Tampilkan postingan dengan label nkri harga mati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nkri harga mati. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Desember 2017

SURAT TERBUKA UNTUK YANG MULIA PRESIDEN RI

Ir. H. Jokowi Dodo
Di
Istana Negara

Sebelumnya kami mendoakan semoga Yang Mulia Presiden selalu diberikan kesehatan jiwa raga baik dalam berfikir, beraktivitas menjalankan rutinitas kenegaraannya.

Miris, setelah sekian lama peristiwa kelam bangsa ini G-30S/PKI berlalu, barulah di rezim Yang Mulia ini kita mendapatkan ulama diperintahkan cium bendera, dilakukan upaya PERSEKUSI, dibubarkan dalam pengajian, dihadang, dicaci, dimaki, disumpah serapahi, didatangi dengan membawa senjata tajam, dipaksa mengikuti kehendak tanpa otoritas, dilabelkan bersalah tanpa "in kracht" Pengadilan dan asas Praduga Tak Bersalah.

Sungguh Yang Mulia, ini bukanlah tontonan dagelan lucu hidup berbangsa. "Pembiaran" kegilaan secara berlebihan yang dilakukan oleh orang-orang normal dengan cara yang tidak wajar, Dan itu terus berulang.

Kami sudah coba diam dan menahan saudara kami yang lainnya berharap keadaan tidak memburuk, tapi malah dibalik diam kami mereka terus menumbuhkan taring tajamnya untuk mencabik-cabik marwah ulama kami. Atau mungkin, ini pertanda bahwa diam bukanlah sebuah pilihan lagi? Na’udzubillahi Min Dzalik.

Yang Mulia, mungkin mereka lupa tentang peran ulama kami dalam memerdekakan NKRI yang tengah mereka nikmati sampai sekarang ini.

Jasmerah bung!!! (Jangan sekali-kali melupakan sejarah) Kutipan pidato bung Karno, 1966.

Dan kini tiba-tiba entah kenapa yang kami rasakan Perppu ORMAS (No. 2 tahun 2017) mandul seketika.

Apa iya, Perppu sakti mandraguna ini sudah tumpul sekali tebas dan sudah tidak tajam lagi? Ah, Rasanya tidak mungkin. Seperti memesan makanan cepat saji, lekas basi, cukup "sekali pakai", selesai. Wallahu A'lam Bishawab, hanya terlintas dipikiran awam kami, semoga Yang Mulia bisa meluruskannya.

Sebagai seorang anak yang dilahirkan dari seorang ulama pimpinan pondok pesantren, saya kerap kali terlibat langsung melihat dan menyaksikan upaya keras ulama dalam berikhtiar mewujudkan negeri "Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur”, Namun hari ini saya melihat sendiri mereka meneteskan air mata, sembari sesekali menyapu keringat lelah dengan surban tuanya.

Tegasnya Yang Mulia, saya ingin menyampaikan, setiap tetes air mata kesedihan ulama kami adalah luka membara umat islam, hentikan pembiaran ini jangan sampai luka umat ini membesar sehingganya menjadi lidah api yang sulit untuk di padamkan.

Melalui Surat Terbuka dipagi Subuh ini kami "MENGECAM KERAS" tindakan agresif oknum yang mengakunya toleran ini, meminta kepada Yang Mulia untuk penegakan hukum yang se adil-adilnya, Dan terakhir memohon negara hadir bersama ulama, bersama umat, bersama masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke demi keutuhan NKRI yang sama-sama kita jaga dan kita bela sampai titik darah penghabisan ini.
NKRI HARGA MATI!

Pariaman, 12 Desember 2017

Ttd,
Asrul Khairi
Anak seorang ulama kampung
(Pondok Pesantren Dinul Ma'ruf Sungai Janiah)

Selasa, 03 Oktober 2017

INDONESIA AKAN DIPECAH JADI 5 NEGARA OLEH BARAT

Sangat penting untuk diketahui dan disadari!! Ini tugas besar Lemhanas, pemerintah dan bangsa kita. Nampaknya layak direnungkan.

Ada skenario yang terselubung, mengerikan mari kita simak.. Papua... RI bisa jadi dianggap penghalang. Jika tak ada aral melintang, kemerdekaan Papua akan dikondisikan terwujud paling lama 2019. Bisa lebih cepat tergantung sikon Jakarta.

Hendropriono selaku tokoh Intelijen terkemuka RI, pada prinsipnya menghendaki referendum nasional jika Papua ingin merdeka. Pernyataan Hendroprioyono yang memihak skenario Barat itu berulangkali dimuat media sebagai tanggapan terhadap solusi tuntutan Papua merdeka yang marak di dunia internasional.

Australia sebagai salah satu negara tetangga terdekat, dimana OPM punya akses terhadap pemerintahnya, sudah siap mendukung kemerdekaan Papua. Salah satu bentuk kesiapan Australia mewujudkan Papua Merdeka adalah pemberian izin kepada AS untuk menambah pasukan AS di Darwin, Australia.

