keberhasilan yang gemilang dan menarik perhatian dunia, karena kita telah meruntuhkan tiga pilar tersebut.

Adapun rakyat jelata setiap negara, yang berjumlah rata-rata 70-80 persen, mereka hanyalah pengikut hukum dan kekuatan yang menguasainya. Mereka disibukkan oleh tuntutan hidupnya, untuk mencari rizki, makan dan tempat tinggalnya. Oleh karena itu, mereka akan membela siapa pun yang sedang berkuasa. Dan untuk mencapai atap setiap rumah, kita harus menaiki tangga utamanya.

Tersebarnya virus Aliran sesat Syi’ah dari Iran/bahrainvoice.net

Tetangga-tetangga kita dari kaum Ahlus Sunnah dan Wahabi adalah: Turki, Irak, Afganistan, Pakistan, banyak negara kecil di pinggiran selatan, dan gerbangnya negara teluk persia, yang tampak seakan negara-negara yang bersatu, padahal sebenarnya berpecah-belah. Daerah-daerah ini, adalah kawasan yang sangat penting sekali, baik di masa lalu, maupun di masa-masa yang akan datang. Ia juga ibarat kerongkongan dunia di bidang minyak bumi. Tidak ada di muka bumi ini, kawasan yang lebih sensitif melebihinya. Para penguasa di kawasan ini memiliki taraf hidup yang tinggi, karena penjualan minyak buminya.

Kategori Penduduk di Kawasan ini

Penduduk di kawasan ini terbagi dalam tiga golongan:

Pertama : Penduduk baduwi dan padang pasir, yang telah ada sejak beratus-ratus tahun lalu.
Kedua: Pendatang yang hijrah dari berbagai pulau dan pelabuhan, yang telah hijrah sejak zaman pemerintahan Syah Isma’il as-Shofawi, dan terus berlangsung hingga zamannya Nadirsyah Afsyar, Karim Khan Zind, Raja al-Qojar, dan keluarga al-Bahlawi. Dan telah banyak perjalanan hijrah dari waktu ke waktu, sejak mulainya revolusi Islam.
Ketiga: Mereka yang berasal dari negara Arab lainnya, dan kota-kota pedalaman Iran.

Adapun lahan bisnis, perusahaan ekspor impor dan kontraktor, biasanya dikuasai oleh selain penduduk asli. Sedangkan penduduk asli, kebanyakan mereka hidup dari menyewakan lahan dan jual-beli tanah. Mengenai para keluarga penguasa, biasanya mereka hidup dari gaji pokok penjualan minyak buminya.

Adapun kerusakan masyarakat, kerusakan budaya, dan banyaknya praktek yang menyimpang dari Islam, itu sangat jelas terlihat. Karena mayoritas penduduk negara-negara ini, telah larut dalam kenikmatan dunia, kefasikan dan perbuatan keji. Banyak dari mereka yang mulai membeli perumahan, saham perusahaan, dan menyimpan modal usahanya di eropa dan amerika, khususnya di jepang, inggris, swedia, dan swiss, karena kekhawatiran mereka akan runtuhnya negara mereka di masa-masa mendatang. Sesungguhnya dengan menguasai negara-negara ini, berarti kita telah menguasai setengah dunia .

Beberapa Tahapan dalam Menggulirkan Revolusi ini

Untuk menjalankan misi panjang 50 tahun ini, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah: memperbaiki hubungan kita dengan negara-negara tetangga, dan harus ada hubungan yang kuat dan sikap saling menghormati, antara kita dengan mereka. Bahkan kita juga harus memperbaiki hubungan kita dengan Irak, setelah perang berakhir dan Sadam Husein jatuh, karena menjatuhkan seribu kawan itu lebih ringan, dibanding menjatuhkan satu lawan.

Dengan adanya hubungan politik, ekonomi dan budaya antara kita dengan mereka, tentunya akan masuk sekelompok kader dari Iran ke negara-negara ini, sehingga memungkinkan kita untuk mengirim para duta secara resmi, yang pada hakekatnya adalah pelaksana program revolusi ini, selanjutnya kita akan tentukan misi khusus mereka saat menugaskan dan mengirimkannya.
Janganlah kita beranggapan bahwa 50 tahun adalah waktu yang panjang, karena kesuksesan langkah kita ini benar-benar membutuhkan perencanaan yang berkelanjutan hingga 20 tahun. Sungguh tersebarnya paham syi’ah, yang kita rasakan di banyak negara saat ini, bukanlah buah dari perencanaan 1 atau 2 hari.

Dulunya kita tidak memiliki seorang pun pegawai di negara manapun, apalagi kader dengan jabatan menteri, wakil negara dan presiden. Bahkan dulunya banyak kelompok, seperti wahabiah, syafi’iah, hanafiah, malikiah, dan hanbaliah, memandang kita sebagai kelompok yang murtad dari Islam, sehingga pengikut mereka telah berkali-kali mengadakan pemusnahan kaum syi’ah secara massal. Memang benar kita tidak merasakan pahitnya hari-hari itu, tetapi nenek moyang kita pernah merasakannya. Kehidupan kita hari ini adalah buah dari gagasan, pemikiran dan langkah mereka. Mungkin juga kita tidak akan hidup di masa depan, akan tetapi revolusi dan madzhab kita akan tetap ada.

Untuk menunaikan misi ini, tidaklah cukup hanya dengan mengorbankan hidup, atau apapun yang paling berharga sekalipun, akan tetapi juga membutuhkan pemrograman yang telah matang dikaji.

Harus ada perencanaan untuk masa depan, walaupun untuk 500 tahun ke depan, apalagi hanya 50 tahun saja. Karena kita adalah pewaris berjuta-juta syuhada’, yang gugur di tangan setan-setan yang mengaku muslim, darah mereka terus mengalir dalam sejarah, sejak meninggalnya Rosul hingga hari ini. Dan cucuran darah itu tidak akan kering, sehingga setiap orang yang mengaku muslim, meyakini hak Ali dan keluarga Rasulullah, mengakui kesalahan nenek moyang mereka, dan mengakui syi’ah sebagai pewaris utama ajaran Islam.

Beberapa Tahapan Penting dalam Perjalanan Misi ini

TAHAP PERTAMA (sepuluh tahun pertama) :
Kita tidak ada masalah dalam menyebarkan madzhab syi’ah di Afganistan, Pakistan, Turki, Iran dan Bahrain. Karena itu, kita akan menjadikan tahapan sepuluh tahun kedua, sebagai tahapan pertama di 5 negara ini.

Sedangkan tugas para duta kita di belahan negara lain adalah tiga hal:
Pertama : Membeli lahan tanah, perumahan dan perhotelan.
Kedua: Menyediakan lapangan pekerjaan, kebutuhan hidup dan fasilitasnya kepada para pengikut paham syi’ah, agar mereka mau hidup di rumah yang dibeli, sehingga bertambah banyak jumlah penduduk yang sepaham dengan kita.
Ketiga: Membangun jaringan dan relasi yang kuat dengan para pemodal di pasar dagang, dengan para pegawai kantor (khususnya mereka yang menjabat sebagai kepala tinggi), dengan tokoh publik, dan dengan siapapun yang memiliki hak keputusan penuh di berbagai instansi negara.

Di sebagian negara-negara ini, ada beberapa daerah, yang sedang dalam proyek pengembangan, bahkan di sana ada rencana proyek pengembangan untuk puluhan desa, kampung, dan kota kecil lainnya. Tugas wajib para duta yang kita kirim adalah membeli sebanyak mungkin rumah di desa itu, untuk kemudian dijual dengan harga yang pantas kepada orang yang mau menjual hak miliknya di pusat kota. Sehingga dengan langkah ini, kota yang padat penduduknya bisa kita rebut dari tangan mereka.

TAHAP KEDUA (sepuluh tahun kedua):
Kita harus mendorong masyarakat syi’ah untuk menghormati UU, taat kepada para pelaksana UU dan pegawai negara, serta berusaha mendapatkan surat ijin resmi untuk berbagai acara ritual syi’ah, pendirian masjid, dan husainiyyat . Karena surat ijin resmi tersebut, akan kita ajukan sebagai tanda bukti resmi di masa-masa mendatang untuk mengadakan berbagai acara dengan bebas.

Kita juga harus berkonsentrasi pada kawasan yang tinggi tingkat kepadatan penduduknya, untuk kita jadikan sebagai tempat diskusi tentang masalah-masalah (syiah) yang sangat sensitif.

Para duta syi’ah, -pada dua tahapan ini- diharuskan untuk mendapatkan kewarga-negaraan dari negara yang ditempatinya, dengan memanfaatkan relasi atau hadiah yang sangat berharga sekalipun. Mereka juga harus mendorong para kadernya agar menjadi pegawai negeri, dan segera masuk -khususnya- dalam barisan militer negara.

Pada PERTENGAHAN TAHAP KEDUA:
Harus dihembuskan -secara rahasia dan tidak langsung- isu bahwa para ulama ahlus sunnah dan wahabiah adalah penyebab kerusakan di masyarakat, dan berbagai praktek menyimpang syariat yang banyak terjadi di negara itu. Yaitu melalui selebaran-selebaran yang berisi kritikan, dengan mengatas-namakan sebagian badan keagamaan atau tokoh ahlus sunnah dari negara lain. Tak diragukan lagi, ini akan memprovokasi sejumlah besar rakyat negara itu, sehingga pada akhirnya mereka akan menangkap pimpinan agama atau figur ahlus sunnah yang dituduh itu, atau kemungkinan lain; rakyat negara itu akan menolak isi selebaran itu, dan para ulamanya akan membantahnya dengan sekuat tenaga. Dan setelah itu kita munculkan banyak huru hara, yang akan berakibat pada diberhentikannya penanggung jawab masalah itu, atau digantikannya dengan staf yang baru.

Langkah ini, akan menyebabkan buruknya kepercayaan pemerintah kepada seluruh ulama di negaranya, sehingga menjadikan mereka tidak bisa menyebarkan agama, membangun masjid dan pusat pendidikan agama. Selanjutnya pemerintah akan menganggap seluruh ajakan yang berbau agama sebagai bentuk pelanggaran terhadap peraturan negara.

Ditambah lagi, akan berkembang rasa benci dan saling menjauh antara penguasa dengan ulama di negara itu, sehingga ahlus sunnah dan wahabiyah akan kehilangan pelindung mereka dari dalam, padahal tidak mungkin ada orang yang melindungi mereka dari luar.

