Tampilkan postingan dengan label mudah matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mudah matematika. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Desember 2017

LATIHAN SOAL LENGKAP DAN CARA MENYELESAIKAN PERSAMAAN KUADRAT

Latihan Soal Lengkap Dan Cara Menyelesaikan Persamaan Kuadrat

 

Pada artikel ini akan diuraikan beberapa contoh soal yang berkaitan dengan:
1. Jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan kuadrat.
2. Menyelesaikan persamaan kuadrat berdasarkan sifat-sifat akar persamaan kuadrat.
3. Menyusun persamaan kuadrat yang telah diketahui akar-akarnya.

Jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan kuadrat

Contoh 1 (SKALU 1978)

Bila x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan kuadrat x2 - 6x - 5 = 0, maka x12 + x22adalah.....

A. 26    B. 31     C. 37     D. 41     E. 46 

Pembahasan:

Persamaan  x2 - 6x - 5 = 0 memiliki koefisien a =1, b = -6, dan c = -5

x1 + x2= (-b)/a = -(-6)/1 = 6

x1 . x2 = c/a = (-5)/1 = -5

x12 + x22 = (x1 + x2)2 - 2x1.x2

                = (6)2- 2(-5)

                = 36 + 10

                = 46 -------> Jawaban: E

Contoh 2 (PPI 1979)

Bila x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan kuadrat x2 - 5x + 9 = 0, maka x13 + x23sama dengan.....

A. 10     B. 5     C. 1     D. -5     E. -10

Pembahasan:

Persamaan  x2 - 5x + 9 = 0 memiliki koefisien a =1, b = -5, dan c = 9

x1 + x2= (-b)/a = -(-5)/1 =5

x1 . x2 = c/a = 9/1 = 9

x13 + x23 = (x1 + x2)3 - 3x1.x2(x1 + x2)
                = (5)3-3(9)(5)
                = 125 -135
                = -10  ------------> Jawaban: E

Contoh 3 (SIPENMARU 1988)
Jumlah kebalikan akar-akar persamaan  3x2 - 9x + 4 = 0 adalah.....
A. -4/9     B. -3/4    C. -9/4    D. 9/4     E. 3/4
Pembahasan:
Persamaan  3x2 - 9x + 4 = 0 memiliki koefisien a =3, b = -9, dan c = 4

x1 + x2= (-b)/a = -(-9)/3 = 3

x1 . x2 = c/a = 4/3
Jumlah kebalikan akar-akarnya adalah
1/x1 + 1/x2 = (x1 + x2) : (x1.x2)
                   = 3: (4/3)
                   = 9/4 -----------> Jawaban: D

Contoh 4 (PPI 1981)
Akar-akar persamaan  2x2 - 6x - p = 0 adalah x1 dan x2. Jika x1 - x2 = 5, maka nilai p adalah.....
A. 8     B.6     C.4     D.-6     E.-8
Pembahasan:
2x2 - 6x - p = 0 memiliki koefisien a= 2, b = -6 dan c = -p
x1 + x2 = -b/a = -(-6)/2 = 3
x1 + x2 = 3 
x1  - x2 = 5
------------- +
<=> 2x1 = 8
<=> x1 = 4
Subtitusi nilai x1 = 4 diperoleh:
x1 + x2 = 3
<=> x2 = 3 - x1
<=> x2 = 3 - 4
<=> x2 = -1
Nilai p :
x1 . x2 =c/a
<=> (4).(-1) = -p/2
<=> -8 = -p
<=> p = 8 --------------> Jawaban: A

Menyelesaikan persamaan kuadrat berdasarkan sifat-sifat akar persamaan kuadrat
Contoh 5 (UMPTN 1993)
(m + 3)x2 + 2(m - 7)x + m-3 = 0 akan mempunyai akar-akar positif jika.....
A. -3< m <3       B. 3< m < 29/7     C. -3 < m < 7
D. -7 < m < 3     E. -29/7 < m < -3
Pembahasan:
Dari  (m + 3)x2 + 2(m - 7)x + m-3 = 0, diperoleh a = m + 3, b = 2(m- 7), dan c = m-3
Syarat mempunyai akar positif:
1) D = b2 - 4ac ≥ 0
  <=> (2(m-7))2 - 4(m+3)(m - 3) ≥ 0
  <=> 4(m2- 14m + 49) - 4(m2 - 9)  ≥ 0
  <=>  m2- 14m + 49 - m2 + 9 ≥ 0
  <=> -14m + 58 ≥ 0
  <=> -14m ≥ -58
  <=> m ≤ 58/14
  <=> m ≤ 29/7 
2) x1 + x2 > 0
  <=> -b/a > 0
  <=> -2(m -7)/(m+3) >0
  <=> -3 < m < 7
3) x1.x2 > 0
  <=> c/a > 0
  <=> (m - 3)/(m + 3) > 0
  <=> m < -3 atau m > 3 
(1) ∩ (2) ∩ (3) = 3 < m < 29/7 ---------> Jawaban: B

Menyusun persamaan kuadrat yang telah diketahui akar-akarnya
Contoh 6 (PPI 1980)
Jika 2 dan 3 akar-akar persamaan kuadrat, maka persamaan kuadrat yang dimaksud adalah.....
A. x2 + x + 5 = 0     B. x2 + 6x + 5 = 0     C. x2 + 5x - 6 = 0
D. x2 - 5x + 6 = 0     E. x2 + x + 5 = 0
Pembahasan:
Misalkan x1 = 2 dan x2 = 3, maka:
x1 + x2 = 2 + 3 = 5
x1 . x2 = 2 . 3 = 6
Persamaan kuadrat yang dimaksud adalah
x2- (x1 + x2)x + x1.x2 =0
x2- 5x + 6 = 0 -------------> Jawaban: D

Selamat belajar

PERSAMAAN KUADRAT

Persamaan kuadrat merupakan bentuk persamaan yang pangkat terbesar variabelnya adalah 2. Bentuk umumnya adalah dengan , a, b, dan c adalah koefisien dan x merupakan variabelnya.

