Selasa, 09 Januari 2018

EMOJI BISA WHATSAPP CRASH


WhatsApp sebagai salah satu aplikasi pesan instan populer yang digunakan. Namun, di balik popularitasnya, aplikasi yang telah diakuisisi Facebook tersebut memiliki kelemahan yang dinilai begitu fatal. Kelemahan tersebut merupakan sebuah trik yang sebetulnya bisa dilakukan secara sengaja. 

Trik itu justru bisa membuat whatsapp seketika itu langsung crash , bahkan tidak bisa diakses untuk sementara dan data personal pengguna hingga informasi percakapan bisa diretas pihak tak bertanggungjawab.

'Kecacatan' ini awalnya diungkap oleh seorang pengamat keamanan, Indrajeet Bhuyan, yang menyadari bahwa aplikasi tersebut bisa langsung 'down' ketika dirinya mengirim pesan yang begitu panjang.

Ketika seseorang mengirim (atau mendapatkan) pesan dengan isi sekitar 5.000 emoji, maka aplikasi tersebut secara otomatis akan crash. Satu-satunya cara untuk menggunakan kembali aplikasi ini hanyalah dengan menghapus history pesan dan membuka kembali percakapan yang ada di WhatsApp.

WhatsApp memiliki pembatasan karakter ketika penggunanya mengetik percakapan. Sayangnya, Bhuyan mengatakan bahwa limit untuk membatasi karakter tersebut masih sangat minim. 

Kita sebetulnya masih bisa mengirim sampai 6.000 karakter, namun setelah saya coba, aplikasi ini langsung crash ketika mengirim lebih dari 4.500 karakter. Yang mengejutkan, masalah ini justru kerap muncul di WhatsApp versi Android, yang diketahui dipakai lebih dari satu miliar pengguna. Versi iOS. Sebetulnya memiliki masalah serupa. Hanya saja, tidak terlalu berisiko untuk crash.

MENGUAK KETERLIBATAN INTELIJEN CINA


(image : matamata.com)

Begini cara-cara intelijen China Taipan komunis buat pecah-belah anak bangsa di negeri ini agar terprovokasi lalu  terjadilah chaos, perang saudara dan pekerjaan mereka pun  lebih mudahw buat menguasai negara ini seutuhnya menjadi Indo China Raya.

๐Ÿ”ด Menguak Keterlibatan Badan Intelijen China Dalam Operasi Indonesia Pecah pada 2025

Menguasai Indonesia sebagai tanah harapan karena China di ambang sudah 3 kali lipat produksinya Untuk itu yang pertama harus dilemahkan adalah umat Muslim. Karena mereka perlu Tanah Harapan/ Lebensraum Untuk bertahan agar Negaranya Tidak Bubar. Dan Indonesia adalah Tanah Harapan mereka. AaTentu saja tidak mudah menguasai Indonesia sebagai Negara Muslim terbesar. Untuk itu yang pertama harus dilemahkan adalah umat Muslim.

Begini Analisanya :

1. Apakah kalian mengetahui, sosok seperti Steven atau Nathan itu bagian pengkondisian yang sengaja diciptakan oleh badan intelejen China (MSS)?                                                                                                   
                                                                                                
2. Akun-akun provokator, yang disengaja memancing reaksi, ibarat sengaja menyulut api dalam sekam, ternyata dikoordinir dengan operasi intelejen.

3. Ada satuan tugas yang dibuat oleh badan intelejen China, Ministry of State Security (MSS), untuk terbentuknya kebangkitan "INDOCHINA 2025".

4. Satuan tugas yang memanfaatkn asas kewarganegaraan yang dianut RRC, Hak kewarganegaraan untuk darah (ius sanguinis) berdasarkan keturunan orang tua. (Yang menganggap Keturunan China dimanapun sebagai warga negara RRC -red)

5. Slogan "Cinta Indonesia" adalah kedok ketika hampir separuh hidup sebagian besar dari mereka lebih banyak berada di luar negeri, dan menjelekkan kaum pribumi di LN.

6. Bagaimana bisa, pribumi yang sejak lahir hidup di NKRI, kini dipertanyakan kecintaannya kepada NKRI???

7. Bagaimana bisa, pribumi yang sudah merasakan suka dan susahnya hidup di NKRI sejak lahir, kini tiba tiba dilabeli anti-NKRI???

8. Tiba-tiba mereka yang hampir separuh hidupnya tinggal di Macau, Singapura dan Beijing, lantang teriak "Kami lebih Indonesia"???

9. Cerita bermula, ketika status kewarganegaraan Steven yang menyematkan panggilan "TIKO" kepada Gubenur TGB, ternyata memiliki kekebalan diplomatik.

10. Setelah ditelusuri oleh kawan yang berkantor di kalibata, Steven adalah aset intelejen MSS.

11. Dia (Steven) memang di-operate untuk lakukan tindakan itu kepada TGB, sesuai instruksi intelejen MSS.

12. Dan orang seperti Steven cs. Itu sulit disentuh aparat keamanan akibat adanya intervensi dan status diplomatik yang melekat, MSS.

13. Ambisi China untuk membangun jalur sutera modern, dipastikan juga didukung kekuatan intelejen di dalamnya.

14. Dan bukan sebuah kebetulan, di tiap negara yang menjadi target China, issue issue rasis: pribumi vs bukan pribumi, menjadi jualan utama.

15 Di Angola, China sengaja menyebut warga pribumi Angola sebagai "Xenofobia"* (warga pribumi yang tidak suka dengan warga Pendatang).

16. Warga pribumi Angola diopinikan RASIS, karena tidak mau menerima bangsa China.

17. Dan China memakai media-media di Angola untuk memecah persepsi masyarakat pribumi Angola terhadap keberadaan warga China pendatang.

18. Sama seperti di Indonesia, warga Angola yang menerima China adalah warga toleran, sementara warga Angola yang menolak dilabeli intoleran.

19. Dan persis seperti Indonesia, di Angola pun, polisi Angola yang pribumi (dibeli) dibuat lebih memilih dan memihak warga China yang ada di Angola.

20. Perpecahan di antara warga pribumi di Angola disulut oleh media dan pandangan Toleran vs In-toleran.

21. Angola bisa pecah karena China memakai jualan infrastruktur yang menarik hati pribumi Angola yang bersedia menjadi pengkhianat bangsanya sendiri.

22. Bukan hanya di Angola, di Srilanka pun terjadi demikian, pola yang sama, adu domba antar pribumi.

23. Semua negara yang menjadi target, dipecah-belah dalam pilihan:
• yang memilih mendukung China dan disebut Toleran,
• sedang yang memilih melawan, disebut In-toleran.

24. Semua negara menganggap keberadaan China di negaranya sebagai mimpi dan sebuah mimpi buruk.

25. Tengoklah situasi bangsa kita saat ini, Intelejen China sengaja memakai proxy (antek)-nya yang berada di Indonesia.

26. Dari Sabang hingga Merauke, issue Rasis sengaja dibuat agar terjadi Aksi dan Reaksi.

27. Sosok seperti Steven yang ternyata bagian operasi intelejen China MSS pun kita 'makan' dengan sangat lapar, "Aksi dan Reaksi."

28. Bahkan kawan yang berkantor di Kalibata pun mengatakan akun-akun robot ManggaDua pun bekerja secara massif dan sistematis memecah-belah.

29. Membangun opini kebencian serta membangun opini "playing victim" pun dilakukan, sementara kita? Ikut terseret arus deras yang diciptakan.

30. Kawan itu pun menambahkan, yang menyelamatkan negeri ini dari perpecahan justru karena faktor ghiroh Agama dan TNI.

31. Karena orang yang beragama yang masih bisa menahan dan mengendalikan emosi walau begitu banyak pancingan umpan yang diberikan.

32. Alasan utama lain, rakyat negeri ini masih percaya kepada TNI dan TNI selalu bsama rakyat. Maka bersiaplah TNI bisa jadi target untuk dibenci.
 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Mari kabarkan seluas-luasnya agar seluruh rakyat faham apa yang secara senyap sedang berjalan. Sekaligus guna memberi efek pembusukan atas rencana jahat mereka. Komunis IndoChina 2025 yang relatif diberi jalan oleh rezim. 

Sekarang sudah ada jutaan E-KTP (ganda?) Indonesia untuk orang-orang China ....!!! Waspadalah wahai umat, bangsa dan rakyat Indonesia ...!!! ⛔๐Ÿ”œ

Referensi :
• Twitter: @Ronin1948
• cnbc.com link https://www.cnbc.com/2017/06/28/chinas-debt-surpasses-300-percent-of-gdp-iif-says-raising-doubts-over-yellens-crisis-remarks.html
• Apik.apikepol.com link http://apik.apikepol.com/2017/05/menguak-keterlibatan-badan-intelijen.html.

Minggu, 07 Januari 2018

PEMIMPIN ISIS TERNYATA AGEN MOSSAD ISRAEL

Sejumlah media asing, di antaranya Veterans Today, mengatakan pemimpin ISIS Abu Bakar Al - Baghdadi adalah orang Yahudi tulen, yang paling mengejutkan adalah, dikatakan bahawa dia adalah agen sejati Mossad (Agen rahsia luar negeri Israel).

Dijelaskan bahawa nama asli Abu Bakar Al - Baghdadi adalah Emir Daash alias Simon Elliot alias Elliot Shimon. Dia lahir sebagai Yahudi asal orang tuanya dan direkrut serta dilatih Mossad untuk membuat kekacauan di kawasan Timur Tengah serta perang sesama masyarakat Arab dan muslim.

Hal ini makin menjelaskan kebocoran rahasia dari bekas agen NSA (Agen rahsia Amerika Syarikat) Edward Snowden, yang menyebut ISIS sebenarnya adalah ciptaan dari inteligen Amerika Syarikat, Inggeris dan Israel. Mereka menciptakan sebuah organisasi militer yang mengklaim kekhalifahan Islam dengan Abu Bakar Al - Baghdadi diusung sebagai khalifah untuk menarik para militan Islam dari seluruh dunia bergabung di dalamnya.

Bukti nyata bahwa ISIS adalah pertubuhan Israel makin kentara ketika organisasi militan ini menyerang negara-negara Arab yang sedang kacau, di antaranya Irak dan Suriah. ISIS kini telah menguasai sebahagian wilayah Suriah dan Irak. Di Suriah mereka mendirikan pusat pemerintahan di Raqqa dan telah menguasai kota besar Mossul di Irak.

ISIS mengklaim sebagai organisasi militan bernafas Islam, kelompok ini meledakkan makam Nabi Yunus dan mengancam akan meledakkan Ka`bah (Kiblat umat muslim se-dunia). ISIS juga mengancam menghancurkan Pemerintahan Hamas di Gaza Palestina, yang saat ini sedang diserang Israel.

Parahnya di Indonesia, ISIS mendapat simpati dari segolongan orang yang secara sukarela mendaftarkan diri sebagai pengikut. Tanpa menyelidiki atau mencari kebenaran infomasi tentang ISIS. Wujudnya fakta bahwa para militan ISIS yang cedera dirawat di RS Israel di Dataran Tinggi Golan, berhadapan Suriah. Setelah sehat dikembalikan lagi. Tiada satu pun peluru ISIS KE arah ke arah Israel, padahal sebagian wilayah penempatan mereka berhadapan dengan Golan (wilayah Suriah yang kuasai Israel).

Pembentukan ISIS adalah strategi "madu", menarik para lebah militan Islam yang secara buta terpesona untuk hijrah ke negara "Khalifah". Setelah terkumpul dan terpisah dengan yang moderat, setelah mereka dimanfaatkan, langkah Israel dan Barat adalah menghapuskan para militan tersebut, dengan pengeboman cara (genocide) yaitu Pembunuhan yang disengajakan oleh sekumpulan besar orang, terutamanya kumpulan etnik atau bangsa tertentu. Seperti memisahkan serigala dari domba.

ISIS juga bertujuan menghancurkan kestabilan negara yang berbatasan dengan Israel : Suriah, Yordan, Lebanon Selatan, Mesir Sinai. Agar negara zionis aman. Dengan taktik batu api, perang saudara, issu Sunni versus Syiah, moderat versus  fundamentalis, Islam versus Kristen, Kurdi versus Arab . Banyak muslim termakan isu tersebut, termasuk di Indonesia.

Sekali lagi, ini adalah rancangan besar Zionis Israel. Waspadalah, mari lawan ISIS dan pengikutnya...!!!

Pengertian ISIS.....
I.  ISRAEL
S. SECRET
I.  INTELIGENT
S. SERVICES.