TAHAP KETIGA (sepuluh tahun ketiga):
Pada tahap ini, telah terbangun jaringan yang kuat, antara duta-duta kita dengan para pemilik modal dan pegawai atasan, diantara mereka juga banyak yang telah masuk dalam barisan militer dan jajaran pemerintahan, yang bekerja dengan penuh ketenangan dan hati-hati, tanpa ikut campur dalam urusan agama, sehingga kepercayaan penguasa lebih meningkat lagi dari sebelumnya.

Pada tahapan ini, di saat berkembangnya perseteruan, perpecahan, dan iklim yang memanas antara penguasa dengan ulama, maka diharuskan kepada sebagian ulama terkemuka syiah yang telah menjadi penduduk negara itu, untuk men-sosialisasikan keberpihakan mereka kepada penguasa negara itu, khususnya pada musim-musim ritual keagamaan (syi’ah), sekaligus menampakkan bahwa syi’ah adalah aliran yang tak membahayakan pemerintahan mereka. Apabila situasi memungkinkan mereka untuk bersosialisasi melalui media informasi yang ada, maka janganlah ragu-ragu memanfaatkannya untuk menarik perhatian para penguasa, sehingga mereka senang dan menempatkan kader kita pada jabatan pemerintahan, dengan tanpa ada rasa takut atau cemas dari mereka.

Pada tahapan ini, dengan adanya perubahan yang terjadi di banyak pelabuhan, pulau, dan kota lainnya di negara kita, ditambah dengan devisa perbankan kita yang terus meningkat, kita akan merencanakan langkah-langkah untuk menjatuhkan perekonomian negara-negara tetangga. Tentu saja para pemilik modal dengan alasan keuntungan, keamanan dan stabilitas ekonomi, akan mengirimkan seluruh rekening mereka ke negara kita; dan ketika kita memberikan kebebasan kepada semua orang, dalam menjalankan seluruh kegiatan ekonominya, dan pengelolaan rekening banknya di negara kita, tentunya negara mereka akan menyambut rakyat kita, atau bahkan memberikan kemudahan dalam kerjasama ekonomi.

TAHAP KEEMPAT (sepuluh tahun keempat):
Pada tahap ini, telah terhampar di depan kita fenomena; dimana banyak negara yang para penguasa dan ulamanya saling bermusuhan, pebisnis yang hampir bangkrut dan lari, serta masyarakat yang tak aman, sehingga siap menjual hak miliknya dengan separo harga sekalipun, agar mereka bisa pindah ke daerah yang aman.

Di saat terjadinya kegentingan inilah, para duta kita akan menjadi pelindung bagi hukum dan para penguasanya. Apabila para duta itu bekerja dengan sungguh-sungguh, tentunya mereka akan mendapatkan jabatan terpenting dalam pemerintahan dan kemiliteran, sehingga dapat mempersempit jurang pemisah antara para pemilik usaha yang ada dengan para penguasa.
Keadaan seperti ini, memungkinkan kita untuk menuduh mereka yang bekerja dengan tulus untuk penguasa sebagai para penghianat negara, dan ini akan menyebabkan diberhentikannya mereka atau bahkan diusir dan diganti dengan kader kita.

Langkah ini akan membuahkan dua keuntungan:
Pertama : Pengikut kita akan mendapat kepercayaan yang lebih baik dari sebelumnya.
Kedua: Kebencian ahlus sunnah akan semakin meningkat, karena meningkatnya kekuatan syi’ah di berbagai instansi negara. Ini akan mendorong ahlus sunnah untuk meningkatkan langkah menentang penguasa. Di saat seperti itu, kader-kader kita harus bersanding membela penguasa, dan mengajak masyarakat untuk berdamai dan tetap tenang. Dan pada saat yang bersamaan, mereka akan membeli kembali rumah dan barang yang semula akan mereka tinggalkan.

TAHAP KELIMA (sepuluh tahun terakhir):
Pada sepuluh tahun kelima, tentunya iklim dunia telah siap menerima revolusi ini, karena kita telah mengambil tiga pilar utama dari mereka, yang meliputi: keamanan, ketenangan, dan kenyamanan. Sedangkan pemerintahan yang berkuasa, akan menjadi seperti kapal ditengah badai dan nyaris tenggelam, sehingga mau menerima semua masukan yang akan menyelamatkan jiwanya.

Di saat seperti ini, kita akan memberikan masukan melalui beberapa tokoh penting dan terkenal, untuk membentuk himpunan rakyat dalam rangka memperbaiki keadaan negara, dan kita akan membantu penguasa untuk mengawasi berbagai instansi dan mengamankan negara. Tak diragukan lagi, tentunya mereka akan menerima usulan itu, sehingga para kader pilihan kita akan mendapatkan hampir keseluruhan kursi di dalamnya. Kenyataan ini tentu akan menyebabkan larinya para pengusaha, ulama, dan pegawai setia pemerintahan, sehingga kita akan dapat menggulirkan revolusi Islam kita ke berbagai negara, tanpa menimbulkan peperangan atau pertumpahan darah.

Seandainya, pada sepuluh tahun terakhir, rencana ini tidak membuahkan hasil, kita tetap bisa mengadakan revolusi rakyat dan merebut kekuasaan dari tangan penguasa.

Apabila penganut syi’ah adalah penduduk, penghuni, dan rakyat negara itu, maka berarti kita telah menunaikan kewajiban, yang bisa kita pertanggung-jawabkan di depan Allah, agama, dan madzhab kita.

Bukan tujuan kita untuk mengantarkan seseorang kepada tampuk pimpinan, tetapi tujuan kita hanyalah menggulirkan revolusi, sehingga kita mampu mengangkat bendera kemenangan Agama Tuhan ini, dan menampakkan nilai-nilai kita di seluruh negara. Selanjutnya kita mampu maju melawan dunia kafir dengan kekuatan yang lebih besar, dan menghias alam dengan cahaya Islam dan ajaran syi’ah, sampai datangnya imam mahdi yang dinantikan))

… selesai sudah naskah misi revolusi itu…

Lihatlah wahai para pembaca…
Betapa busuknya rencana mereka… betapa besarnya kebencian mereka terhadap Ahlus Sunnah… Kita sekarang tahu bahwa syi’ah bukanlah sekedar aliran paham biasa… akan tetapi…  ia sekarang berubah menjadi aliran pergerakan politik… yang bisa merongrong eksistensi negara… lihatlah bagaimana mereka merencanakan pengguliran revolusi sedikit demi sedikit… bagaimana mereka menjadikan dutanya sebagai alat penyebar aliran, sekaligus alat politiknya…
Subhanalloh… semoga Alloh menyelamatkan kita Ahlus Sunnah wal Jama’ah dari tipu daya mereka… Alloh berfirman (yang artinya): “Mereka membuat tipu daya, maka Alloh pun membalas dengan tipu daya. Dan Alloh adalah sebaik-baik pembalas tipu daya…” (Ali Imron: 54)

Semoga tulisan ini bisa menyadarkan mereka yang menyuarakan, perlunya pendekatan antara syi’ah dan Ahlus Sunnah…
Sungguh mengherankan… adakah yang masih mengharapkan kebaikan dari kaum yang selalu berbohong atas Alloh dan Rosul-Nya… adakah yang masih ingin membangun kerukunan dengan kaum yang meyakini bahwa Alqur’annya Ahlus sunnah tidak orisinil lagi… adakah yang masih mengharapkan bersanding dengan kaum yang mengkafirkan Abu Bakar, Umar, Utsman, bahkan seluruh Sahabat Rosul, kecuali tiga saja (Salman al-Farisy, Miqdad dan Abu Dzar)…. adakah yang masih berprasangka baik kepada kaum yang menuduh Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- selama hidupnya telah berzina dengan Aisyah… adakah Ahlus Sunnah yang masih menganggap baik, kaum yang telah membunuh ratusan bahkan ribuan ulama Ahlus Sunnah di Iran dan negara lainnya… Adakah Ahlus Sunnah yang masih toleran dengan kaum yang tidak mengijinkan satu pun  masjid ahlus sunnah di Tehran Ibu kota Iran…. Sungguh tidak pernah habis rasa heran ini melihat kenyataan yang ada di lapangan…

Mungkin banyak diantara kita yang tidak melihat bukti nyata dari omongan diatas… mungkin ada yang mengatakan bahwa fakta di atas adalah sebatas tuduhan yang tak beralasan… tapi ingatlah bahwa diantara inti ajaran kaum syi’ah adalah TAKIAH, yakni: membohongi publik untuk keselamatan diri… ingatlah bahwa bohong semacam itu dalam akidah mereka adalah amalan ibadah yang berpahala… Ingatlah hadits palsu yang selalu mereka gembar-gemborkan: “tidak punya agama, siapa pun yang tidak menerapkan takiah”….  ternyata selama ini, kita tidak melihat kejanggalan yang ada pada mereka, disebabkan takiah (baca: kebohongan) mereka kepada kita… Ternyata selama ini tidak terlihat perbedaan yang mendasar antara kita dan mereka, karena tabir tebal yang mereka gunakan untuk menutupi kebusukan batin… tapi itulah sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga… selincah-lincah kuda berlari pasti akan terpleset juga… inilah diantara bukti semerbaknya bau busuk mereka… Alhamdulillah.. awwalan wa aakhiron berkat Alloh azza wa jall terbuka juga misi rahasia jangka panjang mereka…

subhanakallohumma wa bihamdika… wa tabaarokasmuk wa ta’ala jadduk… wa laa ilaaha ghoiruk…
wassalam..