Contoh: , dan sebagainya.

Menentukan Akar-akar Persamaan Kuadrat

Akar-akar maksudnya adalah nilai  yang membuat  hasilnya sama dengan 0. Sebagai contoh, jika  membuat , maka  disebut sebagai akar-akar dari persamaan kuadrat .

Untuk menentukan akar-akar, ada tiga metode yang biasa digunakan, yaitu metode pemfaktoran, melengkapkan kuadrat sempurna, dan metode rumus abc. Namun metode melengkapkan kuadrat sempurna jarang atau cukup sulit untuk digunakan dalam menentukan akar-akar, sehingga tidak akan dibahas di pembahasan ini.

Metode Pemfaktoran

Persamaan kuadrat  diubah menjadi , sehingga akar-akarnya adalah  dan .

Misalkan kita ingin memfaktorkan .

Cara memfaktorkannya adalah:

Pertama, carilah dua bilangan, misalnya  dan , sehingga jika dijumlahkan, hasilnya adalah , sedangkan jika dikalikan, hasilnya adalah . Dengan kata lain,  dan .

Jika , maka bentuk pemfaktorannya adalah , sehingga akar-akarnya adalah  atau .

Jika , maka bentuk pemfaktorannya adalah , sehingga akar-akarnya adalah  atau .

Contoh:

Tentukanlah akar-akar dari persamaan kuadrat (a)  dan (b) .

Jawab:

(a):
 dan . Cari dua bilangan,  dan , sehingga dan .

Kedua bilangan tersebut adalah  dan , karena  dan .

Maka pemfaktorannya adalah  atau , sehingga akar-akarnya adalah atau .

(b):
Sama dengan (a), cari  dan  sehingga  dan .

Maka didapat  dan .

Maka pemfaktorannya adalah , sehingga akar-akarnya adalah  atau .

Jadi, akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah  atau .

Metode Rumus ABC

Tidak semua bentuk persamaan kuadrat dapat difaktorkan. Sebagai contoh, kita tidak dapat memfaktorkan bentuk  di mana tidak ada bilangan bulat  dan  yang memenuhi  dan .

Hal ini karena akar-akar persamaan tersebut bukanlah berbentuk bilangan bulat atau bilangan rasional, tetapi bilangan irrasional. (Baca juga: bentuk akar).

Untuk menentukan akar-akarnya, kita dapat menggunakan rumus abc berikut:

.

Jadi, akar-akarnya adalah  dan .

 di atas disebut dengan diskriminan (D).

Contoh: Tentukanlah akar-akar dari .

Jawab:
, dan , sehinga dengan menerapkannya pada rumus abc di atas, kita dapat:

.

.

Berarti akar-akarnya adalah  dan 

Jenis-jenis Akar Persamaan Kuadrat

Pada contoh-contoh di atas, kita melihat terdapat dua buah akar-akarnya, dan keduanya merupakan bilangan riil. Namun ada kalanya suatu persamaan kuadrat hanya mempunyai satu akar riil (akar-akarnya kembar), atau bahkan tidak mempunyai akar-akar riil.

Sebagai contoh,  jika kita faktorkan akan menjadi , sehingga akar-akarnya hanyalah .

Sedangkan  tidak lah mempunyai akar-akar riil. Perhatikan penjabaran berikut ini:

Bentuk di atas kita ubah menjadi: .

.

Perhatikan bahwa kuadrat dari setiap bilangan riil pasti lebih besar atau sama dengan 0, dengan kata lain, , sehingga .

Artinya, tidak ada bilangan riil  yang memenuhi persamaan tersebut.

Naahh, untuk mengetahui apakah suatu persamaan kuadrat mempunyai dua akar riil, satu akar riil (kembar), atau tidak mempunyai akar-akar riil, kita dapat melihat Diskriminan nya (D), yaitu 

Jika , maka kedua akarnya riil dan berlainan .

Jika , maka kedua akar-nya kembar (satu akar riil).

Jika , maka kedua akarnya tidak riil (imajiner).

Contoh:
Jika diketahui bahwa  mempunyai satu akar riil, tentukanlah nilai .

Jawab:
Karena hanya mempunyai satu akar riil, berarti .
Dengan demikian, .

.

.

Jadi, nilai  yang memenuhi adalah .

Jumlah dan Hasil Kali Akar-akar

Jika  dan  merupakan akar-akar persamaan kuadrat , maka berlaku hubungan:

.

.

Contoh:
Jika  dan  merupakan akar-akar dari , tentukanlah nilai dari .

Jawab:
Persamaan kuadrat di atas tidak bisa difaktorkan, jadi akar-akarnya berbentuk bilangan irasional, yang mana menjadi sulit bagi kita untuk menghitung nilai .

Namun, kita tidak perlu menghitung satu-satu berapa nilai dari  dan , tapi bisa menghitung langsung nilai dari , dengan menggunakan rumus jumlah dan hasil kali akar-akar.

Perhatikan bahwa .

Dari rumus di atas kita dapat:  dan 

Dengan demikian, .

.

Menyusun Persamaan Kuadrat Baru

Kita dapat menyusun sebuah persamaan kuadrat baru dari informasi akar-akarnya. Jika akar-akarnya adalah  dan , maka persamaan kuadrat barunya adalah:

.

Contoh:

Contoh: Persamaan kuadrat yang akar-akarnya 3 dan 5 adalah .