PANTUN PEMILU 2018

Orang Hulu Membeli Pukat
Minum Obat Bacakan Ayat
Kalau Pemilu Sudah Dekat
Para Pejabat Jadi Merakyat

Ambil Ketupat dikampung damai
Ditengah sawah si buah Cermai
Agar mendapat dukungan ramai
Turun kesawah nyebur ke sungai

Pergi Ke hulu membeli tilam
Tiba dihulu orang melambai
Waktu dulu membenci Islam
Dekat Pemilu samperin Kiyai

Penjual soto pendekar silat
Kaki dilipat membaca ayat
Beredar foto pejabat sholat
Supaya dapat simpati rakyat

Orang santun naik kereta
Beli tanah dipinggir kota
Saya berpantun sesuai fakta
Bukan fitnah tetapi nyata

By. SANDAL JEPIT KOAS OBLONG

PANTUN PEMILU 2018

Orang Hulu Membeli Pukat
Minum Obat Bacakan Ayat
Kalau Pemilu Sudah Dekat
Para Pejabat Jadi Merakyat

Ambil Ketupat dikampung damai
Ditengah sawah si buah Cermai
Agar mendapat dukungan ramai
Turun kesawah nyebur ke sungai

Pergi Ke hulu membeli tilam
Tiba dihulu orang melambai
Waktu dulu membenci Islam
Dekat Pemilu samperin Kiyai

Penjual soto pendekar silat
Kaki dilipat membaca ayat
Beredar foto pejabat sholat
Supaya dapat simpati rakyat

Orang santun naik kereta
Beli tanah dipinggir kota
Saya berpantun sesuai fakta
Bukan fitnah tetapi nyata

By. SANDAL JEPIT KOAS OBLONG

HOAX MEMBANGUN: PISAU BUMERANG YANG MEMANGSA KEPALA BSSN

-------------------
By Asyari Usman

Kepala BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara), Djoko Setiadi, mengatakan kalau hoax yang sifatnya membangun (hoax membangun), boleh-boleh saja dibuat dan disiarkan. Pernyataan “smart” ini sudah dicabut oleh Pak Kepala setelah menimbulkan kontoversi yang meluas. Lebih “smart” lagi, Pak Mayor Jenderal mengatakan bahwa dia hanya memancing khalayak untuk menguji kejelian masyarakat. Untuk melihat apakah publik kritis terhadap pernyataannya.

Kasihan Pak Djoko. Kekeliruan (jangan sebut kebodohan) pertama ditutupi dengan kekeliruan (jangan sebut kebodohan) kedua.

Kekeliruan (jangan sebut kebodohan) pertama adalah pernyataan tentang “hoax membangun”. Pernyataan seperti ini mirip dengan pisau bumerang yang telah dilemparkan. Harus ada yang menjadi korban agar pisau bumerang itu berhenti berputar.

Pisau bumerang yang dilepas oleh Pak Djoko itu berputar-putar mencari orang yang bodoh dalam memahami makna “hoax mambangun”. Setelah beberapa lama berputar di udara, akhirnya pisau bumerang tak menjumpai sasarannya. Tak menjumpai orang yang bodoh itu.

Padahal, senjata tradisional Australia ini harus menancap di tubuh seseorang, baik itu yang melemparkan maupun orang lain. Pisau bumerang akhirnya menancap di tubuh Pak Djoko sendiri sebagai orang yang melemparkannya. Sebab, sang pisau tak menemukan orang lain yang bodoh dalam memahami makna “hoax membangun”.

Kekeliruan (jangan sebut kebodohan) kedua adalah pernyataan Pak Djoko bahwa dia hanya ingin mengumpan untuk melihat kekritisan publik terhadap pernyataannya. Untuk melihat kejelian masyarakat.

Umpan ini juga sama seperti pisau bumerang yang dilemparkan ke udara. Sang pisau harus mencari siapa yang tidak jeli. Ternyata, semua orang yang ada di lapangan, sangat jeli. Mereka tidak bodoh.

Pisau bumerang terus berputar sampai ia menemukan orang yang tak jeli alias orang yang bodoh. Karena tak ada orang lain lagi, akhirnya pisau menancap dan berhenti di tubuh orang yang melemparkannya.

Kasihan Pak Jenderal. Belum 24 jam bertugas, harus menjadi korban pisau bumerang yang beliau mainkan sendiri.

Rupa-rupanya, melemparkan bumerang memerlukan standar minimum kecerdasan dan ketangkasan.

(Penulis adalah wartawan senior)

MERAKYAT BELUM TENTU PRO RAKYAT

Oleh Tb Ardi Januar

Alkisah di sebuah negeri sedang dihebohkan dengan pemberitaan dan perdebatan tentang pemimpin mereka yang muncul dengan mengenakan kaos dan sepatu kets saat meresmikan kereta bandara.

Ini bukan kali pertama dia bertingkah kontroversi. Sebelumnya, rakyat mereka juga sempat dihebohkan dengan aksinya yang mengenakan sandal jepit saat mancing, mengenakan sarung saat turun dari pesawat, mengenakan jaket bomber saat jumpa pers di istana, dan sederet aksi heboh lainnya.

Aksinya tersebut membuah heboh media massa dan menuai perdebatan di sosial media. Ada yang menilai tindakan dia sebagai potret pemimpin merakyat dan sederhana, tapi tak sedikit juga yang menyebut dia sedang menggiring opini berita untuk menutupi cacat kinerja.

Kita tidak perlu berdebat soal aksi dan sederet gimmick dia. Bagi saya, dia adalah figur pemimpin yang merakyat. Merakyat dalam kata sifat dan bahasa yang artinya dia berpenampilan seperti rakyat pada umumnya. Sebab, kaos, sandal jepit, sepatu kets, sarung adalah property tubuh yang sudah sangat melekat di masyarakat.

Namun pemimpin yang berpenampilan merakyat bukan berarti kinerja kepemimpinannya otomatis pro kepada rakyat. Dan untuk menilai keberhasilan seorang pemimpin bukanlah diukur dari penampilannya, melainkan dari produk kebijakannya dan keberpihakannya kepada rakyat.

Kaos yang dia kenakan mungkin bukti merakyat, tapi langkah dia yang menarik subsidi harga bahan bakar dan listrik, serta melambungnya harga kebutuhan pokok menjadi bukti bahwa dia tidak pro rakyat.

Sandal jepit yang dia pakai mungkin bukti merakyat, tapi keputusannya yang mewariskan beban hutang hingga 4.000 triliun dan menjual aset negara kepada asing menjadi bukti bahwa dia tidak pro rakyat.

Sarung yang dia pakai mungkin bukti merakyat, tapi meningkatnya angka kemiskinan dan bertambahnya jumlah pengangguran di saat massifnya pembangunan menjadi bukti bahwa dia tidak pro rakyat.

Kita ambil contoh Bung Karno. Dia tidak hanya dikenal sebagai proklamator Indonesia. Tapi juga dikenal dengan gaya hidupnya yang modis, elegan dan nyentrik. Kacamata hitam, peci hitam dan kolektor mobil antik begitu identik dengan dia. Secara penampilan dia tidak merakyat karena bukan penampilan rakyat pada umumnya.

Namun kita lihat isi kepala, kebijakan dan warisannya selama berkuasa. Soekarno begitu gigih memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan kedaulatan Bangsa. Dia ingin Indonesia mandiri secara ekonomi dan menolak tegas intervensi asing.

Bahkan dalam salah satu pidatonya, Soekarno berkata: "Jika engkau mencari pempimpin, carilah yang dibenci, ditakuti atau dicaci maki asing, karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu di atas kepentingan asing itu, dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuji-puji asing, karena ia akan memperdayaimu".

Kita juga melihat bagaimana mewah dan glamour-nya Sultan Brunei Hassanal Bolkiah. Kolektor mobil mewah, jet pribadi dan istana yang bergelimang emas. Gaya hidup dia sangat tidak merakyat.

Tapi lihatlah bagaimana kondisi hidup rakyatnya. Warga Brunei begitu bahagia dan sejahtera. Hidup tanpa kewajiban bayar pajar, harga hidup yang murah, hingga biaya pengobatan yang dibebaskan alias gratis. Hassanal Bolkiah menjadi pemimpin yang sangat pro rakyat meski penampilannya tidak merakyat.

Kesimpulannya, mulai saat ini berhentilah menilai keberhasilan seorang kepala negara hanya dari penampilannya. Mari kita bantu agar dia bergaya tidak sekadar merakyat, tetapi juga kebijakannya sangat pro kepada rakyat.

Saya menduga, ada pihak yang happy dan suka bila melihat netizen berdebat dan gaduh soal kostum yang dikenakan seorang kepala negara. Dengan begitu, netizen menjadi abai dan tidak fokus dengan sederet kebijakan yang merugikan rakyat. Ayo, kerja kerja kerja...

Kalian tahu kan gua lagi ngomongin siapa...?
😁

YENNY WAHID, BENALU SEKULARISME DAN AGEN KONTRA AKSI ISLAM

Oleh Faizal Assegaf
(Ketua Progres 98)

Rekam jejak Yenny Wahid di panggung politik nasional menyisihkah sejumlah catatan buruk. Puteri mantan Presiden Abdurahman Wahid tersebut terkenal sinis dan acap kali melontarkan pernyataan yang menyudutkan umat Islam.

Kedekatannya dengan sejumlah konglomerat Taipan dan keterlibatannya dalam misi liberalisme, sangat kental. Ihwal itu menempatkannya sebagai salah satu aktor politik yang kontra terhadap gerakan solidaritas kebangkitan Islam.

Yenny Wahid berkontribusi besar menggulir serangkaian opini yang liar dan sporadis. Melabrak kelompok Islam dengan stigma intoleran, anti Pancasila dan radikalisme. Manuver busuk itu menghias berbagai halaman media massa.

Di perhelatan Pilgub DKI, perannya secara terselubung menghalau Aksi Bela Islam dengan memposisikan terpidana penista Al Qur'an alias Ahok sebagai figur yang bersih dan demokratis.

Walhasil, ketika Ahok dijatuhkan hukuman dua tahun penjara oleh pengadilan, Yenny melayangkan surat protes terbuka. Isinya menegaskan bahwa Ahok tidak layak diadili dengan pasal penodaan agama.

Lebih memprihatinkan, Yenny dengan lantang mendesak aparat penegak hukum melakukan 'politik balas dendam' untuk menyeret para pihak yang telah menjebloskan Ahok ke penjara.

Dia menuding, kelompok tersebut telah melancarkan isu agama dan etnis untuk mendiskrimasi, intimidasi, dan melakukan ujaran kebencian (arsip: suarainvestor-com).

Tidak hanya itu, pembelaan kepada Ahok dilakukan melalui serangkaian pernyataan yang menyudutkan umat Islam. Bahkan Yenny nekat menjual nama besar Gus Dur untuk membela Ahok dengan dalih si penista agama itu adalah sosok anti korupsi dan sangat tegas menegakkan konstitusi.

Perilaku delusi puteri Gus Dur ini, membuat umat Islam gerah dan menudingnya telah bertindak gelap mata. Fakta-fakta atas kejahatan korupsi; Kasus Sumber Waras, skandal Proyek Reklamasi dan aneka arogansi Ahok seolah dibenarkan oleh Yenny.

Jurus-jurus politik busuk yang dilakoni Yenny membela Ahok dikemas rapi dengan aneka penipuan. Pada pertengahan Desember 2016, atas nama Direktur Wahid Foundation, Yenny menyebut punya data survei bahwa sekitar 11 juta dari 150 juta umat Islam terlibat gerakan radikal.

Angka 11 juta orang itu mau melakukan tindakan radikal apabila memungkinan. Tindakannya seperti merusak fasilitas ibadah dan segala macam. Kami belum memasukkan tindakan teroris,” tutur Yenny kepada pers.

Data survei abal-abal itu disebarkan hanya selang beberapa hari saat jutaan umat Islam usai menggelar aksi superdamai 212. Tindakan Yenny dinilai culas, melukai hati umat dengan fitnah keji demi mengais keuntungan pragmatis.

Wajar bila kemudian umat Islam menganggap Yenny Wahid tidak lebih adalah benalu sekularisme dan agen kontra Aksi Bela Islam. Stigma buruk itu sulit dihindari, terlebih jejak hitamnya telah terekam di benak umat.

Terkait beberapa hari ini muncul nama Yenny akan diusung sebagai Cagub oleh Gerindra di Jawa Timur, spontan membuat umat terhentak. Prabowo Subianto perlu lebih cermat dan hati-hati agar tidak terjebak mengambil keputusan yang konyol.

Apalagi munculnya isu murahan bahwa Yenny Wahid punya peluang menjadi Cawapres pendamping Prabowo di Pilpres 2019. Modus pencitraan sesat itu adalah sebuah ilusi dan tidak akan mampu membodohi umat Islam.

Biarkan Yenny Wahid berperan sebagai benalu sekularisme untuk menghias keramaian politik dan demokrasi di negeri ini. Tindak-tanduknya yang membadut dengan kemunafikan tidak layak diperjuangkan sebagai pejabat publik di level manapun!