NB:  
Bagi anda yang ingin membaca naskah yang kami terjemahkan, kami sertakan di sini naskah aslinya:

ﺍﻟﺨﻄﺔ ﺍﻟﺴﺮﻳﺔ
ﺇﺫﺍ ﻟﻢ ﻧﻜﻦ ﻗﺎﺩﺭﻳﻦ ﻋﻠﻰ ﺗﺼﺪﻳﺮ ﺛﻮﺭﺗﻨﺎ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺒﻼﺩ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ ﺍﻟﻤﺠﺎﻭﺭﺓ ﻓﻼ ﺷﻚ ﺃﻥ ﺛﻘﺎﻓﺔ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﺒﻼﺩ ﺍﻟﻤﻤﺰﻭﺟﺔ ﺑﺜﻘﺎﻓﺔ ﺍﻟﻐﺮﺏ ﺳﻮﻑ ﺗﻬﺎﺟﻤﻨﺎ ﻭﺗﻨﺘﺼﺮ ﻋﻠﻴﻨﺎ .
ﻭﻗﺪ ﻗﺎﻣﺖ ﺍﻵﻥ ﺑﻔﻀﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺗﻀﺤﻴﺔ ﺃﻣﺔ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺒﺎﺳﻠﺔ ﺩﻭﻟﺔ ﺍﻹﺛﻨﻲ ﻋﺸﺮﻳﺔ ﻓﻲ ﺇﻳﺮﺍﻥ ﺑﻌﺪ ﻗﺮﻭﻥ ﻋﺪﻳﺪﺓ، ﻭﻟﺬﻟﻚ ﻓﻨﺤﻦ – ﻭﺑﻨﺎﺀً ﻋﻠﻰ ﺇﺭﺷﺎﺩﺍﺕ ﺍﻟﺰﻋﻤﺎﺀ ﺍﻟﺸﻴﻌﺔ ﺍﻟﻤﺒﺠﻠﻴﻦ - ﻧﺤﻤﻞ ﻭﺍﺟﺒﺎً ﺧﻄﻴﺮﺍً ﻭﺛﻘﻴﻼً ﻭﻫﻮ ﺗﺼﺪﻳﺮ ﺍﻟﺜﻮﺭﺓ؛ ﻭﻋﻠﻴﻨﺎ ﺃﻥ ﻧﻌﺘﺮﻑ ﺃﻥ ﺣﻜﻮﻣﺘﻨﺎ ﻓﻀﻼً ﻋﻦ ﻣﻬﻤﺘﻬﺎ ﻓﻲ ﺣﻔﻆ ﺍﺳﺘﻘﻼﻝ ﺍﻟﺒﻼﺩ ﻭﺣﻘﻮﻕ ﺍﻟﺸﻌﺐ، ﻓﻬﻲ ﺣﻜﻮﻣﺔ ﻣﺬﻫﺒﻴﺔ ﻭﻳﺠﺐ ﺃﻥ ﻧﺠﻌﻞ ﺗﺼﺪﻳﺮ ﺍﻟﺜﻮﺭﺓ ﻋﻠﻰ ﺭﺃﺱ ﺍﻷﻭﻟﻮﻳﺎﺕ .
ﻟﻜﻦ ﻧﻈﺮﺍً ﻟﻠﻮﺿﻊ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻲ ﺍﻟﺤﺎﻟﻲ ﻭﺍﻟﻘﻮﺍﻧﻴﻦ ﺍﻟﺪﻭﻟﻴﺔ – ﻛﻤﺎ ﺍﺻﻄُﻠﺢَ ﻋﻠﻰ ﺗﺴﻤﻴﺘﻬﺎ - ﻻ ﻳﻤﻜﻦ ﺗﺼﺪﻳﺮ ﺍﻟﺜﻮﺭﺓ ﺑﻞ ﺭﺑﻤﺎ ﺍﻗﺘﺮﻥ ﺫﻟﻚ ﺑﺄﺧﻄﺎﺭ ﺟﺴﻴﻤﺔ ﻣﺪﻣﺮﺓ .
ﻭﻟﻬﺬﺍ ﻓﺈﻧﻨﺎ ﺧﻼﻝ ﺛﻼﺙ ﺟﻠﺴﺎﺕ ﻭﺑﺂﺭﺍﺀ ﺷﺒﻪ ﺇﺟﻤﺎﻋﻴﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺸﺎﺭﻛﻴﻦ ﻭﺃﻋﻀﺎﺀ ﺍﻟﻠﺠﺎﻥ ﻭﺿﻌﻨﺎ ﺧﻄﺔ ﺧﻤﺴﻴﺔ ﺗﺸﻤﻞ ﺧﻤﺲ ﻣﺮﺍﺣﻞ، ﻭﻣﺪّﺓ ﻛﻞ ﻣﺮﺣﻠﺔ ﻋﺸﺮ ﺳﻨﻮﺍﺕ، ﻟﻨﻘﻮﻡ ﺑﺘﺼﺪﻳﺮ ﺍﻟﺜﻮﺭﺓ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ ﺇﻟﻰ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻟﺪﻭﻝ ﺍﻟﻤﺠﺎﻭﺭﺓ ﻭﻧﻮﺣﺪ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﺃﻭﻻً ؛ ﻷﻥ ﺍﻟﺨﻄﺮ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻮﺍﺟﻬﻨﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻜﺎﻡ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﻴﻦ ﻭﺫﻭﻱ ﺍﻷﺻﻮﻝ ﺍﻟﺴﻨﻴﺔ ﺃﻛﺒﺮ ﺑﻜﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﻄﺮ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻮﺍﺟﻬﻨﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺮﻕ ﻭﺍﻟﻐﺮﺏ ؛ ﻷﻥ ﻫﺆﻻﺀ ‏( ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﻴﻦ ﻭﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨّﺔ ‏) ﻳﻨﺎﻫﻀﻮﻥ ﺣﺮﻛﺘﻨﺎ ﻭﻫﻢ ﺍﻷﻋﺪﺍﺀ ﺍﻷﺻﻠﻴﻮﻥ ﻟﻮﻻﻳﺔ ﺍﻟﻔﻘﻴﻪ ﻭﺍﻷﺋﻤﺔ ﺍﻟﻤﻌﺼﻮﻣﻴﻦ، ﺣﺘﻰ ﺇﻧﻬﻢ ﻳﻌﺪﻭﻥ ﺍﻋﺘﻤﺎﺩ ﺍﻟﻤﺬﻫﺐ ﺍﻟﺸﻴﻌﻲ ﻛﻤﺬﻫﺐ ﺭﺳﻤﻲ ﺩﺳﺘﻮﺭﺍً ﻟﻠﺒﻠﺪ ﺃﻣﺮﺍً ﻣﺨﺎﻟﻔﺎً ﻟﻠﺸﺮﻉ ﻭﺍﻟﻌـﺮﻑ ، ﻭﻫـﻢ ﺑـﺬﻟـﻚ ﻗــﺪ ﺷﻘـــﻮﺍ ﺍﻹﺳــﻼﻡ ﺇﻟـﻰ ﻓﺮﻋــﻴﻦ ﻣﺘﻀـﺎﺩﻳــﻦ .
ﺑﻨﺎﺀ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ : ﻳﺠﺐ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺃﻥ ﻧﺰﻳﺪ ﻧﻔﻮﺫﻧﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻨﺎﻃﻖ ﺍﻟﺴﻨﻴّﺔ ﺩﺍﺧﻞ ﺇﻳﺮﺍﻥ، ﻭﺑﺨﺎﺻﺔ ﺍﻟﻤﺪﻥ ﺍﻟﺤﺪﻭﺩﻳﺔ، ﻭﻧﺰﻳﺪ ﻣﻦ ﻋﺪﺩ ﻣﺴﺎﺟﺪﻧﺎ ﻭ ‏( ﺍﻟﺤﺴﻴﻨﻴﺎﺕ ‏) ﻭﻧﻘﻴﻢ ﺍﻻﺣﺘﻔﺎﻻﺕ ﺍﻟﻤﺬﻫﺒﻴﺔ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺫﻱ ﻗﺒﻞ، ﻭﺑﺠﺪﻳﺔ ﺃﻛﺜﺮ، ﻭﻳﺠﺐ ﺃﻥ ﻧﻬﻴﺊ ﺍﻟﺠﻮ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺪﻥ ﺍﻟﺘﻲ ﻳﺴﻜﻨﻬﺎ 90 ﺇﻟﻰ %100 ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺣﺘﻰ ﻳﺘﻢ ﺗﺮﺣﻴﻞ ﺃﻋﺪﺍﺩ ﻛﺒﻴﺮﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﻌﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺪﻥ ﻭﺍﻟﻘﺮﻯ ﺍﻟﺪﺍﺧﻠﻴﺔ ﺇﻟﻴﻬﺎ، ﻭﻳﻘﻴﻤﻮﻥ ﻓﻴﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺍﻷﺑﺪ ﻟﻠﺴﻜﻨﻰ ﻭﺍﻟﻌﻤﻞ ﻭﺍﻟﺘﺠﺎﺭﺓ، ﻭﻳﺠﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺪﻭﻟﺔ ﻭﺍﻟﺪﻭﺍﺋﺮ ﺍﻟﺤﻜﻮﻣﻴﺔ ﺃﻥ ﺗﺠﻌﻞ ﻫﺆﻻﺀ ﺍﻟﻤﺴﺘﻮﻃﻨﻴﻦ ﻭﺗﺤﺖ ﺣﻤﺎﻳﺘﻬﺎ ﺑﺸﻜﻞ ﻣﺒﺎﺷﺮ ﻟﻴﺘﻢ ﺇﺧﺮﺍﺝ ﺇﺩﺍﺭﺍﺕ ﺍﻟﻤﺪﻥ ﻭﺍﻟﻤﺮﺍﻛﺰ ﺍﻟﺜﻘﺎﻓﻴﺔ ﻭﺍﻻﺟﺘﻤﺎﻋﻴﺔ ﺑﻤﺮﻭﺭ ﺍﻟﺰﻣﻦ ﻣﻦ ﻳﺪ ﺍﻟﻤﻮﺍﻃﻨﻴﻦ ﺍﻟﺴﺎﺑﻘﻴﻦ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻨّﺔ – ﻭﺍﻟﺨﻄﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺭﺳﻤﻨﺎﻫﺎ ﻟﺘﺼﺪﻳﺮ ﺍﻟﺜﻮﺭﺓ - ﺧﻼﻓﺎً ﻟﺮﺃﻱ ﻛﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻨﻈﺮ، ﺳﺘﺜﻤﺮ ﺩﻭﻥ ﺿﺠﻴﺞ ﺃﻭ ﺇﺭﺍﻗﺔ ﻟﻠﺪﻣﺎﺀ ﺃﻭ ﺣﺘﻰ ﺭﺩ ﻓﻌﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﻮﻯ ﺍﻟﻌﻈﻤﻰ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ، ﻭﺇﻥ ﺍﻷﻣﻮﺍﻝ ﺍﻟﺘﻲ ﺳﺘﻨﻔﻖ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺴﺒﻴﻞ ﻟﻦ ﺗﻜﻮﻥ ﻧﻔﻘﺎﺕ ﺩﻭﻥ ﻋﺎﺋﺪ .