Pasukan militer AS di Darwin semula hanya 2500  personil sekarang sudah belasan ribu prajurit yang didominasi US Marine sebagai persiapan Papua Merdeka. Pernyataan Menlu AS, pasukan US di Darwin akan ditingkatkan jadi 67 ribu personil pada 2019 yang akan datang. Terdiri dari USAF, US Navy dan US Marine.

Masa depan RI adalah Papua yang masih tetap dalam NKRI. Pulau Jawa yang diramalkan akan tenggelam... serta Papua yang dimerdekakan oleh Barat itulah prediksi tentang NKRI dalam 5 tahun mendatang jika rakyat RI lengah. Kemerdekaan Papua bukan kondisi final. Akan diikuti dengan kemerdekaan Aceh yang didukung Turki, RRC dan Eropa (Swedia, Norwegia, dan seterusnya).

Turki dan Swedia sudah komit mendukung kemerdekaan Aceh. Komitmen ini terkait jasa Aceh cq. Zaini Abdullah membantu konflik Swedia-Turki. Turki mendukung kemerdekaan Aceh juga terkait romantisme kejayaan negara Islam masa lalu, Turki dan Aceh, yang akan diwujudkan kembali.

RRC sudah disepakati akan mendapat konsesi sebagai kontraktor utama eksplorasi Migas di Seumelu yang cadangannya 358 miliar barel, terbesar di dunia. Kemerdekaan Papua akan diikuti oleh kemerdekaan Aceh. Rencana ini sudah disepakati Gub Aceh - PM Australia di Canberra medio 2014 lalu. NKRI bubar..!

Bubarnya NKRI dan munculnya 5-6 negara baru di eks RI sesuai dengan tujuan "Clinton Programm' 1998 lalu. Selama Partai Demokrat berkuasa, RI diobok-obok.

Negara ASEAN menerapkan standar ganda. Di satu pihak secara resmi menolak diinsintergasi RI tapi dibelakang setuju. Hal ini biasa dalam dunia diplomatik. NKRI yang besar serta kuat akan menjadi ancaman bagi negara-negara ASEAN lain. Mereka ingin RI lemah dan terpecah-belah. Namun jangan sampai terjadi gejolak kawasan.

Memecah Indonesia jadi 5-6 negara merdeka tanpa gejolak adalah PR besar RRC, AS, Eropa, Australia, Israel dan Asean. Apakah berhasil ?

Apakah konspirasi global berhasil memecah RI menjadi 5-6 negara baru yang berdaulat tanpa terjerumus dalam gejolak politik dan militer berdarah-darah? Ataukah RI akan terpecah-belah meniru nasib negara-negara Balkan dengan gejolak politik militer dan korban jatuh hampir 1 juta jiwa mati sia-sia?

Jangan sampai Balkanisasi terjadi di Indonesia. Kuncinya : sikap Presiden, TNI dan rakyat RI.

Satu-satunya pilar kekuatan RI yang masih solid adalah TNI.  Pilar utama Indonesia yang lain adalah ummat Islam. Tapi Islam NKRI sudah mulai dihancurkan dan dipecah-belah, dan diharapkan Barat berantakan. Tak solid lagi. Sementara rakyat di NKRI sudah tak jelas patriotisme dan nasionalismenya. Mati bersama ideologi Pancasila akibat reformasi kebablasan dan Media Setan.

Karakter bangsa Indonesia kini berantakan amburadul. Rakyat NKRI banyak yang sesungguhnya Menuhankan Materialisme, Hedonisme dan Liberalisme.

Otak rakyat NKRI sudah dicuci habis oleh media setan dan karakter bangsa Pancasilais agamis sudah dibunuh bersama dengan pembunuhan Pancasila.

Sadarlah rakyat Indonesia Bangkitlah rakyat indonesia Ibu Pertiwi terancam dimatikan Barat. Mari kita kobarkan dan kita gaungkan "NKRI HARGA MATI" dan NKRI harus dipertahankan.

Source : WA dari Prof. Dr. SRI EDI SWASONO

Kamis, 10 Agustus 2017

PIDATO SARWO EDHIE UNTUK MELAWAN PKI MENJADI VIRAL

Pidato tanya – jawab Jenderal Sarwo Edhie kepada rakyat menjadi viral di media sosial untuk melawan Partai Komunis Indonesia.

Berikut pidato Jenderal Sarwo Edhie kepada rakyat:

Sarwo: “Kalian mau tidak saya bayar rupiah 1 juta agar saya bisa menyembelih leher kalian?”
Rakyat: “Tidak mau!”
Sarwo: “Kalian mau tidak saya bayar rupiah 1 milyar agar saya bisa menyembelih leher kalian?”
Rakyat: “Tidak mau!”
Sarwo: “Kalian mau tidak saya bayar Rupiah 1 trilyun agar saya bisa menyembelih leher kalian?”
Rakyat: “Tidak mau!”
Sarwo: “Kalau tidak mau, angkat senjata dan lawan PKI karena PKI akan menyembelih leher anda dengan gratis! Jangan diam saja!”