Source : teropongsenayan.com

Jumat, 05 Januari 2018

MENYADAP WHATSAPP TANPA MENYENTUH HP KORBAN

Mungkin ada yang penasaran atau bahkan ingin mengetahui lebih jauh tentang bagaimana seseorang atau seorang peretas mampu menyadap percakapan text atau chating dari sebuah aplikasi Chat seperti Whatapp atau BBM. Pertanyaan muncul apakah menggunakan software canggih ataukan siperetas membobol celah keamanan dari Whatsapp dan berhasil mengintip aktifitas chat orang lain.

 (credit : detikgadget.com)

Bila anda ingin melakukan penyadapan pada whatsapp milik orang lain, ada beberapa cara yang bisa diakukan untuk menyadap hp korban. Pada artikel ini walaupun sebenarnya anda bukanlah pakar soal sadap menyadap namun sobat bisa tetap melakukannya dengan berbagai cara. Dengan cara menyadap whatsapp ini anda tidak perlu menyentuh hp korban walaupun anda memiliki jarak yang jauh dengan hp target anda, tetapi kita bisa melakukan cara menyadap whatsapp tanpa menyentuh hp korban? Tentu saja kita bisa melakukannya berbekal nomor hp dan kode IMEI beserta aplikasi sadap anda bisa melakukannya.

Aplikasi sadap menawarkan jasa menyadap whatsapp memang bisa anda dapatkan, ada aplikasi sadap yang dapat menggunakan nomor hp saja dapat langsung masuk ke dalam hp korban, dan ada pula yang menggunakan email bisa digunakan, ataupun menggunakan sebuah software pihak ketiga yang harus diinstall pada hp korban namun aplikasi tersebut masih bisa disembunyikan sehingga anda tidak akan ketahuan saat menyadap hp miliki target anda.

Pada beberapa percobaan yang bisa anda lakukan dalam cara menyadap whatsapp tanpa menyentuh hp korban dalam 3 kategori mudah berikut ini :


(credit : sadapandroid.com)


Penjelasan cara menyadap whatsapp tanpa menyentuh hp korban yang dapat anda gunakan untuk membobola hp orang lain, pastikan anda mengikuti trik sadap yang kami berikan :

1. Dengana Aplikasi Whatsapp

Untuk membajak whatsapp orang lain, dapat menggunakan aplikasi whatsapp yang memiliki sebuah bug untuk melakukan recovery data. Anda dapat menggunakannya untuk menyadap whatsapp orang lain tanpa menyentuh hp korban, dengan begitu tidak akan kerepotan untuk melakukan proses intall di hp target, untuk menggunakannya cukup mudah anda hanya perlu memasukan nomor hp korban, dan aplikasi ini akan melakukan recovery data untuk memulihkan data dengan cara merestore data – data pada hp korban.

2. Menggunakan Nomor Hp atau Email

Setelah menginstall aplikasi whatsapp di hp android pastikan telah menentukan target. Mestinya telah mengetahui nomor hp orang lain, bila anda tidak tahu siapa yang menjadi bahan percobaan ini silahkan dengan melihat nomor hp yang terdapat pada list kontak. Dengan begitu anda dapat melihat nomor yang menjadi tujuan membajak hp kali ini.

3. Melakukan Setting ke menu Pengaturan

Menyadap whatsapp target ini bisa berjalan apabila telah melakukan beberapa settingan. Gunanya bilamana anda diminta untuk melakukan verifikasi data kepada nomor handphone yang digunakan sebagai aplikasi chat tersebut dengan berbekal nomor hp, kode yang dikirimkan oleh pihak whatsapp akan masuk ke hp android anda, dan hasilnya bisa melihat berbagai isi pesan chat whatsapp milik korban.

Begitulah 3 penjelasan ringkas sub kategori yang bisa anda lakukan pada cara menyadap whatsapp tanpa menyentuh Hp korban yang bisa dilakukan menggunakan aplikasi whatsapp dengan memanfaatkan bug recovery mode untuk memulihkan data – data pada hp target korban. Ok

Penjelasan berikutnya di sini saya berikan bahwa menerobos masuk celah keamanan dari sebuah aplikasi Whatsapp. Kemudian mengintip aktivitas chat orang lain terbilang sangat sulit bahkan mustahil untuk orang awan. Namun jika hanya ingin menyadap chat Whatsapp dari pasangan atau mengintip aktivitas chat dia tentu ada cara yang lebih praktis dan simple untuk melakukannya.

Untuk mulai melakukannya hanya membutuhkan aplikasi Whatapp berbasis Web. Simak penjelasannya berikut ini:

Cara menyadap Chat Wahtsapp orang lain dengan mudah

Siapkan :
• perangkat Laptop/PC baik windows ataupun MacOS.
• aplikasi Browser seperti Chrome atau Firefox. 
• koneksi internet. 
Karena cara sadap ini terbilang mengikuti fitur yang disediakan oleh Whatsapp hanya saja kita memanfaatkan fitur yang jarang digunakan tersebut untuk kepentingan memata-matai chat orang lain, jika perangkat laptop sudah tersedia maka saatnya mulai action.

Langkah ke 1

• Aktifkan laptop 
• Buka aplikasi Browser pada laptop anda kemudian klik Url ini . 
• Masuk ke halaman Web resmi Whatsapp, pada halaman website Whatsapp tersebut terdapat barcode yang harus discan jika anda ingin menghubungkan/sinkronisasi aplikasi Whatsap antara dua perangkat smartphone dengan laptop.

Langkah ke 2

• Anda sudah tau fungsi dari Barcode tersebut untuk sinkronisasi 2 perangkat (laptop-ponsel)
• Gunakan ponsel target untuk bisa anda intip aktifitasnya chatnya dengan membuka aplikasi Whatsapp pada ponsel target.
• Tekan tiga titik pada Pojok kanan atas untuk memunculkan opsi dan klik opsi Whatsapp Web.

Langkah ke 3

• Setelah opsi Whatsapp Web diklik akan diarahkan untuk menscan bar-code yang ada di Website Whatsapp yang telah anda buka sbelumnya di laptop/PC tadi.
• Klik OK.
• Got It.
• Arahkan kamera ke Bar Code di layar laptop untuk mulai sinkronisasi.
• Jika sudah terscan akan ditandai getaran kecil tanda aktifitas Whatsapp di ponsel dan PC sudah terhubung.

Langkah ke 4

• Proses Sinkronisasi telah berhasil dilakukan.
• Pada tahap ini sudah bisa melakukan penyadapan.
• Bisa melihat aktifitas chat Whatsapp pada ponsel target via laptop tadi kapanpun anda mau.

PERHATIAN : 
1. Cara di atas menggunakan fitur yang ada whatsapp dan hanya memanfaatkan kelengahan dari si target dengan memata-matainya via laptop/PC.
2. Jika ada aktifitas chat masuk maka anda jangan membukanya karena dengan begitu chat tersebut akan berstatus Terbaca (read)  karena telah anda buka via Laptop jadi biarkan saja dulu dibaca oleh target.
3. Jangan melakukan log out  ataupun clear cache dengan aplikasi cleaner pada laptop karena akan mengharuskan anda untuk melakukan sinkronisasi ulang.
4. Perilaku si target apakah termasuk orang yang awam soal gadget (gaptek) atau malah orang yang cukup jeli urusan keamanan dan privasi karena bisa saja dia mengetahui bahwa aplikasi Whatappnya telah dihubungkan dengan perangkat lain (PC/laptop) untuk kepentingan penyadapan, ciri dari Whatsapp yang telah terhubung dengan perangkat PC/Laptop adalah ketika menekan opsi Whatsapp Web maka tidak muncul opsi untuk menscan barcode melainkan gambar lain.
5. Ingat tidak melakukan ini untuk kepentingan negatif satu hukum yang tidak tertulis mengatakan “jangan pernah melakukan  sesuatu pada orang lain apa yang tidak ingin kamu dapatkan dari orang lain” jadi bijaklah dan tanggung resikonya, oke.

Demikianlah penjelasan mengenai cara menyadap chat Whatsapp orang lain di smartphone android hanya dengan mengikuti fitur bawaan whatsapp.

Untuk cara lainnya membutuhkan skill programing ataupun kemanpuan hacking khusus. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa memberikan anda informasi tambahan. Untuk boookmark blog ini (Crtl+D) agar tak ketinggalan update berita seputar gadget dan teknologi serta tip n trik yang bisa anda praktekan. Selamat mencoba dan Terima kasih.

APA BENAR ALLAH BERSEMAYAM DI ATAS 'ARSY?

Si Dia mengatakan :
"Allah itu bersemayam diatas arsy ! Jelas dinyatakan di Al Quran bahwa Allah berada di 'arsy"

Saya buka dengan mengucapkan "Allah... Allah... Allah..."

Mari kita kupas

1. Memang betul adanya, bahwa terdapat ayat di Al Quran yang secara tekstual menyatakan Allah itu ber-istiwa di arsy, bahkan minimal ada 7 ayat, yaitu Surat Al-A’raf ayat 54, Yunus ayat 3, Ar-Ra’d ayat 2, Al-Furqan ayat 59, As-Sajdah ayat 4 dan Al-Hadid ayat 4

Tapi ingat, memahami ayat Quran tidak boleh kita "otak-atik" sendiri. Memahami Quran harus melalui penjelasan dari Para Ulama.

2. Ayat-ayat yang kami sebutkan di atas merupakan ayat-ayat yang mutasyabihat, yaitu ayat-ayat yang apabila dimaknai secara tekstual (jawa : létêrlêk) akan memunculkan pemahaman "menyerupakan Allah" dengan makhluk.

Ayat-ayat yang secara "tekstual", sekali lagi, secara "tekstual" menerangkan mengenai Allah ada di mana, sangat bermacam-macam, di antaranya :

A. Allah berada di arsy

الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

“(Yaitu) Rabb Yang Maha Pemurah. Yang beristiwa’ (menetap tinggi) di atas ‘Arsy .”
(QS. Thoha : 5)

B. Allah berada di langit

أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ

“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?”
(QS. Al Mulk : 16)

C. Allah berada di langit dunia

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

Rabb kami (Allah) turun setiap malamnya ke langit dunia. Hingga ketika tersisa sepertiga malam terakhir, Allah berfirman, ‘Siapa saja yang berdo’a pada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya. Siapa saja yang meminta pada-Ku, niscaya Aku akan memberinya. Siapa saja yang memohon ampunan pada-Ku, niscaya Aku akan mengampuninya’.”
(HR. Muttafaqqun 'alaih)

D. Allah berada di dekat kita

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.
(QS. Qaff : 16)

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ

"Dan Kami lebih dekat kepadanya dari kamu".
(QS. Al-Waqi’ah : 85)

E. Allah berada di manapun kita berada

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ

"Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada."
(QS. Al Hadid : 5)

F. Allah berada di atas kita

يَخَافُونَ رَبَّهُم مِّن فَوْقِهِمْ

Mereka takut kepada Rabb mereka yang (berada) di atas mereka.”
(QS. An Nahl : 50)

G. Allah berada di Bukit Tursina

فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا

"Tatkala Tuhannya menampakkan dirinya kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan" .
(QS. Al A'rôf : 143)

H. Allah berada di Palestina

وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَىٰ رَبِّي سَيَهْدِينِ

"Dan Ibrahim berkata: "Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku."
(QS. As Shoffât : 99)

>Nabi Ibrahim hijrah dari Babilonia (Iraq) menuju Palestina

I. Allah berada di Ka'bah (sebagai Rumah Allah)

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

"Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah/Ka'bah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang ruku' dan sujud".
(QS. Al Hajj : 26)

J. Allah bersama orang yang sabar

 إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar."
(QS. Al Baqoroh : 153)

K. Allah berada di Gua Tsur

إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

"Ketika keduanya (Nabi Muhammad dan Abu Bakar) berada dalam gua (tsur), di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita”.
(QS. At Taubah : 40)

Lihat, bagaimana kacaunya jika kita memaknai Al Quran hanya sebatas tekstual, maka kita akan memiliki aqidah yang sesat, yaitu menempatkan Allah di sebuah tempat. Maka ayat-ayat yang seakan-akan menyamakan Allah dengan makhluk tersebut dinamakan sebagai Ayat Mutasyabihat. Cara memahaminya adalah dengan menggunakan metode tafwidh atau ta'wil, (Insya Allah kita jelaskan dikesempatan yang lain.)

Di sisi lain, Allah swt menerangkan kepada kita melalui firman-Nya, bahwa Dia tak sama dengan makhluk-Nya.