ﻃﺮﻕ ﺗﺜﺒﻴﺖ ﺃﺭﻛﺎﻥ ﺍﻟﺪﻭﻟﺔ : ﻧﺤﻦ ﻧﻌﻠﻢ ﺃﻥ ﺗﺜﺒﻴﺖ ﺃﺭﻛﺎﻥ ﻛﻞ ﺩﻭﻟﺔ ﻭﺍﻟﺤﻔﺎﻅ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺃﻣﺔ ﺃﻭ ﺷﻌﺐ ﻳﻨﺒﻨﻲ ﻋﻠﻰ ﺃﺳﺲ ﺛﻼﺛﺔ :
ﺍﻷﻭﻝ : ﺍﻟﻘﻮﺓ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﻤﻠﻜﻬﺎ ﺍﻟﺴﻠﻄﺔ ﺍﻟﺤﺎﻛﻤﺔ .
ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ : ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻟﻤﻌﺮﻓﺔ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻭﺍﻟﺒﺎﺣﺜﻴﻦ .
ﺍﻟﺜﺎﻟﺚ : ﺍﻻﻗﺘﺼﺎﺩ ﺍﻟﻤﺘﻤﺮﻛﺰ ﻓﻲ ﺃﻳﺪﻱ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺭﺅﻭﺱ ﺍﻷﻣﻮﺍﻝ .
ﺇﺫﺍ ﺍﺳﺘﻄﻌﻨﺎ ﺃﻥ ﻧﺰﻟﺰﻝ ﻛﻴﺎﻥ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﺤﻜﻮﻣﺎﺕ ﺑﺈﻳﺠﺎﺩ ﺍﻟﺨﻼﻑ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺤﻜﺎﻡ ﻭﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ، ﻭﻧُﺸَﺘِّﺖ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺭﺅﻭﺱ ﺍﻷﻣﻮﺍﻝ ﻓﻲ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﺒﻼﺩ ﻭﻧﺠﺬﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺑﻼﺩﻧﺎ، ﺃﻭ ﺇﻟﻰ ﺑﻼﺩ ﺃﺧﺮﻯ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ، ﻧﻜﻮﻥ ﺑﻼ ﺭﻳﺐ ﻗﺪ ﺣﻘﻘﻨﺎ ﻧﺠﺎﺣﺎً ﺑﺎﻫﺮﺍً ﻭﻣﻠﻔﺘﺎً ﻟﻠﻨﻈﺮ؛ ﻷﻧﻨﺎ ﺃﻓﻘﺪﻧﺎﻫﻢ ﺗﻠﻚ ﺍﻷﺭﻛﺎﻥ ﺍﻟﺜﻼﺛﺔ .
ﻭﺃﻣﺎ ﺑﻘﻴﺔ ﺍﻟﺸﻌﻮﺏ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﺸﻜﻞ 70 ﺇﻟﻰ %80 ﻣﻦ ﺳﻜﺎﻥ ﻛﻞ ﺑﻠﺪ ﻓﻬﻢ ﺃﺗﺒﺎﻉ ﺍﻟﻘﻮﺓ ﻭﺍﻟﺤﻜﻢ ﻭﻣﻨﻬﻤﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﺃﻣﻮﺭ ﻣﻌﻴﺸﺘﻬﻢ ﻭﺗﺤﺼﻴﻞ ﺭﺯﻗﻬﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﺒﺰ ﻭﺍﻟﻤﺄﻭﻯ؛ ﻭﻟﺬﺍ ﻓﻬﻢ ﻳﺪﺍﻓﻌﻮﻥ ﻋﻤﻦ ﻳﻤﻠﻚ ﺍﻟﻘﻮﺓ .
ﻭﻻﻋﺘﻼﺀ ﺃﻱ ﺳﻄﺢ ﻓﺈﻧﻪ ﻻﺑﺪ ﻣﻦ ﺻﻌﻮﺩ ﺍﻟﺪﺭﺟﺔ ﺍﻷﻭﻟﻰ ﺇﻟﻴﻪ .
ﻭﺟﻴﺮﺍﻧﻨﺎ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻫﻢ : ﺗﺮﻛﻴﺎ ﻭﺍﻟﻌﺮﺍﻕ ﻭﺃﻓﻐﺎﻧﺴﺘﺎﻥ ﻭﺑﺎﻛﺴﺘﺎﻥ ﻭﻋﺪﺩ ﻣﻦ ﺍﻹﻣﺎﺭﺍﺕ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺎﺷﻴﺔ ﺍﻟﺠﻨﻮﺑﻴﺔ ﻭﻣﺪﺧﻞ ‏( ﺍﻟﺨﻠﻴﺞ ﺍﻟﻔﺎﺭﺳﻲ !( ﺍﻟﺘﻲ ﺗﺒﺪﻭ ﺩﻭﻻً ﻣﺘﺤﺪﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﻈﺎﻫﺮ ﺇﻻ ﺃﻧﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻘﻴﻘﺔ ﻣﺨﺘﻠﻔﺔ .
ﻭﻟﻬﺬﻩ ﺍﻟﻤﻨﻄﻘﺔ ﺑﺎﻟﺬﺍﺕ ﺃﻫﻤﻴﺔ ﻛﺒﺮﻯ ﺳﻮﺍﺀ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺎﺿﻲ ﺃﻭ ﺍﻟﺤﺎﺿﺮ ﻛﻤﺎ ﺃﻧﻬﺎ ﺗﻌﺘﺒﺮ ﺣﻠﻘﻮﻡ ﺍﻟﻜﺮﺓ ﺍﻷﺭﺿﻴﺔ ﻣﻦ ﺣﻴﺚ ﺍﻟﻨﻔﻂ، ﻭﻻ ﺗﻮﺟﺪ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ ﻧﻘﻄﺔ ﺃﻛﺜﺮ ﺣﺴﺎﺳﻴﺔ ﻣﻨﻬﺎ، ﻭﻳﻤﻠﻚ ﺣﻜﺎﻡ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﻨﺎﻃﻖ ﺑﺴﺒﺐ ﺑﻴﻊ ﺍﻟﻨﻔﻂ ﺇﻣﻜﺎﻧﻴﺎﺕ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ …
ﻓﺌﺎﺕ ﺷﻌﻮﺏ ﺍﻟﻤﻨﻄﻘﺔ : ﻭﺳﻜﺎﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺒﻼﺩ ﻫﻢ ﺛﻼﺙ ﻓﺌﺎﺕ :
ﺍﻟﻔﺌﺔ ﺍﻷﻭﻟﻰ : ﻫﻢ ﺍﻟﺒﺪﻭ ﻭﺃﻫﻞ ﺍﻟﺼﺤﺮﺍﺀ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﻌﻮﺩ ﻭﺟﻮﺩﻫﻢ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺒﻼﺩ ﺇﻟﻰ ﻣﺌﺎﺕ ﺍﻟﺴﻨﻴﻦ .
ﺍﻟﻔﺌﺔ ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ : ﻫﻢ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻫﺎﺟﺮﻭﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﺰﺭ ﻭﺍﻟﻤﻮﺍﻧﺊ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﻌﺘﺒﺮ ﻣﻦ ﺃﺭﺿﻨﺎ ﺍﻟﻴﻮﻡ، ﻭﺑﺪﺃﺕ ﻫﺠﺮﺗﻬﻢ ﻣﻨﺬ ﻋﻬﺪ ﺍﻟﺸﺎﻩ ﺇﺳﻤﺎﻋﻴﻞ ﺍﻟﺼﻔﻮﻱ، ﻭﺍﺳﺘﻤﺮﺕ ﻓﻲ ﻋﻬﺪ ﻧﺎﺩﺭ ﺷﺎﻩ ﺍﻓﺸﺎﺭ ﻭﻛﺮﻳﻢ ﺧﺎﻥ ﻭﻣﻠﻮﻙ ﺍﻟﻘﺎﺟﺎﺭ ﻭﺃﺳﺮﺓ ﺍﻟﺒﻬﻠﻮﻱ، ﻭﺣﺪﺛﺖ ﻫﺠﺮﺍﺕ ﻣﺘﻔﺮﻗﺔ ﻣﻨﺬ ﺑﺪﺍﻳﺔ ﺍﻟﺜﻮﺭﺓ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ .
ﻭﺍﻟﻔﺌﺔ ﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ : ﻫﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻭﻝ ﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ ﺍﻷﺧﺮﻯ ﻭﻣﻦ ﻣﺪﻥ ﺇﻳﺮﺍﻥ ﺍﻟﺪﺍﺧﻠﻴﺔ .
ﺃﻣﺎ ﺍﻟﺘﺠﺎﺭﺓ ﻭﺷﺮﻛﺎﺕ ﺍﻻﺳﺘﻴﺮﺍﺩ ﻭﺍﻟﺘﺼﺪﻳﺮ ﻭﺍﻟﺒﻨﺎﺀ ﻓﻴﺴﻴﻄﺮ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻐﺎﻟﺐ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻤﻮﺍﻃﻨﻴﻦ ﺍﻷﺻﻠﻴﻴﻦ، ﻭﻳﻌﻴﺶ ﺍﻟﺴﻜﺎﻥ ﺍﻟﺪﺍﺧﻠﻴﻮﻥ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺒﻼﺩ ﻋﻠﻰ ﺇﻳﺠﺎﺭ ﺍﻟﺒﻨﺎﻳﺎﺕ ﻭﺑﻴﻊ ﺍﻷﺭﺍﺿﻲ ﻭﺷﺮﺍﺋﻬﺎ، ﻭﺃﻣﺎ ﺃﻗﺮﺑﺎﺀ ﺫﻭﻱ ﺍﻟﻨﻔﻮﺫ ﻓﻬﻢ ﻳﻌﻴﺸﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﻭﺍﺗﺐ ﺍﻟﻌﺎﺋﺪﺓ ﻣﻦ ﺑﻴﻊ ﺍﻟﻨﻔﻂ .
ﺃﻣﺎ ﺍﻟﻔﺴﺎﺩ ﺍﻻﺟﺘﻤﺎﻋﻲ ﻭﺍﻟﺜﻘﺎﻓﻲ ﻭﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﺍﻟﻤﺨﺎﻟﻔﺔ ﻟﻺﺳﻼﻡ ﻓﻬﻲ ﻭﺍﺿﺤﺔ ﻟﻠﻌﻴﺎﻥ، ﻭﻣﻌﻈﻢ ﺍﻟﻤﻮﺍﻃﻨﻴﻦ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺒﻼﺩ ﻳﻘﻀﻮﻥ ﺣﻴﺎﺗﻬﻢ ﻓﻲ ﺍﻻﻧﻐﻤﺎﺱ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻠﺬﺍﺕ ﺍﻟﺪﻧﻴﻮﻳﺔ ﻭﺍﻟﻔﺴﻖ ﻭﺍﻟﻔﺠﻮﺭ !
ﻭﻗﺪ ﻗﺎﻡ ﻛﺜﻴﺮ ﻣﻨﻬﻢ ﺑﺸﺮﺍﺀ ﺍﻟﺸﻘﻖ ﻭﺃﺳﻬﻢ ﺍﻟﻤﺼﺎﻧﻊ ﻭﺇﻳﺪﺍﻉ ﺭﺅﻭﺱ ﺍﻷﻣﻮﺍﻝ ﻓﻲ ﺃﻭﺭﻭﺑﺎ ﻭﺃﻣﺮﻳﻜﺎ ﻭﺧﺎﺻﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻴﺎﺑﺎﻥ ﻭﺇﻧﺠﻠﺘﺮﺍ ﻭﺍﻟﺴﻮﻳﺪ ﻭﺳﻮﻳﺴﺮﺍ ﺧﻮﻓﺎً ﻣﻦ ﺍﻟﺨﺮﺍﺏ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺒﻠﻲ ﻟﺒﻼﺩﻫﻢ .
ﺇﻥ ﺳﻴﻄﺮﺗﻨﺎ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺪﻭﻝ ﺗﻌﻨﻲ ﺍﻟﺴﻴﻄﺮﺓ ﻋﻠﻰ ﻧﺼﻒ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ .
ﺃﺳﻠﻮﺏ ﺗﻨﻔﻴﺬ ﺍﻟﺨﻄﺔ ﺍﻟﻤُﻌﺪﺓ :
ﻭﻹﺟﺮﺍﺀ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺨﻄﺔ ﺍﻟﺨﻤﺴﻴﻨﻴﺔ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺑﺎﺩﺉ ﺫﻱ ﺑﺪﺀ ﺃﻥ ﻧﺤﺴﻦ ﻋﻼﻗﺎﺗﻨﺎ ﻣﻊ ﺩﻭﻝ ﺍﻟﺠﻮﺍﺭ ﻭﻳﺠﺐ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻫﻨﺎﻙ ﺍﺣﺘﺮﺍﻡ ﻣﺘﺒﺎﺩﻝ ﻭﻋﻼﻗﺔ ﻭﺛﻴﻘﺔ ﻭﺻﺪﺍﻗﺔ ﺑﻴﻨﻨﺎ ﻭﺑﻴﻨﻬﻢ ﺣﺘﻰ ﺇﻧﻨﺎ ﺳﻮﻑ ﻧﺤﺴﻦ ﻋﻼﻗﺎﺗﻨﺎ ﻣﻊ ﺍﻟﻌﺮﺍﻕ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺤﺮﺏ ﻭﺳﻘﻮﻁ ﺻﺪﺍﻡ ﺣﺴﻴﻦ ؛ ﺫﻟﻚ ﺃﻥ ﺇﺳﻘﺎﻁ ﺃﻟﻒ ﺻﺪﻳﻖ ﺃﻫﻮﻥ ﻣﻦ ﺇﺳﻘﺎﻁ ﻋﺪﻭ ﻭﺍﺣﺪ .
ﻭﻓﻲ ﺣﺎﻝ ﻭﺟﻮﺩ ﻋﻼﻗﺎﺕ ﺛﻘﺎﻓﻴﺔ ﻭﺳﻴﺎﺳﻴﺔ ﻭﺍﻗﺘﺼﺎﺩﻳﺔ ﺑﻴﻨﻨﺎ ﻭﺑﻴﻨﻬﻢ ﻓﺴﻮﻑ ﻳﻬﺎﺟﺮ ﺑﻼ ﺭﻳﺐ ﻋﺪﺩ ﻣﻦ ﺍﻹﻳﺮﺍﻧﻴﻴﻦ ﺇﻟﻰ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺪﻭﻝ؛ ﻭﻳﻤﻜﻨﻨﺎ ﻣﻦ ﺧﻼﻟﻬﻢ ﺇﺭﺳﺎﻝ ﻋﺪﺩ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻤﻼﺀ ﻛﻤﻬﺎﺟﺮﻳﻦ ﻇﺎﻫﺮﺍً ﻭﻳﻜﻮﻧﻮﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻘﻴﻘﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺎﻣﻠﻴﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﻈﺎﻡ، ﻭﺳﻮﻑ ﺗﺤﺪﺩ ﻭﻇﺎﺋﻔﻬﻢ ﺣﻴﻦ ﺍﻟﺨﺪﻣﺔ ﻭﺍﻹﺭﺳﺎﻝ .
ﻻ ﺗﻔﻜﺮﻭﺍ ﺃﻥ ﺧﻤﺴﻴﻦ ﺳﻨﺔ ﺗﻌﺪ ﻋﻤﺮﺍً ﻃﻮﻳﻼً؛ ﻓﻘﺪ ﺍﺣﺘﺎﺝ ﻧﺠﺎﺡ ﺛﻮﺭﺗﻨﺎ ﺧﻄﺔ ﺩﺍﻣﺖ ﻋﺸﺮﻳﻦ ﺳﻨﺔ، ﻭﺇﻥ ﻧﻔﻮﺫ ﻣﺬﻫﺒﻨﺎ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺘﻤﺘﻊ ﺑﻪ ﺇﻟﻰ ﺣﺪ ﻣﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﺪﻭﻝ ﻭﺩﻭﺍﺋﺮﻫﺎ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻭﻟﻴﺪ ﺧﻄﺔ ﻳﻮﻡ ﻭﺍﺣﺪ ﺃﻭ ﻳﻮﻣﻴﻦ، ﺑﻞ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻟﻨﺎ ﻓﻲ ﺃﻱ ﺩﻭﻟﺔ ﻣﻮﻇﻔﻮﻥ ﻓﻀﻼً ﻋﻦ ﻭﺯﻳﺮ ﺃﻭ ﻭﻛﻴﻞ ﺃﻭ ﺣﺎﻛﻢ ، ﺣﺘﻰ ﺇﻥ ﺍﻟﻔﺮﻕ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻭﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻭﺍﻟﺤﻨﻔﻴﺔ ﻭﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ ﻭﺍﻟﺤﻨﺒﻠﻴﺔ ﻛﺎﻧﺖ ﺗﻌﺘﺒﺮﻧﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺮﺗﺪﻳﻦ، ﻭﻗﺪ ﻗﺎﻡ ﺃﺗﺒﺎﻉ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺬﺍﻫﺐ ﺑﺎﻟﻘﺘﻞ ﺍﻟﻌﺎﻡ ﻟﻠﺸﻴﻌﺔ ﻣﺮﺍﺭﺍً ﻭﺗﻜﺮﺍﺭﺍً، ﺻﺤﻴﺢ ﺃﻧﻨﺎ ﻟﻢ ﻧﻜﻦ ﻓﻲ ﺗﻠﻚ ﺍﻷﻳﺎﻡ، ﻟﻜﻦ ﺃﺟﺪﺍﺩﻧﺎ ﻗﺪ ﻛﺎﻧﻮﺍ، ﻭﺣﻴﺎﺗﻨﺎ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺛﻤﺮﺓ ﻷﻓﻜﺎﺭﻫﻢ ﻭﺁﺭﺍﺋﻬﻢ ﻭﻣﺴﺎﻋﻴﻬﻢ ﻭﺭﺑﻤﺎ ﻟﻦ ﻧﻜﻮﻥ ﻧﺤﻦ ﺃﻧﻔﺴﻨﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺒﻞ ﻟﻜﻦ ﺛﻮﺭﺗﻨﺎ ﻭﻣﺬﻫﺒﻨﺎ ﺑﺎﻗﻴﺎﻥ . ﻭﻻ ﻳﻜﻔﻲ ﻷﺩﺍﺀ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻮﺍﺟﺐ ﺍﻟﻤﺬﻫﺒﻲ ﺍﻟﺘﻀﺤﻴﺔ ﺑﺎﻟﺤﻴﺎﺓ ﻭﺍﻟﺨﺒﺰ ﻭﺍﻟﻐﺎﻟﻲ ﻭﺍﻟﻨﻔﻴﺲ، ﺑﻞ ﻳﺘﻮﺟﺐ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻫﻨﺎﻙ ﺑﺮﻧﺎﻣﺞ ﻣﺪﺭﻭﺱ،ﻭﻳﺠﺐ ﺇﻳﺠﺎﺩ ﻣﺨﻄﻄﺎﺕ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻧﺖ ﻟﺨﻤﺴﻤﺌﺔ ﻋﺎﻡ ﻣﻘﺒﻞ ﻓﻀﻼً ﻋﻦ ﺧﻤﺴﻴﻦ ﺳﻨﺔ؛ﻓﻨﺤﻦ ﻭﺭﺛﺔ ﻣﻼﻳﻴﻦ ﺍﻟﺸﻬﺪﺍﺀ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻗُﺘﻠﻮﺍ ﺑﻴﺪ ﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ ﺍﻟﻤﺘﺄﺳﻠﻤﻴﻦ ‏( ﺍﻟﺴﻨﺔ ‏) ﻭﺟﺮﺕ ﺩﻣﺎﺅﻫﻢ ﻣﻨﺬ ﻭﻓﺎﺓ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻲ ﻣﺠﺮﻯ ﺍﻟﺘﺎﺭﻳﺦ ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻣﻨﺎ ﻫﺬﺍ ، ﻭﻟﻢ ﺗﺠﻒ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺪﻣﺎﺀ ﻟﻴﻌﺘﻘﺪ ﻛﻞ ﻣﻦ ﻳُﺴﻤﻰ ﻣﺴﻠﻤﺎً ﺑـ ‏( ﻋﻠﻲّ ﻭﺃﻫﻞ ﺑﻴﺖ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ‏) ﻭﻳﻌﺘﺮﻑ ﺑﺄﺧﻄﺎﺀ ﺃﺟﺪﺍﺩﻩ، ﻭﻳﻌﺘﺮﻑ ﺑﺎﻟﺘﺸﻴُّﻊ ﻛﻮﺍﺭﺙٍ ﺃﺻﻴﻞ ﻟﻺﺳﻼﻡ .
ﻣﺮﺍﺣﻞ ﻣﻬﻤﺔ ﻓﻲ ﻃﺮﻳﻘﻨﺎ :
ﻟﻴﺲ ﻟﺪﻳﻨﺎ ﻣﺸﻜﻠﺔ ﻓﻲ ﺗﺮﻭﻳﺞ ﺍﻟﻤﺬﻫﺐ ﻓﻲ ﺃﻓﻐﺎﻧﺴﺘﺎﻥ ﻭﺑﺎﻛﺴﺘﺎﻥ ﻭﺗﺮﻛﻴﺎ ﻭﺍﻟﻌﺮﺍﻕ ﻭﺍﻟﺒﺤﺮﻳﻦ، ﻭﺳﻨﺠﻌﻞ ﺍﻟﺨﻄﺔ ﺍﻟﻌﺸﺮﻳﺔ ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ ﻫﻲ ﺍﻷﻭﻟﻰ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺪﻭﻝ ﺍﻟﺨﻤﺲ، ﻭﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻓﻤﻦ ﻭﺍﺟﺐ ﻣﻬﺎﺟﺮﻳﻨﺎ – ﺍﻟﻌﻤﻼﺀ - ﺍﻟﻤﻜﻠﻔﻴﻦ ﻓﻲ ﺑﻘﻴﺔ ﺍﻟﺪﻭﻝ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﺷﻴﺎﺀ :
-1 ﺷﺮﺍﺀ ﺍﻷﺭﺍﺿﻲ ﻭﺍﻟﺒﻴﻮﺕ ﻭﺍﻟﺸﻘﻖ، ﻭﺇﻳﺠﺎﺩ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﻭﻣﺘﻄﻠﺒﺎﺕ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﻭﺇﻣﻜﺎﻧﻴﺎﺗﻬﺎ ﻷﺑﻨﺎﺀ ﻣﺬﻫﺒﻬﻢ ﻟﻴﻌﻴﺸﻮﺍ ﻓﻲ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﺒﻴﻮﺕ ﻭﻳﺰﻳﺪﻭﺍ ﻋﺪﺩ ﺍﻟﺴﻜﺎﻥ .
-2 ﺍﻟﻌﻼﻗﺔ ﻭﺍﻟﺼﺪﺍﻗﺔ ﻣﻊ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺭﺅﻭﺱ ﺍﻷﻣﻮﺍﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻮﻕ ﻭﺍﻟﻤﻮﻇﻔﻴﻦ ﺍﻹﺩﺍﺭﻳﻴﻦ ﺧﺎﺻﺔ ﺍﻟﺮﺅﻭﺱ ﺍﻟﻜﺒﺎﺭ ﻭﺍﻟﻤﺸﺎﻫﻴﺮ ﻭﺍﻷﻓﺮﺍﺩ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺘﻤﺘﻌﻮﻥ ﺑﻨﻔﻮﺫ ﻭﺍﻓﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻭﺍﺋﺮ ﺍﻟﺤﻜﻮﻣﻴﺔ .
-3 ﻫﻨﺎﻙ ﻓﻲ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﺪﻭﻝ ﻗﺮﻯ ﻣﺘﻔﺮﻗﺔ ﻓﻲ ﻃﻮﺭ ﺍﻟﺒﻨﺎﺀ، ﻭﻫﻨﺎﻙ ﺧﻄﻂ ﻟﺒﻨﺎﺀ ﻋﺸﺮﺍﺕ ﺍﻟﻘﺮﻯ ﻭﺍﻟﻨﻮﺍﺣﻲ ﻭﺍﻟﻤﺪﻥ ﺍﻟﺼﻐﻴﺮﺓ ﺍﻷﺧﺮﻯ، ﻓﻴﺠﺐ ﺃﻥ ﻳﺸﺘﺮﻱ ﻫﺆﻻﺀ ﺍﻟﻤﻬﺎﺟﺮﻭﻥ ﺍﻟﻌﻤﻼﺀ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺃﺭﺳﻠﻨﺎ ﺃﻛﺒﺮ ﻋﺪﺩ ﻣﻤﻜﻦ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﻴﻮﺕ ﻓﻲ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﻘﺮﻯ ﻭﻳﺒﻴﻌﻮﺍ ﺫﻟﻚ ﺑﺴﻌﺮ ﻣﻨﺎﺳﺐ ﻟﻸﻓﺮﺍﺩ ﻭﺍﻷﺷﺨﺎﺹ ﺍﻟﺬﻱ ﺑﺎﻋﻮﺍ ﻣﻤﺘﻠﻜﺎﺗﻬﻢ ﻓﻲ ﻣﺮﺍﻛﺰ ﺍﻟﻤﺪﻥ، ﻭﺑﻬﺬﻩ ﺍﻟﺨﻄﺔ ﺗﻜﻮﻥ ﺍﻟﻤﺪﻥ ﺫﺍﺕ ﺍﻟﻜﺜﺎﻓﺔ ﺍﻟﺴﻜﺎﻧﻴﺔ ﻗﺪ ﺃُﺧﺮﺟﺖ ﻣﻦ ﺃﻳﺪﻳﻬﻢ .
ﺛﺎﻧﻴﺎً : ﻳﺠﺐ ﺣﺚ ﺍﻟﻨﺎﺱ ‏( ﺍﻟﺸﻴﻌﺔ ‏) ﻋﻠﻰ ﺍﺣﺘﺮﺍﻡ ﺍﻟﻘﺎﻧﻮﻥ ﻭﻃﺎﻋﺔ ﻣﻨﻔﺬﻱ ﺍﻟﻘﺎﻧﻮﻥ ﻭﻣﻮﻇﻔﻲ ﺍﻟﺪﻭﻟﺔ، ﻭﺍﻟﺤﺼﻮﻝ ﻋﻠﻰ ﺗﺮﺍﺧﻴﺺ ﺭﺳﻤﻴﺔ ﻟﻼﺣﺘﻔﺎﻻﺕ ﺍﻟﻤﺬﻫﺒﻴﺔ – ﻭﺑﻜﻞ ﺗﻮﺍﺿﻊ - ﻭﺑﻨﺎﺀ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﻭﺍﻟﺤﺴﻴﻨﻴﺎﺕ؛ ﻷﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺘﺮﺍﺧﻴﺺ ﺍﻟﺮﺳﻤﻴﺔ ﺳﻮﻑ ﺗﻄﺮﺡ ﻣﺴﺘﻘﺒﻼً ﻋﻠﻰ ﺍﻋﺘﺒﺎﺭ ﺃﻧﻬﺎ ﻭﺛﺎﺋﻖ ﺭﺳﻤﻴﺔ .
ﻭﻹﻳﺠﺎﺩ ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﺍﻟﺤﺮﺓ ﻳﺠﺐ ﺃﻥ ﻧﻔﻜﺮ ﻓﻲ ﺍﻷﻣﺎﻛﻦ ﺫﺍﺕ ﺍﻟﻜﺜﺎﻓﺔ ﺍﻟﺴﻜﺎﻧﻴﺔ ﺍﻟﻌﺎﻟﻴﺔ ﻟﻨﺠﻌﻠﻬﺎ ﻣﻮﺿﻊ ﺍﻟﻤﻨﺎﻗﺸﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻮﺍﻗﻊ ﺍﻟﺤﺴﺎﺳﺔ، ﻭﻳﺠﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﻓﺮﺍﺩ ﻓﻲ ﻫﺎﺗﻴﻦ ﺍﻟﻤﺮﺣﻠﺘﻴﻦ ﺃﻥ ﻳﺴﻌﻮﺍ ﻟﻠﺤﺼﻮﻝ ﻋﻠﻰ ﺟﻨﺴﻴﺔ ﺍﻟﺒﻼﺩ ﺍﻟﺘﻲ ﻳﻘﻴﻤﻮﻥ ﻓﻴﻬﺎ ﺑﺎﺳﺘﻐﻼﻝ ﺍﻷﺻﺪﻗﺎﺀ ﻭﺗﻘﺪﻳﻢ ﺍﻟﻬﺪﺍﻳﺎ ﺍﻟﺜﻤﻴﻨﺔ، ﻭﻋﻠﻴﻬﻢ ﺃﻥ ﻳﺮﻏّﺒﻮﺍ ﺍﻟﺸﺒﺎﺏ ﺑﺎﻟﻌﻤﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﻮﻇﺎﺋﻒ ﺍﻟﺤﻜﻮﻣﻴﺔ ﻭﺍﻻﻧﺨﺮﺍﻁ ﺧﺎﺻﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻠﻚ ﺍﻟﻌﺴﻜﺮﻱ .
