Tampilkan postingan dengan label kisah hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah hikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Januari 2018

KISAH NYATA SNIPER HAMAS

Dituturkan seorang sahabat yang pernah diberitakan hilang di Jalur Gaza selama hampir setahun lamanya. Dia orang Indonesia asli. Jika dia ingin hidup nyaman, kaya raya. maka itu sangat mudah karena dengan keahlian yang dimilikinya, dia bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan yang sangat layak, fasilitas banyak, dan tentu saja gaji yang besar. Apalagi lelaki ini sangat cerdas. Tapi semua itu ditinggalkannya.

“Saya sudah menetapkan hidup saya berkhidmat kepada Islam, memberikan semua yang saya punya untuk membantu perjuangan rakyat Palestina hingga akhir usia saya,” ujarnya dengan suara pelan dan penuh ketawadhuan.

Panggil saja dia Abdullah. Di Indonesia, ke mana-mana dia selalu naik motor Honda butut CB 100 lengkap dengan helm cakil yang sudah lama dan tak ada kacanya. Abdullah sudah membelikan sebuah unit usaha yang dijalankan isterinya sebagai sumber asap dapur mereka. Sehingga dia bisa berkosentrasi berjuang membantu rakyat Palestina.

Suatu hari, setelah sempat diberitakan hilang selama hampir satu tahun di Gaza, tiba-tiba dia nongol di pinggiran ibukota Jakarta. Kami bertemu. Dan seperti biasa, dia menuturkan semua kisah yang dialaminya. Dari banyak kisahnya, salah satu yang menarik adalah tentang unit khusus sniper yang dimiliki Batalion Izzuddin Al-Qassam, unit militer HAMAS.

Jika dunia dan para pengamat militer internasional adil, seharusnya sniper Al-Qasaan menempati rangking pertama sebagai sniper paling tangguh dan ditakuti dunia,” ujarnya memulai kisah.

Al Qassam, lanjutnya, memiliki unit khusus sniper yang terdiri dari pejuang laki-laki maupun perempuan. Namun yang diekspose selama ini kebanyakan unit sniper laki-laki.

Selama di Gaza, saya sempat bersama-sama dengan mereka. Sniper-sniper al-Qassam ini sungguh hebat. Mereka adalah orang-orang terbaik, hafal Quran, selalu melaksanakan shaum Daud, tahajud, dan sebab itu memiliki kekuatan dan kemampuan yang sungguh dahsyat dalam jihad menegakkan agama tauhid ini. Para sniper al-Qassam sanggup bertahan di satu titik, apakah itu di dalam gua, di dalam bangunan-bangunan tinggi yang sudah hancur terkena bom, atau di lokasi-lokasi yang tersembunyi namun sangat strategis, selama berhari-hari hanya ditemani oleh Mushaf Quran, sebotol air mineral, dan sepotong roti kering. Mereka ribad (berjaga-jaga) tak kenal lelah dan tidur hanya seperlunya dalam kewaspadaan yang sangat tinggi.”

“Saya sempat bertanya kepada mereka, apakah mereka tidak pernah bosan. Mereka dengan mantap berkata jika mereka dilahirkan, hidup, dan mati, hanya untuk menjaga agama Allah Swt dan kaum Muslimin seluruh dunia. Jawaban mereka membuat saya menangis. Saya teringat betapa banyaknya kaum Muslimin di dunia ini yang tengah terlena oleh kehidupan dunia yang menipu. Bersama para pejuang-pejuang ini, hati saya selalu dekat dengan Allah Swt.”

Saya juga sempat bertanya pada beberapa sniper yang saya temui, apakah mereka memiliki keluarga? Anak dan isteri? Sebagian mengaku masih lajang dan sebagian lagi sudah berkeluarga. Ada yang anak isterinya sudah syahid terlebih dahulu, dan ada pula yang masih utuh. Sejak awal pernikahan kami di sini sudah memaklumi jika pernikahan kami adalah pernikahan yang semata-mata untuk meninggikan kalimat Allah Swt. Keluarga kami yang kami bangun adalah keluarga yang semata-mata untuk memperjuangkan agama Allah Swt. Sebab itu, tidak ada rasa berat apa pun ketika kami harus berpisah dengan keluarga, karena kami yakin, di jalan ini, kami akan dikumpulkan lagi kelak di Jannah dalam keadaan yang jauh lebih baik dari dunai dan seisinya…”

“Apakah kalian bersekolah?” tanya Abdullah kembali.

Mereka menjawab, “Ya, tentu saja. Bahkan banyak dari kami yang sudah sarjana, insinyur, guru, dan lainnya…”

“Apa pesan dan salam kalian kepada Muslim Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya?”

Beberapa pejuang mengatakan, “Peganglah Islam dengan kuat, bahkan dengan nyawa kalian. Doakanlah kami agar kami selalu kuat dan tabah berjuang menegakkan agama Allah Swt ini, sebagaimana kami selalu berdoa untuk saudara-saudara kami, umat Islam Indonesia, Malaysia, Turki, Bosnia, Afghanistan, Syams, dan lainnya. Ketahuilah jika dunia yang banyak orang dipandang indah, sesungguhnya kesenangan yang menipu. Akheratlah tempat akhir umat Islam. Di sana kita akan hidup dan dikumpulkan dalan kebahagiaan yang sejati. Allah Swt yang menjanjikan ini dan janji Allah swt adalah sebaik-baiknya janji. Allahu Akbar!”

..

Minggu, 17 Desember 2017

MEMULIAKAN CINTA DENGAN MENIKAH

CERITA DEWASA 18+ Dilarang BAPER yaaa 💪☺
Seorang akhwat memberanikan diri mengirim surat kepada ikhwan yang berisi pengajuan diri ingin menjadi istrinya.

Akhwat:
(isi surat sang akhwat)
"Untukmu wahai akhi yang selalu dirahmati oleh Allah ta'alaa
assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Maaf akhi saya lancang mengirimkan surat ini kepadamu
maksud hati ingin menyambung tali silahturahim dan mengatakan sesuatu hal kepadamu. Saya sudah lama sekali mengagumimu akhi, mungkin ini perasaan yang Allah ta'ala beri dan rasa ini adalah fitrah dari sang Ilahi. Sebenarnya saya malu mengatakannya tapi bagaimana lagi, saya takut perasaan fitrah ini menjadi fitnah.

Saya ingin akhi menikah denganku. Menjadikan saya sebagai istrimu dan membimbingku menjadi wanita shaliha agar kelak saya dapat menggapai jannah-Nya.. :) Karena saya ingin menyempurnakan iman dan juga demi terjaganya kehormatan yang saya punya.."

Setelah beberapa bulan. Surat itupun belum terbalaskan, sampai sang akhwat merasa cemas. Mengambil handphone dan mencoba memberanikan diri mengirimkan SMS kepadanya.
Akhwat : "Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh"
Ikhwan : (membalas)
"Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh"
Akhwat : "Akhi, sudah baca surat dariku?"
Ikhwan : (Tidak membalas)
Akhwat : "Akhi kenapa tak menjawab ?"
Ikhwan : (Tidak membalas)
Akhwat : "Apa akhi menolakku ???"
Ikhwan : (Tidak membalas juga)
Akhwat : "Maaf khi jika saya telah mengganggumu"
Ikhwan : (Tidak membalas)

Setelah beberapa bulan berlalu. Sang akhwat masih saja mengharapkan jawaban dari sang ikhwan. Dan mencoba mengirimkan pesan lagi lewat SMS.
Akhwat : "Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh akhi.."
Ikhwan : "Waalaikumussalam warohmatullah wabaarakatuh "
Akhwat : "Meski akhi terdiam saya tetap berusaha menunggu jawaban, tapi mungkin ini yang terakhir kali saya bertanya kembali padamu. Apakah akhi mau menerimaku ???"
Ikhwan : (Tidak membalas..)
Akhwat : sedih 😢😭 ( berhenti mengharapkanya )

Beberapa bulan kemudian. Datanglah 2 mobil ke rumah sang akhwat.. Seseorang (mengetuk pintu) tok tok tok, dan berkata : "Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabaarakatuh"
Ayah sang akhwat : "Waalaikumussalam warrahmatullah (terkejut) *whuuah*
"Mari silahkan masuk!" (setelah itu mereka masuk dan duduk di rumah sang akhwat)

Ayah sang akhwat pun bertanya, "Ada yang bisa saya bantu pak ? Karna saya sepertinya tidak mengenali anda semua."☺☺☺

Ikhwan : "Maaf sebelumnya pak, sudah datang ke rumah tanpa meminta izin terlebih dahulu, bapak memang tidak mengenali saya tapi putri bapak pasti kenal dengan saya.."

Lalu ayah sang akhwat memanggil akhwat tadi..
Ayah sang akhwat : "Aisyah aisyah aisyah.... "
Akhwat : "iya bi" (sedikit terkejut ketika melihat bahwa tamu yang berada di dalam rumahnya adalah seorang ikhwan yang pernah ia kirimkan surat waktu itu)
Ayah : "Apakah kamu mengenalnya ?"
Akhwat = "iya bi" ☺☺☺ (bertanya tanya dalam hati)
Ayah sang ikhwan : "Pak tujuan kami datang ke/mari adalah ingin melamar anak bapak untuk dijadikan istri dari putra saya.."
Karna putra saya telah mengatakan bahwa setelah dia selesai dari pendidikanya di Mesir dia akan menikahi anak bapak.."
Akhwat : (terkejut) May Syaa Allah ☺☺☺ tapi bukankah waktu itu akhi tidak menerimaku..?
Ikhwan : "Maafkan saya karna tidak pernah membalas semua pesan atau pun surat darimu.. Aku sudah membaca semuanya
Saat itupun aku kagum padamu karna baru aku temukan akhwat yang berani mengajak menikah demi menjaga diri dan kehormatanya, menjaga malu dan kesucianya, yang semata mata agar terhindar dari fitnah ☺☺☺
Saat itu aku tidak membalasnya karena saya tau sesuatu hal
bahwasanya cara menjaga wanita bagi laki laki adalah dengan menjauhinya. Karna saat itu saya belum siap untuk menikah, sebab saya belum menyelesaikan pendidikan saya kala itu di Mesir.. Alhamdulillah baru hari ini saya diberi kesempatan untuk datang ke rumah dan meminta izin kepada ayahmu
bahwa saya ingin menikahimu.
Pak saya ingin menikahi anak bapak ?"
Akhwat :"(meneteskan air mata bahagia) Maa Shaa Allah ☺☺☺
Ayah : "Saya akan mengizinkan apapun itu yang terbaik bagi anak saya, asal kamu dapat menjaga amanah membimbingnya sampai menjadi wanita shalihah...
Apakah kamu siap putriku?"
Akhwat : "InsyaAllah saya siap bi "☺☺☺
Ayah : "Dan apakah kamu siap khi?"
Ikhwan : "insyaaAllah siap"
Ayah : "Alhamdulillah "☺☺☺

Keesokan harinya, ijab qobul telah terucap janji suci telah diikat. Hubungan mereka menjadi erat sebab dilandaskan cinta dalam iman....
Ikhwan : (menggandeng tangan sang akhwat)
dan berkata ''Jadilah istriku dan juga bidadari surgaku '' ☺☺☺
Akhwat : (bersandar di pundak sang suami) menangis haru 😭😭😭

Selamat.....  yang  masih pada sendiri, Memuliakan Cinta Dengan Menikah


MEMULIAKAN CINTA DENGAN MENIKAH

CERITA DEWASA 18+ Dilarang BAPER yaaa 💪☺
Seorang akhwat memberanikan diri mengirim surat kepada ikhwan yang berisi pengajuan diri ingin menjadi istrinya.

Akhwat:
(isi surat sang akhwat)
"Untukmu wahai akhi yang selalu dirahmati oleh Allah ta'alaa
assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Maaf akhi saya lancang mengirimkan surat ini kepadamu
maksud hati ingin menyambung tali silahturahim dan mengatakan sesuatu hal kepadamu. Saya sudah lama sekali mengagumimu akhi, mungkin ini perasaan yang Allah ta'ala beri dan rasa ini adalah fitrah dari sang Ilahi. Sebenarnya saya malu mengatakannya tapi bagaimana lagi, saya takut perasaan fitrah ini menjadi fitnah.

Saya ingin akhi menikah denganku. Menjadikan saya sebagai istrimu dan membimbingku menjadi wanita shaliha agar kelak saya dapat menggapai jannah-Nya.. :) Karena saya ingin menyempurnakan iman dan juga demi terjaganya kehormatan yang saya punya.."

Setelah beberapa bulan. Surat itupun belum terbalaskan, sampai sang akhwat merasa cemas. Mengambil handphone dan mencoba memberanikan diri mengirimkan SMS kepadanya.
Akhwat : "Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh"
Ikhwan : (membalas)
"Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh"
Akhwat : "Akhi, sudah baca surat dariku?"
Ikhwan : (Tidak membalas)
Akhwat : "Akhi kenapa tak menjawab ?"
Ikhwan : (Tidak membalas)
Akhwat : "Apa akhi menolakku ???"
Ikhwan : (Tidak membalas juga)
Akhwat : "Maaf khi jika saya telah mengganggumu"
Ikhwan : (Tidak membalas)

Setelah beberapa bulan berlalu. Sang akhwat masih saja mengharapkan jawaban dari sang ikhwan. Dan mencoba mengirimkan pesan lagi lewat SMS.
Akhwat : "Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh akhi.."
Ikhwan : "Waalaikumussalam warohmatullah wabaarakatuh "
Akhwat : "Meski akhi terdiam saya tetap berusaha menunggu jawaban, tapi mungkin ini yang terakhir kali saya bertanya kembali padamu. Apakah akhi mau menerimaku ???"
Ikhwan : (Tidak membalas..)
Akhwat : sedih 😢😭 ( berhenti mengharapkanya )

Beberapa bulan kemudian. Datanglah 2 mobil ke rumah sang akhwat.. Seseorang (mengetuk pintu) tok tok tok, dan berkata : "Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabaarakatuh"
Ayah sang akhwat : "Waalaikumussalam warrahmatullah (terkejut) *whuuah*
"Mari silahkan masuk!" (setelah itu mereka masuk dan duduk di rumah sang akhwat)

Ayah sang akhwat pun bertanya, "Ada yang bisa saya bantu pak ? Karna saya sepertinya tidak mengenali anda semua."☺☺☺

Ikhwan : "Maaf sebelumnya pak, sudah datang ke rumah tanpa meminta izin terlebih dahulu, bapak memang tidak mengenali saya tapi putri bapak pasti kenal dengan saya.."

Lalu ayah sang akhwat memanggil akhwat tadi..
Ayah sang akhwat : "Aisyah aisyah aisyah.... "
Akhwat : "iya bi" (sedikit terkejut ketika melihat bahwa tamu yang berada di dalam rumahnya adalah seorang ikhwan yang pernah ia kirimkan surat waktu itu)
Ayah : "Apakah kamu mengenalnya ?"
Akhwat = "iya bi" ☺☺☺ (bertanya tanya dalam hati)
Ayah sang ikhwan : "Pak tujuan kami datang ke/mari adalah ingin melamar anak bapak untuk dijadikan istri dari putra saya.."
Karna putra saya telah mengatakan bahwa setelah dia selesai dari pendidikanya di Mesir dia akan menikahi anak bapak.."
Akhwat : (terkejut) May Syaa Allah ☺☺☺ tapi bukankah waktu itu akhi tidak menerimaku..?
Ikhwan : "Maafkan saya karna tidak pernah membalas semua pesan atau pun surat darimu.. Aku sudah membaca semuanya
Saat itupun aku kagum padamu karna baru aku temukan akhwat yang berani mengajak menikah demi menjaga diri dan kehormatanya, menjaga malu dan kesucianya, yang semata mata agar terhindar dari fitnah ☺☺☺
Saat itu aku tidak membalasnya karena saya tau sesuatu hal
bahwasanya cara menjaga wanita bagi laki laki adalah dengan menjauhinya. Karna saat itu saya belum siap untuk menikah, sebab saya belum menyelesaikan pendidikan saya kala itu di Mesir.. Alhamdulillah baru hari ini saya diberi kesempatan untuk datang ke rumah dan meminta izin kepada ayahmu
bahwa saya ingin menikahimu.
Pak saya ingin menikahi anak bapak ?"
Akhwat :"(meneteskan air mata bahagia) Maa Shaa Allah ☺☺☺
Ayah : "Saya akan mengizinkan apapun itu yang terbaik bagi anak saya, asal kamu dapat menjaga amanah membimbingnya sampai menjadi wanita shalihah...
Apakah kamu siap putriku?"
Akhwat : "InsyaAllah saya siap bi "☺☺☺
Ayah : "Dan apakah kamu siap khi?"
Ikhwan : "insyaaAllah siap"
Ayah : "Alhamdulillah "☺☺☺

Keesokan harinya, ijab qobul telah terucap janji suci telah diikat. Hubungan mereka menjadi erat sebab dilandaskan cinta dalam iman....
Ikhwan : (menggandeng tangan sang akhwat)
dan berkata ''Jadilah istriku dan juga bidadari surgaku '' ☺☺☺
Akhwat : (bersandar di pundak sang suami) menangis haru 😭😭😭

Selamat.....  yang  masih pada sendiri, Memuliakan Cinta Dengan Menikah


Jumat, 15 Desember 2017

DIA KARUNIA-MU TERINDAH

• Senangkah anda bila anak anda lulusan IPB, ITB, UI, UGM atau Amerika, Eropa ?... Lalu kerja di Amerika...?
• Anak yang bagaimanakah yang anda Inginkan ?
                                         
( Based on True Story)
****                                                                                                      
Aku seorang pensiunan pegawai Kantor Walikota. Usiaku sudah 63 tahun dan sekarang duduk di kursi roda karena suatu penyakit. Suamiku meninggal sewaktu aku memasuki masa pensiun. Anak-anak kami ada 4 orang, semuanya berprestasi kecuali si bungsu kami. Dia, yang bungsu, menderita kelainan, wajahnya tidak sempurna dan kelakuannya tidak sesuai dengan umurnya. Tapi hatinya baik dan suka menolong.

Ketiga anakku yang lain adalah sarjana ITB, 2 orang mendapat bea siswa ke Amerika dan Jerman dan sekarang ketiga-tiganya sudah punya perusahaan sendiri yang maju, dan hidup sangat berkecukupan.

Setelah suamiku meninggal aku tinggal berdua saja dengan si bungsu. Pagi-pagi dia mengangkatku ke kamar mandi, setelah itu mengangkatku lagi ke kursi roda. Dia membantuku berpakaian. Dia juga rajin memasak makanan kesukaanku. Tiap pagi dia membawaku dengan kursi rodaku keliling kompleks perumahan untuk menikmati matahari.

Dalam hidupku yang sepi ini aku sering menangis kalau memandang wajah bungsuku. Bukan karena dia cacat, tapi karena kami selama ini telah menyia-nyiakannya, menyisihkannya dari anak-anakku yang lain. Aku tidak bisa melupakan bagaimana kami tidak pernah mengajaknya liburan bersama kakak-kakaknya, tidak pernah mengikutkannya dalam acara keluarga atau kumpul-kumpul dengan teman dan kerabat. Bahkan dalam foto keluargapun kami tidak mengikut sertakannya. Kami seakan hanya punya 3 anak. Aku juga tidak pernah lupa bagaimana bangganya kami dengan prestasi kakak-kakaknya sejak mereka masuk sekolah TK sampai selesai kuliah. Semua orang kagum dan memuji mereka dan salut dengan cara kami mendidik mereka.

Waktu berlalu, sejak anak-anakku berkeluarga, mereka kelihatan sangat sibuk. Mereka jarang menelepon, pulang ke rumah waktu liburanpun sekali-sekali saja. Lebaran tahun lalu si sulung pulang sekeluarga. Tapi aku heran dan sedih, mereka tidak mau menginap di rumah kami, rumah tempat dia dibesarkan. Mereka lebih memilih di hotel. Setelah Sholat led, aku dan si bungsu sudah siap menunggu mereka dengan hidangan rawon dan empal daging kesukaan anakku. Sampai siang mereka belum muncul, kemudian berangsur sore mereka belum juga datang. Aku sudah berusaha beberapa kali menelepon, tetapi teleponnya tidak diangkat.

Setelah jam 20.00 malam, si sulung yang kutunggu-tunggu datang juga. Tapi tanpa anak-anak dan istrinya. Katanya ringan, "Mereka capek seharian pergi puter-puter kota, dan sekarang ingin tidur".
Waktu kukatakan kalau rawon dan empal sudah disediakan, dia menjawab, "Sudah makan Ma, kenyang". Kemudian dia berbalik dan kembali ke hotel. Aku duduk terhenyak. "Kenapa semuanya berubah begini? Dia kebanggaanku dari dulu kenapa sekarang jauh berbeda?..."

Ya Allah, aku menangis ter-sedu-sedu. Bungsuku berlutut di depanku sambil memegangi tanganku dan berkata: "Ma, jangan nangis, nanti Mama sakit. Empalnya kita aja yg makan. Aku suka kok, Mama juga suka kan?"..  Dia memelukku sembari menghapus air mataku... Kami berpelukan erat.

Ampuni hamba ya Allah, telah menyia-nyiakan karunia terindahMu yg berhati emas ini. Ampuni hamba telah pilih kasih kepada titipanMu. Ampuni hamba telah menyi-nyiakan kepercayaanMu yang telah menitipkan dia yang tidak sempurna ini. Ampuni hamba telah menganggapnya tidak ada. Ampuni hamba telah merasa malu menerima titipanMu ini ya Allah. Ampuni hamba telah sombong membangga-banggakan kakak-kakaknya. Ya Allah, hamba orang yang hina... Ampuni hamba ya Allah...         
*****

Masyaa Allah...
Kisah ini sangat mengharukan... dan membuat kita semakin tersadar bahwa kadang Allah memberikan sesuatu yang menurut kita bukan yang terbaik.. namun Allah mempunyai satu rencana indah... Ternyata... itulah karunia indah  yang terbaik untuk kita dan membuat kita bahagia. Semoga bermanfaat dan seharusnya kita selalu bersyukur kepada Allah SWT atas semua titipan dan pemberian-Nya.

Jumat, 08 Desember 2017

INILAH PARA PEMUDA ISLAM

1• Usamah bin Zaid 18 tahun;
Memimpin pasukan yang anggotanya adalah para pembesar sahabat seperti Abu Bakar dan Umar untuk menghadapi pasukan terbesar dan terkuat di masa itu.

2• Sa’d bin Abi Waqqash 17 tahun;
Yang pertama kali melontarkan anak panah di jalan Allah. Termasuk dari enam orang ahlus syuro. Rasul Shallallahu’alahi wasallam bersabda tentangnya: “Ini adalah pamanku, ayo mana paman kalian”.

3• Al Arqam bin Abil Arqam 16 tahun;
Menjadikan rumahnya sebagai markas dakwah Rasul Shallallahu’alahi wasallam selama 13 tahun berturut-turut.

4• Zubair bin Awwam 15 tahun;
Yang pertama kali menghunuskan pedang di jalan Allah. Diakui oleh Rasul Shallallahu’alaihi wasallam sebagai hawari-nya.

5• Zaid bin Tsabit 13 tahun;
Penulis wahyu. Dalam 17 malam mampu menguasai bahasa Suryani sehingga menjadi penterjemah Rasul Shallallu’alalihi wasallam. Hafal kitabullah dan ikut serta dalam kodifikasi Al Qur’an.

6• Atab bin Usaid;
Diangkat oleh Rasul Shallallahu’alaihi wasallam sebagai gubernur Makkah pada umur 18 tahun.

7• Mu’adz bin Amr bin Jamuh 13 tahun dan Mu’awwidz bin ‘Afra 14 tahun;
Membunuh Abu Jahal, jenderal kaum musyrikin, pada perang Badar.

8• Thalhah bin Ubaidullah 16 tahun;
Orang Arab yang paling mulia. Berbaiat untuk mati kepada Rasul Shallallahu’alaihi wasallam pada perang Uhud dan menjadikan dirinya sebagai tameng.

9• Muhammad Al Fatih 22 tahun;
Menaklukkan Konstantinopel ibukota Byzantium pada saat para jenderal agung merasa putus asa.

10• Abdurrahman An Nashir 21 tahun;
Pada masanya Andalusia mencapai puncak keemasannya. Dia mampu menganulir berbagai pertikaian dan membuat kebangkitan sains yang tiada duanya..

Kisah yang tak terhitung dalam goresan sejarah islam. Cukuplah hal itu sebagai pengingat keagungan pemuda dalam masyarakat islam.

Semoga اَللّهُ membimbing kita dan anak-anak kita menjadi pemuda-pemuda Islam yang tangguh.

Selasa, 05 Desember 2017

BELAJAR DARI KISAH SEORANG WALIYULLAH

(Hormat dan rendah hati tanpa syarat dan pilah pilih)

Seorang waliyullah dengan pakaian kumal datang memohon sumbangan ke rumah seorang saudagar kaya. Saudagar kaya itu merasa sebal dengan penampilan sang wali itu dan mengusirnya pergi dengan kata-kata kasar.

Beberapa hari kemudian seorang wali besar datang dengan jubah keagamaan yang mewah dan berkilauan, memohon sedekah ke saudagar kaya tersebut. Saudagar kaya segera menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan makanan mewah untuk sang wali besar. Lalu ia mengajak sang wali untuk menikmati makanannya.

Sang wali menanggalkan jubah keagamaannya yang mewah, melipatnya dengan rapi dan meletakkannya di atas kursi meja makan. Ia kemudian berkata : "Kemarin aku datang dengan pakaian usang dan anda mengusirku. Hari ini aku datang dgn pakaian mewah dan anda menjamuku. Tentunya makanan ini bukan untukku tapi untuk jubah ini?."

Setelah berkata demikian sang wali tersebut berlalu, meninggalkan si saudagar yang kaget.

Lantas wali itu menyimpulkan :
"Kalau ternyata bukan diriku, melainkan pakaianku yang dihormati, mengapa aku mesti senang...????
Dan kalau ternyata bukan diriku, melainkan apa yang kupakai yang dihina, mengapa aku mesti sedih..???"*

Demikianlah manusia, lebih sering menghormati yang melekat pada diri orang, seperti apa yang dipakai (pakaian dan accesorisnya atau kekayaan, jabatan, BUKAN PRIBADI (Ahlak) keberadaan orang itu sendiri.)

Maka, kita dihormati orang, janganlah bangga diri. Dan kalau pun jika kita tidak dihormati, jangan kecewa dan bersedih diri, sebab.... kita tetap sebuah harga. Siapapun yang merendahkan kita saat ini, jangan sampai membuat kita runtuh, bangkitlah dan tetaplah teguh.

Kata Imam Al-Ghazali :  “Jangan resah andai ada yang membencimu, kerana masih ramai yang mencintaimu di dunia. Tetapi resah dan takutlah andai Allah membencimu, kerana tiada lagi yang mencintaimu di akhirat.”

Dan Imam Hassan Al-Basri Rohimahullahu Taala berkata: "Tahukah kalian apa itu tawadhu?. Tawadhu itu adalah engkau keluar dari kediaman mu, lantas engkau bertemu seorang muslim. Kemudian engkau merasa dia lebih mulia dari kamu."

Wallahu a'lam bittaufiq.

Mudah-mudahan kisah ini bermanfaat untuk kita semua.

Barakallah.

Minggu, 03 Desember 2017

CINTA SEORANG AYAH

Siapa yang tidak ketika tersentuh melihat seorang pria menarik becak di siang hari yang panas sambil menggendong bayi? Hal ini benar-benar terjadi di India. Pria ini mengasuh bayinya karena sang istri meninggal setelah melahirkan dan tidak ada yang bersedia merawat sang bayi.

Nama pria ini adalah Bablu Jatav, 38 tahun. Dia dikaruniai seorang bayi perempuan yang diberi nama Damini setelah menikah selama 15 tahun dengan istrinya, Shanti. Pak Bablu mengatakan bahwa dia sangat senang diberkati seorang putri, tetapi dia menyimpan kesedihan mendalam karena sang istri meninggal sesaat setelah melahirkan.

Shanti meninggal tidak lama setelah melahirkan di rumah sakit pada tanggal 20 September. Sejak saat itu, belum ada seorang pun yang mau merawat putri saya, sehingga saya yang merawatnya, bahkan pada saat saya menarik becak,” ujar pak Bablu.

Pekerjaan pak Bablu sehari-hari adalah penarik becak di kota Bharatpur. Dia tidak memiliki saudara yang bisa merawat bayinya, sehingga jalan satu-satunya adalah merawat sang putri sambil bekerja. Pak Bablu menggendong bayinya dengan kain yang dililitkan di leher. Ini terpaksa dia lakukan, bahkan di tengah hari yang sangat panas.

Kondisi ini memang memprihatinkan, bagi Damini yang masih sangat kecil. Panasnya matahari dan kondisi jalanan membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit Jaipur. Sang bayi mengalami septikemia, anemia dan dehidrasi akut. Untungnya, kondisi sang bayi membaik setelah dirawat.

Dengan cepat berita ini menyebar di India, sehingga banyak tawaran bantuan yang diterima oleh pak Bablu. Besar kemungkinan bahwa pemerintah India setempat memproses cara untuk membantu merawat sang bayi. Semoga bantuan segera datang, sehingga bayi perempuan ini mendapat perawatan yang lebih baik.

Sahabat, jangan remehkan cinta seorang ayah. Sudahkah Anda berterima kasih pada beliau?

Sabtu, 14 Oktober 2017

BELAJAR DARI PENJUAL GADO-GADO

🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸

🏃Pulang Kantor, mampir dulu beli titipan orang rumah, Kali ini dititipin Gado-gado. Dan akhirnya ketemu gerobak gado-gado, kok ini gerobaknya kosong tidak ada orang yang jaga.

👱"Pak, ini tukangnya mana Pak? " tanyaku ke tukang cukur di sebelahnya.
✂"Oh, lagi sholat ashar Pak. Sudah dari tadi, sebentar lagi datang" , jawabnya.

⏰Sehubungan ini pesenan orang rumah, terpaksalah menunggu agak lama, kalo untuk diri sendiri sudah saya tinggal langsung. 💔Sedikit terlintas dalam hati, betapa banyak potensi pembeli yang akan hilang, kalo ditinggal lama begini.

Tak berapa lama datanglah penjual gado-gafo tersebut,

👱"Beli gadi-gado Pak satu". Ucapku.

Entah mengapa, tiba-tiba berubah pikiran,
👱 " dua bungkus Pak"

🏃Kemudian datanglah beberapa orang yang antri ingin beli gado-gado juga. Entah darimana mereka, tadi saya menunggu sendiri tidak ada orang lain, tiba-tiba mereka datang memesan gado-gado.

⚡Masyaa Alloh, tidak sedikit pedagang yang rela meninggalkan sholat demi menjaga dagangannya yang belum tentu ada orang beli. Apalagi jika pelanggan sedang ramai atau mungkin pegawai-pegawai kantoran, rela menunda-nunda sholat bahkan meninggalkan sholat hanya karena alasan sibuk kerja, meeting dan lain sebagainya. Mereka (dan juga kita) seakan lupa kalo Alloh lah yang mengatur rezeki.

🍀Penjual gado-gado ini, dengan yakinnya meninggalkan jualannya untuk sholat, seakan-akan ia lari meninggalkan rezekinya, sekembalinya dari sholat ternyata rezeki datang bak lebah mengerumuni bunga. Bahkan Alloh pun menggerakkan hati saya sendiri untuk membeli lebih dari yang seharusnya.

Sungguh benar perkataanmu wahai Nabiku,
Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.”
( HR Ibnu Hibban)

Semoga kita tidak mudah meninggalkan sholat, justru in time (sebelum adzan) sdh menunggu sholatnya. Semoga menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

😊❤👍

INGIN MELIHAT AHLI SYURGA LIHATLAH UKASYAH

Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum wafat.
Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi beliau sangat lemah.

Pada suatu hari Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah Masjid dengan para sahabat. Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendapat taushiyah dari Rasulullah SAW.

Beliau duduk dengan lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yang tengah dideritanya.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
"Wahai sahabat-sahabat ku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu-satunya Tuhan yang layak di sembah?"

Semua sahabat menjawab dengan suara bersemangat, " Benar wahai Rasulullah, Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang layak disembah."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
"Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka."

Kemudian Rasulullah bersabda lagi, dan setiap apa yang Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat. Akhirnya sampailah kepada satu pertanyaan yang menjadikan para sahabat sedih dan terharu.

Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya, aku akan pergi menemui Allah. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang kepada kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut. Karena aku tidak mau bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dengan manusia."

Ketika itu semua sahabat diam, dan dalam hati masing-masing berkata "Mana ada Rasullullah SAW berhutang dengan kita? Kamilah yang banyak berhutang kepada Rasulullah".

Rasulullah SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.

Tiba-tiba bangun seorang lelaki yang bernama Ukasyah, seorang sahabat mantan preman sebelum masuk Islam, dia berkata:
"Ya Rasulullah! Aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap hutang, maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".

Rasulullah SAW berkata: "Sampaikanlah wahai Ukasyah".

Maka Ukasyah pun mulai bercerita:
"Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cambuk ke belakang kuda. Tetapi cambuk tersebut tidak kena pada belakang kuda, tapi justru terkena pada dadaku, karena ketika itu aku berdiri di
belakang kuda yang engkau tunggangi wahai Rasulullah".

Mendengar itu, Rasulullah SAW berkata:
"Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yang sama."

Dengan suara yang agak tinggi, Ukasyah berkata:
"Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah."

Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian. Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah pada Ukasyah. "Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. bukankah Baginda sedang sakit..!?"

Ukasyah tidak menghiraukan semua itu. Rasulullah SAW meminta Bilal mengambil cambuk di rumah anaknya Fatimah. Bilal meminta cambuk itu dari Fatimah, kemudian Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?"

Bilal menjawab dengan nada sedih: "Cambuk ini akan digunakan Ukasyah untuk memukul Rasulullah"

Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata:
"Kenapa Ukasyah hendak pukul ayahku Rasulullah? Ayahku sdg sakit, kalau mau mukul, pukullah aku anaknya".

Bilal menjawab: "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".

Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikan kepada Ukasyah. Setelah mengambil cambuk, Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah.

Tiba-tiba Abu bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil
berkata: "Ukasyah..! kalau kamu hendak memukul, pukullah aku. Aku orang yang pertama beriman dengan apa yang Rasulullah SAW sampaikan. Akulah sahabatnya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak memukul, maka pukullah aku".

Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Abu Bakar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah. Kemudian Umar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata:
"Ukasyah..! kalau engkau mau mukul, pukullah aku. Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya, itu dulu. Sekarang tidak boleh ada seorangpun yang boleh menyakiti Rasulullah Muhammad. Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah, maka langkahi dulu mayatku..!."

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah, tiba-tiba berdiri Ali bin Abu Talib sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW. Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata: "Ukasyah, pukullah aku saja. Darah yang sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah".

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Ali, ini urusan antara aku dengan Ukasyah" .

Ukasyah semakin dekat dengan Rasulullah. Tiba-tiba tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW yaitu Hasan dan Husen. Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon. "Wahai Paman, pukullah kami Paman. Kakek kami sedang sakit, pukullah kami saja wahai Paman. Sesungguhnya kami ini cucu kesayangan Rasulullah, dengan memukul kami sesungguhnya itu sama dengan menyakIiti kakek kami, wahai Paman."

Lalu Rasulullah SAW berkata:
"Wahai cucu-cucu kesayanganku duduklah kalian. Ini urusan Kakek dengan Paman Ukasyah".

Begitu sampai di tangga mimbar, dengan lantang Ukasyah berkata: "Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini."

Rasulullah SAW memang manusia terbaik. Kekasih Allah itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rasulullah didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi: "Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah."

Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.
Tanpa berlama-lama dalam keadaan lemah, Rasulullah membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yang sangat indah, sedang beberapa batu terikat di perut Rasulullah pertanda Rasulullah sedang menahan lapar.

Kemudian Rasulullah SAW berkata:
"Wahai Ukasyah, segeralah dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Nanti Allah akan murka padamu."

Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah SAW, cambuk di tangannya ia buang jauh-jauh, kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW seerat-eratnya. Sambil menangis sejadi-jadinya, Ukasyah berkata: "Ya Rasulullah, ampuni aku, maafkan aku, mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu. Seumur hidupku aku bercita-cita dapat memelukmu. Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka. Dan sungguh aku takut dengan api neraka. Maafkan aku ya Rasulullah..."

Rasulullah SAW dengan senyum berkata:
"Wahai sahabat-sahabatku semua, kalau kalian ingin melihat ahli Surga, maka lihatlah Ukasyah..!"

Semua sahabat meneteskan air mata. Kemudian para sahabat
bergantian memeluk Rasulullah SAW.

Semoga dengan membaca ini bila ada air mata ini membuktikan kecintaan kita kepada kekasih Allah SWT....
Allahumma sholli 'alaa Muhammad.
Allahumma sholli 'alayhi wassalam ...
Semoga Allah Swt. Selalu meridloi kita semua, Amin.
.....                                                            

Sabtu, 09 September 2017

KISAH PRIA YANG BERWASIAT AGAR JASADNYA DIBAKAR

Para pengudzur kaum musyrikin dengan sebab kebodo￾han mereka berdalih untuk pemahamannya itu dengan kisah orang yang berwasiat kepada keluarganya agar jasadnya dibakar bila dia meninggal dengan tujuan lari dari adzab Allah Ta'ala, karena menurut anggapannya bahwa bila dia dibakar dan abunya ditabur di mana-mana maka Allah Ta'ala tidak kuasa untuk membangkitkannya kembali, namun orang ini justeru diudzur dan malah mendapatkan ampunan.

Dan inilah teks haditsnya:
Dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu
alaihi wa sallam: Ada seorang pria yang aniaya terhadap dirinya sendiri (banyak berbuat dosa), kemudian tatkala kematian menjemputnya dia berkata kepada anak-anaknya: "Bila aku meninggal dunia maka bakarlah aku kemudian tumbuklah jasadku kemudian taburkanlah di angin, maka demi Allah seandainya Rabbku kuasa terhadap diriku pasti dia akan mengadzabku dengan adzab yang tidak pernah Dia timpakan kepada seorang pun," kemudian tatkala orang itu meninggal dunia maka hal tersebut dilakukan terhadapnya maka kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan bumi dan Allah mengatakan: "Kumpulkanlah apa yang ada di dalam perutmu," kemudian bumi-pun melakukannya maka tiba￾tiba orang itu berdiri kemudian Allah berfirman kepadanya: " Apa yang mendorongmu kamu untuk melakukan apa yang kamu lakukan maka orang itu mengatakan " yaa Rabb (yang mendorong saya untuk melakukan hal itu) adalah rasa takut kepada Engkau" maka Allah-pun mengampuninya."
(Riwayat Al Bukhari)

Para pengudzur pelaku syirik akbar karena kebodohan mereka mengatakan bahwa orang ini melakukan kekafiran yaitu mengingkari qudrah Allah, sedangkan mengingkari qudrah Allah adalah kekafiran tatkala orang ini melakukannya karena kejahilan maka Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak mengkafirkannya, justru Allah memberikan ampunan karena dasar dia melakukan hal itu adalah karena rasa takut, jadi kesimpulannya menurut mereka bahwa pelaku syirik akbar karena kebodohan itu diudzur tidak boleh dikafirkan. Jadi hadits ini dipakai mereka untuk mengudzur para thaghut dan para ansharnya dan ubbadul qubur yang melakukan kesyirikan dengan alasan bahwa mereka itu orang-orang yang jahil, maka bagaimana membantah syubhat mereka tersebut ?

Rabu, 06 September 2017

TAHUKAH ANDA ?

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Tahukah Anda :
1. Bahwa ikan yang ribuan tahun lalu menelan Nabi Yunus As itu ternyata masih hidup sampai sekarang, bahkan sampai hari Kiamat. Hal ini sudah dijelaskan dalam al-Qur'an, "Andai Yunus itu tidak beristighfar, tentu ia akan tinggal dalam perut ikan tersebut sampai hari kebangkitan."

2. Bahwa janin semasa dalam kandungan perut ibunya, dia diperlihatkan perjalanan hidupnya mulai dari lahir sampai mati, karena itu, terkadang ketika kita berkunjung ke beberapa tempat yang baru, tapi seolah tempat tersebut sudah tidak asing bagaimna kita.

3. Di saat bersin, seluruh anggota tubuh kita berhenti berfungsi, seolah mati, ini terjadi dalam hitungan detik, setelah itu berfungsi normal kembali. Inilah kenapa dalam Islam di sunnahkan membaca Alhamdulillah setelah bersin, sebagai ungkapan syukur atas berfungsinya kembali seluruh anggota badan kita.

4. Kita mengantuk, tapi itu adalah pertanda bahwa tubuh kita butuh tambahan oksigen.

5. Bahwa memakan kurma dalam jumlah genap itu akan menghasilkan gula darah, karena itu Rasulullah saw menganjurkan kita untuk memakannya dalam jumlah ganjil, agar berubah menjadi karbohidrat.
bahwa tepat setelah dikumandangkannya adzan itu adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.

6. Di mana dosa-dosa kita diletakkan ketika kita shalat?
Nabi Muhammad saw bersabda, "  Wahai orang-orang yang biasa tergesa-gesa dalam shalatnya, tenanglah dan tahanlah lebih lama ruku' dan sujudmu, agar lebih banyak lagi yg berguguran dari dosa-dosamu.

7. Diceritakan ada seorang wanita shalihah yang meninggal, maka tiap kali penduduk desa ziarah kubur, mereka mencium harumnya ± dari dalam kubur, kemudian suaminya menjelaskan, bahwa istrinya itu semasa hidup selalu membaca surah al-Mulk, setiap mau tidur... Sesungguhnya surat al-Mulk itu menyelamatkan siksa kubur.

8. Ketika kita membaca ayat kursi tiap usai shalat, maka tidak ada penghalang antara kita dan surga kecuali maut.

9. Bahwa para malaikat mendoakan kita ketika usai shalat, karena itu jangan terburu untuk beranjak dari posisi duduk shalat kita.

Silahkan SHARE ! Semoga bermanfaat & Semoga menjadi amal Jariyah kepada yang membagikan. Aamiin Allahuma Aamiin..

Senin, 04 September 2017

MUTIARA YANG DIBUANG

SUAMI isteri yang kaya raya........saat masuk rumah dan mereka melihat ruang makan yang kotor.....dan tercium bau aroma tidak sedap.... "pesing". Sementara di sudut meja makan terlihat....nampak seorang ibu tua sedang berusaha keras untuk bisa menyapu.

Istri  :
DIA bersuara keras membentak ibu tua itu !!!
"Ini pasti ulah ibu, kan......?
Ibu ngompol di lantai kan........?
Lihat tuh, meja kotor..... makanan  tercecer di mana-mana..... lantai juga  Waduuuuuh (marah dan geram)..... ibu...ibu !!
Ini rumah bukan gudang.......ibu !!!!!"

Suami :
"Sudahlah mama.... jangan bentak ibu seperti itu, kasian.....ibu kan sudah tua"

Istri:
"Tidak bisa begini terus- menerus..kalau tiba-tiba ada tamu yang datang.... apa  jadinya    ???? Sebaiknya besok kita bawa ibu ke panti jompo.....Saya akan bawa !"

Suami :
"Jangan ma....! Itu kan ibumu....masa' dibawa ke panti jompo   ??"
...................

Setelah ibu tua itu dibawa ke panti jompo si istri benahi merapikan kamar ibunya........ Di bawah kasur ditemukan sebuah buku lusuh dengan kertas yang agak kuning kusam.

Dia tertarik karena....koq ada foto dirinya sejak kecil dan remaja, di halaman depan bertuliskan judul buku :

"PUTRIKU  buah HATIKU"

istri :
Terduduk lesu setelah membaca tulisan ibunya itu.

Diawali hari dan tanggal lahir dia. "Aku melahirkan putriku....biar terasa sakit dan mandi darah....aku bangga bisa punya anak"
Ya.....aku bangga bisa berjuang tanpa suami yang telah mendahuluiku.

Aku rawat dengan cinta....
aku besarkan dengan kasih...
aku sekolahkan dengan airmata....
aku hidupi dia dengan cucuran keringat.

Kuingat.....ketika kubawa ke klinik untuk imunisasi.....di atas angkot....dia nangis lalu kubuka kancing blus dan susui dia....aku tak merasa malu....bahkan tiba-tiba dia kencingi aku.....tapi biarlah.

Tiba-tiba dia batuk kecil.... muntah....dan basahi rokku.

Hari itu terasa indah bagiku....biarpun aku basah oleh kencing dan muntahannya....aku tetap tersenyum..... bangga sekali.

Kejadian itu berulang-ulang beberapa kali.

Aku tak peduli apa kata orang di atas angkot.... asalkan putriku bisa tumbuh sehat....Itu yang utama bagiku".

Istri  :
Sambil baca..... airmatanya  mulai meleleh turun....hati terasa perih....dada sesak. Tiba-tiba dia berteriak keras....meraung-raung sejadi-jadinya "Ibuuuuuuu.......ibuuuuu.."!!  Sambil berdiri  setengah berlari ke garasi.

Suami  :
Suaminya kaget lihat ulah istrinya dan bertanya : "Keeeenapa ma, ada apa      ?????"
Terisak dia jawab : "Aku harus bawa kembali ibuku".

Tiba-tiba telpon berdering....diterima suaminya  lalu........
"Mohon bapak dan ibu segera datang ke panti sekarang......cepat !!!"

Mereka buru-buru ke panti....saat masuk, nampak tubuh ibu tua sudah lemah,  sedang diperiksa dokter.

Istri  :
si istri berteriak histeris sambil menangis menahan air mata "Ibuuuuu........"!! Ibunya lemah tanpa bersuara dan berusaha memeluk kepala anaknya seraya berbisik pelan dan bercucur air mata..... "Anakku...ibu bangga punya kamu....seluruh cinta kasih hanya buat kamu nak... Maafkan ibu.  iiiii...ibu saaayyyaaaang  padamu (sambil memejamkan mata)"
Sang ibupun menghembuskan nafas... meninggal dengan damai

Anaknya meraung-raung  keras sekali....menangis dan menyesal  !!!!! "Ibuu....ibuu.... aku minta ampun buu...... aku durhaka sama ibuu.. ampun...ampuni aku bu. iiibuu...jangan tinggalkan aku bu.

"Anak macam apa aku ini....anak macam apa.......ampun buu....ampuni aku ibuu"

SUADARAKU.....SAHABATKU....masih KAH ada ibu dan ayah di sisimu ? KALAU orang tua masih ada rawatlah dengan sepenuh hati.....kalau telah mendahului kita do'a kan.

Nilai apa yang terbersit dari kisah ini ?
Ingatlah Saudaraku :
• Kegeraman mengantar kita "memeluk dosa".
• Tindakan bodoh, membuat kita "merangkul durhaka".
• Sikap ego, mendorong kita "mendekap nista".