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

"Dan tidak ada siapapun yang seperti Dia".
(QS. Al Ikhlas :4)

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ

"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. "
(QS. Asy Syura : 11)

Sehingga, Jika kita meyakini Allah bertempat, pertanyaan mendasarnya adalah :

1. Lebih besar mana antara Tempat dengan Yang Menempati (jika benar Allah bertempat).?

Maka ketika kita menempatkan Allah di Arsy, berarti Arsy lebih besar dibanding Allah. Kacau bukan ? Padahal kita selalu bertakbir dengan ucapan

اللهُ أَكْبَر
Allah Yang Maha Besar.

Maka tidak ada satupun tempat yang mampu menaungi Kebesaran Allah.

2. Lebih dulu mana, antara Tempat dengan Yang Menempati ?
Tentu lebih dulu adanya tempat daripada yang menempati.

Lalu siapa yang menciptakan tempat untuk Allah ? Kacau lagi. Simak penjelasannya berikut ini :

Allah ada sebelum semua tempat itu ada
Rasulullah shallallahu`alaihi wasallam juga bersabda:

“كَـانَ اللهُ وَلَـمْ يَكُـنْ شَيْءٌ غَـيْرُهُ”.

Allah wujud pada azali [kewujudan-Nya tidak ada permulaan] sedangkan sesuatupun masih belum wujud”.
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari, al-Bayhaqi dan Ibn Jarud)

Al-Hafiz Ibn al-Hajar al-`Asqalani (W. 852 H) telah menguraikan hadis di atas di dalam kitabnya Fath al-Bari dengan katanya :

“وَالْمُرَادُ بِكَانَ فِي الْأَوَّلِ الْأَزَلـِـيَّةُ وَفِي الثَّانِـي الْـحُدُوْثُ بَعْدَ الْعَدَمِ” اهـــ.

Dan maksud (كان) dalam lafaz yang pertama ialah keazalian [kewujudan tanpa didahului oleh ketiadaan atau kewujudan tanpa permulaan] dan dalam lafaz (كان) kedua ialah kebaharuan selepas ketiadaan [kewujudan yang didahului oleh ketiadaan atau kewujudan yang ada permulaan]”.

Al-Hafiz Abu Bakr Ahmad Ibn al-Husayn al-Bayhaqi (W. 458 H) juga mensyarahkan hadis tersebut di dalam kitabnya al-I`tiqad ketika menjelaskan makna hadith ini dengan berkata:

يَدُلُّ عَلَى أَنَّهُ لَـمْ يَكُنْ شَيْءٌ غَيْرُهُ لَا الْمَاءَ وَلَا الْعَرْشَ وَلَا غَيْرَهُـمَا وَكُلُّ ذَلِكَ أَغْيَارٌ” اهــــ.

“[Hadis ini] Menunjukkan bahawa Allah ta`ala sudah wujud walaupun selain-Nya belum ada, air tidak ada, `Arasy tidak ada dan selain kedua-dua benda itu dan semua itu adalah bukan Allah ta`ala.”

Rasulullah shallallahu`alaihi wasallam juga bersabda:

“اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ”.

Ya Allah! Engkau al-Awwal maka tiada suatupun sebelum-Mu, Engkau al-Akhir maka tiada suatupun selepas-Mu, Engkau al-Zahir maka tiada suatupun di atas-Mu, dan Engkau al-Batin maka tiada suatupun di bawah-Mu”.
(Diriwayatkan oleh al-Imam Muslim)

- Sayyidina ‘Ali ibn Abi Thalib (w 40 H) berkata:

كَانَ اللهُ وَلاَ مَكَان وَهُوَ الآنَ عَلَى مَا عَليْه كَانَ

Allah ada tanpa permulaan dan tanpa tempat, dan Dia Allah sekarang -setelah menciptakan tempat- tetap sebagaimana pada sifat-Nya yang azali; ada tanpa tempat”.
(Diriwayatkan oleh al-Imam Abu Manshur al-Baghdadi dalam al-Farq Bain al-Firaq, h. 333).

Beliau juga berkata:

إنّ اللهَ خَلَقَ العَرْشَ إْظهَارًا لِقُدْرَتهِ وَلَمْ يَتّخِذْهُ مَكَانًا لِذَاتِهِ

Sesungguhnya Allah menciptakan ‘arsy (makhluk Allah yang paling besar bentuknya) untuk menampakan kekuasaan-Nya, bukan untuk menjadikan tempat bagi Dzat-Nya
(Diriwayatkan oleh al-Imam Abu Manshur al-Baghdadi dalam al-Farq Bain al-Firaq, h. 333).

- Ibnu Abbas radiyallahu`anhuma telah berkata:

“تَفَكَّرُوْا فِيْ خَلْقِ اللهِ وَلَا تَفَكَّرُوْا فِيْ ذَاتِ اللهِ”.

Hendaklah kalian berfikir tentang makhluk ciptaan Allah, namun jangan kalian fikirkan tentang zat Allah”.
Diriwayatkan oleh al-Imam al-Baihaqi di dalam kitabnya al-Asma’ wa al-Sifat

- Al-Al-Imam as-Sajjad Zain al-‘Abidin ‘Ali ibn al-Husain ibn ‘Ali ibn Abi Thalib (w 94 H) berkata:

أنْتَ اللهُ الّذِي لاَ يَحْويْكَ مَكَانٌ

Engkau wahai Allah yang tidak diliputi oleh tempat
(Diriwayatkan oleh al-Imam Murtadla az-Zabidi dalam Ithaf as-Sadah al-Muttaqin Bi Syarh Ihya’ ‘Ulumiddin, j. 4, h. 380).

Juga berkata:

أنْتَ اللهُ الّذِي لاَ تُحَدُّ فَتَكُوْنَ مَحْدُوْدًا

Engkau wahai Allah yang maha suci dari segala bentuk dan ukuran”
(Diriwayatkan oleh al-Imam Murtadla az-Zabidi dalam Ithaf as-Sadah al-Muttaqin Bi Syarh Ihya’ ‘Ulumiddin, j. 4, h. 380).

- Al Imam Ja’far as-Shadiq ibn Muhammad al-Baqir ibn ibn Zainal ‘Abidin ‘Ali ibn al-Husain (w 148 H) berkata:

مَنْ زَعَمَ أنّ اللهَ فِي شَىءٍ أوْ مِنْ شَىءٍ أوْ عَلَى شَىءٍ فَقَدْ أشْرَكَ، إذْ لَوْ كَانَ عَلَى شَىءٍ لَكَانَ مَحْمُوْلاً وَلَوْ كَانَ فِي شَىءٍ لَكَانَ مَحْصُوْرًا وَلَوْ كَانَ مِنْ شَىءٍ لَكَانَ مُحْدَثًا (أىْ مَخْلُوْقًا)

Barang siapa berkeyakinan bahwa Allah berada di dalam sesuatu, atau dari sesuatu, atau di atas sesuatu maka ia adalah seorang yang musyrik. Karena jika Allah berada di atas sesuatu maka berarti Dia diangkat, dan bila berada di dalam sesuatu berarti Dia terbatas, dan bila Dia dari sesuatu maka berarti Dia baharu -makhluk-”
(Diriwayatkan oleh al-Imam al-Qusyairi dalam ar-Risalah al-Qusyairiyyah, h. 6).

- Al-Imam al-Mujtahid Abu Hanifah an-Nu’man ibn Tsabit (w 150 H), salah seorang ulama salaf terkemuka, perintis madzhab Hanafi, berkata:

وَاللهُ تَعَالى يُرَى فِي الآخِرَة، وَيَرَاهُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَهُمْ فِي الْجَنّةِ بِأعْيُنِ رُؤُوسِهِمْ بلاَ تَشْبِيْهٍ وَلاَ كَمِّيَّةٍ وَلاَ يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ خَلْقِهِ مَسَافَة.

Allah ta’ala di akhirat kelak akan dilihat. Orang-orang mukmin akan melihat-Nya ketika mereka di surga dengan mata kepala mereka masing-masing dengan tanpa adanya keserupaan bagi-Nya, bukan sebagai bentuk yang berukuran, dan tidak ada jarak antara mereka dengan Allah (artinya bahwa Allah ada tanpa tempat, tidak di dalam atau di luar surga, tidak di atas, bawah, belakang, depan, samping kanan ataupun samping kiri)”
(Lihat al-Fiqhul Akbar karya Imam Abu Hanifah dengan Syarahnya karya Mulla ‘Ali al-Qari, h. 136-137).

Juga berkata:

قُلْتُ: أرَأيْتَ لَوْ قِيْلَ أيْنَ اللهُ؟ يُقَالُ لَهُ: كَانَ اللهُ تَعَالَى وَلاَ مَكَانَ قَبْلَ أنْ يَخْلُقَ الْخَلْقَ، وَكَانَ اللهُ تَعَالَى وَلَمْ يَكُنْ أيْن وَلاَ خَلْقٌ وَلاَ شَىءٌ، وَهُوَ خَالِقُ كُلّ شَىءٍ.

Aku katakan: Tahukah engkau jika ada orang berkata: Di manakah Allah? Jawab: Dia Allah ada tanpa permulaan dan tanpa tempat, Dia ada sebelum segala makhluk-Nya ada. Allah ada tanpa permulaan sebelum ada tempat, sebelum ada makhluk dan sebelum segala suatu apapun. Dan Dia adalah Pencipta segala sesuatu
(Lihat al-Fiqhul Absath karya Imam Abu Hanifah dalam kumpulan risalah-risalahnya dengan tahqiq Muhammad Zahid al-Kautsari, h. 20).

Juga berkata:

وَنُقِرّ بِأنّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى العَرْشِ اسْتَوَى مِنْ غَيْرِ أنْ يَكُوْنَ لَهُ حَاجَةٌ إليْهِ وَاسْتِقْرَارٌ عَلَيْهِ، وَهُوَ حَافِظُ العَرْشِ وَغَيْرِ العَرْشِ مِنْ غَبْرِ احْتِيَاجٍ، فَلَوْ كَانَ مُحْتَاجًا لَمَا قَدَرَ عَلَى إيْجَادِ العَالَمِ وَتَدْبِيْرِهِ كَالْمَخْلُوقِيْنَ، وَلَوْ كَانَ مُحْتَاجًا إلَى الجُلُوْسِ وَالقَرَارِ فَقَبْلَ خَلْقِ العَرْشِ أيْنَ كَانَ الله، تَعَالَى اللهُ عَنْ ذَلِكَ عُلُوّا كَبِيْرًا.

Dan kita mengimani adanya ayat “ar-Rahman ‘Ala al-‘Arsy Istawa” -sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an- dengan menyakini bahwa Allah tidak membutuhkan kepada ‘‘arsy tersebut da tidak bertempat atau bersemayam di atasnya. Dia Allah yang memelihara ‘‘arsy dan lainnya tanpa membutuhkan kepada itu semua. Karena jika Allah membutuhkan kepada sesuatu maka Allah tidak akan kuasa untuk menciptakan dan mengatur alam ini, dan berarti Dia seperti seluruh makhluk-Nya sendiri. Jika membutuhkan kepada duduk dan bertempat, lantas sebelum menciptakan makhluk-Nya -termasuk ‘arsy- di manakah Dia? Allah maha suci dari itu semua dengan kesucian yang agung”.
(Lihat al-Washiyyah dalam kumpulan risalah-risalah Imam Abu Hanifah tahqiq Muhammad Zahid al-Kautsari, h. 2. juga dikutip oleh asy-Syekh Mullah ‘Ali al-Qari dalam Syarh al-Fiqhul Akbar, h. 70.).

- Keyakinan Imam Syafi'i

قال الشافعي رحمه الله تعالى : "إنه تعالى كان ولا مكان فخلق المكان وهو على صفة الأزلية كما كان قبل خلقه المكانَ لا يجوز عليه التغييرُ في ذاته ولا التبديل في صفاته

Berkata asy Syafi'i Rahimahullah ta'alla : "Sesungguhnya Allah Ta’ala ada dan tanpa tempat, lalu Allah menciptakan tempat dan Allah senantiasa dalam shifat ‘AzaliNya (tidak berubah) sebagaimana wujud-Nya sebelum menciptakan tempat. Mustahil bagi Allah perubahan di dalam Dzat-Nya dan juga perpindahan di dalam sifat-sifat-Nya".
[Kitab Ittihaafus saadatil muttaqin juz : 2 halaman ; 24]

3. Pertanyaan yang terbatas tidak sepantasnya ditanyakan kepada Allah.

Pertanyan "kapan", pasti jawabannya adalah waktu, waktu itu terbatas, sedangkan Allah adalah Zat yang Maha Tidak Terbatas.

Kapan Allah itu ada ? Gak ada jawabannya, karena pertanyaannya yang salah, kalau dijawab, jawabannya adalah "Allah Qoodimun", Allah Yang Maha Dahulu, tidak ada permulaan.

Begitu juga pertanyaan "di mana", pasti jawabannya adalah tempat, tempat itu terbatas, sedangkan Allah adalah Zat yang Maha Tidak Terbatas.

*Di mana Allah itu ? Gak ada jawabannya, karena pertanyaannya yang salah, kalau dijawab, jawabannya adalah "Qiyamuhu binafsihi", Allah Yang Maha Berdiri Dengan Zatnya Sendiri

Paham ya ? Kalau tidak paham ya dibaca lagi hehehe.. Semoga waras

Rabu, 03 Januari 2018

KISAH NYATA SNIPER HAMAS

Dituturkan seorang sahabat yang pernah diberitakan hilang di Jalur Gaza selama hampir setahun lamanya. Dia orang Indonesia asli. Jika dia ingin hidup nyaman, kaya raya. maka itu sangat mudah karena dengan keahlian yang dimilikinya, dia bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan yang sangat layak, fasilitas banyak, dan tentu saja gaji yang besar. Apalagi lelaki ini sangat cerdas. Tapi semua itu ditinggalkannya.

“Saya sudah menetapkan hidup saya berkhidmat kepada Islam, memberikan semua yang saya punya untuk membantu perjuangan rakyat Palestina hingga akhir usia saya,” ujarnya dengan suara pelan dan penuh ketawadhuan.

Panggil saja dia Abdullah. Di Indonesia, ke mana-mana dia selalu naik motor Honda butut CB 100 lengkap dengan helm cakil yang sudah lama dan tak ada kacanya. Abdullah sudah membelikan sebuah unit usaha yang dijalankan isterinya sebagai sumber asap dapur mereka. Sehingga dia bisa berkosentrasi berjuang membantu rakyat Palestina.

Suatu hari, setelah sempat diberitakan hilang selama hampir satu tahun di Gaza, tiba-tiba dia nongol di pinggiran ibukota Jakarta. Kami bertemu. Dan seperti biasa, dia menuturkan semua kisah yang dialaminya. Dari banyak kisahnya, salah satu yang menarik adalah tentang unit khusus sniper yang dimiliki Batalion Izzuddin Al-Qassam, unit militer HAMAS.

Jika dunia dan para pengamat militer internasional adil, seharusnya sniper Al-Qasaan menempati rangking pertama sebagai sniper paling tangguh dan ditakuti dunia,” ujarnya memulai kisah.

Al Qassam, lanjutnya, memiliki unit khusus sniper yang terdiri dari pejuang laki-laki maupun perempuan. Namun yang diekspose selama ini kebanyakan unit sniper laki-laki.

Selama di Gaza, saya sempat bersama-sama dengan mereka. Sniper-sniper al-Qassam ini sungguh hebat. Mereka adalah orang-orang terbaik, hafal Quran, selalu melaksanakan shaum Daud, tahajud, dan sebab itu memiliki kekuatan dan kemampuan yang sungguh dahsyat dalam jihad menegakkan agama tauhid ini. Para sniper al-Qassam sanggup bertahan di satu titik, apakah itu di dalam gua, di dalam bangunan-bangunan tinggi yang sudah hancur terkena bom, atau di lokasi-lokasi yang tersembunyi namun sangat strategis, selama berhari-hari hanya ditemani oleh Mushaf Quran, sebotol air mineral, dan sepotong roti kering. Mereka ribad (berjaga-jaga) tak kenal lelah dan tidur hanya seperlunya dalam kewaspadaan yang sangat tinggi.”

“Saya sempat bertanya kepada mereka, apakah mereka tidak pernah bosan. Mereka dengan mantap berkata jika mereka dilahirkan, hidup, dan mati, hanya untuk menjaga agama Allah Swt dan kaum Muslimin seluruh dunia. Jawaban mereka membuat saya menangis. Saya teringat betapa banyaknya kaum Muslimin di dunia ini yang tengah terlena oleh kehidupan dunia yang menipu. Bersama para pejuang-pejuang ini, hati saya selalu dekat dengan Allah Swt.”

Saya juga sempat bertanya pada beberapa sniper yang saya temui, apakah mereka memiliki keluarga? Anak dan isteri? Sebagian mengaku masih lajang dan sebagian lagi sudah berkeluarga. Ada yang anak isterinya sudah syahid terlebih dahulu, dan ada pula yang masih utuh. Sejak awal pernikahan kami di sini sudah memaklumi jika pernikahan kami adalah pernikahan yang semata-mata untuk meninggikan kalimat Allah Swt. Keluarga kami yang kami bangun adalah keluarga yang semata-mata untuk memperjuangkan agama Allah Swt. Sebab itu, tidak ada rasa berat apa pun ketika kami harus berpisah dengan keluarga, karena kami yakin, di jalan ini, kami akan dikumpulkan lagi kelak di Jannah dalam keadaan yang jauh lebih baik dari dunai dan seisinya…”

“Apakah kalian bersekolah?” tanya Abdullah kembali.

Mereka menjawab, “Ya, tentu saja. Bahkan banyak dari kami yang sudah sarjana, insinyur, guru, dan lainnya…”

“Apa pesan dan salam kalian kepada Muslim Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya?”

Beberapa pejuang mengatakan, “Peganglah Islam dengan kuat, bahkan dengan nyawa kalian. Doakanlah kami agar kami selalu kuat dan tabah berjuang menegakkan agama Allah Swt ini, sebagaimana kami selalu berdoa untuk saudara-saudara kami, umat Islam Indonesia, Malaysia, Turki, Bosnia, Afghanistan, Syams, dan lainnya. Ketahuilah jika dunia yang banyak orang dipandang indah, sesungguhnya kesenangan yang menipu. Akheratlah tempat akhir umat Islam. Di sana kita akan hidup dan dikumpulkan dalan kebahagiaan yang sejati. Allah Swt yang menjanjikan ini dan janji Allah swt adalah sebaik-baiknya janji. Allahu Akbar!”

..

MEMBONGKAR KEZALIMAN WAHHABI

Membongkar Fakta Sejarah Hitam Wahhabi

A. Kezaliman Dilakukan Oleh Wahhabi Di Kota Thoif :

1. Wahhabi menyerang kota Thoif setelah menawan pemerintahan Asy-syarif Gholib Hakim Mekah pada Zulqaedah tahun 1217 H bersamaan 1802 M. Kemudian Wahhabi membunuh penduduk Thoif termasuk wanita dan anak-anak. Wahhabi turut menyembelih bayi yang masih dipangkuan ibunya.

2. Wahhabi membunuh umat Islam di dalam masjid-masjid dan rumah-rumah.

3. Wahhabi bertindak mengejar siapa saja yang lari dari serangan wahhabi lalu membunuhnya.

4. Wahhabi juga mengumpul mereka tadi dalam satu kawasan kemudian dipukul leher mereka dan dibunuhnya. Sebagian mereka dibawa oleh Wahhabi ke lembah Wadi Aluj lantas Wahhabi meninggalkan mereka di wadi yang kosong itu yang jauh dari perkampungan dalam keadaan telanjang antara lelaki dan perempuan.

5. Semasa kebangkitan Wahhabi, mereka bertindak ganas terhadap ulama Islam di kota Thoif dan ulama Islam yang bertemu dengannya termasuk ulama Islam di Mekah dan Madinah mati dibunuh oleh Wahhabi berdasarkan fakta sejarah.

Pada masa itu Wahhabi telah membunuh dan menyembelih ulama Islam sangat banyak. Ulama Islam yang dibunuh oleh Wahhabi adalah:
Mufti Mekah Al-Mukarramah waktu yang sama merupakan seorang mufti Mekah dalam mazhab asy-syafi’iyyah bernama Syeikh Abdullah Az-Zawawi telah mati dibunuh oleh Wahhabi dengan kejam di depan rumahnya dengan cara menyembelihnya.
• Seorang qodhi (tuan kadi) bernama Abdullah Abu Al-Khoir juga mati dibunuh oleh Wahhabi ketika itu.
Syeikh Ja’far Asy-Syaiby dan beberapa ulama Islam bersamanya dibunuh oleh Wahhabi dengan cara penyembelihan kejam oleh komadan dan bala tentara Wahhabi ketika itu.

Setelah Wahhabi menyerang kota Thoif dan membunuh umat Islam dan ulamanya di sana. Wahhabi menyerang tanah yang mulia Mekah Al-Mukarramah pula tahun 1803 M : 1218 H seperti yang dinyatakan oleh pengkaji sejarah Abdullah bin Asy-Syarif Husain dalam kitabnya berjudul Sidqul Akhbar Fi Khawarij Al-Qorni Thaniy ‘Asyar.

B. Kezaliman Dilakukan Oleh Wahhabi Di Kota Mekah

Ahli sejarah Wahhabi bernama Uthman Ibnu Basyir Al-Hambaly An-Najdy menyatakan kejadian tersebut berlaku pada tahun 1220 H dalam kitabnya Tarikh Najad. Dalam kedua-dua kita sejarah tadi menceritakan kezaliman Wahhabi di tanah suci Mekah antaranya:

1. Pada bulan Muharram 1220 H bersamaan 1805 M Wahhabi di Mekah membunuh umat Islam yang menunaikan ibadah haji.

2. Ibu-ibu penduduk kota Mekah dipaksa menjual harta hak milik masing-masing untuk menebus kembali anak-anak mereka yang masih kecil ditangkap oleh Wahhabi.

3. Penduduk Mekah kelaparan karena kezaliman yang dilakukan oleh Wahhabi sehingga anak-anak mati kelaparan. Mayat-mayatnya banyak bergelimpangan.

4. Ahli sejarah dan merupakan golongan Wahhabi juga (Uthman An-Najdy) menyatakan bahawa Wahhabi menjual daging-daging keledai dan bangkai kepada penduduk Islam Mekah dengan harga yang tinggi dalam keadaan mereka kelaparan. Sungguh dihina umat Islam Mekah ketika itu.

Imam Ibnu Asakir, Imam al-Khatib dan Imam al-Hafiz al-Mizzi meriwayatkan sebuah hadis yang berbunyi: “Apabila akhir umat ini melaknat (generasi) awalnya, maka hendaklah orang-orang yang mempunyai ilmu pada ketika itu menzahirkan ilmunya. sesungguhnya orang yang menyembunyikan ilmu pada waktu tersebut seumpama seseorang yang menyembunyikan apa yang telah diwahyukan kepada baginda Muhammad s.a.wasallam !!!” Allahuma’amin.

Referensi :
1. Kitab Kasyfu Al-Irtiyab
2. Kitab Sofahaat Min Tarikh Al-Jazirah Al-Arabiyah Al-Hadithah pada m/s 178
3. Kitab Al-Awroq Al-Baghdadiyyah Fi Al-Hawadith An-Najdiyyah
4. Kitab Inwan Al-Majdy Fi Tarikh Najad Juzuk 1 Mukasurat 135

ALASAN KAUM WAHABI SANGAT MEMBENCI ASWAJA

4 alasan Kaum wahabi sangat membenci Gololongan Ahlusunnah Wal Jama'ah (Aswaja)

1. AJARANNYA

Ajaran Wahabi ini selalu mengatakan Ajarannya mengikuti Al-Qur'an dan As-sunnah. Selalu mengikuti apa yang difirmankan Oleh Allah di dalam Al-Qur'an dan apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW di dalam hadits shohih. Mereka mengaku berpegang teguh kepada Firman Allah Ta'alaa dan Sabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam.

Jargon ajaran mereka adalah "Kembali kepada Al-Qur'an dan Hadist Shohih, Tinggalkan Bid'ah" mereka menisbatkan diri mereka dalam ajaran yang suci nan benar ini karena menganggap ajaran di luar dari faham wahabi itu salah semua. maka jangan heran jika kaum wahabi ini selalu menganggap dirinya paling benar dalam beriman (bertauhid) dan beramal sholeh.

Padahal Kembali kepada Al-Qur'an dan Hadits shohih ini sebenarnya kembali kepada terjemahan AL-Qur'an dan hadits saja, tidak pernah namanya memahaminya dengan tafsiran para Ulama. Buktinya, mereka mengimani ayat Mutasyabihat secara dzohir, secara terjemahan saja. Mereka mempercayai Allah memiliki tangan, memiliki kaki, wajah, memiliki kursi dilangit, bertempat tinggal di Arsy. Jikalah kita mengatakan pemahaman mereka ini seperti pemahaman Mujassimah, lalu mereka akan membantah dengan mengatakan. "Itu Rasulullah SAW sendiri yang berbicara bukan saya, itu sabda Rasul bukan saya, saya hanya mengikuti apa yang Rasulullah SAW sabdakan di dalam haditsnya".

Padahal hadits yang dibaca secara terjemahan saja tanpa tafsiran yang baik. Jadi kalau kita mengatakan mereka membacanya menurut terjemahannya saja tidak salah bukan? dan tentunya ini bukanlah fitnah.

2. PENDIRINYA

Karena pendirinyalah yang mendoktrin para pengikutnya sedemikian rupa. Pendiri daripada ajaran ini adalah Muhammad bin Abdul Wahab lahir di Najd Saudi Arabia yang lahir tahun 1703 M, ajaran beliau ini mengaku untuk memurnikan Tauhid, karena 600 tahun sebelumnya para penduduk di Arab melakukan perbuatan syirik selama ini (sungguh fitnah yang keji terhadap Aswaja), dan pendirinya ini mengatakan syirik, khurafat dan lain sebagainya kepada penduduk Mekkah pada saat itu. Jadi jangan heran jika dakwah pendirinya ini selalu ditolak di daerah tempat tinggalnya bahkan ditentang oleh kakak kandungnya sendiri yaitu Syaikh Sulaiman Abdul wahab, hingga membuat buku tentang adiknya akan ajaran kesesatan adiknya tersebut, dalam kitab : Ash-Shawaiq AlIlahiyyah fi Radd ‘alal Wahhabiyyah, yang dicetak pada tahun 1328 H.

3. PENGIKUTNYA

Karena pendirinya dan ulamanya ini mengajarkan ajaran yang demikian. maka jangan heran jikalah para pengikutnya dari dahulu hingga saat ini mereka suka mengatakan "Bid'ah, Sesat, Syirik, Khurafat, Musyrik dan lain sebagainya", wajar saja, karena pendirinya saja seperti itu. Dan jangan heran pula jikalah para pengikutnya ini sangat benci dengan kaum muslimin yang bergolongan Ahlusunnah Wal Jama'ah (Madzab Syafi'i, Hanbali, Hanafi dan Maliki) hingga sampai saat ini.

Jika Aswaja melakukan amalan tahlilan, maulidan, tabarukkan, yasinan, dzikiran, shalawatan dan amalan-amalan lainnya yang mereka tidak amalkan dan kerjakan. Jangan heran, jika lisan mereka itu akan mengatakan "Bid'ah, Sesat, Syirik, Khurafat, Musyrik dan lain sebagainya " .

Itulah lisan mereka, itulah akhlak mereka kepada sesama muslim yang tak sefahaman dengan ajarannya. Itu karena menganggap ajaran mereka paling suci akan ketauhidan dan amalan. Dan menganggap dirinya paling benar dan lainnya adalah salah.

Ajaran mereka ini, ulamanya selalu memberitahu kepada para jama'ahnya untuk menghafal 1 hadits saja, yaitu :
"kullu bid'atin dholalah wa kullu dholalah finnar"
Yang artinya :
"Setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan itu masuk neraka”.

Dari amalan tahlilan, tabaruk, yasinan dan lain sebagainya, mereka hanya menggunakan 1 hadist saja dalam menyesatkan. Yaitu hadits di atas. Sungguh miris bukan?

Jama'ahnya belajar 1 hadits saja sudah bisa menyesatkan seluruh amalan Ahlusunnah? hanya terpaku hadits tersebut. Dan yang lebih parahnya lagi, mereka yang suka menyesatkan ini adalah yang tidak hafal Al-Qu'ran, tidak hafal 1 hadits-pun, tidak faham tafsiran, Ilmu tajwid, tidak berbahasa arab, tidak memahami arab gundul dan mereka sendiri tidak tahu makna dari kata "Kullu" (hadits yang selalu mereka bawakan), mereka ini mengatakan seluruh bid'ah sesat, tapi mereka sendiri membagi bahwasannya ada Bid'ah Dunia dan Agama.

Sungguh aneh bukan? Pernyataannya itu ternyata kontradiktif dengan apa yang mereka pelajari dari hadits di atas. Mereka mengatakan seluruh bid'ah sesat, tapi mereka sendiri mengatakan bid'ah itu terbagi menjadi beberapa. Sedangkan ketika Aswaja membagi pula bid'ahnya yang ada hasanah, langsung ngamuk-ngamuk dan mencak-mencak. ketika kita mengatakan, "Katanya semua bid'ah sesat, kok dibagi menjadi bid'ah dunia dan agama juga ajaranmu?". Lalu mereka akan menjelaskan, "Begini bla..bla..blaa. "

Wahabi boleh membagi bid'ah, sedangkan kita (aswaja) tidak boleh membagi bid'ah. Lucu bukan? memang sangat benar-benar menganggap ajarannya paling benar sendiri dan yang lain salah, berarti tidak salah kalau wahabi ini menganggap paling benar sendiri ajarannya? Bukan fitnah kan?

4. KELUAR PENGAJIAN

Di setiap pengajiannya mereka diajarkan masalah khilafiyah dengan rasa penuh kebencian, jadi jangan heran jikalah para jama'ahnya setiap baru keluar majelis. Mereka akan merasa paling benar, merasa paling nyunnah, merasa paling baik. Jika ada orang yang melakukan bid'ah (dari penglihatannya) maka jangan heran lisan mereka itu akan mencaci-maki saudara seimannya yang melakukan perbuatan tersebut. Keluar pengajian itu seharusnya mendapatkan ilmu lalu berakhlak baik, ini ko sebaliknya? Aneh bukan?

Itulah ke empat sebab kenapa Kaum wahabi sangat membenci Ahlsunnah Wal Jama'ah. Jadi jangan heran jikalah mereka sangat membenci kita. Karena kita sendiri dianggap sebagai pelaku bid'ah, syirik, khurafat, musyrik dan lain sebagainya.
La hawla wa la quwwata illah billah.

 

KUPAS TUNTAS PERMASALAHAN BID'AH

Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada Baginda Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wassalama beserta keluarga dan para sahabatnya ...

ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ

ARTI BIDAH

Apa itu bid'ah? Bid'ah yaitu sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh nabi kita Rosulullah Muhammad shalallahu alaihi wassalama. Dalam bahasa Arab, bid’ah berarti suatu hal baru yang diciptakan tanpa ada contoh sebelumnya. Secara istilah, bid’ah berarti segala sesuatu yang diada-adakan dalam agama tanpa ada dasar syariatnya. Terdapat perbedaan antarulama dalam mendefinisikan bid’ah. 

Para ulama membuat definisi bid’ah dari aspek etimologinya. 
• Imam Muhammad Abu Bakar Abdus menuturkan, bid’ah adalah mengadakan sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya. 
• Menurut Abu Husain Ahmad bin Faris (w. 393 H ), adalah memulai dan membuat suatu perkara tanpa ada contoh.
• Menurut Abu Abd Rahman al-Khlmil bin Ahmad al-Farahidi (w. 170 H) “bid’ah adalah mengadakan suatu perkara yang sebelumnya tidak dibuat, tidak disebut dan tidak dikenal”.

Dari definisi-definisi itu kita dapat menarik kesimpulan bahwa bid’ah secara umum dalam arti bahasa adalah suatu yang tak pernah ada sebelumnya. Istilah bid’ah dengan artian seperti ini juga digunakan dalam al-Qur’an sebagaimana firmannya: 

Allah Pencipta langit dan bumi” (QS Al-Baqarah [02]:117)

Maksud ayat ini adalah Allah menciptakan langit dan bumi tanpa ada contoh sebelumnya, Allahlah yang menjadikan langit dan bumi pertama kali.

Dalam ayat lain juga disebutkan:

Katakanlah: “Aku bukanlah rasul pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak  pula terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan” (QS Al-Ahqaaf [46]: 09)

Apabila ditilik dari sisi terminologi agama, maka banyak sekali ulama yang mendefinisikannya. Salah satunya adalah al-Imam Izzuddin bin Abd Salam dalam kitabnyya, Qawa’id al-Ahkam wa maslaha wa al-Anam, Juz 2 hlm, 131-134 mendefinisikan bid’ah sebagai berikut:

ุฃَุงْู„ุจِุฏْุนَุฉُ ูِุนْู„ُ ู…َุงู„َู…ْ ูŠُุนْู‡َุฏْ ูِูŠْ ุนَุตْุฑِ ุฑَุณُูˆْู„ِ
ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…

ْ“Bid’ah adalah amaliah (keagamaan) yang tak dikenal pada zaman Nabi saw”

Dari definisi bid’ah ini bisa disimpulkan bahwa tak ada kata bid’ah dalam urusan duniawi sebagaimana Hadis Nabi riwayat Imam Muslim dari Imam Malik bahwa: 

ุฃَู†ْุชُู…ْ ุฃَุนْู„َู…ُ ุจِุฃَู…ْุฑِ ุฏُู†ْูŠًุงูƒُู…ْ

Kalian lebih lebih tahu tentang urusan dunia kalian

Hadis ini secara eksplisit memberikan klarifikasi pada kita bahwa pekerjaan yang berkaitan dengan dunia menjadi hak setiap individu. Setiap orang mempunyai kebebasan dalam melakukan suatu yang ia inginkan selagi tidak terjadi dikotomi dengan hukum syariat.

Semua Bid’ah Sesat ?

Semua bid’ah sesat. Itu pandangan kelompok wahabi. Bagi kalangan awam, maka sudah barang tentu statemen ini gampang untuk diterima karena memang mereka masih belum bisa membedakan antara dalil-dalil agama yang benar dan yang salah.

ุฃَู„َุง ูˆَุฅِูŠَّุงูƒُู…ْ ูˆَู…ُุญْุฏِุซَุงุชِ ุงู„ْุฃُู…ُูˆْุฑِ ูَุฅِู†َّ ุดَุฑَّุงู„ْุฃُู…ُูˆْุฑَ ู…ُุญْุฏุซุงุชَู‡َุง ูˆูƒُู„ُّ ู…ุญุฏุซَุฉٍ ุจِุฏْุนَุฉٌ ูˆَูƒُู„ُّ ุจِุฏْุนَุฉٍ ุถَู„َุงู„َุฉ

ٌ“Berhati-hatilah kalian, jangan sampai membuat hal-hal baru. Karena perkara yang paling jelek adalah membuat bid’ah, dan setiap perbuatan baru itu adalah bid’ah dan semua bid’ah
itu sesat ” (HR. Ibn Najah)

Hadis inilah yang sering dibuat senjata ampuh oleh golongan Wahabi dalam membid’ahkan semua amalan yang tak ada di zaman Nabi dan menganggapnya sesat.

Secara lahir Hadits di atas menggunakan kata “ูƒู„” yang berarti “semua” dalam membid’ahkan suatu yang baru.  Tapi yang dikehendaki dari lafal “ูƒู„”  ini bukanlah arti aslinya, bahkan yang dikehendaki adalah makna “sebagian”. Sebab tidak semua kata “ูƒู„” itu menunjukkan arti “semua” seperti firman Allah dalam al-Qur’an: 

ูˆَุฌَุนَู„ْู†ุงَ ู…ِู†َ ุงู„ْู…َุงุกِ ูƒُู„َّ ุดَูŠْุกٍ ุญَูŠِّ ุฃَูَู„ุงَ ูŠُุคْ ู…ِู†ُูˆْู†َ

Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”
(QS Al-Anbiyaa’ [21]:30)

Dalam ayat ini Allah menggunakan kata “ูƒู„”, yang berarti umum pada segala sesuatu apapun, tapi dalam ayat yang lain Allah juga berfirman: 
Dan dia menciptakan jin dari nyala api” (QS Ar-Rahman [55]:15)

Dengan demikian sangat jelas, bahwa lafal “ูƒู„”  dalam ayat sebelumnya bukanlah makna asal dari lafal “ูƒู„” itu sendiri,
melainkan bermakna sebagaian. Jadi yang dimaksud dari
lafal “ูƒู„” dalam Hadis di atas bukanlah makna “semua“. Hal ini telah dijelaskan oleh para ulama terkemuka, di antaranya adalah Imam Nawawi (W. 676 H ), seorang ulama pakar Hadits dari Syiria, beliau berkata, perkataan Rasul “ูˆูƒู„ ุจุฏุนุฉ ุถู„ุงู„ุฉ” ini adalah kalimat umum yang ditakhsรฎsi dan yang dimaksud Hadis ini adalah bid’ah secara umum.

Jadi sangat jelas bahwa asumsi keliru ini dari mereka yang mengartikan bahwa yang dimaksud kata “ูƒู„” dalam Hadis di atas adalah makna aslinya merupakan kesalahan yang sangat fatal dan bertentangan dengan pendapat para ulama terkemuka.



BAB 1 BID'AH MENURUT ALQURAN DAN HADITS SESUAI PEMAHAMAN MAZHAB MALIKI

Jika ada orang yang berkeyakinan setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan ada di neraka. Maka ketika mereka men-judge bid’ah, sesungguhnya mereka telah menghukumi saudara muslim mereka berada di neraka. Apakah semudah itu menghukumi orang masuk neraka? Sudah selayaknya kita kembalikan kepada salafus sholih untuk urusan ini.