ﻭﻓﻲ ﺍﻟﻨﺼﻒ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺨﻄﺔ ﺍﻟﻌﺸﺮﻳﺔ ﻳﺠﺐ – ﺑﻄﺮﻳﻘﺔ ﺳﺮﻳﺔ ﻭﻏﻴﺮ ﻣﺒﺎﺷﺮﺓ - ﺍﺳﺘﺜﺎﺭﺓ ﻋﻠﻤﺎﺀ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺿﺪ ﺍﻟﻔﺴﺎﺩ ﺍﻻﺟﺘﻤﺎﻋﻲ ﻭﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﺍﻟﻤﺨﺎﻟﻔﺔ ﻟﻺﺳﻼﻡ ﺍﻟﻤﻮﺟﻮﺩﺓ ﺑﻜﺜﺮﺓ ﻓﻲ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﺒﻼﺩ، ﻭﺫﻟﻚ ﻋﺒﺮ ﺗﻮﺯﻳﻊ ﻣﻨﺸﻮﺭﺍﺕ ﺍﻧﺘﻘﺎﺩﻳﺔ ﺑﺎﺳﻢ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﺴﻠﻄﺎﺕ ﺍﻟﺪﻳﻨﻴﺔ ﻭﺍﻟﺸﺨﺼﻴﺎﺕ ﺍﻟﻤﺬﻫﺒﻴﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﻼﺩ ﺍﻷﺧﺮﻯ، ﻭﻻ ﺭﻳﺐ ﺃﻥ ﻫﺬﺍ ﺳﻴﻜﻮﻥ ﺳﺒﺒﺎً ﻓﻲ ﺇﺛﺎﺭﺓ ﺃﻋﺪﺍﺩ ﻛﺒﻴﺮﺓ ﻣﻦ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﺸﻌﻮﺏ، ﻭﻓﻲ ﺍﻟﻨﻬﺎﻳﺔ ﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﻳﻠﻘﻮﺍ ﺍﻟﻘﺒﺾ ﻋﻠﻰ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﻘﻴﺎﺩﺍﺕ ﺍﻟﺪﻳﻨﻴﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﺸﺨﺼﻴﺎﺕ ﺍﻟﻤﺬﻫﺒﻴﺔ ﺃﻭ ﺃﻧﻬﻢ ﺳﻴﻜﺬﺑﻮﻥ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻧﺸﺮ ﺑﺄﺳﻤﺎﺋﻬﻢ ﻭﺳﻮﻑ ﻳﺪﺍﻓﻊ ﺍﻟﻤﺘﺪﻳﻨﻮﻥ ﻋﻦ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﻤﻨﺸﻮﺭﺍﺕ ﺑﺸﺪﺓ ﺑﺎﻟﻐﺔ ﻭﺳﺘﻘﻊ ﺃﻋﻤﺎﻝ ﻣﺮﻳﺒﺔ ﻭﺳﺘﺆﺩﻱ ﺇﻟﻰ ﺇﻳﻘﺎﻑ ﻋﺪﺩ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺴﺆﻭﻟﻴﻦ ﺍﻟﺴﺎﺑﻘﻴﻦ ﺃﻭ ﺗﺒﺪﻳﻠﻬﻢ، ﻭﻫﺬﻩ ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﺳﺘﻜﻮﻥ ﺳﺒﺒﺎً ﻓﻲ ﺳﻮﺀ ﻇﻦ ﺍﻟﺤﻜﺎﻡ ﺑﺠﻤﻴﻊ ﺍﻟﻤﺘﺪﻳﻨﻴﻦ ﻓﻲ ﺑﻼﺩﻫﻢ؛ ﻭﻫﻢ ﻟﺬﻟﻚ ﺳﻮﻑ ﻟﻦ ﻳﻌﻤﻠﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﻧﺸﺮ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺑﻨﺎﺀ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﻭﺍﻷﻣﺎﻛﻦ ﺍﻟﺪﻳﻨﻴﺔ، ﻭﺳﻮﻑ ﻳﻌﺘﺒﺮﻭﻥ ﻛﻞ ﺍﻟﺨﻄﺎﺑﺎﺕ ﺍﻟﺪﻳﻨﻴﺔ ﻭﺍﻻﺣﺘﻔﺎﻻﺕ ﺍﻟﻤﺬﻫﺒﻴﺔ ﺃﻋﻤﺎﻻً ﻣﻨﺎﻫﻀﺔ ﻟﻨﻈﺎﻣﻬﻢ، ﻭﻓﻀﻼً ﻋﻦ ﻫﺬﺍ ﺳﻴﻨﻤﻮ ﺍﻟﺤﻘﺪ ﻭﺍﻟﻨﻔﺮﺓ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻭﺍﻟﺤﻜﺎﻡ ﻓﻲ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﺒﻼﺩ؛ ﻭﺣﺘﻰ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺳﻴﻔﻘﺪﻭﻥ ﺣﻤﺎﻳﺔ ﻣﺮﺍﻛﺰﻫﻢ ﺍﻟﺪﺍﺧﻠﻴﺔ ﻭﻟﻦ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻬﻢ ﺣﻤﺎﻳﺔ ﺧﺎﺭﺟﻴﺔ ﺇﻃﻼﻗﺎً .
ﺛﺎﻟﺜﺎً : ﻭﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺮﺣﻠﺔ ﺣﻴﺚ ﺗﺮﺳَّﺨﺖ ﺻﺪﺍﻗﺔ ﻋﻤﻼﺋﻨﺎ ﺑﺄﺻﺤﺎﺏ ﺭﺅﻭﺱ ﺍﻷﻣﻮﺍﻝ ﻭﺍﻟﻤﻮﻇﻔﻴﻦ ﺍﻟﻜﺒﺎﺭ، ﻭﻣﻨﻬﻢ ﻋﺪﺩ ﻛﺒﻴﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻠﻚ ﺍﻟﻌﺴﻜﺮﻱ ﻭﺍﻟﻘﻮﻯ ﺍﻟﺘﻨﻔﻴﺬﻳﺔ ﻭﻫﻢ ﻳﻌﻤﻠﻮﻥ ﺑﻜﻞ ﻫﺪﻭﺀ ﻭﺩﺃﺏ، ﻭﻻ ﻳﺘﺪﺧﻠﻮﻥ ﻓﻲ ﺍﻷﻧﺸﻄﺔ ﺍﻟﺪﻳﻨﻴﺔ، ﻓﺴﻮﻑ ﻳﻄﻤﺌﻦ ﻟﻬﻢ ﺍﻟﺤﻜﺎﻡ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺫﻱ ﻗﺒﻞ .
ﻭﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺮﺣﻠﺔ ﺣﻴﺚ ﺗﻨﺸﺄ ﺧﻼﻓﺎﺕ ﻭﻓُﺮﻗﺔ ﻭﻛَﺪَﺭ ﺑﻴﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺍﻟﺤﻜﺎﻡ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺘﻮﺟﺐ ﻋﻠﻰ ﺑﻌﺾ ﻣﺸﺎﻳﺨﻨﺎ ﺍﻟﻤﺸﻬﻮﺭﻳﻦ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﺒﻼﺩ ﺃﻥ ﻳﻌﻠﻨﻮﺍ ﻭﻻﺀﻫﻢ ﻭﺩﻓﺎﻋﻬﻢ ﻋﻦ ﺣﻜﺎﻡ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺒﻼﺩ ﻭﺧﺎﺻﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻮﺍﺳﻢ ﺍﻟﻤﺬﻫﺒﻴﺔ، ﻭﻳُﺒﺮﺯﻭﺍ ﺍﻟﺘﺸﻴﻊ ﻛﻤﺬﻫﺐ ﻻ ﺧﻄﺮَ ﻣﻨﻪ ﻋﻠﻴﻬﻢ، ﻭﺇﺫﺍ ﺃﻣﻜﻨﻬﻢ ﺃﻥ ﻳﻌﻠﻨﻮﺍ ﺫﻟﻚ ﻟﻠﻨﺎﺱ ﻋﺒﺮ ﻭﺳﺎﺋﻞ ﺍﻹﻋﻼﻡ ﻓﻌﻠﻴﻬﻢ ﺃﻻ ﻳﺘﺮﺩﺩﻭﺍ ﻟﻴﻠﻔﺘﻮﺍ ﻧﻈﺮ ﺍﻟﺤﻜﺎﻡ ﻭﻳﺤﻮﺯﻭﺍ ﻋﻠﻰ ﺭﺿﺎﻫﻢ ﻓﻴﻘﻠﺪﻭﻫﻢ ﺍﻟﻮﻇﺎﺋﻒ ﺍﻟﺤﻜﻮﻣﻴﺔ ﺩﻭﻥ ﺧﻮﻑ ﻣﻨﻬﻢ ﺃﻭ ﻭﺟﻞ .
ﻭﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺮﺣﻠﺔ ﻭﻣﻊ ﺣﺪﻭﺙ ﺗﺤﻮﻻﺕ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻮﺍﻧﺊ ﻭﺍﻟﺠﺰﺭ ﻭﺍﻟﻤﺪﻥ ﺍﻷﺧﺮﻯ ﻓﻲ ﺑﻼﺩﻧﺎ، ﺇﺿﺎﻓﺔ ﺇﻟﻰ ﺍﻷﺭﺻﺪﺓ ﺍﻟﺒﻨﻜﻴﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺳﻮﻑ ﻧﺴﺘﺤﺪﺛﻬﺎ ﺳﻴﻜﻮﻥ ﻫﻨﺎﻙ ﻣﺨﻄﻄﺎﺕ ﻟﻀﺮﺏ ﺍﻻﻗﺘﺼﺎﺩ ﻓﻲ ﺩﻭﻝ ﺍﻟﺠﻮﺍﺭ . ﻭﻻ ﺷﻚ ﻓﻲ ﺃﻥ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺭﺅﻭﺱ ﺍﻷﻣﻮﺍﻝ ﻭﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﺮﺑﺢ ﺍﻵﻣﻦ ﻭﺍﻟﺜﺒﺎﺕ ﺍﻻﻗﺘﺼﺎﺩﻱ ﺳﻮﻑ ﻳﺮﺳﻠﻮﻥ ﺟﻤﻴﻊ ﺃﺭﺻﺪﺗﻬﻢ ﺇﻟﻰ ﺑﻠﺪﻧﺎ؛ ﻭﻋﻨﺪﻣﺎ ﻧﺠﻌﻞ ﺍﻵﺧﺮﻳﻦ ﺃﺣﺮﺍﺭﺍً ﻓﻲ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﺍﻟﺘﺠﺎﺭﻳﺔ ﻭﺍﻷﺭﺻﺪﺓ ﺍﻟﺒﻨﻜﻴﺔ ﻓﻲ ﺑﻼﺩﻫﻢ ﺳﻮﻑ ﺗﺮﺣﺐ ﺑﻤﻮﺍﻃﻨﻴﻨﺎ ﻭﺗﻤﻨﺤﻬﻢ ﺍﻟﺘﺴﻬﻴﻼﺕ ﺍﻻﻗﺘﺼﺎﺩﻳﺔ ﻟﻼﺳﺘﺜﻤﺎﺭ .