Sesal yang terlambat, menarik kita "bergelimang keperihan dan dosa"
Berpikirlah arif, bertindak dengan bijak, berucaplah yang patut....berikan kasih sayang dengan jiwa.....dan hiduplah penuh dengan KASIH.

Semoga hati kita menjadi lembut dalam memberikan bakti pada org tua....❤.                    
Pelajaran yang harus kita ubah, tingkah laku kita, terhadap orang tua, terimalah dia apa adanya ,Karena dia satu-satunya yang bisa memberikan. kehidupan kita di dunia ini.👍👍

Semoga bermanfaat

Minggu, 27 Agustus 2017

AL AMIN – AL MAJNUN – AL MAIDAH – ALHAMDULILLAH

By Deden Heryana
Ini kisah perjalanan Nabi yang saya cintai, Muhammad SAW. Kisahnya didasarkan pada pemahaman saya terhadap Islam yang saya yakini. “Kenapa ada Al Maidah nya?” siapa itu yang tanya hehe, ya Al Maidah bagi saya merupakan satu masa dalam perjalanan Rasulullah yang sangat penting. Penting untuk didudukkan dalam porsi yang pas. Sekali lagi ini penting ‘bagi saya’…belum tentu penting bagi yang lain

Saya membagi perjalanan Rasulullah dalam 4 masa yang masing-masing masanya saya beri judul yaitu masa Al Amin kemudian Al Majnun lalu Al Maidah dan terakhir Alhamdulillah. Kalau lihat gambarnya maka saya buat dari Al Amin ‘turun’ ke Al Majnun kemudian ‘pindah quadran’ ke Al Maidah lalu ‘naik’ ke Alhamdulillah. Jadinya perjalanan ini menyerupai huruf “U” jadi saya sebut saja ini teori atau konsep “U” yang dilakukan oleh Rasulullah. Biarin lah ya saya kasih nama, ga apa-apa kan ? namanya ga bagus…yaa sementara lah.

Masa AL AMIN

Di masa ini Muhammad belum menjadi Nabi. Dari lahir sampai usia sebelum 40 tahun Muhammad adalah orang biasa, masih memiliki keturunan bangsawan dan hidupnya sederhana bersama pamannya. Muhammad muda terkenal sangat jujur, cerdas, rajin, dan sikap-sikap baik lainnya. Sampai seisi ‘kota’ Mekkah memberinya gelar “Al-Amin” ya Muhammad adalah orang yang sangat bisa dipercaya !. Orang yang sangat bisa diandalkan ! Anak Muda yang keren. Pemuda Idaman.

Ini berarti Muhammad cukup populer di semua kalangan. Popularitasnya sangat positif. Hingga seorang saudagar kaya memberinya ‘kepercayaan’ untuk mengelola bisnisnya. Bisnis besar, menuntut kemampuan manajemen yang hebat, menuntut pergaulan yang lebih luas karena perdagangan dilakukan hingga ke negeri lain. Dan Muhammad mampu melakukannya. Namanya semakin terkenal. Terkenal karena bisnisnya jujur dan terpercaya. Muhammad naik kelas menjadi pengusaha besar, apalagi setelah menikah dengan pemilik usaha yang kaya raya. Muhammad kini orang sukses dengan kepercayaan luar biasa. Al AMIN !

Masa AL MAJNUN

Saya tidak akan menceritakan proses bagaimana Muhammad menjadi Nabi, hanya Malaikat Jibril yang tahu prosesnya. Justru setelah menerima mandat ke-Nabi-an itulah hidup Muhammad SAW berubah 180 derajat. Muhammad yang sebelumnya disebut Al Amin, hingga Tuhan pun memberikan ‘kepercayaan’ kepadanya, ternyata diluar dugaan, warga Mekkah menolak dakwahnya mentah-mentah.

Muhammad GILA !” begitulah respon warga Mekkah. Para petinggi tersinggung. “apa-apaan ini Muhammad ?” Nah, perlu kita cermati. Bila Muhammad membawa agama baru, memperkenalkan Tuhan yang baru mungkin masuk di akal penolakan ini. Padahal tidak ! Tuhan yang Muhammad tawarkan adalah Tuhan yang sama yang disembah oleh mereka sejak nabi Ibrahim membangun Ka’bah, dan saat itu Ka’bahnya masih ada, ibadahnya masih sama. Lalu apa yang ditolak ? yang ditolak adalah seruan Muhammad untuk menjadikan Al Quran (wahyu yang diturunkan kepadanya) sebagai aturan hidup. Ya Aturan Hidup ! mengatur seluruh tatanan kehidupan. Dan petinggi-petinggi Mekkah tidak suka. Entah apa alasannya, hanya mereka yang tahu kan dan Allah tentu saja.

Tidak cuma ditolak dengan kata-kata, Muhammad juga diancam dibunuh, pegikutnya disiksa, dikucilkan, dicaci maki, dan dihina, yang tidak pernah sekalipun dibalas. Situasi mencekam. Tidak jelas yang “benar” ini milik siapa. Sebagian orang bingung, kenapa Al-Amin sekarang dipanggil Al-Majnun ?. Sebagian lagi takut untuk bersikap.

Muhammad pun merubah cara dakwah, yang tadinya terbuka, kemudian menjadi gerakan bawah tanah. Muhammad mengumpulkan pengikutnya, menyebarkan pikiran-pikirannya, sambil tetap sembunyi-sembunyi karena kalau ketahuan pasti ditangkap orang-orang Abu Jahal penguasa Mekkah saat itu. Muhammad dianggap pemberontak. Muhammad menganggap penguasa Dzalim !. Seandainya saya dibolehkan menggambar wajah Nabi, mugkin saya akan dengan bangga memakai kaos dengan wajah Nabi Muhammad SAW dengan gaya gambar seperti Che Guevara, sebagai bentuk kekaguman dan kecintaan saya sayangnya ga boleh.

Nah kondisi masa ini saya gambarkan sebagai situasi Muhammad “menghilang” dari peredaran. Muhammad tak lagi populer di kalangan Mekkah, bahkan namanya hancur. Tapi disisi lain Muhammad ‘hidup’ dengan dunia barunya di ‘kegelapan’. Inilah masa AL MAJNUN ! masa penuh ke’gila’an.

Selama 13 tahun upaya ‘perjuangan’ Muhammad SAW gagal total. Pengikutnya sangat sedikit. Anehnya kan Tuhan maha kuasa, mestinya gampang saja, tinggal dirubah seluruh isi hati warga Mekkah untuk langsung bisa menerima ‘konsep hidup’ yang ditawarkan Muhammad SAW toh semua ciptaannya. Tapi mungkin Tuhan berkehendak lain. Tuhan menyerahkan ‘konsep hidup’ manusia di dunia ini menjadi urusan manusia. Biar manusia memiliki pilihan, kemudian manusia dibekali akal dan nurani untuk memilih, tergantung sekarang kepandaian Muhammad menerjemahkan ‘mandat’ ini.

Muhammad harus mencari cara yang tepat untuk mensosialisasikan ‘konsep hidup’ yang dibawanya. Kepada siapa harus disampaikan, kapan, dan dimana, lalu bagaimana cara menyampaikan, menjadi hal-hal yang penting untuk diperhatikan. Kenapa begitu ? ya Muhammad seorang ‘pedagang’ handal, betul ? punya pengalaman banyak untuk menawarkan ‘dagangannya’. Lalu apa yang dilakukannya kemudian ?

Masa AL MAIDAH

Akhirnya Muhammad menemukan cara ‘membangun’ ISLAM. Cara yang dipilihnya adalah pergi ‘pindah’ membawa pengikutnya ke kota lain. Sempat beberapa kali pindah kota hingga menemukan satu kota bernama “Yastrib” yang penduduknya menerima dengan sukacita kedatangan beliau. Penduduknya beragam, berlainan suku, dan keyakinan. Di Kota itulah Muhammad membuat kesepakatan dengan semua penduduk. Kesepakatan yang kemudian berlaku menjadi semacam ‘konstitusi’ yang harus dipatuhi oleh semua pihak.

Di Kota inilah Muhammad benar-benar membangun ISLAM dalam arti yang sebenar-benarnya. Dalam waktu 10 tahun Muhammad membangun baik fisik, rohani, dan sistemnya. ISLAM menjadi ‘berwujud’. Aturannya ditegakkan, kehidupan damai, dan perekonomian maju pesat. Saat sudah dalam kondisi inilah, semua orang menjadi paham “Ooh begini toh maksudnya Muhammad, kalau begini sih saya mau, sudahlah beliau saja yang memimpin !’. Pengikut pun bertambah banyak, Islam disebarkan dengan menunjukkan bukti nyata kehidupan yang maju dan harmonis.

Nah, di kota inilah Surat Al-Maidah itu turun. Makanya surat ini digolongkan surat–surat Madaniyah (surat yang turun di Madinah). Surat yang isinya menegaskan pentingnya melaksanakan Hukum Islam, surat yang menyatakan pentingnya mengangkat pemimpin dari kalangan Muslim. Saya tidak akan berdebat soal pengertian pemimpin, awliya, pelayan, panutan dsb. Karena bagi saya, seorang pemimpin ya harus jadi awliya, harus jadi pelayan, jadi panutan dsb itu.