1. Imam al Hafizh Muhammad bin Ahmad al Qurthubi

Al Qurthubi berkata menanggapi ucapan ucapan Imam Syafi’i tentang pembagian bidah:
Saya katakan bahwa makna Hadits Nabi SAW yang berbunyi
‘Seburuk-buruk perkara adalah hal yang baru. Semua hal yang baru adalah Bidah, dan semua Bid’ah adalah sesat’ maksudnya hal-hal yang tidak sejalan dengan al Qur an, Sunnah Rasul SAW dan perbuatan Sahabat Rasul SAW.

Sesungguhnya hal ini telah diperjelas oleh Hadits lainnya, yaitu
"Barangsiapa membuat-buat satu gagasan yang baik dalam Islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikit pun dari pahalanya.

Dan barangsiapa membuat gagasan yang buruk dalam Islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yang mengikutinya”.

Hadits ini merupakan inti penjelasan mengenai terbaginya Bid’ah pada Bid’ah yang baik dan Bid’ah yang sesat”.
(Tafsir Imam al Qurthubi 2/87)

2. Imam Ibnu Abdil Barr

Imam Abu Umar Yusuf bin Abdil Barr an Namiri al Andalusi, ahli hadits dan ahli fiqih:
Adapun perkataan Umar, sebaik-baik bidah, maka bid’ah dalam bahasa Arab adalah menciptakan dan memulai sesuatu yang belum pernah ada.

Apabila bid’ah tersebut dalam agama menyalahi sunnah yang telah berlaku, maka itu bid’ah yang tidak baik, wajib mencela dan melarangnya, menyuruh menjauhinya dan meninggalkan pelakunya apabila telah jelas keburukan alirannya.

Sedangkan bid’ah yang tidak menyalahi dasar syariat dan sunnah, maka itu sebaik-baik bidah.”
(Al Istidzkar, 5/152).

BAB 2 BID'AH MENURUT ALQURAN DAN HADITS SESUAI PEMAHAMAN MAZHAB HANAFI

1. Imam Badruddin al Aini

Al Imam Badruddin Mahmud bin Ahmad al Aini, ahli hadits dan pakar fiqh. Beliau mengatakan:
“Bid’ah pada mulanya adalah mengerjakan sesuatu yang belum pernah ada pada masa Rasulullah.

Kemudian bid’ah itu ada dua macam.
Apabila masuk dalam naungan sesuatu yang dianggap baik oleh syariat, maka disebut bid’ah hasanah.
Dan apabila masuk di bawah naungan sesuatu yang dianggap buruk oleh syariat, maka disebut bid’ah tercela.”
(‘Umdat Al-Qari, 11/126)
.
2. Syeikh Ibnu Abidin Al-Hanafi

Dalam kitabnya yang menjadi acuan madzhab Hanafi mengatakan:
Bid’ah itu ada lima macam (ucapan beliau "Pelaku Bidah") yang dimaksud adalah pelaku bid’ah yang haram.

Karena terkadang bid’ah hukumnya wajib seperti menegakkan dalil-dalil untuk menolak golongan sesat, mempelajari nahwu yang tujuannya untuk memahami al Quran dan Hadits, madrasah, dan setiap kebaikan yang belum dilakukan di zaman Nabi. Terkadang bid’ah makruh seperti menghias masjid. Terkadang bid’ah mubahah seperti: berlebihan dalam hal makanan, minuman enak, dan pakaian yang bagus.
(Hasyiah Ibnu Abidin juz 4/242)

3. Imam al Alusi

Al Alusi dalam tafsirnya Ruhul Maani mengatakan:
Perincian pembahasan mengenai bid’ah disebutkan oleh Imam Muhyiddin an Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim. Berkata Ulama bahwa bid’ah ada lima jenisnya: wajib, sunnah, haram, makruh dan mubah..
(Tafsir al Alusi juz 20/346)

BAB 3 BID'AH MENURUT ALQURAN DAN HADITS SESUAI PEMAHAMAN MAZHAB SYAFI'I

1. Imam Syafii

Imam Abu Abdillah Muhammad bin Idris As Syafii, mujtahid agung pendiri madzhab Syafii yang diikuti oleh mayoritas Ahlussunnah Wal Jamaah di dunia Islam, berkata:
“Perkara-perkara baru itu terbagi menjadi dua bagian.

Pertama:
Perkara baru yang menyalahi al Quran, Sunnah, Ijma atau menyalahi Atsar (sesuatu yang dilakukan atau dikatakan sahabat tanpa ada di antara mereka yang mengingkarinya),
perkara baru semacam ini adalah bid’ah yang sesat.

Kedua:
Perkara baru yang baru yang baik dan tidak menyalahi al Quran, Sunnah, mau pun Ijma, maka sesuatu yang baru seperti ini tidak tercela.”
(Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dengan sanad yang Shahih dalam kitab Manaqib asy-Syafii juz 1/ 469)

Dalam riwayat lain Imam Syafii berkata:
“Bid’ah ada dua macam: Bid’ah yang terpuji dan bid’ah yang tercela.
Bid’ah yang sesuai dengan Sunnah adalah bid’ah terpuji, dan bid’ah yang menyalahi Sunnah adalah bid’ah tercela.”
(Dituturkan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari)

Pembagian bid’ah menjadi dua oleh Imam Syafii ini disepakati oleh para ulama setelahnya dari seluruh kalangan ahli fikih empat madzhab, para ahli hadits, dan para ulama dari berbagai disiplin ilmu.

Di antara mereka adalah para ulama terkemuka, seperti Izzuddin bin Abdis Salam, Imam Nawawi, Ibnu `Arofah, al Hathab al Maliki, Ibnu Abidin dan lainnya. Dari kalangan ahlul hadits ada Ibnul Arobi al Maliki, Ibnul Atsir, al Hafidz Ibnu Hajar, al Hafidz as Sakhawi, al Hafidz as Suyuthi dan lainnya.
Termasuk dari kalangan ahli bahasa sendiri, seperti al Fayyumi, al Fairuzabadi, az Zabidi dan lainnya.

BAB 4 BID'AH MENURUT ALQURAN DAN HADITS SESUAI PEMAHAMAN MAZHAB HAMBALI

1. Imam Abul Fath al Ba`li

Syeikh Syamsuddin Muhammad bin Abil Fath al Ba’li al Hambali berkata di dalam kitabnya al Mathla` `Ala Abwabil Muqni dalam bab Talak :
Bid’ah adalah termasuk perkara yang diamalkan tanpa contoh sebelumnya. Bid’ah ada dua, bid’ah petunjuk dan bid’ah sesat. Dan bid’ah terbagi sesuai pembagian hukum taklif yang lima.
(al Mathla Ala Abwabil Muqni` hal 334)

2. Al Hafidz Ibnu Rajab al Hanbali

Dalam Jamiul ulum wal Hikam juz 1 hal 266 menyebutkan:
Adapun sabda Nabi SAW:
“Hati-hatilah kalian dari perkara-perkara baru karena setiap bid’ah adalah sesat.”
Ini adalah peringatan kepada umat dari mengikuti perkara-perkara bid’ah dan ditekankan lagi dengan ucapan setiap bid’ah adalah sesat.

Yang dimaksud dengan bid’ah adalah apa yang dibuat tanpa memiliki asal dari syariat yang menunjukkan kepadanya.

Adapun hal baru yang dibuat namun memiliki asal dari syariat maka ia tidak dinamakan bid’ah secara syariat walaupun itu disebut bid’ah secara bahasa.

3. Syaikh Mur`iy al Karmi al Maqdisi

Syaikh Mur`iy al Karmi, seorang ulama Hanabilah yang terkenal di masanya mengatakan dalam kitabnya:
Setiap bid’ah itu sesat, ucapan ini tidak diartikan secara mutlak. Namun dibatasi oleh ulama. Berkata Ibnu Abdis Salam ra “Bid’ah terbagi kepada yang wajib, haram, sunah, makruh dan Mubah.”
( Tahqiqil Burhan hal 141)

Rasulullah bersabda:
"Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik dalam islam,
maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat buat hal baru yang buruk dalam islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yang mengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya
(Shahih Muslim hadits no.1017, )

( demikian pula diriwayatkan pada Shahih Ibn Khuzaimah, Sunan Baihaqi Alkubra, Sunan Addarimiy, Shahih Ibn Hibban dan banyak lagi).

Hadits ini menjelaskan makna Bid’ah hasanah dan Bid’ah dhalalah.

Allah berfirman :
"Sungguh agama tauhid ini agamamu, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu,maka sembahlah aku.
Tetapi mereka itu terpecah belah dalam urusan agama di antara mereka.
Masing masing golongan itu semua akan kembali kepada Kami.
Barangsiapa mengerjakan kebaikan dan ia beriman, maka usahanya tidak akan diingkari dan sia sia, sungguh Kami-lah yang mencatat untuknya".
(QS. Al Anbiya 92-94)

Ini peringatan Allah pertama Islam agama Tauhid, Tauhid itu berasal dari kata Ahad. Jadi tidak ada Trilogi Tauhid. Lalu kedua ayat ini mengajarkan pada kita jangan merasa jadi "Tuhan". Allah tidak akan menyia nyiakan kebaikan meski baru selama ada dalil syar'i.

Allah berfirman:
"Barangsiapa berbuatan kebaikan akan dibalas 10x lipat amalnya. Dan siapa yg berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya.Mereka tidak dirugikan sedikitpun.
(Al An'am 160)

BAB 5 BIDAH MENURUT KHULAFA’URRASYIDIN

Ketika terjadi pembunuhan besar-besaran atas para sahabat (Ahlul yamaamah) yang mereka itu para Huffadh (yang hafal) Alqur’an dan Ahli Alqur’an di zaman Khalifah Abubakar Asshiddiq ra, berkata Abubakar Ashiddiq ra kepada Zeyd bin Tsabit ra :
Sungguh Umar (ra) telah datang kepadaku dan melaporkan pembunuhan atas ahlulyamaamah dan ditakutkan pembunuhan akan terus terjadi pada para Ahlulqur’an,
lalu ia menyarankan agar Aku (Abubakar Asshiddiq ra) mengumpulkan dan menulis Alqur’an, aku berkata :
"Bagaimana aku berbuat suatu hal yang tidak diperbuat oleh Rasulullah..?,

Maka Umar berkata padaku bahwa Demi Allah ini adalah demi kebaikan dan merupakan kebaikan, dan ia terus meyakinkanku sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan Umar, dan engkau (zeyd) adalah pemuda, cerdas, dan kami tak menuduhmu (kau tak pernah berbuat jahat), kau telah mencatat wahyu, dan sekarang ikutilah dan kumpulkanlah Alqur’an dan tulislah Alqur’an..!”

Berkata Zeyd :
Demi Allah sungguh bagiku diperintah memindahkan sebuah gunung daripada gunung gunung tidak seberat perintahmu padaku untuk mengumpulkan Alqur’an, bagaimana kalian berdua berbuat sesuatu yang tak diperbuat oleh Rasulullah
saw?”, maka Abubakar ra mengatakannya bahwa hal itu adalah kebaikan, hingga iapun meyakinkanku sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan mereka berdua dan aku mulai mengumpulkan Alqur’an”.
(Shahih Bukhari hadits no.4402 dan 6768).

Nahh, bila kita perhatikan konteks di hadist tersebut Abubakar shiddiq ra mengakui dengan ucapannya :
Sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan Umar”, hatinya jernih menerima hal yang baru (bid’ah hasanah) yaitu mengumpulkan Alqur’an, karena sebelumnya alqur’an belum dikumpulkan menjadi satu buku, tapi terpisah pisah di hafalan sahabat, ada yang tertulis di kulit onta, di tembok, dihafal dll, ini adalah Bid’ah hasanah, justru mereka berdualah yang memulainya.

Kita perhatikan hadits yang dijadikan dalil menafikan (menghilangkan) Bid’ah hasanah mengenai semua bid’ah adalah kesesatan, diriwayatkan bahwa Rasul saw selepas melakukan shalat subuh beliau saw menghadap kami dan menyampaikan ceramah yang membuat hati berguncang, dan membuat airmata mengalir.., maka kami berkata :
Wahai Rasulullah.. seakan akan ini adalah wasiat untuk perpisahan…, maka beri wasiatlah kami..”

Maka rasul saw bersabda :
Kuwasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengarkan dan taatlah walaupun kalian dipimpin oleh seorang Budak afrika, sungguh diantara kalian yang berumur panjang akan melihat sangat banyak ikhtilaf perbedaan pendapat, maka berpegang teguhlah pada sunnahku dan sunnah khulafa’urrasyidin yang mereka itu pembawa petunjuk, gigitlah kuat kuat dengan geraham kalian (suatu kiasan untuk kesungguhan), dan hati hatilah dengan hal-hal yang baru, sungguh semua yang Bid;ah itu adalah kesesatan”.
(Mustadrak Alasshahihain hadits no.329).

