Tampilkan postingan dengan label merdeka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label merdeka. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 September 2017

THE SPIRIT OF MUSHI 無 私

無 私
Salah satu prinsip pokok prajurit intelijen didikan Sekolah Nakano yang saya ingat adalah 無 私 atau dibaca むし atau mushi. Hampir dalam setiap kesempatan selalu diingatkan tentang pentingnya mushi dalam segala peri kehidupan seorang insan intelijen. Saya tidak akan pernah lupa hingga akhir hayat dan dapat menjalani hidup sebagai intel berkeliling Indonesia dan berkeliling dunia dengan menghayati prinsip mushi tersebut.

Seperti juga semangat bushido bagi seorang samurai yang menjadi code of conduct bagi kehidupan seorang samurai, maka mushi adalah code of conduct kehidupan seorang intel atau ninja, shinobi, atau kunoichi. Ilmu intelijen Nakano telah lama musnah dalam sistem pendidikan intelijen Indonesia karena tidak ada lagi generasi intelijen yang mengajarkannya. Meskipun cikal bakal atau pondasi intelijen Indonesia adalah merujuk kepada kombinasi ninja Jepang dan kearifan lokal telik sandi nusantara, namun karena kurangnya perhatian kepada pendidikan dan pelatihan intelijen, maka secara perlahan yang terjadi adalah kemerosotan mentalitas intelijen yang kemudian kurang menghayati identitas jati diri sebagai intelijen.

Apakah mushi tersebut?

Arti kata mushi secara sederhana adalah tidak mementingkan diri sendiri. Namun dalam kata mushi tersebut mengandung makna ketiadaan yang pada awalnya sangat sulit untuk dipahami karena melibatkan proses penyangkalan terhadap eksistensi kita sebagai mahluk sosial. Prinsip mushi ini dapat dibandingkan dengan ajaran Hindu sebagaimana tertulis dalam Bhagawat Gita dalam pernyataan Ramakhrisna tentang pembacaan mantra Gita, di dalam ajaran buddha dan zen yang mana melalui meditasi dapat mencapai kesempurnaan diri, kemudian di dalam ajaran Yahudi berkembang menjadi kebencian terhadap diri sendiri (jiwa yang mencela), dalam ajaran Kristen dicontohkan dengan pengorbanan Yesus, dalam dunia Islam banyak dipraktekkan oleh kaum Sufi. Perbandingan tersebut tentu tidak bersifat mutlak karena terdapat perbedaan makna sesuai dengan ajaran masing-masing.

Dari the spirit of Mushi atau semangat mushi yang menjiwai setiap insan yang telah lulus sebagai shinobi akan mempraktekan 11 prinsip dalam hidupnya yakni:

1. Bebas dari ambisi pribadi
2. Bebas dari emosi
3. Loyalitas adalah jiwa saya
4. Misi tugas adalah jantung saya
5. Kerahasiaan adalah darah saya
6. Di tengah masyarakat saya menghilang
7. Saya menghilang dalam bayangan
8. Bayangan saya bisa rendah dan tinggi
9. Rajin berlatih menghilang dalam bayangan
10. Selalu melakukan persiapan sebelum misi
11. Ketika saya berpolitik maka saya bukan lagi intelijen

Makna dari 11 prinsip Mushi tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama , bebas dari ambisi pribadi
Seperti ajaran Buddha dan Zen yang membebaskan manusia dari hasrat kehidupan duniawi maka bagi seorang intel diperlukan suatu keadaan jiwa yang bebas dari ambisi pribadi karena tugasnya adalah melaksanakan misi dari pimpinan untuk kepentingan bangsa dan negara. Ambisi pribadi baik berupa keinginan untuk kekayaan, jabatan, ketenaran, dan lain sebagainya adalah penyakit yang dapat merusak efektifitas kerja intelijen. Kualitas insan intelijen yang dapat menanggalkan ambisi pribadinya akan luar biasa karena dia bekerja tanpa pamrih dan sungguh-sungguh serta fokus kepada misi. Hal ini dalam kacamata manusia modern akan terlihat klise atau bahkan mustahil karena manusia pada dasarnya selalu bertanya bagaimana dengan nasib saya atau fokus kepada kepentingan diri sendiri. Namun justru sikap seperti itulah yang melahirkan penghianatan, persaingan sesama intel yang tidak sehat, serta fokus yang lemah kepada misi, dan hilangnya militansi dalam melaksanakan tugas intelijen. Itulah sebabnya dalam berbagai tradisi rekrutmen intel-intel yang handal di berbagai lembaga intelijen terkemuka di dunia seringkali dicari calon intel yang yatim piatu atau mereka yang tidak memiliki afiliasi keluarga besar yang berpengaruh secara politik. Secara teori akan lebih mudah bagi mereka yang telah terbiasa tanpa keluarga untuk bekerja tanpa pamrih, menempuh resiko tinggi, dan fokus kepada tugas tanpa ambisi pribadi. Bila anda anak seorang Jenderal atau politisi atau dari keluarga yang terpandang, sangat sulit untuk tidak menginginkan posisi yang tinggi dalam kehidupan anda bukan?

