Kamis, 24 Agustus 2017

4 REAKSI ANAK BANGSA SAAT BENDERA TERBALIK

Bendera Indonesia terbalik dalam buku panduan SEA Games 2017. Pada buku tersebut, bendera Indonesia terbalik menjadi putih merah. Insiden ini menjadi viral setelah Menpora Imam Nachrowi mengungkapkan kekesalannya dengan berkicau di media twitter.

Pemerintah Indonesia pun menyampaikan kekecewaannya atas insiden terbaliknya bendera Indonesia dalam buku panduan SEA Games di Malaysia. Malaysia bereaksi cepat dengan meminta maaf kepada Indonesia. Presiden Jokowi pun menerima permintaan maaf dari Pemerintah Malaysia. Demikian pula dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Pemerintah Malaysia melalui Menteri Belia dan Sukan Malaysia Khairy Jamaluddin secara resmi meminta maaf atas kesalahan mencetak terbalik gambar bendera Merah Putih pada buku panduan SEA Games 2017.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrowi menyambut baik sikap Malaysia dan membawa surat resmi permintaan maaf tersebut kepada Presiden Joko Widodo. Kasus ini selanjutnya dibahas di tingkat Menteri Luar Negeri kedua negara.

Reaksi berbeda ditunjukkan oleh masyarakat Republik Indonesia. Mereka masih kesal dengan insiden bendera terbalik tersebut. Berbagai reaksi ada yang menanggapinya secara bijak, geram dan menggelar sejumlah protes untuk Malaysia. Mulai dari demonstrasi hingga meretas sejumlah laman.

1. Peretasan Puluhan Laman Malaysia

Puluhan situs Malaysia diduga diretas oleh hacker Indonesia. Hal ini merupakan buntut dari insiden bendera terbalik. Sebagian besar dari situs asal Malaysia yang diretas itu menampilkan latar berwarna hitam putih. Ada gambar bendera Indonesia terbalik seperti di buku panduan SEA Games 2017.

Gambar itu bersanding dengan foto sebuah koran harian memuat bendera Indonesia terbalik. Lalu di bawahnya terdapat tulisan, "Bendera Negaraku Bukanlah Mainan!" dengan embel-embel telah diretas oleh "KidsZonk". Hacker juga memasang alunan Indonesia Pusaka sebagai lagu latarnya.

Dari puluhan situs yang dikerjai hacker, ada pula yang alamat situsnya dipindahkan ke alamat web lain dengan latar belakang warna hitam. Situs web behappymillionaire.com, bellowmarketvalue.properties, dan lawyerhartanah.com tak bisa diakses. Hanya ada keterangan 'DNS Couldn't Be Found'.

2. Balas Balik Bendera Malaysia

Warga bernama Bambang Saptono itu membalasnya dengan berkeliling kota Solo membawa gambar bendera Malaysia yang dicetak terbalik. Dia menempel bendera Malaysia yang terbalik berdampingan dengan bendera Merah Putih dalam posisi yang benar. Kedua bendera negara tersebut dipasang di mobilnya (depan, samping, dan belakang mobil). Di atas gambar kedua bendera negara serumpun itu, tertulis '29 TH SEA GAMES 2017'. Di bawah gambar Bendera Malaysia yang terbalik itu tertulis keterangan 'Malaysia'. Lalu berkeliling di sejumlah sudut kota Solo. Aksi tersebut mengundang perhatian pengguna jalan dan masyarakat di pinggir jalan.

Bambang juga beraksi membentangkan gambar Bendera Malaysia yang dicetak terbalik itu di Bundaran Gladag Solo pada, Senin 21 Agustus 2017.

Di SEA Games ini ada kejadian yang tidak mengenakkan terhadap simbol negara kita Bendera Merah Putih yang dilecehkan. Ini jelas melukai negara dan bangsa Indonesia.

3. Surat untuk Perdana Menteri Malaysia

SEA Games 2017 di Malaysia menuai luka mendalam bagi Indonesia. Mendadak sontak hal tersebut menuai protes keras dari masyarakat Indonesia. Kementerian Luar Negeri RI menyesalkan kejadian tersebut dan menuntut Malaysia untuk meminta maaf atas kesalahan itu.