Jelaslah bahwa Rasul saw menjelaskan pada kita untuk mengikuti sunnah beliau dan sunnah khulafa’urrasyidin, dan sunnah beliau saw telah memperbolehkan hal yang baru selama itu baik dan tak melanggar syariah, dan sunnah khulafa’urrasyidin adalah anda lihat sendiri bagaimana Abubakar shiddiq ra dan Umar bin Khattab ra menyetujui bahkan menganjurkan, bahkan memerintahkan hal yang baru, yang tidak dilakukan oleh Rasul yaitu pembukuan Alqur’an, lalu pula selesai penulisannya di masa Khalifah Utsman bin Affan ra, dengan persetujuan dan kehadiran Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah.

Sempurnalah sudah keempat makhluk termulia di ummat ini, khulafa’urrasyidin melakukan bid’ah hasanah :
Abubakar shiddiq ra di masa kekhalifahannya memerintahkan pengumpulan Alqur’an,
Umar bin Khattab ra pula dimasa kekhalifahannya memerintahkan tarawih berjamaah dan seraya berkata :
Inilah sebaik baik Bid’ah!”(Shahih Bukhari hadits no.1906)
• Selesai penulisan Alqur’an di masa Khalifah Utsman bin Affan ra hingga Alqur’an kini dikenal dengan nama Mushaf Utsmaniy,
Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah menghadiri dan menyetujui hal itu.

Demikian pula hal yang dibuat-buat tanpa perintah Rasul saw adalah dua kali adzan di Shalat Jumat, tidak pernah dilakukan di masa Rasul saw, tidak di masa Khalifah Abubakar shiddiq ra, tidak pula di masa Umar bin khattab ra dan baru dilakukan di masa Utsman bin Affan ra, dan diteruskan hingga kini.
(Shahih Bulkhari hadits no.873)

Lalu berkata pula Zeyd bin haritsah ra :
Bagaimana kalian berdua (Abubakar dan Umar) berbuat sesuatu yang tak diperbuat oleh Rasulullah?, maka Abubakar ra mengatakannya bahwa hal itu adalah kebaikan, hingga iapun(Abubakar ra) meyakinkanku (Zeyd) sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan mereka berdua”.

Maka kuhimbau saudara saudaraku muslimin yang kumuliakan, hati yang jernih menerima hal-hal baru yang baik adalah hati yang sehati dengan Abubakar shiddiq ra, hati Umar bin Khattab ra, hati Zeyd bin haritsah ra, hati para sahabat, yaitu hati yang dijernihkan Allah.

Dan curigalah pada dirimu bila kau temukan dirimu mengingkari hal ini, maka barangkali hatimu belum dijernihkan Allah, karena tak mau sependapat dengan mereka, belum setuju dengan pendapat mereka, masih menolak bid’ah hasanah, dan Rasul saw sudah mengingatkanmu bahwa akan terjadi banyak ikhtilaf, dan peganglah perbuatanku dan perbuatan khulafa’urrasyidin, gigit dengan geraham yang maksudnya berpeganglah erat-erat pada tuntunanku dan tuntunan mereka.

Al Muhaddits Al Hafidh Al Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf Annawawiy rahimahullah (Imam Nawawi) “Penjelasan mengenai hadits :
Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat buat hal baru yang buruk maka dosanya dan dosa orang yang mengikutinya”,
hadits ini merupakan anjuran untuk membuat kebiasaan kebiasaan yang baik, dan ancaman untuk membuat kebiasaan yang buruk, dan pada hadits ini terdapat pengecualian dari sabda Nabi :
semua yang baru adalah Bid’ah, dan semua yang Bid’ah adalah sesat”, sungguh yang dimaksudkan adalah hal baru yang buruk dan Bid’ah yang tercela”.
(Syarh Annawawi ‘ala Shahih Muslim juz 7 hal 104-105)

BAB 6 PEMBAGIAN BIDAH

1. Imam Nawawi

Dan berkata pula Imam Nawawi bahwa Ulama membagi bid’ah menjadi 5, yaitu :
1. Bidah al-wajibah (bid’ah yang wajib), yaitu segala sesuatu yang mendukung hal-hal yang wajib dan alasannya. Dalam bid’ah bentuk ini tercakup segala yang dapat memelihara agama dan dapat menjelaskan hukumnya, misalnya mengumpulkan dan menyusun mushaf Alquran atau menyebarkan ilmu yang dapat membantu memahami Alquran.
Contoh lainnya mencantumkan dalil-dalil pada ucapan-ucapan yang menentang kemungkaran.

2. Bidah al-mandubah (bid’ah yang terpuji, sunah), yaitu segala sesuatu yang mendukung hal-hal yang sunah dan dalil-dalilnya, seperti shalat tarawih berjamaah di masjid atau membuat rambu-rambu jalan. Adalah membuat buku buku ilmu syariah, membangun majelis taklim dan pesantren.

3. Bidah al-mubahah (bid’ah yang mubah), yaitu segala sesuatu yang mendukung hal-hal yang dibolehkan dan dalil-dalil syariatnya, seperti bersenang-senang dalam hal-hal yang baik atau santai dalam perjalanan. Bermacam macam dari jenis makanan.

4. Bidah al-makruhah (bid’ah yang makruh), yaitu segala sesuatu yang membawa kepada yang makruh, seperti berlebihan mengerjakan hal-hal sunah yang telah ditentukan batasnya oleh Rasulullah SAW. Misalnya, banyak melakukan shalat rawatib sehingga shalat wajibnya tertunda.

5. Bidah al-muharramah (bid’ah yang haram), yaitu segala sesuatu yang mendukung hal-hal yang haram. Bid’ah dalam bentuk ini disebut juga bid’ah al-haqiqiyyah (bid’ah yang hakiki), seperti mengerjakan sesuatu yang berlawanan dengan Alquran dan sunah Nabi SAW. 
(Syarh Imam Nawawi dalam shahih Muslim Juz 6 hal 154-155)

Al Hafidh AL Muhaddits Al Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthiy rahimahullah Mengenai hadits “Bid’ah Dhalalah” ini bermakna “Aammun makhsush”, (sesuatu yang umum yang ada  pengecualiannya) ,seperti firman Allah :
“… yang Menghancurkan segala sesuatu
(QS Al Ahqaf 25)
Dan kenyataannya tidak segalanya hancur, (*atau pula ayat :
“Sungguh telah kupastikan ketentuanku untuk memenuhi jahannam dengan jin dan manusia keseluruhannya
(QS Assajdah-13),

"Dan pada kenyataannya bukan semua manusia masuk neraka, tapi ayat itu bermakna sebagian/seluruh tapi bermakna seluruh musyrikin dan orang dzolim) atau hadits : “aku dan hari kiamat bagaikan kedua jari ini” (dan kenyataannya kiamat masih ribuan tahun setelah wafatnya Rasul)
(Syarah Assuyuthiy Juz 3 hal 189)

2. Imam Asy Syatibi

Menurut Imam Asy-Syatibi, bid’ah dapat dibedakan atas :
• bid’ah haqiqiyyah (bid’ah yang hakiki)
Bidah haqiqiyyah ialah segala sesuatu yang tidak ada dasarnya dalam syarak, baik dari Alquran, sunah Nabi SAW, ijmak, maupun dalil-dalil lain yang biasa digunakan sebagai pedoman ulama dalam menetapkan hukum. Contohnya, menghalalkan yang haram atau sebaliknya dan menciptakan ibadah di luar ketentuan syarak (seperti melakukan dua rukuk dalam satu rakaat shalat). 

• bid’ah idafiyah (bid’ah karena hal lain). 
Bid’ah idafiyah yaitu sesuatu yang dipandang sebagai bid’ah berdasarkan salah satu sisinya; artinya dari sisi pertama tidak termasuk bid’ah, tetapi dari sisi lain merupakan bid’ah. Umpamanya, mengkhususkan satu hari untuk beribadah. Di satu sisi, ibadah merupakan sunah Nabi SAW tetapi mengkhususkan satu hari untuk ibadah adalah bid’ah.

Selanjutnya Imam asy-Syatibi menjelaskan bahwa bid’ah dapat pula dibedakan berdasarkan hal berikut. 

1. Bid’ah amaliyah (bid’ah yang bersifat perbuatan), seperti membuat hadis palsu, menambah rakaat shalat, melakukan shalat pada waktu-waktu yang terlarang, menambah waktu puasa dari yang telah ditentukan, atau berpuasa pada waktu-waktu terlarang (seperti pada dua hari raya dan hari-hari tasyrik).

2. Bidah tarkiyah (bid’ah yang sifatnya meninggalkan suatu perbuatan). Misalnya, mengharamkan sesuatu yang dihalalkan Allah SWT atas diri sendiri tanpa alasan yang dapat diterima oleh syarak atau meninggalkan sesuatu yang diperintahkan oleh agama tanpa alasan syariat, misalnya meninggalkan perintah untuk menutup aurat.

3. Abdullah Darraz
(wafat 1351 H/1932 M, ulama fikih asal Mesir) mengatakan, pemakaian kata bid’ah dalam syariat lebih bersifat khusus dari pemakaiannya dalam bahasa. Dalam aspek kebahasaan, kata bid’ah dipakai untuk menamai segala hal yang baru. Sedangkan dalam syariat, kata bid’ah hanya dipakai untuk menjelaskan cara atau metode baru yang tidak mempunyai dasar pada Alquran dan sunah Nabi SAW.

A. Kelompok yang berpegang dalam pengertian pertama (aspek kebahasaan) membagi bid’ah atas dua bentuk, yaitu
bid’ah hasanah (bid’ah yang baik) atau bid’ah mahmudah (bid’ah yang terpuji).
Bidah hasanah ialah bid’ah yang sesuai dengan tujuan syarak, sekalipun tidak diperbuat oleh Rasulullah SAW, seperti mengumpulkan dan menulis Alquran.
bid’ah sayyi'ah (bid’ah yang buruk) atau bid’ah mazmumah (bid’ah yang tercela).
Bid’ah sayyi'ah adalah bid’ah yang tidak sesuai dengan tujuan syarak, misalnya melakukan shalat Dzuhur sebanyak lima rakaat.

B. Kelompok yang berpegang pada pengertian kedua (bid’ah yang lebih mengacu pada aspek syariat), membagi bid’ah dalam dua bentuk :
bid’ah al-saiyah (bid’ah dalam kebiasaan sehari-hari).
bid’ah at-ta‘abbudiyah (bid’ah dalam ibadah).

Namun, sebagian dari kelompok ini memandang bahwa pengertian bid’ah hanya satu, yaitu semuanya bersifat sesat. Hal ini didasarkan pada hadis Nabi SAW, “Setiap bid’ah adalah sesat.” (HR Abu Dawud).

Bidah 'adiyah adalah kebiasaan (adah) duniawi yang telah diserahkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya untuk dilaksanakan atau ditinggalkan, seperti dalam sabdanya, “Kamu lebih tahu dengan urusan duniamu.” (HR. Muslim).

Menurut kelompok ini, bid’ah dalam arti sebenarnya terbatas pada hal-hal yang menyangkut ibadah. Kelompok ini memandang bahwa pengertian bid’ah al-wajibah dan bid’ah al-mandubah yang dikemukakan oleh kelompok bid’ah dalam aspek kebahasaan merupakan al-maslahah al-mursalah (maslahat).

Karenanya, mengumpulkan dan menuliskan Alquran, menyebarkan ilmu yang mendukung pemahaman Alquran (seperti ilmu-ilmu bahasa, ilmu fikih, dan usul fikih) tidak termasuk bid’ah, tetapi merupakan salah satu bentuk al-maslahah al-mursalah. Bid’ah hanya terbatas pada hal-hal yang menyangkut ibadah.

Semoga bermanfaat ...

Referensi :
1. Tafsir Imam al Qurthubi 2/87
2. Al Istidzkar, 5/152
3. Umdat Al-Qari, 11/126
4. Hasyiah Ibnu Abidin juz 4/242
5. Tafsir al Alusi juz 20/346
6. Kitab Manaqib asy-Syafii juz 1/ 469
7. AlAl-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari
8. Al Mathla Ala Abwabil Muqni` hal 334
9. Tahqiqil Burhan hal 141
10. Shahih Muslim hadits no.1017
11. Shahih Ibn Khuzaimah, Sunan Baihaqi Alkubra, Sunan Addarimiy, Shahih Ibn Hibban.
12. Shahih Bukhari hadits no.873, no.4402 dan 6768
13. Syarh Annawawi ‘ala Shahih Muslim juz 7 hal 104-105
14. Syarh Imam Nawawi ala shahih Muslim Juz 6 hal 154-155
15. QS Al Ahqaf 25, QS Assajdah-13, QS. Al Anbiya 92-94, Qs Al An'am 160
16. Syarah Assuyuthiy Juz 3 hal 189