Tampilkan postingan dengan label ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Oktober 2017

DIBENTAK ANAK LEBIH SAKIT DARIPADA SAAT MELAHIRKANNYA

Ibu, masakin air  .   .   .Bu. Aku mau mandi pakai air hangat,” seorang anak meminta Ibunya menyiapkan air hangat untuk mandinya.

Sang Ibu dengan ikhlas melaksanakan apa yang diperintah oleh sang anak. Dengan suara lembut Ibunya menyahut,
Iya, tunggu sebentar yaa, sayang!”
Jangan terlalu lama yaa Bu! Soalnya saya ada janji sama teman,” ujar sang anak.

Tidak lama kemudian sang Ibu telah usai menyiapkan air hangat untuk buah hatinya.

Nak, air hangatnya sudah siap,” Ibu itu memberi tahu.
Lama sekali sih, Bu  .   .   . ” sang anak sedikit membentak.

Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, sang anak berpamitan kepada Ibunya,
Bu, saya keluar dulu yaa, mau jalan-jalan sama teman.”
“Mau ke mana, Nak?” tanya sang Ibu.
Kan sudah aku bilang, saya mau keluar jalan-jalan sama teman,” kata sang anak sambil mengerutkan dahi.

Malam harinya, sang anak pulang dari jalan-jalan, sesampainya di rumah ia merasa kesal karena Ibunya tidak ada di rumah. Padahal perutnya sangat lapar, di meja makan tidak ada makanan apapun.

Beberapa saat kemudian, Ibunya datang sambil mengucapkan salam, “Assalamu’alaikum  .   .   . Nak, kamu sudah pulang? Sudah dari tadi?”
Hah, Ibu dari mana saja. Saya ini lapar, mau makan tidak ada makanan di meja makan. Seharusnya kalau Ibu mau keluar itu masak dulu  .   .   . ” kata si anak membentak dengan suara sangat lantang.

Sang Ibu mencoba menjelaskan sambil memegang tangan anaknya, “Begini sayang, kamu jangan marah dulu. Ibu tadi keluar bukan untuk urusan yang tidak penting, kamu belum tahukan kalau istrinya Pak Rahman meninggal?”
.
“Meninggal? Padahal tidak sakit apa-apa kan, Bu?” sang anak sedikit kaget, nada suaranya juga tidak tinggi lagi.

Dia meninggal waktu Maghrib tadi. Dia meninggal saat melahirkan anaknya. Kamu juga harus tahu nak, seorang Ibu itu bertaruh nyawa saat melahirkan anaknya,” Ibu memberikan penjelasan.

Hati sang anak mulai terketuk, dengan suara lirih ia bertanya pada Ibunya,
Itu artinya, Ibu saat melahirkanku juga begitu? Ibu juga merasakan sakit yang luar biasa juga?”

"Iya anakku. Saat itu Ibu harus berjuang menahan rasa sakit yang luar biasa. Namun, ada yang lebih sakit dari pada sekadar melahirkanmu, Nak." sang Ibu menjawab.
Apa itu, Bu?” sang anak ingin mengerti apa yang melebihi rasa sakit Ibunya saat melahirkan dia.

Sang Ibu tak mampu menahan air mata yang mengalir dari setiap sudut matanya seraya berkata, “Rasa sakit saat Ibu melahirkanmu itu tak seberapa, bila dibandingkan dengan rasa sakit yang Ibu rasakan saat dirimu membentak Ibu dengan suara lantang, saat itu kau menyakiti hati Ibu, Nak !”

Si anak langsung menangis dan memohon ampun atas apa yang telah diperbuat selama ini pada Ibunya.

Masih beranikah kalian membentak Ibu kalian yang telah mempertaruhkan hidup matinya melahirkan Kalian...???

😭😭😭

Senin, 04 September 2017

MUTIARA YANG DIBUANG

SUAMI isteri yang kaya raya........saat masuk rumah dan mereka melihat ruang makan yang kotor.....dan tercium bau aroma tidak sedap.... "pesing". Sementara di sudut meja makan terlihat....nampak seorang ibu tua sedang berusaha keras untuk bisa menyapu.

Istri  :
DIA bersuara keras membentak ibu tua itu !!!
"Ini pasti ulah ibu, kan......?
Ibu ngompol di lantai kan........?
Lihat tuh, meja kotor..... makanan  tercecer di mana-mana..... lantai juga  Waduuuuuh (marah dan geram)..... ibu...ibu !!
Ini rumah bukan gudang.......ibu !!!!!"

Suami :
"Sudahlah mama.... jangan bentak ibu seperti itu, kasian.....ibu kan sudah tua"

Istri:
"Tidak bisa begini terus- menerus..kalau tiba-tiba ada tamu yang datang.... apa  jadinya    ???? Sebaiknya besok kita bawa ibu ke panti jompo.....Saya akan bawa !"

Suami :
"Jangan ma....! Itu kan ibumu....masa' dibawa ke panti jompo   ??"
...................

Setelah ibu tua itu dibawa ke panti jompo si istri benahi merapikan kamar ibunya........ Di bawah kasur ditemukan sebuah buku lusuh dengan kertas yang agak kuning kusam.

Dia tertarik karena....koq ada foto dirinya sejak kecil dan remaja, di halaman depan bertuliskan judul buku :

"PUTRIKU  buah HATIKU"

istri :
Terduduk lesu setelah membaca tulisan ibunya itu.

Diawali hari dan tanggal lahir dia. "Aku melahirkan putriku....biar terasa sakit dan mandi darah....aku bangga bisa punya anak"
Ya.....aku bangga bisa berjuang tanpa suami yang telah mendahuluiku.