Jadi isinya sangat jelas, tak terbantahkan. Dan surat ini menjadi sangat masuk di akal dalam kondisi kota Yastrib saat itu. Warganya sudah sepakat menggunakan aturan Islam, jadi wajar ketika aturan yang dipakai lalu pelaksanaannya dipimpin oleh orang yang paling paham dengan aturan tersebut. Siapa orang itu ? ya Muhammad SAW. Akan sangat berbeda kalau surat ini turun di Mekkah, lalu Muhammad memaksakan isi surat tersebut disana. Entah bagaimana nasibnya. Muhammad SAW adalah representasi AL MAIDAH yang paling pas, di tempat dimana semua orang sepakat dengan aturannya.

Masa ALHAMDULILLAH

Ini menjadi masa puncak keberhasilan perjuangan Muhammad SAW. Madinah menjadi satu ‘pilot project’ dimana bila Islam ditegakkan sebagai aturan maka peradaban kota berubah. Orang-orang Mekkah yang tadinya menolak ‘konsep’ Muhammad kemudian bisa menerima tanpa paksaan, tanpa perlawanan, tanpa ada korban jiwa. Ini satu peristiwa besar luar biasa. Kekuasaan diraih dengan cara menunjukkan bukti bahwa Islam itu memang keren, “tuh lihat saya sudah membangun Madinah yang bersinar (Madinah Al Munawaroh). Begitulah Islam sesungguhnya, bagaimana kamu mau ?” dan ketika Mekkah menerimanya jadilah kota Mekkah yang dimuliakan (Mekkah al Mukaromah). ALHAMDULILLAH.

Saya sedang membayangkan sesungguhnya pada suatu masa, mungkin orang tidak perlu melihat kamu itu Apa, atau Siapa, ketika kamu datang dengan bukti “kebaikan”mu maka semua golongan akan menerimanya dengan senang hati. Sebaliknya seandainya Muhammad tidak membangun "proyek Madinah" dan hanya berteriak memaksa orang melaksanakan Al Maidah apakah Islam akan mendunia seperti sekarang ?

Maka menjadi penting BAGAIMANA CARA itu…sekali lagi ini penting bagi saya…mungkin buatmu juga

Rabu, 23 Agustus 2017

KETIKA KITA MEMBERI, KEBAHAGIAAN LEBIH BANYAK

By Deden Heryana

Seorang dosen tengah berjalan santai bersama seorang  mahasiswa di taman kampus, keduanya melihat sepasang sepatu yang sudah usang dan lusuh.

Mereka yakin itu adalah sepatu milik pekerja kebun yang sebentar lagi akan menyelesaikan pekerjaannya.

Sang mahasiswa melihat kepada dosennya dan berkata :
"Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi di belakang pepohonan. Nanti ketika dia datang, kita lihat bagaimana dia kaget serta cemas karena kehilangan sepatunya..."

Dosen itu menjawab:
"Mahasiswaku, tidak pantas kita menghibur diri dgn mengorbankan org miskin. Kamu kan seorang yang kaya dan kamu bisa saja menambah kebahagiaan untuk dirinya... Sekarang cobalah kamu masukkan beberapa  lembar uang kertas ke dalam sepatunya, kemudian saksikan bagaimana respons dari tukang kebun miskin itu?"

Sang mahasiswa sangat takjub dengan usulan dosennya. Dia langsung  memasukkan beberapa lembar uang ke dalam sepatu tukang kebun itu. Setelah itu ia bersembunyi di balik semak-semak bersama dosennya sambil mengintip apa yang akan terjadi dengan tukang kebun itu.

Tak berapa lama datanglah tukang kebun itu, sambil mengibas-ngibaskan kotoran debu dari pakaiannya, dia menuju ke tempat dia meninggalkan sepatunya.

Ketika ia memasukkan kakinya ke dalam sepatu, ia menjadi terperanjat, karena ada sesuatu yang mengganjal di dalamnya.

Saat ia keluarkan, ternyata, uang...Dia memeriksa sepatu yang satunya lagi, ternyata juga berisi uang...
Dia memandangi uang itu berulang-ulang seolah ia tidak percaya dengan penglihatannya.

Iapun memutar pandangannya ke segala penjuru namun ia tidak melihat seorang pun.

Sambil menggenggam uang itu lalu ia berlutut sambil menengadah ke langit ia berucap :
“Aku bersyukur kepada-Mu, ya Allah, Tuhanku Yang Maha Pengasih dan Penyayang...
Wahai Yang Maha Tahu, istriku sedang sakit dan anak-anakku  kelaparan, mereka belum mendapatkan makanan hari ini. Engkau telah menyelamatkanku, anak-anakku dan istriku dari penderitaan...”

Dengan kepolosannya dia terus menangis terharu sambil memandangi ke langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari Allah Yang Maha Pemurah.

Sang mahasiswa sangat terharu atas pemandangan yang dilihatnya dari balik persembunyian itu. Air matanya berlinang tanpa dapat ia bendung.

Sang dosen yang bijak berkata kepada mahasiswanya :
Bukankah sekarang kamu merasakan kebahagiaan yang lebih dari pada kamu melakukan ide pertama untuk menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?”

Sang mahasiswa menjawab :
"Aku telah mendapatkan pelajaran yang tidak akan aku lupakan seumur hidupku."

Sekarang aku paham makna kalimat :
Ketika kamu memberi, kamu akan memperoleh kebahagiaan yg lebih banyak* daripada ketika kamu diberi”.

Sang dosen melanjutkan nasehatnya, "Ketahuilah bahwa bentuk pemberian itu bermacam-macam:
1. Memaafkan kesalahan orang di saat kamu mampu melakukan balas dendam..adalah suatu pemberian.
2. Mendoakan teman dan saudaramu di belakangnya (tanpa sepengetahuannya) itu adalah juga pemberian.
3. Berusaha berbaik sangka dan menghilangkan prasangka buruk, juga suatu pemberian.
4. Menahan diri dari membicarakan aib sesama kita di belakangnya adalah pemberian juga.
Ini semua adalah "pemberian"

Marilah kita saling "memberi dan berbuat baik", niscaya hidup kita akan menjadi lebih indah.

Selasa, 22 Agustus 2017

WASIAT NADIAH AL JAR RAHIMAHALLAH

Penulis wanita dari Kuwait Nadiah al Jar rahimahallah ...
Menjelang wafatnya ia menulis makalah ini di dalam buku hariannya :

"Bila kematianku tiba aku tidak khawatir dan cemas tentang jasadku yang kaku ...
Kaum muslimin pastilah akan menunaikan apa-apa yang sudah seharusnya mereka kerjakan ... Melepaskan seluruh pakaianku .. memandikanku .. mengkafaniku .. mengeluarkanku dari rumahku .. membawaku ke rumahku yang baru (kuburku) .. orang banyak akan datang mengantarku kesana .. diantara mereka bahkan ada yang menunda/ membatalkan pekerjaan demi pemakamanku ini ..

Seluruh milikku tidak ada satupun yang aku bawa .. kunci-kunciku .. kitab-kitabku .. tas-tasku .. sepatu-sepatuku .. baju-bajuku .. dan semua yang lainnya .. Bila keluargaku sepakat mereka akan menyedekahkannya agar bermanfaat bagiku..

Yakinlah ... dunia tidak akan bersedih karena kematianku .. alam semesta tetap akan berputar seperti biasanya .. ,Perekonomian akan berlanjut .. Pekerjaanku akan digantikan orang lain .. Harta bendaku akan menjadi warisan sedangkan di alam kubur semua menjadi perhitungan dan tanggung jawabku .. Yang banyak ataupun sedikit .. bahkan yang kecil yang tak berharga sekalipun ...

Hal pertama yang akan hilang seketika aku mati adalah nama yang dengannya aku dipanggil di dunia ini .. seketika aku mati mereka memanggilku dengan sebutan jasad ... waktu shalat mereka menyebutku jenazah .. ketika menguburku mereka menyebutku mayyit  .. jelas sekali kala itu .. bahwa nasabku .. sukuku ... status sosialku dan ketenaranku tidak berarti apa-apa..  sama sekali tidak layak diagung-agungkan ...

Alangkah sepele/ kecilnya dunia ini dan alangkah bodohnya kita yang selama ini menganggapnya penting/ besar ..

Untuk kalian yang masih hidup :
Kesedihan kalian atasku dapat dibagi 3 golongan ...
1. Orang-orang yang hanya mengenalku biasa-biasa saja akan mengasihaniku sesaat.
2. Teman-teman akrab akan bersedih dan merasa kehilangan selama beberapa minggu .. setelahnya mereka akan kembali pada kehidupannya semula.
3. keluarga/ ahlul bait .. akan bersedih berbulan-bulan .. mungkin setahun .. setelahnya aku pun akan tinggal sebagai kenangan.

Berakhirlah kisahku di antara manusia. Bermulalah kisah hidup ku dialam akhirat .. Telah hilang dariku kecantikanku .. hartaku .. keluargaku .. semuanya .. Inilah hidup yang sesungguhnya.

Apakah yang sudah engkau persiapkan sebagai bekal akhiratmu hari ini?? mumpung masih hidup  perhatikanlah .. Amalan-amalan wajibmu .. sunnah-sunahmu .. sadaqah rahasia .. amal shalih .. mudah-mudahan di akhirat engkau selamat ..
Bila engkau membantuku menyampaikan pesan-pesanku ini sebagai pengingat sesama manusia. Insyaa Allah akan engkau temukan pahala di dalam timbangan amalmu kelak di akhirat .. (وذكّر فإن الذكرى تنفعُ المؤمنين)

WASIAT NADIAH AL JAR RAHIMAHALLAH

Penulis wanita dari Kuwait Nadiah al Jar rahimahallah ...
Menjelang wafatnya ia menulis makalah ini di dalam buku hariannya :

"Bila kematianku tiba aku tidak khawatir dan cemas tentang jasadku yang kaku ...
Kaum muslimin pastilah akan menunaikan apa-apa yang sudah seharusnya mereka kerjakan ... Melepaskan seluruh pakaianku .. memandikanku .. mengkafaniku .. mengeluarkanku dari rumahku .. membawaku ke rumahku yang baru (kuburku) .. orang banyak akan datang mengantarku kesana .. diantara mereka bahkan ada yang menunda/ membatalkan pekerjaan demi pemakamanku ini ..