Kedua , bebas dari emosi
Bagaimana mungkin kita sebagai manusia menanggalkan emosi kita atau menyimpannya di dalam hati kita? Pertanyaan ini sangat umum dan logis. Namun justru itulah yang dituntut dari seorang insan intelijen. Hal ini bukan berarti anda menjadi berdarah dingin tanpa ekspresi di wajah anda. Apa yang dimaksud bebas dari emosi adalah bahwa seorang intel harus mampu mengendalikan emosinya baik ketika dalam keadaan teramat sangat sulit dan tersiksa untuk tidak menangis, dan dalam keadaan dipuji dan kesenangan untuk tidak lupa diri. Kesadaran tinggi untuk menyadari emosi yang bergejolak di dalam hati kita sebagai seorang intel bukanlah hal yang mudah untuk dicapai. Contoh ekstrim adalah kekuatan mental menghadapi siksaan musuh bila anda tertangkap serta kesiapan untuk "bunuh diri" membawa rahasia bersama kematian anda. Contoh lain adalah tidak mempertunjukkan kesenangan anda pada sesuatu apakah itu wanita cantik, harta benda seperti mobil mewah dan properti, dan lain-lain. Semua itu akan terlihat dalam emosi spontan anda ketika menjalani misi intelijen. Misalnya umumnya laki-laki senang dengan wanita cantik yang sexy, baik dan menarik hati. Keumuman sikap kaum laki-laki tersebut tersebut tentunya juga dialami mereka yang menjadi intel karena intel juga manusia, namun bahaya dari jebakan wanita cantik sudah sangat sering terjadi dalam kisah tragis insan intelijen karena akan mudah dijebak oleh musuh. Inti dari bebas dari emosi adalah anda tidak memperlihatkan kelemahan anda.

Ketiga, loyalitas adalah jiwa saya
Seorang intel, ninja, shinobi atau kunoichi akan kehilangan nilainya ketika ia kehilangan loyalitasnya. Seperti juga samurai yang menempatkan loyalitas sebagai salah satu prinsip dalam semangat bushido, maka dalam semangat mushi prinsip loyalitas adalah harga mati, yakni bila anda berkhianat hukumannya adalah mati. Bila anda kabur dari misi, hukumannya juga mati. Bila anda berinisiatif dengan ide sendiri yang menyimpang dari misi maka hukumannya juga mati. Loyalitas kepada pimpinan, loyalitas kepada misi, loyalitas kepada bangsa dan negara adalah jati diri yang melekat kepada seorang insan intelijen.

Keempat , misi tugas adalah jantung saya
Bila loyalitas menjadi jiwa seorang intel, maka misi tugas adalah jantungnya. Walaupun dapat dimaknasi secara seimbang antara jantung dan jiwa, namun jantung disini juga bermakna pusat perhatian dan pusat dari peri kehidupan tugas dan kegiatan insan intelijen. Artinya insan intelijen tugas pokok dan fungsinya adalah melaksanakan misi yang diamanatkan oleh pimpinan atau komandan intelijen. Bila anda misinya adalah membuat analisa maka laksanakan misi tersebut sebaik-baiknya secara velox et exactus. Bila anda misinya melakukan inflitrasi dan penggalangan maka laksanakan tugas tersebut secara tuntas hingga tujuan misi tercapai. Bila anda misinya adalah melakukan penyelidikan di wilayah musuh, maka laksanakan tugas penyelidikan tersebut secara sempurna sehingga anda memperoleh informasi yang diperlukan pimpinan.

Kelima , Kerahasiaan adalah darah saya
Masih mirip dengan prinsip jiwa loyalitas, jantung misi tugas, maka kerahasiaaan adalah darah saya. Maknanya adalah bahwa segenap penggerak perilaku perbuatan saya diselubungi oleh kerahasiaan. Karena darah mengalir di seluruh tubuh saya, maka mulut saya tidak akan mengungkapkan rahasia, tangan saya tidak akan menuliskan rahasia, kaki saya tidak akan melangkah pada pembongkaran rahasia. Bila saya tidak dapat menjaga rahasia, maka berarti darah mengalir keluar dari tubuh saya dan hanya kematian yang pantas saya terima.

Keenam , ditengah masyarakat saya menghilang
Maknanya adalah saya ada di tengah-tengah masyarakat tetapi masyarakat tidak akan pernah menyadarinya atau mengenalinya. Saya menyatu dengan masyarakat secara wajar dimanapun saya berada dalam melaksanakan tugas. Untuk dalam menghilang di tengah-tengah masyarakat maka anda dapat merasakan betapa pentingnya prinsip pertama dan kedua dalam memperkuat pondasi hilangnya diri kita ditengah-tengah masyarakat. Bila anda memiliki ambisi pribadi yang besar, boleh jadi pada suatu masa anda memperoleh kesempatan untuk menjadi tenar, kaya dan terhormat di tengah-tengah masyarakat. Kemudian anda menjadi rajin memupuk eksistensi diri anda di tengah-tengah masyarakat. Bahkan puncak kebodohan anda adalah eksistensi tersebut karena anda seorang intelijen. Jati diri intelijen meskipun kontroversial namun hampir selalu dikagumi dan dihormati. Anda akan mudah untuk kawin lagi karena anda seorang intel, anda dapat memperoleh banyak hal dalam hidup anda karena anda seorang intel. Mengapa demikian? hal itu tidak terlepas dari skill dan kemampuan anda dalam seni intelijen yang tinggi yakni mudah mempesona siapapun yang menjadi target anda sebagaimana diajarkan dalam pendidikan dan pelatihan. Maka hati-hatilah dengan ambisi dan emosi anda, karena hal ini dapat melemahkan kemampuan anda untuk menghilang di tengah-tengah masyarakat.

Ketujuh, saya menghilang dalam bayangan
Sering kita dalam komunitas intelijen menyaksikan insan intelijen yang rusak mentalnya yakni raja menghilang di tengah tugas atau menghilang saat diperlukan atau menghilang saat harus bertanggung jawab. Iya, tidak sedikit saya mendengar insan intelijen yang kabur atau menghilang dari tugas. Hal itu tidak mungkin terjadi dari alumni Nakano, Saipan, maupun kelompok-kelompok kecil binaan alumni Nakano. Semoga komunitas intelijen Indonesia saat ini waspada dengan karakter buruk tersebut dan mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang suka menghilang dari tugas. Berbeda dengan karakter buruk menghilang saat tugas, makna dari menghilang dalam bayangan adalah pentinganya cover dalam kehidupan seorang insan intelijen. Sebagai intelijen yang melaksanakan tugas, anda menghilang dan mewujud dalam bentuk lain dalam cover baik identitas, pekerjaan, kisah hidup, dan berbagai hal yang diperlukan lengkap untuk bayangan baru anda di tengah-tengah masyarakat.

Kedelapan,  bayangan saya bisa rendah dan tinggi
Maknanya adalah cover anda bisa rendah secara strata sosial seperti kaum miskin dhuafa, gembel, bahkan orang gila sekalipun, namun juga bisa tinggi seperti pejabat, perwira, tokoh, celebritas, ulama, orang kaya, pengusaha sukses, dan lain sebagainya. Intinya disini jangan disamakan dengan penipu, karena keahlian anda tersebut dapat menjerumuskan diri anda menjadi penipu yang tentunya bekerja untuk kepentingan dan keuntungan pribadi. Anda adalah aktor yang piawai memerankan peran anda dalam bayangan anda sesuai dengan misi dan kebutuhan informasi. Jangan tergoda untuk melakukan hal lain selain misi utama anda yang diamanatkan oleh pimpinan.

Kesembilan, rajin berlatih menghilang dalam bayangan
Tidak mudah untuk memerankan suatu lakon dalam bayangan anda di tengah-tengah masyarakat. Perbedaan anda dengan aktor atau aktris film adalah bahwa kisah anda tidak direkam dalam film untuk ditonton, melainkan kisah nyata yang terus bergulir dari satu tugas ke tugas lainnya. Hal ini khususnya untuk operator operasi lapangan aksi rahasia atau covert action, dimana anda tidak bisa tiba-tiba berperan sebagai pengusaha bila tidak mempelajari sungguh-sungguh bagaimana karakter dan perilaku umum pengusaha disertai pemahaman dalam berbagai istilah bisnisnya. Demikian juga ketika anda menyamar menjadi seorang wartawan, aktivis, ilmuwan, atau ulama semuanya memiliki karakter dan perilaku khusus yang tidak dapat anda kuasai dalam sehari. Oleh karena itu rajjin-rajinlah membaca, belajar dan berlatih.

Kesepuluh , selalu melakukan persiapan sebelum misi
Keadaan diharapkan dari para insan intelijen adalah selalu siap sedia untuk diterjunkan dalam suatu misi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Meskipun anda sudah rajin berlatih, jangan pernah mengabaikan persiapan sebelum pelaksanaan tugas. Hal ini mengacu kepada rencana operasi baik yang sifatnya logistik maupun rangkaian rencana eksekusi pelaksanaan misi. Sukses suatu misi sangat dipengaruhi oleh perencanaan dan persiapan anda sebelum menjalani misi tersebut. Bila persiapan anda buruk atau tergesa-gesa, maka kemungkinan misi gagal menjadi tinggi.

Kesebelas, ketika saya berpolitik maka saya bukan lagi intelijen
Prinsip terakhir ini agak berbeda dengan sepuluh prinsip sebelumnya karena terkait dengan pergeseran fungsi. Masih terkait dengan prinsip pertama yakni ambisi, ada kalanya seorang insan intelijen memiliki kesempatan untuk berkuasa di suatu negeri/negara, khususnya mereka yang telah mencapai posisi puncak organisasi dan penguasaan informasi. Pada level ini tentu tidak dapat dipungkiri, bahwa insan intelijen juga memiliki kapabilitas untuk memimpin suatu negeri/negara sebagaimana terjadi di banyak negara di dunia. Pada level inilah ambisi anda menjadi pemimpin sah-sah saja untuk ditempuh, namun  hal itu berarti anda sudah bukan intelijen lagi melainkan pemimpin yang kebetulan memiliki sejarah intelijen. Anda harus segera menanggalkan identitas intelijen anda dan berubah menjadi negarawan yang telah dibekali pengalaman intelijen untuk kepentingan bangsa dan negara. Jangan berperilaku seperti layaknya intel karena anda akan jatuh di mata masyarakat. Garis pemisahnya sangat jelas, yakni ketika anda mulai memikirkan bagaimana membawa perubahan masyarakat yang lebih baik melalui jalur kekuasaan politik, maka segeralah anda tanggalkan jati diri intelijen dan jadilah negarawan yang baik.

Di hari yang mulia ini 72 tahun sudah Indonesia Merdeka terngiang pekikan lantang MERDEKA...MERDEKA...MERDEKA dengan tangis dan suka cita kemerdekaan Indonesia. Intelijen Indonesia hanya selang beberapa minggu setelah kemerdekaan 17 Agustus 1945 dibangun oleh sahabat-sahabat alumni Sekolah Nakano. Saya berani bertaruh, generasi intelijen Indonesia saat ini tidak ada yang mengenal sejarahnya sendiri. Usia organisasi intelijen Indonesia adalah sama dengan usia negara Republik Indonesia, 72 tahun terus-menerus mengawal perjalanan bangsa dan negara Indonesia. Semoga anda diantara anda yang berkenan menyebarluaskan dan mengajarkan kembali kepada komunitas intelijen Indonesia.

Boleh jadi prinsip Mushi telah dilupakan oleh komunitas intelijen Indonesia, boleh jadi komunitas intelijen merasa Mushi merupakan prinsip intelijen asing (Jepang) yang harus dilupakan. Namun adakah diantara anda komunitas intelijen yang memahami bahwa prinsip asing Mushi tersebut telah mengalami proses sinkritisme dengan kearifan lokal telik sandi dalam konsep prajurit perang fikiran? Budaya dan tradisi Indonesia masa lalu adalah selalu bersifat kebathinan, baik dalam semangat Hindu, Hindu-Buddha, Buddha, Islam, Kristen, Konghucu dan berbagai kepercayaan Nusantara seluruhnya sarat dengan aspek kebathinan yang sangat kuat. Semua berbicara masalah hakikat, hakiki, dan pemaknaan hidup yang dalam, yakni sejatinya hidup atau hakikat keberadaan hidup manusia, dimana salah satunya adalah terkait dengan ketiadaan diri kita di hadapan Yang Maha Kuasa. Beruntunglah para insan intelijen Indonesia bila telah memparktekan ketiadaan dan pengorbanan dalam perjalanan hidupnya serta pelaksanaan tugasnya, karena hal itu juga dapat mengantarkan kepada pemahaman tentang hakikat kehidupan yang sementara di dunia ini.

Semoga bermanfaat
Salam Intelijen
Merdeka !!!
Source : Senopati Wirang

Kamis, 17 Agustus 2017

MERDEKAKAN RASA

Kehidupan dunia begitu indah. Namun, sangat disayangkan ketika tak mampu merasakan nikmat dunia dengan rasa tenang dan damai. Indah dan menggiurkan nikmat dunia. Namun akan menjadi semu saat kita tidak mampu mengelola kehidupan dunia dengan baik. Nikmat menjadi sesaat karena selebihnya terkandung keresahan dan kegelisahan. Resah dan gelisah yang tak disadari yang kemudian menjelma menjad i pikiran dan perilaku negatif.

Kala pikiran dan perilaku negatif mulai merongrong diri, apakah sudah bisa dikatakan kalau kita sudah merdeka, merdeka pribadi?

Seperti apa merdeka pribadi itu?
• Merdeka adalah ketika kita tak dipusingkan lagi atas komentar-komentar orang mengenai diri kita.
• Merdeka adalah ketika kita tak teru sik lagi karena perlakuan tidak baik atau yang tidak kita inginkan terjadi pada kita. Tak akan ada kesedihan untuk hal ini.
• Merdeka adalah ketika kita tidak dire potkan dengan target pencapaian kemakmuran duniawi.
• Merdeka adalah ketika kita mampu melakukan segala sesuatu tanpa embel-embel harapan akan penghargaan dari orang lain.
• Merdeka adalah ketika kita tak sibuk mencari tahu mengenai kehidupan orang lain dalam konteks "memata-matai" sebagai bahan referensi menilai sikap orang lain. Dengan kata lain tidak disibukkan dalam rangka untuk menyimpulkan karakter orang lain.

Untuk definisi yang pertama, merdeka adalah saat kita bebas bersikap dan berperilaku, terbebas dari keinginan untuk memenuhi persepsi orang lain mengenai "baik" menurut versi mereka. Ada sepuluh orang, maka akan ada sepuluh definisi tentang baik. Apakah kita akan "membelah" diri menjadi sepuluh agar kita dikatakan baik oleh kesepuluh orang tersebut?

Bukankan Allah SWT telah memberikan sosok teladan? Sang Nabi pengakhir zaman. Sehingga kita tak akan terombang-ambing dalam menentukan sumber inspirasi yang kekal dan tak akan mengecewakan.

Ketika seseorang menemukan "cacat" pada sosok penginspirasi kehidupannya, maka tak jarang yang muncul adalah kekecewaan. Bebaskanlah dirimu. Wajarkanlah dalam mencari sumber inspirasi di zaman sekarang. Sadarilah, manusia hanyalah sosok yang dhaif (lemah), pasti ada/ pernah tergurat kesalahan.

Jika hati terikat harta, maka bahagia hanya milik orang kaya. Jika hati terikat tahta, maka bahagia hanya milik orang berpangkat. Padahal saat lahir kita tak punya apa-apa, juga saat kembali akan meninggalkan itu semua.

Berbahagialah yang hatinya merdeka tanpa ikatan. Tak perlu harta untuk tertawa, tak perlu jabatan untuk kehormatan, bisa berbahagia dengan hal-hal sederhana :)

Begitu juga jika hati terikat seseorang sebelum halal, bahagia hanya akan jadi angan dan khayalan. Padahal tidak semua rasa adalah anugrah, bisa jadi hanyalah ujian.

Karena iman akan selalu diuji. Saat memilih hijrah, menanti dalam taat, bisa jadi ujian itu malah datang dari orang yang menjadi perantara hidayah. Kasus seperti ini banyak terjadi, maka hati-hatilah Kawan :)

Menyadari lemahnya manusia dan Maha Agungnya Allah SWT akan menggiring kita menjadi jiwa pemaaf. Pemaaf adalah salah satu wujud dari pribadi yang merdeka. Merdeka dari rasa dendam, benci juga sakit hati.

Tidak adanya kesedihan berkepanjangan akan perlakuan tidak baik terhadap diri kita adalah salah satu bentuk kemerdekaan diri. Kita merdeka dari penguasaan rasa sedih yang disebabkan orang lain. Jika kita masih terus-terusan bersedih, itu artinya kita tidak lagi mempunyai kendali terhadap rasa kita, orang lain tsb lah yang telah mengambil kendalinya. Maka menenangkan jiwa dari kesedihan atas perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain adalah bentuk pemerdekaan diri.

Maksud dari "Tidak direpotkan dengan pencapaian target duniawi" adalah bahwa kita merdeka dari tekanan-tekanan akan pencapaian. Kita hanya perlu berusaha sebaiknya, toh akan ada yang memberikan hasil akhir, ialah Allah. Merdekakan diri dari tekanan, sehingga pencapaian duniawi akan menaut dengan pencapaian akhirat. Melakukan segala sesuatu dengan adanya harapan akan dihargai orang lain, akan membuat kita tertekan. Tidak ada lagi kenikmatan dalam aktivitas bila kita telah terpenjara oleh harapan penghargaan tersebut. Merdeka adalah tidak adanya rasa tertekan. Mencari tahu seluk beluk kehidupan orang lain merupakan bentuk tidak merdekanya diri kita dalam hidup. Kita disibukkan dengan menyelidiki atau mencari informasi kehidupan orang lain, sementara kita telah mengabaikan pencapaian-pencapaian hidup kita sendiri. Hidup kita berarti telah dihantui bayang-bayang kehidupan orang tersebut. Di mana lagi letak kemerdekaan pribadi?

Berpikiran merdeka maka tindakan pun akan mendorong ke arah merdekanya pribadi kita. Merdeka pribadi bukan berarti juga apatis. Merdeka pribadi adalah merdeka dalam menikmati kehidupan, tanpa tekanan. Selamat memerdekakan rasa dan tetap jadikan Allah yang utama. Karena disitulah bahagia berada :)

NESTAPA SEPOTONG KERUPUK

Menggema teriakan kata merdeka
Dari sudut-sudut kota
Dari sudut-sudut desa
Merah putih berkibar  dimana-mana
Sebagai penanda bangsa merdeka
Katanya

Jika merdeka itu benar
Maka ekonomi bangsa ini mestinya makmur
Mengingat bangsa ini kaya akan sumber daya alam
Namun faktanya itu adalah ilusi
Nestapa bagi rakyat
Kekayaan negeri ini justru dikuasai asing
Rakyat hanya kebagian sepotong kerupuk

Sepotong kerupuk yang diikat tali
Tangannyapun diikat
Baru boleh menikmati kerupuk dengan mulutnya
Sesekali tali itu digoyang
Hingga sepotong kerupuk itu sulit dinikmati
Inikah kata merdeka itu

Disaat para penjajah berebut kekayaan alam milik rakyat
Ribuan ton emas digerus tanpa sisa
Jutaan barel minyak bumi dihisap tiada tara
Sementara rakyat disuguhi sepotong kue kering
Diikat di pucuk pohon pinang
Basah dan licin oleh oli bekas

Rakyat telanjang dada seperti budak romusa
Berebut meraih sambil menginjak sesama
Sesekali terjatuh dan tertimpa badan yang lain
Tulang remuk, kulit lecet, roti kering tak terbagi
Karena terjatuh diatas lumpur basah 
Inikah kata merdeka itu

Nestapa sepotong kerupuk
Adalah cermin kemiskinan rakyat
Adalah cermin ketidakberdayaan rakyat
Dibawah neokolonialisme serakah
Inikah kata merdeka itu

Nestapa sepotong kerupuk
Adalah cermin
Atas ketidakberdayaan bangsa ini
Atas keterjajahan bangsa ini
Atas kesengsaraan rakyat jelata
Hanya kebagian sepotong kerupuk
Itupun hanya setahun sekali
Tak pula langsung diberikan
Tapi diikat dan dipermainkan

Nestapa sepotong kerupuk
Adalah cermin
Bangsa ini

Nestapa
Sepotong
Kerupuk

Itupun hanya setahun sekali

#PuisiDrAhmadSastra

Jangan Teriak Merdeka Malu Kita!
Itupun Kalau Kita mau Jujur!

MEMAKNAI MERDEKA

http://telegram.dog/amar_maruf_nahi_munkar
*M E R D E K A.*✊🇲🇨

©By Deden Heryana
Hackcracker Carder™

1. Merdeka itu....
Apakah ketika sumber daya alam indonesia dicaplok asing (Contoh :kurang lebih 80% kilang minyak indonesia di kuasai Asing)?

2. Merdeka itu....
Apakah ketika rakyat di bebani berbagai macam pajak (negara memalak rakyat)?.

3. Merdeka itu.....
Apakah ketika negara mencabut subsidi buat rakyatnya (alasannya biar rakyat bisa mandiri, rakyat jadi beban APBN, padahal 75% APBN dari uang hasil pajak dari rakyat)?

4. Merdeka itu.....
Apakah ketika negara berlepas diri dari kewajibannya mengurusi kesehatan rakyatnya, sehingga rakyat dipalak, diwajibkan iuran sendiri dan dipaksa Ikut BPJS yang ribawi.

5. Merdeka itu..
Apa ketika  Koruptor dikurangi masa hukuman, bebaskan, dan maling ayam dibui.

6. Merdeka itu....Apabila densus 88 apabila keneh hal mati "/ tersangka"; yang beragama islam dan presiden menjamu otak pembakaran masjid ke Istana.?

7. Merdeka itu...
Apakah ketika perusahaan asing bertahun tahun mangkir pajak dibiarkan namun listrik rakyat jelata diputus gara gara 3 bulan belum bisa bayar iuran.

8. Merdeka itu....
Apakah ketika kita sibuk berebut secuil emas SEA GAME membiarkan ber ton ton Emas di Papua di Caplok FREEPORT.

9. Merdeka itu..
Ketika Pelacuran dilokalisasi, Miras dilegalisasi dan Riba dilindungi.

10. Merdeka itu.....Apa ketika hukum  peninggalan penjajah Belanda diadopsi dan Hukum Islam dihitung Kriminalisasi.

Jika anda menemukan 10 Fakta di atas dinegara anda

Artinya anda sudah "merdeka", dan silahkan anda mengikuti lomba balap karung, makan krupuk, panjat pinang dan kegiatan lainnya YANG  minim makna dan sekedar hura-hura belum dan para penjilat tidak pernah melakukan hal itu..???!

REFLEKSI 72 TAHUN MERDEKA

1. Merdeka itu apa...
Ketika sumber daya alam Indonesia dicaplok asing dan aseng.

2. Merdeka itu apa...
Ketika utang negara menumpuk, lalu rakyat dibebani lewat berbagai macam pajak.

3. Merdeka itu apa... 
Ketika Negara mencabut subsidi buat rakyat, alasannya biar rakyat bisa mandiri, rakyat jadi beban APBN, padahal 75% APBN dari uang hasil pajak rakyat, sedangkan tunjangan pemerintah dinaikkan.

4. Merdeka itu apa... 
Ketika negara berlepas diri dari kewajiban mengurusi kesehatan rakyat, rakyat disuruh iuran sendiri dan dipaksa Ikut BPJS yang ribawi.

5. Merdeka itu apa... 
Jika Koruptor bebas keliaran, sedangkan maling semangka di penjara bertahun-tahun.

6. Merdeka itu apa... 
Jika rakyat sibuk tarik tambang, namun lupa kalau tambangnya "ditarik" asing dan aseng.

7. Merdeka itu apa... 
Ketika perusahaan asing bertahun tahun mangkir pajak dibiarkan, namun listrik rakyat jelata diputus gara-gara  3 bulan nunggak.

8. Merdeka itu apa... 
Ketika negara sibuk berebut secuil emas SEA GAME namun membiarkan ber ton-ton Emas di Papua di Caplok FREEPORT.

9. Merdeka itu apa... 
Ketika Pelacuran di Lokalisasi, Miras dilegalisasi, Riba dilindungi, Konser musik dibiarkan, sedangkan pengajian dibubarkan, rohis diawasi.

10. Merdeka itu apa... 
Ketika penghina presiden langsung ditangkap, sedangkan penista Al Qur'an dilindungi, apakah presiden lebih mulia dari Al Qur'an ?

11. Merdeka itu apa...
Ketika Hukum Jahiliyah dijunjug tinggi, sedangkan hukum Islam diinjak-injak.

12. Merdeka itu apa... 
Ketika simbol-simbol islam dilarang, sementara atribut PKI dibiarkan.

13. Merdeka itu apa... 
Ketika negara bangkrut, namun pemerintah justru berfoya ria mengundang Girl Band Korea di acara 17- san, betul-betul negara ini mengundang adzab Allah.

===================
Arti kemerdekaan itu apa...
berfoya ria, menyibukkan diri dengan lomba balap karung, balap kucing, makan kerupuk, makan obeng, goyang ngebor semalam suntuk sampai nembus ke tanah, berpesta ria porak-poranda, bakar jagung, bakar ikan, main petasan, main domino, main kucing, main buaya.

Inikah arti kemerdekaan yang dimaksud ?
...Apa untungnya ?
...Bahagia ?
...senang ?

Rakyat oh rakyat, bahagiamu semu, sengsaramu abadi, melaratmu nyata, kemiskinan merajalela.

Kelihatannya Indonesia bukan tanah airmu...

Tanahnya sewa...
Airnya beli...

Merdeka ?
Kata siapa ?
Buktinya ? Ahhh....
Sudahlah...
Mau Apa lagi yang terjadi dengan kondisi negeri ini?

MERDEKA DAN TANTANGAN SEJATINYA

By: Dr. Syahganda Nainggolan
Sabang Merauke Circle

Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta, yang juga menjadi calon gubernur Jawa Barat, menyampaikan pandangan kontroversial dua hari lalu, yakni mengatakan seharusnya kita berterima kasih kepada Belanda. Dedi menyatakan positifnya Belanda yang membangun sistim irigasi yang kuat dan kokoh yang bisa mengatur manajemen air untuk pertanian dengan baik. Dan meninggalkan asset itu serta perkebunannya buat kita.

Pandangan ini berbeda dengan pandangan Ir. Soekarno, alumni arsitektur ITB, ketika menyampaikan pandangannya di pengadilan "Landraad" atas dirinya, dengan tuduhan Makar untuk menggulingkan pemerintahan yang Sah, di Bandung pada tahun 1930, dengan pledoi yang sangat monumental "Indonesia Menggugat". Dalam Pledoi itu Bung Karno mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur yang dibuat Belanda, seperti sistem irigasi, bukanlah semata mata ditujukan buat petani kita, melainkan kepada kebun kebun Belanda secara utama dan sisa airnya baru diterima petani kita.

Tentu saja Dedi Mulyadi belum sampai kepada tingkatan pemikiran Bung Karno tersebut. Hal ini terjadi karena apa yang disebut "seeing is believing", seseorang mempercayai apa yang dilihatnya tanpa mendalami lebih jauh apa dibalik yang terlihat tersebut.

Dalam "seeing is believing", penglihatan fisik menjadi acuan utama. Sedang masalah esensi menjadi sekunder. Dalam kasus sistem irigasi ini, Dedi melihat hebatnya infrastruktur irigasi tersebut karena kokoh dan bertahan sampai saat ini.

Sedangkan Bung Karno, selain melihat infrastruktur pertanian, juga mengkritik pembanguna infrastruktur lainnya seperti jalan, pelabuhan dan kereta api yang dibangun Belanda lebih dimaksudkan untuk memudahkan pengambilan rempah rempah dan kekayaan alam lainnya secara lebih mudah untuk diangkut ke Belanda.

Kenapa Dedi Mulyadi gagal melihat apa yang dilihat Sukarno? Bukankah ada contoh irigasi di Indonesia yang menjadi "World Heritage" yang mengagumkan dunia? Yakni Subak di Bali.

Subak di Bali selain diakui Unesco, juga menjadi bahan riset berbagai perguruan tinggi dunia karena kecanggihan manusianya secara kolektif mengatur pembagian air. Meski Subak sebuah infrastruktur yang canggih dan indah, namun kerjasama dan tanggung jawab petani menjadi utama. Artinya irigasi ini dari petani untuk petani. Sebuah kemandirian rakyat.

Mental Inlanders

Pembicaraan soal usul terima kasih Dedi Mulyadi ke Belanda, penjajah 3,5 abad bangsa kita, menjadi penting untuk melihat bagaimana nasib bangsa ini ke depan. Kenapa? Karena pikiran di atas merupakan cerminan pikiran arus utama (mainstream) pemimpin bangsa ini yang melihat pembangunan (infrastruktur) hanya dari fisiknya saja. Beberapa waktu lalu, Ahok di Jakarta, juga melakukan kerja keras melakukan pembangunan infrastruktur secara cepat. Tentu saja Jokowi di tingkat pusat saat ini melakukan pemokusan pada infrastruktur fisik. Lalu tidak ada yang bertanya seperti Bung Karno bertanya: "Untuk keuntungan siapa itu infrastruktur?"

Pertanyaan untuk kepentingan dan keuntungan siapa pembangunan itu pada masa Bung Karno langsung terlihat vis a vis antara rakyat kita versus Belanda. Tapi, Belanda saat itu hanyalah berbeda warna kulit, di luar warna kulit, kesadaran orang saat itu Belanda adalah pemerintah yang sah. Untuk memperkuat substansi pertanyaan itu Bung Karno mempertegas dengan vis a vis rakyat Marhaen vs Kapitalis. Bung Karno memperjelas bahwa pembangunan yang dilakukan pemerintahan hanyalah semata mata menguntungkan kapitalis, kaum pemilik modal.

Setelah Indonesia

Merdeka, Bung Karno telah memprediksi bangsa kita akan menghadapi persoalan yang lebih besar, yakni sulitnya menghadapi penjajahan yang dilakukan bangsa sendiri. Bagaimana itu bisa terjadi? Menurutnya, kapitalisme itu akan membonceng pemimpin-pemimpin bermental inlanders yang minderwarderheid (pemimpin yang selalu merasa rendah diri pada bangsa asing) untuk menanamkan uangnya dalam proyek proyek infrastruktur, tapi bukan pada kepentingan rakyat, melainkan untuk kepentingan merampok sumberdaya alam kita secara mudah.

Pertanyaannya adalah bagaimana mengukur hal itu? Bagaimana kita bisa menuduh pemimpin tertentu adalah "inlander yang minderwarderheid"?

Tentu kita harus melihat dalam dua hal:
2. Kita harus melihat ketimpangan yang terjadi dengan masuknya pembangunan Infrastruktur? Apakah ketimpangan sosial semakin besar atau semakin kecil?
2. Apakah pemimpin tersebut secara sadar menerima situasi tersebut? Atau sebenarnya tidak melihat korelasinya, karena memang infrastruktur itu dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat?

Hal ini memang sangat sulit membacanya, bukan tidak bisa. Untuk itulah pentingnya memasukkan secara tegas pikiran pikiran Bung Karno dan Founding Fathers lainnya, bahwa ukuran (tantangan) pembangunan sejatinya bukan terletak pada seberapa banyak pelabuhan yang dibangun, seberapa banyak bandara yang dibangun, seberapa panjang jalan tol dan jalan lainnya yang dibangun, seberapa banyak rel kereta alai yang dibangun, dll. Namun, pertanyaannya, seberapa untung rakyat atas pembagunan itu? Seberapa untung bangsa ini dibanding bangsa lain yang memberi hutang pada pembangunan tersebut?

Jika ukuran-ukuran kesejahteraan rakyat dan kemakmuran ini diutamakan, disitulah kita bisa tahu mata pemimpin yang benar dan mata pemimpin yang dimaksud Bung Karno sebagai kolaburator.

Merdeka!

LAGU WAJIB CIPTAAN CUCU RASULULLAH SAW

Ketika indonesia telah merdeka, ada seorang Sayyid dari warga Kauman Semarang, Beliau bernama *Habib Muhammad Husein Muthohar,* ayahnya Habib Umar Muthohar, Beliau masih ada keturunan dari Rasulullah saw, Beliau terkenal dengan sebutan penyelamat merah putih, Pada saat agresi militer Belanda II dan pendiri Paskibraka, Beliau menciptakan *lagu Syukur,*

Dengan lirik lagu dan sya'ir yang indah :

*(Dari yakinku teguh,
Hati ikhlashku penuh,
Akan karuniamu,
Tanah air pusaka,
Indonesia merdeka,
Syukur aku sembahkan,
KehadliratMu Tuhan)*

Habib Husein Muthohar diangkat oleh pemerintah,
Menjadi Dirjen Pemuda dan Olahraga,
Lalu dipercaya menjadi Duta besar di Vatikan,
Beliau tidak hanyut pada situasi di Vatikan,
Bahkan membangun sebuah Masjid yang hebat,
Dan menyusun lagu kebangsaan yang amat inspiratif,

Diceritakan bahwa:
Suatu saat beliau mendengar adzan sholat Dzuhur,
Sampai pada kalimat Hayya alas sholaaah,
Suara adzan tersebut terngiang di telinganya,
Hingga selesai melakukan bersuci dan sholat,
Suara adzan tersebut tetap terngiang di telinganya,
Maka hatinya terdorong membuat lagu yang mirip adzan,

Ada huruf : "S" nya, ada "A" nya, ada "H" nya,
Beliau memanggil pak Hoegeng Imam Santoso,
Agar mengambikan kertas dan pena,
Kemudian pena di tangannya seolah berjalan sendiri, Menulis lagu yang bernada semangat,
Dan diberi judul hari merdeka:

*(Tujuh belas agustus tahun empat lima,
Itulah hari kemerdekaan kita,
Hari merdeka nusa dan bangsa,
Hari lahirnya bangsa Indonesia,
Merdeka,
Sekali merdeka tetap merdeka,
Selama hayat masih di kandung badan,
Kita tetap setia tetap sedia,
Mempertahankan Indonesia,
Kita tetap setia tetap sedia,
Membela negara kita,)*

Habib Husain Mutahar adalah protokoler pertama istana negara di Yogyakarta. Beliau yang bertugas dalam keterbatasan membangun etika kenegaraan dalam table manner, penataan perabot, serta protokoler di gedung agung yang ditempati keluarga Bung Karno.

Ketika Bung Karno ditangkap Belanda, beliau menitipkan bendera pusaka kepada Habib Husain. _"Jaga bendera pusaka ini dengan nyawamu!"_
Dengan cerdik, bendera pusaka itu dipreteli. Jahitan tengahnya dibuka sehingga terpisah antara warna merah dan putih dan tidak lagi tampak sebagai bendera pusaka. Kelak, ketika bertemu Bung Karno, Habib Husein menjahitnya kembali berdasarkan lubang jahitan sebelumnya.
.
*اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَيْهِ*

_____________________

*Instagram* :

*(KLIKLINK)*https://www.instagram.com/deden_heryana
• http://dedenheryana.blogspot.com/

#BantuShareTanpaEdit
#BantuDakwahIni
#DemiIndonesiaBertauhid
#InsyaAllahBermanfaatDiDuniaDanAkhirat