Selasa, 03 Oktober 2017

BERJUANG UNTUK KEMULIAAN ISLAM

Perjuangan membutuhkan pengorbanan, baik secara moril maupun materil, apalagi pengorbanan demi terciptanya kemuliaan Islam, pantaslah kemudian Rosulullah SAW menggambarkan sebuah perumpamaan tentang hal tersebut bagaikan menggenggam bara di dalam telapak tangan, sehingga melahirkan sebuah dilema, yakni tetap bertahan menggenggamnya akan menimbulkan rasa perih yang tak terperi, akan tetapi sebaliknya kalau di lepaskan niscaya bara itu akan segera padam.

Begitulah sedikit gambaran betapa menegakkan kemuliaan Islam teramat berat, dan demi mewujudkan semua itu di perlukan keteguhan iman yang prima, kekokohan tekad yang kuat dan ketegaran prinsip yang teruji.

Bagaimana tidak, untuk memadamkan kemuliaan Islam tak jarang setan beserta kroni-kroninya akan berusaha semaksimal mungkin dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan cara menawarkan kenikmatan-kenikmatan yang menggiurkan, gemerlap duniawi yang memukau atau kemuliaan yang semu, hingga pada ahirnya yang terjadi banyak manusia yang imannya lemah akan dengan mudah tergiur rayuan-rayuan maut tersebut kemudian mereka meligitimasikan semua perbuatan sesatnya itu, sebagai sebuah keyakinan yang benar.

Kadar keimanan seseorang memang cenderung fluktuatif, tak heran bila ada seseorang yang kemarin pagi begitu gigih memperjuangkan agama Islam dengan menolak berbagai macam godaan terindah sekalipun, tapi pada sore harinya tiba-tiba dia dengan tak berbalut malu membelot dari kebenaran hakiki, dengan tanpa menghiraukan lagi kehormatan dirinya, bahkan dengan lantang menyerukan ajakan pasukan Iblis yang dipertuannya kepada orang lain.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi ?! Dan bagaimana kita bisa mengantisipasi diri kita dari keterpurukan iman seperti itu ?!, semua jawabannya ada dalam hadist nabi yang artinya : “Keimanan seseorang bisa bertambah dengan ketaatan (patuh pada perintah-perintah agama) dan keimanan seeorang bisa berkurang dengan kemaksiatan (perbuatan yang menyalahi aturan agama). Wallahu'alam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar