Tampilkan postingan dengan label amanah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label amanah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 September 2017

AKHLAK RASULULLAH MUHAMMAD SAW

Akhlak Rasulullah Muhammad Saw :
١. Baginda selalu diam.
٢. Berbicara ketika perlu.
٣. Perbicaraannya fasih, ringkas tetapi padat.
٤. Menghadapkan seluruh tubuhnya bila berbicara dengan seseorang.
٥. Hatinya selalu sedih (inginkan umat dalam kebaikan dan terlepas dari azab الله  swt).
٦. Selalu menundukkan pandangan karena tawaddu’.
٧. Berfikir terus-menerus.
٨. Menghargai nikmat sekecil apa pun.
٩. Tidak pernah mencela makanan. Apabila suka, Baginda akan makan. Jika tidak, ditinggalkannya tanpa mencelanya.
١٠ . Tidak pernah marah yang ada kaitan dengan urusan dunia.
١١ . Marah bukan kerana nafsu.
١٢ . Apabila kebenaran dipermainkan, Baginda akan bangkit untuk berusaha mempertahankannya.
١٣ . Apabila marah Baginda akan memalingkan muka.
١٤ . Apabila suka Baginda akan memejamkan mata.
١٥ . Tidak pernah berkata kotor, berbuat keji dan melampaui batas.
١٦ . Tidak pernah berteriak-teriak di pasar.
١٧ . Tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan. Malah Baginda memaafkan dan berlapang dada.
١٨ . Tangan Baginda tidak pernah memukul selain untuk berjihad di jalan الله  swt.
١٩ . Apabila menghadapi dua perkara Baginda memilih yang paling mudah selagi ia bukan dalam perkara ma'siat.
٢٠ . Di rumah, Baginda adalah manusia biasa yang membasuh pakaian, memerah susu dan membuat sendiri segala keperluan diri.
٢١ . Ketika duduk atau pun berdiri, Baginda selalu berzikir.
٢٢ . Raut wajahnya selalu ceria, perangainya dapat dicontohi dengan mudah, lemah lembut dan peramah.
٢٣ . Tidak pernah bersikap keras dan bertindak kasar, berteriak-teriak, lebih-lebih lagi mencela orang lain.
٢٤ . Tiga perkara yang dijauhi ; perselisihan, bongkak dan segala yang tidak diperlukan.
٢٥ . Tidak pernah mencela dan memaki orang lain.
٢٦ . Tidak pernah menbuka rahasia orang lain.
٢٧ . Tidak pernah berbicara kecuali sesuatu yang menjanjikan pahala.
٢٨ . Perbicaraannya memukau sesiapa pun yang mendengarnya lalu tertegun seolah-olah ada burung melintas di atas kepala mereka.
٢٩ . Barangsiapa yang melihat Baginda sepintas lalu akan merasa hormat terhadapnya.
٣٠ . Barangsiapa yang selalu bergaul dan telah dekat mengenali Baginda, akan menyayanginya sepenuh jiwa raga.
٣١ . Baginda pasti memberi tempat kepada orang yang ingin duduk dan tidak membedakan di kalangan mereka.
٣٢ . Barangsiapa yang meminta sesuatu, pasti dipenuhinya atau jika sebaliknya ditolak dengan tutur kata yang lemah lembut.
٣٣ . Tangan Baginda selalu terbuka kepada siapa saja tanpa pilih kasih. Baginda adalah ayah bagi mereka semua.
٣٤ . Di manana pun Baginda berada, di situ terpancar cahaya ilmu , sikap malu dan sabar serta amanah.
٣٥ . Tidak ada yang berani meninggikan suara dihadapan Baginda karena kewibawaan Baginda.
٣٦ . Semua mengakui keutamaannya karena ketaqwaannya ; menghormati orang tua, menyayangi yang kecil, mengutamakan orang yang ada hajat, menjaga keperluan dan kebajikan orang asing.
٣٧ . Tidak terus memotong percakapan orang lain. Jika ingin memotong, Baginda hentikan dahulu ataupun berdiri.
٣٨ . Paling berlapang dada.
٣٩ . Paling tepat dalam berbicara.
٤٠ . Paling halus keperibadiannya.
٤١ . Paling ramah dan beradab dalam pergaulan dan muamalahnya.

(Dipetik daripada Biografi Lengkap Rasulullah saw ;
oleh Dr Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki) .

ماشاء الله تبارك الله .
الحقير إلى الله .
| At-Tariq ILallah

Sabtu, 09 September 2017

PERDAMAIAN YANG MENIPU

Perdamaian Yang Menipu Memuluskan Pembantaian Terhadap Muslim

Perdamaian yang mereka gembar-gemborkan itu sebenarnya untuk membius umat Islam supaya mudah disembelih, sedang pembunuhan umat Islam tetap berlangsung, kemudian jika kita bergerak untuk mempertahankan diri, mereka bilang kita golongan teroris.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ

"Tidak akan terjadi hari kiamat, hingga umat Islam memerangi Yahudi, hingga Yahudi bersembunyi dibalik batu dan pohon, dan batu atau pohon itu berkata "wahai Muslim, wahai hamba Allah, ini ada Yahudi bersembunyi di belakangku kemarilah dan bunuhlah dia" kecuali pohon Gharqad, karena dia adalah pohon Yahudi".

(HR. Muslim Dan Ibnu Majah)

Jadi barangsiapa yang menafikan permusuhan Islam dengan Yahudi maka telah mengingkari apa yang telah diwahyukan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam

Peperangan antara kita dan musuh-musuh Allah akan berlanjut hingga hari kiamat, dan tidak ada kata Damai, Nobel perdamaian itu hanya di berikan kepada penjahat-penjahat kelas dunia.

Lihat saja Aung San Suu Kyi, yang terkenal telah membantai muslim Rohinga diberi hadiah Nobel perdamaian...

Jadi kita kini di zaman seperti yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sebuah hadis sahih.

سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ

"Akan datang kepada umat manusia tahun-tahun penipuan, di mana si penipu lebih dipercayai dari si jujur dan orang yang amanah banyak dikhianati, dan Ar-Ruwaibidhah berbicara di waktu itu.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya: "Apakah itu Ruwaibidhah wahai Rasulullah?"

beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

َ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

"Orang bodoh yang pandai berbicara dalam urusan umat."
(HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah).

Dan inilah yang sedang kita lihat, keadaan dunia kita hari ini. Jadi perdamaian itu hanya tipuan.

Tetapi dengan izin Allah pertolongannya telah dekat, dan akan tiba tidak lama lagi...

Jumat, 01 September 2017

SARACEN BUMERANG BAGI POLRI

Ada update penyelidikan Saracen oleh Bareskrim Polri yang bisa membuat Anda tersenyum sambil menghilangkan stress. Maaf ya Pak Polisi. Kombes Awi Setiyono dari Divisi Humas Polri, kemarin (25/8/2017) menggelar penjelasan tentang kelanjutan kasus Saracen. Setelah tiga “tersangka” ditangkap, sekarang kepolisian mengatakan bahwa mereka “kesulitan” mengungkap pihak yang pernah memesan ke kelompok Saracen untuk menyebarkan ujaran kebencian berbau sara dan hoax.”

Belum cukup bukti untuk mengungkap siapa pemesan dan kapan ada pemesanan”, adalah alasan yang disampaikan oleh Kombes Awi. Yang ada baru sebatas proposal yang mengindikasikan adanya pemesanan, kata beliau.

Jadi, manajmen Saracen sangat “business oriented”. Ada proposal segala. Mirip seperti paket promo travel biro. Tapi, apa masuk akal kesulitan untuk membongkar pemesan? Bukankah Pak Polisi dengan mudah mendapati nama Eggy Sudjana dan seorang pensiunan tentara, Ampi Tanudjiwa, berada di struktur Saracen?

Kok giliran mencari pemesannya Pak Polisi “kesulitan”? Tak mungkin rasanya. Sebab, kita percaya para penyelidik dan penyidik Polri adalah profesional-profesional yang tangguh dan terlatih. Kita beri dorongan semangat kepada para penyelidik itu supaya bisa menuntaskan heboh Saracen.

Kalau pun belum tentu ada hadiah langsung untuk Anda, yakinkan bahwa Anda akan mendapatkan pahala yang sangat besar untuk keberhasilan membongkar perkara ini. Apalagi andaikata Saracen seratus persen kasus fitnah, pahala Anda yang mengungkapnya menjadi belipat ganda. In-sya Allah!

Mendengar kesulitan kasus Saracen ini, teiringat langsung “kesulitan” Polisi untuk mengungkap dan menangkap penyebar chat sex Habib Riziq Shihab (HRS). Padahal, kata para ahli Teknologi Informasi dan pertelekomunikasian, penyebar chat sex HRS seharusnya bisa dilacak. Memang sulit, tetapi tingkat kesulitannya tidaklah terlalu tinggi.

Teringat juga “kesulitan” lain, yaitu ketika Polisi mau melacak siapa dalang penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. Novel mengatakan ada jenderal yang memesan penyiraman itu. Mirip kasus Saracen. Ada yang pesan berita hoax, tapi tak mudah diungkap. Ada yang pesan penyiraman air keras, tapi sulit dibongkar.

Kita sangat maklum akan kesulitan yang dialami kepolisian. Cuma, kita pantas mengingatkan Pak Polisi bahwa kalau “kesulitan mengungkap” terlalu banyak diobral, bisa jadi nanti nilainya semakin lama semakin berkurang di mata masyarakat. Jangan terlalu banyak dilempar ke pasar Pak, supaya customer tidak merasa bosan.

By Asyari Usman
(Penulis adalah wartawan senior)