Tampilkan postingan dengan label menipu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menipu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Oktober 2017

PRESIDEN BONEKA SUKSES MENIPU RAKYAT

By Cak Nun;
Kenapa rakyat mau memilih boneka, patung atau berhala untuk menjadi pemimpinnya ?”*

“Karena partai politik memperkenalkan calonnya dengan mendustakan kenyataannya. Calon pemimpin ditampilkan dengan pencitraan, pembohongan, dimake-up sedemikian rupa, dibesar-besarkan, dibaik-baikkan, diindah-indahkan, dihebat-hebatkan

Itu bukan politik namanya, Pak, itu kriminal

Memang bukan politik, melainkan perdagangan. Bukan demokrasi, melainkan perjudian. Memang bukan kepemimpinan, tapi talbis. Kalau dipaksakan untuk disebut demokrasi, ya... itu namanya Demokrasi Talbis”_

Talbis itu apa to Pak ?”

Talbis adalah Iblis menemui Adam di sorga dengan kostum dan make up Malaikat, sehingga Adam menyangka ia adalah Malaikat. Maka Adam tertipu. Rakyat adalah korban talbis di berbagai lapisan. Mereka dibohongi sehingga menyangka bahwa yang dipilihnya adalah pemimpin, padahal boneka. Boneka yang diberhalakan melalui pencitraan”_

Apakah pemimpin yang demikian bisa berkuasa ?”

Yang benar-benar berkuasa adalah botoh-botoh yang
membiayainya. Setiap langkahnya dikendalikan oleh para botoh. Setiap keputusannya sudah dipaket oleh penguasa modal. Ia tidak bisa mandiri, karena dikepung oleh kelompok-kelompok yang juga saling berebut demi melaksanakan kepentingan masing-masing”.

Apa ia tidak merasa malu menjadi boneka?”

Itu satu rangkaian: tidak merasa bersalah, tidak malu, tidak tahu diri, tak mengerti bahwa ia sedang menyakiti dan menyusahkan rakyatnya, tidak memahami posisinya di hati masyarakat, tidak punya cermin untuk melihat wajahnya

“Sampai separah itu, Pak ?”

“Tidak punya konsep tentang martabat manusia, harga diri Bangsa dan marwah Negara. Hanya mengerti perdagangan linier dan sepenggal, tidak paham perniagaan panjang yang ada lipatan dan rangkaian putarannya. Tidak memahami tanah dan akar kedaulatan, pertumbuhan pohon kemandirian, dengan time-line matangnya bunga dan bebuahannya. Pemimpin yang demikian membawa bangsanya berlaku sebagai pengemis yang melamar ke Rentenir…”.

Pemimpin yang seperti itu akhirnya pasti jatuh dan hancur”, kata Kakak.

“Belum tentu”, kata Bapak.

“Jangan lupa bahwa kalau para botoh mampu mengangkat berhala ke kursi singgasana, berarti mereka juga menguasai seluruh perangkat dan modalnya untuk bikin apa saja semau mereka di Negara itu”.

Juga selalu sangat banyak orang dan kelompok yang mencari keuntungan darinya, bahkan menggantungkan hidupnya. Sehingga mereka membela boneka itu mati-matian._

Mereka selalu mengumumkan betapa baik dan hebatnya pemimpin yang mereka mendapatkan keuntungan darinya, sampai-sampai akhirnya mereka yakin sendiri bahwa ia benar-benar baik dan hebat. Uang, kekuasaan dan media, sanggup mengumumkan sorga sebagai neraka, dan meyakinkan neraka adalah sorga.

Source: caknun.com

Sabtu, 09 September 2017

PERDAMAIAN YANG MENIPU

Perdamaian Yang Menipu Memuluskan Pembantaian Terhadap Muslim

Perdamaian yang mereka gembar-gemborkan itu sebenarnya untuk membius umat Islam supaya mudah disembelih, sedang pembunuhan umat Islam tetap berlangsung, kemudian jika kita bergerak untuk mempertahankan diri, mereka bilang kita golongan teroris.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ

"Tidak akan terjadi hari kiamat, hingga umat Islam memerangi Yahudi, hingga Yahudi bersembunyi dibalik batu dan pohon, dan batu atau pohon itu berkata "wahai Muslim, wahai hamba Allah, ini ada Yahudi bersembunyi di belakangku kemarilah dan bunuhlah dia" kecuali pohon Gharqad, karena dia adalah pohon Yahudi".

(HR. Muslim Dan Ibnu Majah)

Jadi barangsiapa yang menafikan permusuhan Islam dengan Yahudi maka telah mengingkari apa yang telah diwahyukan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam

Peperangan antara kita dan musuh-musuh Allah akan berlanjut hingga hari kiamat, dan tidak ada kata Damai, Nobel perdamaian itu hanya di berikan kepada penjahat-penjahat kelas dunia.

Lihat saja Aung San Suu Kyi, yang terkenal telah membantai muslim Rohinga diberi hadiah Nobel perdamaian...

Jadi kita kini di zaman seperti yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sebuah hadis sahih.

سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ

"Akan datang kepada umat manusia tahun-tahun penipuan, di mana si penipu lebih dipercayai dari si jujur dan orang yang amanah banyak dikhianati, dan Ar-Ruwaibidhah berbicara di waktu itu.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya: "Apakah itu Ruwaibidhah wahai Rasulullah?"

beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

َ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

"Orang bodoh yang pandai berbicara dalam urusan umat."
(HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah).

Dan inilah yang sedang kita lihat, keadaan dunia kita hari ini. Jadi perdamaian itu hanya tipuan.

Tetapi dengan izin Allah pertolongannya telah dekat, dan akan tiba tidak lama lagi...