Mari tunjukkan nyali ☺
NKRI HARGA MATI
PKI main kasar, kita lebih kasar.
PKI main halus, kita lebih halus.
PKI tunjukkan nyali?
Kita lebih punya Nyali.

ALLOHU MA'ANAA WA LILLAHI ILHAM

Minggu, 06 Agustus 2017

PIDATO VICTOR LAISKODAT MENYUDUTKAN ISLAM

Pidato Ketua DPP Partai NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat di Nusa Tenggara Timur sangat disesalkan. Pernyataan ini tak pantas, tak elok keluar dari mulut seorang Tokoh Nasional, tapi lebih cocok disebut sebagai pernyataan seorang Preman Pasar. Bukan saja menuduh Empat Partai (PAN, DEMOKRAT, PKS, GERINDRA)  sebagai partai pendukung kelompok Khilafah, yang inteloran dan anti demokrasi,  tapi juga pernyataan tanpa data dan fakta itu sangat tendensius secara tidak langsung telah menyudutkan Ajaran Islam. Seakan akan Islam agama inteloran, Islam Agama Penuh kekerasan, atau sekalian saja katakan Islam itu agama Teroris. Khilafah itu ajaran EXTRIMIS, Miris...!!!

Dalih Victor, Sebagai tokoh Nasional tak pantas mengeluarkan pernyataan seperti itu,  bahasa itu cocoknya sampaikan di pasar, atau di dunia preman,, jangan main main dengan isu-isu sensitif seperti ini karena punya konsekwensi logisnya cukup berbahaya terhadap keutuhan negara. Ini bisa saja menjurus pada huru-hara dan integritas bangsa. Ketahuilah saudaraku, bahwa keselamatan dan ketenteraman pada sebuah negara itu bukan hanya bagaimana rakyat tampil menjadi rakyat yang baik, tapi juga tergantung bagaimana bijaksananya para elit menjaga sikap dan prilakunya terhadap rakyat, juga dalam berbangsa dan bernegara.

Apa jadinya republik ini jika semua elit berbicara asal bunyi tanpa fakta dan kebenaran seperti Victor,  apakah dia paham betapa berbabahaya dampaknya ucapan dia terhadap masyarakat bawah? Seharusnya berpikir dulu sebelum berucap, jangan asal bunyi, kalau sekedar cuap-cuap tukang obat di pasar pun bisa lalukan itu.

Maka lewat tulisan ini, saya menghimbau kepada seluruh para elit bangsa,, mari kedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan partai atau golongan, terlalu naif, jika hanya demi urusan partai rakyat dikorbankan, maka wajib saya pertanyakan kepribadian saudara, apakah benar saudara cinta NKRI ataukah JuST lips Service.. "?

Secara khusus saya minta kepada Victor jangan lagi berbicara tentang khilafah, karena anda tidak paham apa itu khilafah, dalam benak anda Khilafah adalah extrimis, anti demokrasi, intoleran, penuh kekerasan,,, Ente keliru,, makanya baca dan pelajari apa itu khilafah, baru bicara, jangan terlalu kelihatan bodoh, akhirnya tidak berbobot isinya, malah alih-alih dituduh provokator.

Sekarang saya mau tanya pada saudara victor, anda tau apakah itu khilafah? Jelaskan apa Maksd dan tujuannya Khilafah itu? Jangan ASBUN, kalau gak paham apa itu khilafah sebaiknya diam, jangan buat pernyataan depan masyakarat yang Provokatif. Jika Khilafah diterapkan semua orang disuruh sholat, jika tidak pasti dibunuh. Ini fitnah keji, tuduhan tidak mendasar dan harus dipertanggungjawabkan secara hukum, jangan sewenang-wenang,  jangan karena anda-anda bagian dari mendukung pemerintah lalu semua yang bersebrangan dan kritis terhadap pemerintah  dianggap musuh yang harus dibasmi.

Bernegara macam apa kalau begini, inikah yang disebut berdemokrasi? Apakah demokrasi hanya milik kalian saja yang mendukung penguasa? Sementara  yang bersebrangan dan tidak mendukung pemerintah anda tuduh anti demokrasi dan intoleran?

Aneh bin ajaib..!!! pertanyaan sebenarnya siapakah yang inteloran, siapakah sesungguhnya yang anti demokrasi? Empat partai yang bersebrangan dengan pemerintah inikah (PAN, DEMOKRAT, PKS, GERINDRA),  ataukah kalian yang selama ini sering berteriak NKRI Harga Mati..! Nasionalis, Pancasilais, Prodemokrasi?

JIKA demikian cara berfikir kalian, saya saran sebaiknya belajar lagi, supaya tidak buta huruf, rakyat sekarang sudah serba hidup susah , jangan lagi kalian para elit bikin tambah susah,,, Cukup menjadi wakil rakyat yang baik, jujur dan berbudi luhur, agar bermanfaat bagi agama nusa dan bangsa.

wallahu 'alam

Alfaqir Elbarack Husain