Adinda Saraswati Akbar. Remaja berusia 15 tahun itu terbakar nasionalismenya. Dia pun menulis surat terbuka kepada PM Malaysia Najib Razak terkait insiden warna bendera terbalik tersebut. Dalam laman Facebook-nya, hanya tertera bahwa ia pernah bersekolah di salah satu sekolah Internasional, ACS Jakarta. Remaja itu juga berasal dari Makassar yang tinggal di Jakarta. Pada suratnya, dia mengungkapkan bendera merah putih diraih dengan tetesan darah para pejuang. Karenanya, kesalahan warna bendera itu dianggap dapat melukai hati Ibu Pertiwi.

Berikut isi surat terbuka Adinda untuk Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, yang diunggah dalam laman Facebook-nya.

"YM Perdana Menteri Malaysia, Tuan Najib Razak,

Nama saya Adinda Saraswati Akbar dan saya adalah anak perempuan Indonesia yang berusia 15 tahun dan saat ini sedang duduk dibangku kelas 9. Mohon maaf bila bahasa yang saya pakai tidak begitu menyenangkan dihati Yang Mulia. Tapi tampaknya harus ada yang memberi tahu Yang Mulia secara langsung bahwa cara negara Yang Mulia memperlakukan Indonesia sudah berlebihan dan tidak layak sebagai saudara jika anda menganggap kami saudara serumpun.

Awalnya saya ingin menulis dalam bahasa Inggris, tapi saya ingin menjaga perasaan Yang Mulia sebab anda pernah dijajah oleh Inggris dan diberi kemerdekaan oleh mereka. Jadi saya akhirnya menulis kepada dalam bahasa Indonesia dimana induk bahasa Malaysia juga berasal dari bahasa kami.

Kami tak pernah berniat menggunakan bahasa Belanda karena once upon a time, Belanda telah menjajah kami dan para pendahulu kami berjuang mati-matian untuk mendapat kemerdekaan dari mereka dan bendera merah-putih, bendera Yang Mulia dan Malaysia lecehkan hari ini di arena Sea Games, bendera yang kami dapatkan setelah berpuluh tahun berjuang.

Bangsa Yang Mulia dan Yang Mulia sendiri sudah lebih dari sekali mengecewakan bangsaku, Indonesia dan saya. Dan setiap kesalahan yang dibuat diakhiri dengan permintaan maaf. Saya sebagai anak muda Indonesia berpikir permintaan maaf Yang Mulia dan Malaysia buat sudah biasa.

Saya berpikir Indonesia dan Malaysia memiliki ikatan yang kuat layaknya seperti hubungan kakak-adik. Indonesia menurut saya sudah menjadi 'kakak' yang baik untuk Malaysia, adik kami.

Kami, bangsa Indonesia telah mengirim banyak pendidik dan mengajar warga Malaysia ketika momen kemerdekaan Malaysia baru terjadi. Kami, bangsa Indonesia yakin kami memainkan peran sebagai kakak dengan baik untuk Malaysia. Kami, bangsa Indonesia telah mendidik bangsa Malaysia sampai kami mengetahui bahwa bangsa yang kami didik selama ini sudah maju menjadi bangsa yang lebih baik dari kami sendiri.

Tentu sebagai 'kakak', kami bangga dan terus menghormati Malaysia. Tetapi semakin lama kemajuan bangsa Yang Mulia berlangsung semakin sering bangsa Indonesia mempertanyakan keterikatan Indonesia dan Malaysia."

4. Bijak

Sebagai warga, bangga terhadap masyarakat Indonesia yang langsung melayangkan protes. Di Malaysia kemarin terjadi bagaimana sampai bendera kita saja, Merah Putih itu, ditampilkan terbalik. Ya tentu, saya merasa bangga protesnya cepat sekali.

Ketua Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) ini mengatakan, "dengan protes keras, artinya warga bangsa Indonesia itu masih sangat mencintai simbol negara. Artinya warga bangsa Indonesia itu masih sangat mencintai simbol negara. Kalau bukan kita, siapa lagi yang menghormati?!"

Tidak hanya itu, panitia SEA Games 2017 juga salah menempatkan bendera Indonesia sebagai juara umum SEA Games 2011. Bendera Indonesia malah bergambar bendera Thailand. Kejadian ini pun membuat masyarakat Indonesia geram.

Insiden cetak bendera ini menjadi viral setelah Menpora Imam Nahrawi berkicau melalui akun Twitter-nya. Imam mengunggah foto buku panduan SEA Games 2017 yang memperlihatkan bendera Indonesia menjadi putih merah layaknya bendera Polandia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar