Tampilkan postingan dengan label intoleran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label intoleran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Desember 2017

APAKAH PENGUASA INGIN MEMECAH BELAH INDONESIA?

Sejak merdeka negeri ini, kebhinekaan terjaga sebab yang besar menjaga dan yang kecil tahu diri. Tak ada yang memaksa bahwa pahamnya harus diterima oleh orang lain.

Tapi sejak rezim ini, logika-logika sesat dicipta, undang-undang dzalim diberlakukan, yang Islam diganggu, yang bukan Islam seolah pasti menjadi yang paling benar,” ungkap Ustadz Felix Siauw dalam akun Facebook-nya, Sabtu (9/12/2017).

Kelompok-kelompok intoleran mempersoalkan kata kafir, padahal kafir itu terminologi Al-Quran, tak mungkin dihapus diganti non-Muslim, kelompok intoleran juga mengatakan khilafah tak boleh didakwahkan.

Lalu siapa Anda boleh mengatur-atur Islam? Mana yang boleh dan mana yang tak boleh? Para ulama berdakwah karena perintah Allah, bukan perintah manusia!” tegas ustadz Felix mengomentari persekusi terhadap Ustadz Abdul Somad ketika hendak berdakwah di Bali.

Andai penguasa masih punya hati, lihatlah ke mana semua narasi ini digulirkan? “Apakah penguasa saat ini memang ingin memecah-belah Indonesia? Hentikan semua ini!”

Andai Ustad Abdul Somad sebagaimana yang mereka tuduhkan, berarti mereka pun menganggap jutaan umat Muslim penggemar dakwah UAS sebagai radikal dan segala tuduhan yang lain. “Inilah intoleransi sebenarnya, tak tahu Islam, tapi mau agar Islam mengikuti mereka, hanya karena mereka mayoritas di Bali. Mengapa bukan yang begini yang dibubarkan?” sindir Felix kepada Jokowi.

Ia juga menyebutkan perilaku semisal ini bukan hanya ada di Bali, narasi yang sama dikembangkan secara nasional, klaim aku Pancasila, aku NKRI, hajar yang tak sepaham, buat mereka hina. “Perkara rusak negeri ini karena korupsi, jual aset, masukkan aseng asing, hancur persatuan, tak jadi soal. Yang penting Pancasila dan NKRI di atas semua, bahkan di atas agamanya".

Source : mediaumat.news
Link https://mediaumat.news/ustadz-felix-apakah-penguasa-ingin-memecah-belah-indonesia-hentikan/

Minggu, 03 Desember 2017

SEMOGA METRO TV BISA MENJAWAB

Sandri Rumanama : Pengamat dan Aktivis Minta METRO TV Membuktikan Pemberitaannya

Sandri Rumanama mengungkapkan, "belakangan ini umat islam terkhusus para aksiator 212 terus disudutkan oleh isue yang tak bisa dibuktikan kebenarannya secara fakta. Tayangan media media TV Swasta kita semakin menunjukan ketidak independensian-nya dalam menyajikan informasi, sungguh ironis memberikan berita yang tak etis sebagai konsumsi khalayak publik.

Apalagi di negara ini yang mayoritasnya beragama islam ini sudah tentu mengganggu psikis pemeluk agama islam, bagaimana tidak, hampir terus di sajikan berita yang bisa berbaur fitnah, karena tak bisa menunjukan fakta sebagai pembuktian kebenarannya dari berita tersebut."

METRO TV adalah salah satu media yang sudah saatnya diberikan sanksi oleh umat islam di negara ini terkhususnya par aktoris 212.  Metro TV sudah seringkali menyajikan berita yang tak sesuai fakta dan kenyataan yang ada dan tidak dapat di pertanggung jawabkannya, ini sungguh melanggar kode etik jurnalis dan etika penyiaran.

Jika benar bahwa umat islam dalam hal ini yang terlibat pada aksi 212 itu kelompok intoleran, sekarang Metro TV membutikan pada publik bahwa tindakan intoleransi itu ada dan benar-benar dipraktekkan oleh umat islam yang melakukan aksi 212 tersebut jika tidak bisa di buktikan oleh Metro TV, maka Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) harus mengambil sikap tegas dan memberikan sanksi terhadap stasion TV satu ini.

" Saya sebagai bagian dari alumni aksi 212 merasa tersinggung atas pemberitaan dari METRO TV " ungkapnya.

Beberapa pertanyaan yang harus di jawab oleh Metro TV, di antaranya:

1. METRO TV menyebutkan bahwa "Umat islam yang melakukan reuni 212 itu mereka sedang merayakan kemenangan dari praktek intoleransi mereka."
Sekarang Metro TV harus menunjukan faktanya bahwa pada reunian 212 itu ada pidato atau sajian acara yang bersifat perayaan dan mengandung unsur intoleransi. Siapa yang berpidato atau jenis acara apa yang mengandung unsur intoleran dan bersifat perayaan kemenangan atas ketidak toleransinya umat islam?

2. METRO TV juga menyebutkan bahwa "Ada korban dari aksi 212 yag di anggap oleh METRO TV sebagai gerakan intoleransi."

Sekarang Metro TV harus menunjukan kepada publik siapa korbannya dan jenis perbuatan intoleran seperti apa yang dipraktekan oleh umat islam kepada si korban tersebut?

3. METRO TV juga harus membuktikan bahws bahwa "Tanggal sekian, jam sekian, pelakunya adalah alumni atau bagian dari umat islam yang ikut serta dalam Aksi Aksi Bela Islam baik Aksi 411. 212 dan sebagainya pernah melakukan perbuatan rasis.“
METRO TV harus membuktikan biar tidak berbaur fitnah. Jika tidak maka stasion tv satu ini harus diberi sanksi.

Minggu, 06 Agustus 2017

PIDATO VICTOR LAISKODAT MENYUDUTKAN ISLAM

Pidato Ketua DPP Partai NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat di Nusa Tenggara Timur sangat disesalkan. Pernyataan ini tak pantas, tak elok keluar dari mulut seorang Tokoh Nasional, tapi lebih cocok disebut sebagai pernyataan seorang Preman Pasar. Bukan saja menuduh Empat Partai (PAN, DEMOKRAT, PKS, GERINDRA)  sebagai partai pendukung kelompok Khilafah, yang inteloran dan anti demokrasi,  tapi juga pernyataan tanpa data dan fakta itu sangat tendensius secara tidak langsung telah menyudutkan Ajaran Islam. Seakan akan Islam agama inteloran, Islam Agama Penuh kekerasan, atau sekalian saja katakan Islam itu agama Teroris. Khilafah itu ajaran EXTRIMIS, Miris...!!!

Dalih Victor, Sebagai tokoh Nasional tak pantas mengeluarkan pernyataan seperti itu,  bahasa itu cocoknya sampaikan di pasar, atau di dunia preman,, jangan main main dengan isu-isu sensitif seperti ini karena punya konsekwensi logisnya cukup berbahaya terhadap keutuhan negara. Ini bisa saja menjurus pada huru-hara dan integritas bangsa. Ketahuilah saudaraku, bahwa keselamatan dan ketenteraman pada sebuah negara itu bukan hanya bagaimana rakyat tampil menjadi rakyat yang baik, tapi juga tergantung bagaimana bijaksananya para elit menjaga sikap dan prilakunya terhadap rakyat, juga dalam berbangsa dan bernegara.

Apa jadinya republik ini jika semua elit berbicara asal bunyi tanpa fakta dan kebenaran seperti Victor,  apakah dia paham betapa berbabahaya dampaknya ucapan dia terhadap masyarakat bawah? Seharusnya berpikir dulu sebelum berucap, jangan asal bunyi, kalau sekedar cuap-cuap tukang obat di pasar pun bisa lalukan itu.

Maka lewat tulisan ini, saya menghimbau kepada seluruh para elit bangsa,, mari kedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan partai atau golongan, terlalu naif, jika hanya demi urusan partai rakyat dikorbankan, maka wajib saya pertanyakan kepribadian saudara, apakah benar saudara cinta NKRI ataukah JuST lips Service.. "?

Secara khusus saya minta kepada Victor jangan lagi berbicara tentang khilafah, karena anda tidak paham apa itu khilafah, dalam benak anda Khilafah adalah extrimis, anti demokrasi, intoleran, penuh kekerasan,,, Ente keliru,, makanya baca dan pelajari apa itu khilafah, baru bicara, jangan terlalu kelihatan bodoh, akhirnya tidak berbobot isinya, malah alih-alih dituduh provokator.

Sekarang saya mau tanya pada saudara victor, anda tau apakah itu khilafah? Jelaskan apa Maksd dan tujuannya Khilafah itu? Jangan ASBUN, kalau gak paham apa itu khilafah sebaiknya diam, jangan buat pernyataan depan masyakarat yang Provokatif. Jika Khilafah diterapkan semua orang disuruh sholat, jika tidak pasti dibunuh. Ini fitnah keji, tuduhan tidak mendasar dan harus dipertanggungjawabkan secara hukum, jangan sewenang-wenang,  jangan karena anda-anda bagian dari mendukung pemerintah lalu semua yang bersebrangan dan kritis terhadap pemerintah  dianggap musuh yang harus dibasmi.

Bernegara macam apa kalau begini, inikah yang disebut berdemokrasi? Apakah demokrasi hanya milik kalian saja yang mendukung penguasa? Sementara  yang bersebrangan dan tidak mendukung pemerintah anda tuduh anti demokrasi dan intoleran?

Aneh bin ajaib..!!! pertanyaan sebenarnya siapakah yang inteloran, siapakah sesungguhnya yang anti demokrasi? Empat partai yang bersebrangan dengan pemerintah inikah (PAN, DEMOKRAT, PKS, GERINDRA),  ataukah kalian yang selama ini sering berteriak NKRI Harga Mati..! Nasionalis, Pancasilais, Prodemokrasi?

JIKA demikian cara berfikir kalian, saya saran sebaiknya belajar lagi, supaya tidak buta huruf, rakyat sekarang sudah serba hidup susah , jangan lagi kalian para elit bikin tambah susah,,, Cukup menjadi wakil rakyat yang baik, jujur dan berbudi luhur, agar bermanfaat bagi agama nusa dan bangsa.

wallahu 'alam

Alfaqir Elbarack Husain