ﺭﺍﺑﻌﺎً : ﻭﻓﻲ ﺍﻟﻤﺮﺣﻠﺔ ﺍﻟﺮﺍﺑﻌﺔ ﺳﻴﻜﻮﻥ ﻗﺪ ﺗﻬﻴﺄ ﺃﻣﺎﻣﻨﺎ ﺩﻭﻝ ﺑﻴﻦ ﻋﻠﻤﺎﺋﻬﺎ ﻭﺣﻜﺎﻣﻬﺎ ﻣﺸﺎﺣﻨﺎﺕ،ﻭﺍﻟﺘﺠﺎﺭ ﻓﻴﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﻭﺷﻚ ﺍﻹﻓﻼﺱ ﻭﺍﻟﻔﺮﺍﺭ، ﻭﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﻀﻄﺮﺑﻮﻥ ﻭﻣﺴﺘﻌﺪﻭﻥ ﻟﺒﻴﻊ ﻣﻤﺘﻠﻜﺎﺗﻬﻢ ﺑﻨﺼﻒ ﻗﻴﻤﺘﻬﺎ ﻟﻴﺘﻤﻜﻨﻮﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻔﺮ ﺇﻟﻰ ﺃﻣﺎﻛﻦ ﺁﻣﻨﺔ؛ ﻭﻓﻲ ﻭﺳﻂ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﻌﻤﻌﺔ ﻓﺈﻥ ﻋﻤﻼﺀﻧﺎ ﻭﻣﻬﺎﺟﺮﻳﻨﺎ ﺳَﻴُﻌﺘﺒﺮﻭﻥ ﻭﺣﺪﻫﻢ ﺣُﻤﺎﺓَ ﺍﻟﺴﻠﻄﺔ ﻭﺍﻟﺤﻜﻢ، ﻭﺇﺫﺍ ﻋﻤﻞ ﻫﺆﻻﺀ ﺍﻟﻌﻤﻼﺀ ﺑﻴﻘﻈﺔ ﻓﺴﻴﻤﻜﻨﻬﻢ ﺃﻥ ﻳﺘﺒﻮﺅﻭﺍ ﻛﺒﺮﻯ ﺍﻟﻮﻇﺎﺋﻒ ﺍﻟﻤﺪﻧﻴﺔ ﻭﺍﻟﻌﺴﻜﺮﻳﺔ ﻭﻳﻀﻴﻘﻮﺍ ﺍﻟﻤﺴﺎﻓﺔ ﺑﻴﻨﻬﻢ ﻭﺑﻴﻦ ﺍﻟﻤﺆﺳﺴﺎﺕ ﺍﻟﺤﺎﻛﻤﺔ ﻭﺍﻟﺤﻜﺎﻡ، ﻭﻣﻦ ﻣﻮﺍﻗﻊَ ﻛﻬﺬﻩ ﻳﻤﻜﻨﻨﺎ ﺑﺴﻬﻮﻟﺔ ﺑﺎﻟﻐﺔ ﺃﻥ ﻧَﺸِﻲ ﺑﺎﻟﻤﺨﻠﺼﻴﻦ ﻟﺪﻯ ﺍﻟﺤﻜﺎﻡ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻬﻢ ﺧﻮﻧﺔ؛ ﻭﻫﺬﺍ ﺳﻴﺆﺩﻱ ﺇﻟﻰ ﺗﻮﻗﻴﻔﻬﻢ ﺃﻭ ﻃﺮﺩﻫﻢ ﺃﻭ ﺍﺳﺘﺒﺪﺍﻟﻬﻢ ﺑﻌﻨﺎﺻﺮﻧﺎ . ﻭﻟﻬﺬﺍ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺫﺍﺗﻪ ﺛﻤﺮﺗﺎﻥ ﺇﻳﺠﺎﺑﻴﺘﺎﻥ :
ﺃﻭﻻً : ﻋﻨﺎﺻﺮﻧﺎ ﺳﻴﻜﺴﺒﻮﻥ ﺛﻘﺔ ﺍﻟﺤﻜﺎﻡ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺫﻱ ﻗﺒﻞ .
ﺛﺎﻧﻴﺎً : ﺇﻥ ﺳﺨﻂ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﻜﻢ ﺳﻴﺰﺩﺍﺩ ﺑﺴﺒﺐ ﺍﺯﺩﻳﺎﺩ ﻗﺪﺭﺓ ﺍﻟﺸﻴﻌﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻭﺍﺋﺮ ﺍﻟﺤﻜﻮﻣﻴﺔ، ﻭﺳﻴﻘﻮﻡ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻣﻦ ﺟﺮﺍﺀ ﻫﺬﺍ ﺑﺄﻋﻤﺎﻝ ﻣﻨﺎﻭﺋﺔ ﺃﻛﺜﺮ ﺿﺪ ﺍﻟﺤﻜﻢ، ﻭﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻔﺘﺮﺓ ﻳﺘﻮﺟﺐ ﻋﻠﻰ ﺃﻓﺮﺍﺩﻧﺎ ﺃﻥ ﻳﻘﻔﻮﺍ ﺇﻟﻰ ﺟﺎﻧﺐ ﺍﻟﺤﻜﺎﻡ، ﻭﻳﺪﻋﻮﺍ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺼﻠﺢ ﻭﺍﻟﻬﺪﻭﺀ، ﻭﻳﺸﺘﺮﻭﺍ ﻓﻲ ﺍﻟﻮﻗﺖ ﻧﻔﺴﻪ ﺑﻴﻮﺕ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻫﻢ ﻋﻠﻰ ﻭﺷﻚ ﺍﻟﻔﺮﺍﺭ ﻭﺃﻣﻼﻛﻬﻢ .
ﺧﺎﻣﺴﺎً : ﻭﻓﻲ ﺍﻟﻌﺸﺮﻳﺔ ﺍﻟﺨﺎﻣﺴﺔ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﺠﻮ ﺳﻴﻜﻮﻥ ﻗﺪ ﺃﺻﺒﺢ ﻣﻬﻴﺄ ﻟﻠﺜﻮﺭﺓ؛ ﻷﻧﻨﺎ ﺃﺧﺬﻧﺎ ﻣﻨﻬﻢ ﺍﻟﻌﻨﺎﺻﺮ ﺍﻟﺜﻼﺛﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺍﺷﺘﻤﻠﺖ ﻋﻠﻰ : ﺍﻷﻣﻦ، ﻭﺍﻟﻬﺪﻭﺀ، ﻭﺍﻟﺮﺍﺣﺔ، ﻭﺍﻟﻬﻴﺌﺔ ﺍﻟﺤﺎﻛﻤﺔ ﺳﺘﺒﺪﻭ ﻛﺴﻔﻴﻨﺔ ﻭﺳﻂ ﻃﻮﻓﺎﻥ ﻣﺸﺮﻓﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻐﺮﻕ ﺗﻘﺒﻞ ﻛﻞ ﺍﻗﺘﺮﺍﺡ ﻟﻠﻨﺠﺎﺓ ﺑﺄﺭﻭﺍﺣﻬﺎ .
ﻭﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻔﺘﺮﺓ ﺳﻨﻘﺘﺮﺡ ﻋﺒﺮ ﺷﺨﺼﻴﺎﺕ ﻣﻌﺘﻤﺪﺓ ﻭﻣﺸﻬﻮﺭﺓ ﺗﺸﻜﻴﻞ ﻣﺠﻠﺲ ﺷﻌﺒﻲ ﻟﺘﻬﺪﺋﺔ ﺍﻷﻭﺿﺎﻉ، ﻭﺳﻨﺴﺎﻋﺪ ﺍﻟﺤﻜﺎﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺮﺍﻗﺒﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺪﻭﺍﺋﺮ ﻭﺿﺒﻂ ﺍﻟﺒﻠﺪ؛ ﻭﻻ ﺭﻳﺐ ﺃﻧﻬﻢ ﺳﻴﻘﺒﻠﻮﻥ ﺫﻟﻚ، ﻭﺳﻴﺤﻮﺯ ﻣﺮﺷﺤﻮﻧﺎ ﻭﺑﺄﻛﺜﺮﻳﺔ ﻣﻄﻠﻘﺔ ﻋﻠﻰ ﻣﻌﻈﻢ ﻛﺮﺍﺳﻲ ﺍﻟﻤﺠﻠﺲ؛ ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻷﻣﺮ ﺳﻮﻑ ﻳﺴﺒﺐ ﻓﺮﺍﺭ ﺍﻟﺘﺠﺎﺭ ﻭﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺣﺘﻰ ﺍﻟﺨَﺪَﻣﺔ ﺍﻟﻤﺨﻠﺼﻴﻦ، ﻭﺑﺬﻟﻚ ﺳﻮﻑ ﻧﺴﺘﻄﻴﻊ ﺗﺼﺪﻳﺮ ﺛﻮﺭﺗﻨﺎ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ ﻋﻠﻰ ﺑﻼﺩ ﻛﺜﻴﺮﺓ ﺩﻭﻥ ﺣﺮﺏ ﺃﻭ ﺇﺭﺍﻗﺔ ﻟﻠﺪﻣﺎﺀ .
ﻭﻋﻠﻰ ﻓﺮﺽ ﺃﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺨﻄﺔ ﻟﻢ ﺗﺜﻤﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺮﺣﻠﺔ ﺍﻟﻌﺸﺮﻳﺔ ﺍﻷﺧﻴﺮﺓ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻤﻜﻨﻨﺎ ﺃﻥ ﻧﻘﻴﻢ ﺛﻮﺭﺓ ﺷﻌﺒﻴﺔ ﻭﻧﺴﻠﺐ ﺍﻟﺴﻠﻄﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻜﺎﻡ، ﻭﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻈﺎﻫﺮ ﺃﻥ ﻋﻨﺎﺻﺮﻧﺎ – ﺍﻟﺸﻴﻌﻴﺔ - ﻫﻢ ﺃﻫﻞ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﺒﻼﺩ ﻭﻣﻮﺍﻃﻨﻮﻫﺎ ﻭﺳﺎﻛﻨﻮﻫﺎ، ﻟﻜﻨﻨﺎ ﻧﻜﻮﻥ ﻗﺪ ﻗﻤﻨﺎ ﺑﺄﺩﺍﺀ ﺍﻟﻮﺍﺟﺐ ﺃﻣﺎﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺃﻣﺎﻡ ﻣﺬﻫﺒﻨﺎ، ﻭﻟﻴﺲ ﻣﻦ ﺃﻫﺪﺍﻓﻨﺎ ﺇﻳﺼﺎﻝ ﺷﺨﺺ ﻣﻌﻴﻦ ﺇﻟﻰ ﺳﺪﺓ ﺍﻟﺤﻜﻢ - ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻬﺪﻑ ﻫﻮ ﻓﻘﻂ ﺗﺼﺪﻳﺮ ﺍﻟﺜﻮﺭﺓ؛ ﻭﻋﻨﺪﺋﺬ ﻧﺴﺘﻄﻴﻊ ﺭﻓﻊ ﻟﻮﺍﺀ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺍﻹﻟﻬﻲ، ﻭﺃﻥ ﻧُﻈﻬﺮ ﻗﻴﺎﻣﻨﺎ ﻓﻲ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻟﺪﻭﻝ، ﻭﺳﻨﺘﻘﺪﻡ ﺇﻟﻰ ﻋﺎﻟﻢ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﺑﻘﻮﺓ ﺃﻛﺒﺮ، ﻭﻧﺰﻳﻦ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ ﺑﻨﻮﺭ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻭﺍﻟﺘﺸﻴﻊ ﺣﺘﻰ ﻇﻬﻮﺭ  ﻋﻮﺩ . ﺃ . ﻫـ
Referensi :
1. Addarinny
2. Aslibumiayu