Aku rawat dengan cinta....
aku besarkan dengan kasih...
aku sekolahkan dengan airmata....
aku hidupi dia dengan cucuran keringat.

Kuingat.....ketika kubawa ke klinik untuk imunisasi.....di atas angkot....dia nangis lalu kubuka kancing blus dan susui dia....aku tak merasa malu....bahkan tiba-tiba dia kencingi aku.....tapi biarlah.

Tiba-tiba dia batuk kecil.... muntah....dan basahi rokku.

Hari itu terasa indah bagiku....biarpun aku basah oleh kencing dan muntahannya....aku tetap tersenyum..... bangga sekali.

Kejadian itu berulang-ulang beberapa kali.

Aku tak peduli apa kata orang di atas angkot.... asalkan putriku bisa tumbuh sehat....Itu yang utama bagiku".

Istri  :
Sambil baca..... airmatanya  mulai meleleh turun....hati terasa perih....dada sesak. Tiba-tiba dia berteriak keras....meraung-raung sejadi-jadinya "Ibuuuuuuu.......ibuuuuu.."!!  Sambil berdiri  setengah berlari ke garasi.

Suami  :
Suaminya kaget lihat ulah istrinya dan bertanya : "Keeeenapa ma, ada apa      ?????"
Terisak dia jawab : "Aku harus bawa kembali ibuku".

Tiba-tiba telpon berdering....diterima suaminya  lalu........
"Mohon bapak dan ibu segera datang ke panti sekarang......cepat !!!"

Mereka buru-buru ke panti....saat masuk, nampak tubuh ibu tua sudah lemah,  sedang diperiksa dokter.

Istri  :
si istri berteriak histeris sambil menangis menahan air mata "Ibuuuuu........"!! Ibunya lemah tanpa bersuara dan berusaha memeluk kepala anaknya seraya berbisik pelan dan bercucur air mata..... "Anakku...ibu bangga punya kamu....seluruh cinta kasih hanya buat kamu nak... Maafkan ibu.  iiiii...ibu saaayyyaaaang  padamu (sambil memejamkan mata)"
Sang ibupun menghembuskan nafas... meninggal dengan damai

Anaknya meraung-raung  keras sekali....menangis dan menyesal  !!!!! "Ibuu....ibuu.... aku minta ampun buu...... aku durhaka sama ibuu.. ampun...ampuni aku bu. iiibuu...jangan tinggalkan aku bu.

"Anak macam apa aku ini....anak macam apa.......ampun buu....ampuni aku ibuu"

SUADARAKU.....SAHABATKU....masih KAH ada ibu dan ayah di sisimu ? KALAU orang tua masih ada rawatlah dengan sepenuh hati.....kalau telah mendahului kita do'a kan.

Nilai apa yang terbersit dari kisah ini ?
Ingatlah Saudaraku :
• Kegeraman mengantar kita "memeluk dosa".
• Tindakan bodoh, membuat kita "merangkul durhaka".
• Sikap ego, mendorong kita "mendekap nista".

Sesal yang terlambat, menarik kita "bergelimang keperihan dan dosa"
Berpikirlah arif, bertindak dengan bijak, berucaplah yang patut....berikan kasih sayang dengan jiwa.....dan hiduplah penuh dengan KASIH.

Semoga hati kita menjadi lembut dalam memberikan bakti pada org tua....❤.                    
Pelajaran yang harus kita ubah, tingkah laku kita, terhadap orang tua, terimalah dia apa adanya ,Karena dia satu-satunya yang bisa memberikan. kehidupan kita di dunia ini.👍👍

Semoga bermanfaat

Rabu, 09 Agustus 2017

MARI BERBAIK SANGKA

Seorang anak kecil memegang dua buah apel di kedua tangannya. Ibunya datang mendekat, sambil tersenyum kemudian bertanya "Sayang.., boleh Mama minta satu?"

Si anak memandang ibunya beberapa detik, kemudian dengan cepat menggigit kedua apelnya, bergantian ...

Si ibu berusaha menyembunyikan kekecewaannya, senyumnya terlanjur luntur dari wajahnya... Sampai kemudian si anak menyodorkan salah satu apel yang telah digigitnya tadi kepada ibunya. Dengan sukacita dan senyum ceria si anak berkata : "Ini untuk Ibu, karna yang ini LEBIH  MANIS"

Hening..
ternyata anak ingin memberikan yang terbaik buat ibunya... Makanya si anak memastikan manis tidaknya apel yang diberikan...

Tidak ada kata-kata yang terucap dari bibir ibunya, kecuali senyum dan bola matanya yang berkaca-kaca.... tak terasa mengalir air matanya.

...pelajarannya....

1 "Janganlah kita cepat berburuk sangka". Siapapun anda, seberapapun pengalaman dan pengetahuan Anda, jangan tergesa-gesa menilai seseorang, siapapun dia. Sabarlah... tunggu responnya..... pahami maksudnya
2. Janganlah buru buru menghakimi, supaya kamupun tidak akan dihakimi orang lain....
3. Berilah kesempatan kepada setiap orang untuk memberikan penjelasan ... dengαn caranya sendiri ..
4. Tetaplah menjadi orang yang sabar dan bijaksana menilai diri orang lain....
5. ☆☆☆ SERINGKALI ...... kita kurang paham dengan maksud orang, karena ....... Kita melihat dengan kacamata kita. Tetapi jika kita belajar untuk mau bersabar..... tenang.... dan coba memahami dengan kacamata mereka. Pasti pada akhirnya semuanya akan teras Indah ☆☆☆

Mari belajar berbaik sangka pada sesama, saudara, teman-teman dan siapa saja yang kita  temui. Semoga bermanfaat.