Seluruh milikku tidak ada satupun yang aku bawa .. kunci-kunciku .. kitab-kitabku .. tas-tasku .. sepatu-sepatuku .. baju-bajuku .. dan semua yang lainnya .. Bila keluargaku sepakat mereka akan menyedekahkannya agar bermanfaat bagiku..

Yakinlah ... dunia tidak akan bersedih karena kematianku .. alam semesta tetap akan berputar seperti biasanya .. ,Perekonomian akan berlanjut .. Pekerjaanku akan digantikan orang lain .. Harta bendaku akan menjadi warisan sedangkan di alam kubur semua menjadi perhitungan dan tanggung jawabku .. Yang banyak ataupun sedikit .. bahkan yang kecil yang tak berharga sekalipun ...

Hal pertama yang akan hilang seketika aku mati adalah nama yang dengannya aku dipanggil di dunia ini .. seketika aku mati mereka memanggilku dengan sebutan jasad ... waktu shalat mereka menyebutku jenazah .. ketika menguburku mereka menyebutku mayyit  .. jelas sekali kala itu .. bahwa nasabku .. sukuku ... status sosialku dan ketenaranku tidak berarti apa-apa..  sama sekali tidak layak diagung-agungkan ...

Alangkah sepele/ kecilnya dunia ini dan alangkah bodohnya kita yang selama ini menganggapnya penting/ besar ..

Untuk kalian yang masih hidup :
Kesedihan kalian atasku dapat dibagi 3 golongan ...
1. Orang-orang yang hanya mengenalku biasa-biasa saja akan mengasihaniku sesaat.
2. Teman-teman akrab akan bersedih dan merasa kehilangan selama beberapa minggu .. setelahnya mereka akan kembali pada kehidupannya semula.
3. keluarga/ ahlul bait .. akan bersedih berbulan-bulan .. mungkin setahun .. setelahnya aku pun akan tinggal sebagai kenangan.

Berakhirlah kisahku di antara manusia. Bermulalah kisah hidup ku dialam akhirat .. Telah hilang dariku kecantikanku .. hartaku .. keluargaku .. semuanya .. Inilah hidup yang sesungguhnya.

Apakah yang sudah engkau persiapkan sebagai bekal akhiratmu hari ini?? mumpung masih hidup  perhatikanlah .. Amalan-amalan wajibmu .. sunnah-sunahmu .. sadaqah rahasia .. amal shalih .. mudah-mudahan di akhirat engkau selamat ..
Bila engkau membantuku menyampaikan pesan-pesanku ini sebagai pengingat sesama manusia. Insyaa Allah akan engkau temukan pahala di dalam timbangan amalmu kelak di akhirat .. (وذكّر فإن الذكرى تنفعُ المؤمنين)

Minggu, 20 Agustus 2017

DETIK-DETIK WAFATNYA SITI KHADIJAH

Siti Khadijah adalah istri pertama Rasulullah. Orang yang pertama kali beriman kepada ALLAH dan kenabian Rasulullah. Orang yang sangat berjasa bagi dakwah Rasulullah dan penyebaran agama Islam.

Siti Khadijah wafat pada hari ke-11 bulan Ramadlan tahun ke-10 kenabian, tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Khadijah wafat dalam usia 65 tahun, saat usia Rasulullah sekitar 50 tahun.

PERMINTAAN TERAKHIR

Diriwayatkan, ketika Khadijah sakit menjelang ajal, Khadijah berkata kepada Rasululllah SAW,
"Aku memohon maaf kepadamu, Ya Rasulullah, kalau aku sebagai istrimu belum berbakti kepadamu."
"Jauh dari itu ya Khadijah. Engkau telah mendukung dawah Islam sepenuhnya", jawab Rasulullah.

Kemudian Khadijah memanggil Fatimah Azzahra dan berbisik,
"Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba, yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa untuk menerima wahyu agar dijadikan kain kafanku."

Mendengar itu Rasulullah berkata,
Wahai Khadijah, ALLAH menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga.

Ummul mukminin, Siti Khadijah pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didekapnya istri Beliau itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Beliau dan semua orang yang ada disitu.

KAIN KAFAN DARI ALLAH

Saat itu Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan. Rasulullah menjawab salam Jibril dan kemudian bertanya,
"Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?"

"Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasa", jawab Jibril. Jibril berhenti berkata dan kemudian menangis.
Rasulullah bertanya, "Kenapa, ya Jibril?"
"Cucumu yang satu, Husain tidak memiliki kafan, dia akan dibantai dan tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan sahut Jibril."
Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah,
"Wahai Khadijah istriku sayang, demi ALLAH, aku takkan pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. ALLAH maha mengetahui semua amalanmu.

"Semua hartamu kau hibahkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu. Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban?"

Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup. Seluruh kekayan Khadijah diserahkan kepada Rasulullah untuk perjuangan agama Islam. Dua per tiga kekayaan Kota Mekkah adalah milik Khadijah. Tetapi ketika Khadijah hendak menjelang wafat, tidak ada kain kafan yang bisa digunakan untuk menutupi jasad Khadijah.

Bahkan pakaian yang digunakan Khadijah ketika itu adalah pakaian yang sudah sangat kumuh dengan 83 tambalan diantaranya dengan kulit kayu.

Rasulullah kemudian berdoa kepada ALLAH.
"Ya ALLAH, ya Ilahi Rabbi, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam. Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku. Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku. Menentramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah. Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?"

Tiba-tiba Ali berkata, "Aku, Ya Rasulullah!"

PENGORBANAN SITI KHADIJAH SEMASA HIDUP

Dikisahkan, suatu hari ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, Beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu. Ketika Khadijah hendak berdiri, Rasulullah bersabda,
"Wahai Khadijah tetaplah kamu di tempatmu."

Ketika itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi. Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makananpun tak punya. Sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.

Kemudian Beliau mengambil Fatimah dari gendongan istrinya lalu diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah seusai pulang berdakwah dan menghadapi segala caci maki dan fitnah manusia itu lalu berbaring di pangkuan Khadijah.

Rasulullah tertidur. Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Rasulullah. Beliau pun terjaga.
"Wahai Khadijah Mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad?" tanya Rasulullah dengan lembut.

"Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal wahai Khadijah bersuamikan aku, Muhammad?" lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.

"Wahai suamiku. Wahai Nabi ALLAH. Bukan itu yang kutangiskan." jawab Khadijah.

"Dahulu aku memiliki kemuliaan. Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan. Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan. Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya.

"Wahai Rasulullah. Sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah. Sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu ini belum selesai, sekiranya engkau hendak menyebrangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyebarangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit pun atau pun jembatan.

"Maka galilah lubang kuburku, ambilah tulang belulangku. Jadikanlah sebagai jembatan untuk engkau menyebrangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu.

"Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah. Ingatkan mereka kepada yang hak. Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah".

Karena itu, peristiwa wafatnya Siti Khadijah sangat menusuk jiwa Rasulullah. Alangkah sedih dan pedihnya perasaan Rasulullah ketika itu karena dua orang yang dicintainya yaitu istrinya Siti Khadijah dan pamannya Abu Thalib telah wafat.

Tahun itu disebut sebagai Aamul Huzni (tahun kesedihan) dalam kehidupan Rasulullah.

Ilaa hadlratin Nabiyyil musthafa, wa ilaa Khadijah al Kubra, al Fatihah.

Referensi :
1. Kitab Al Busyro, oleh Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliky al Hasani.
2.  Ustadz Zainul Hakim pada WA group Masjid Al Istiqomah.

Selasa, 25 Juli 2017

KITA BUKAN SIAPA SIAPA!

Nu'man bin Tsabit yang dikenal dengan sebutan Abu Hanifah, atau populer disebut IMAM HANAFI , pernah  berpapasan dengan anak kecil yang berjalan mengenakan sepatu kayu (terompah kayu).

Sang imam berkata : "Hati-hati nak dengan sepatu kayumu itu, Jangan sampai kau tergelincir".

Bocah ini pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Abu Hanifah.

"Bolehkah saya tahu namamu Tuan?" tanya si bocah.

"Nu'man namaku", Jawab sang imam.

"Jadi, Tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelar al-imam al-a'dhom. (Imam agung) itu..??" Tanya si BOCAH.

"Bukan aku yang memberi gelar itu, Masyarakat-lah yang berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku"

"Wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka karena gelar...!Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskan-mu ke dalam api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya".

Ulama besar yang diikuti banyak umat Islam itupun tersungkur menangis....

Imam Abu Hanifah bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang bocah.

Betapa banyak manusia tertipu karena jabatan, tertipu karena kedudukan, tertipu karena gelar, tertipu karena kemaqoman, tertipu karena Harta yang berlimpah, tertipu karena status sosial...

Jangan sampai kita tergelincir... jadi angkuh dan sombong karena gelar, jabatan, status sosial dan kebesaran di dunia.

Pepatah Mengatakan :
"Sepasang tangan yg menarikmu kala terjatuh lebih harus kau percayai daripada seribu tangan yg menyambutmu kala tiba di puncak kesuksesan"

Semoga bermanfaat