Rabu, 18 Oktober 2017

NEGARA PERTAMA DI LUAR ANGKASA

Sebuah negara baru akan dibentuk. Negara tersebut diberi nama Asgardia, dan dicetus oleh seorang ilmuwan asal Rusia bernama Igor Ahusrbeyli. Menariknya, Asgardia tidak akan mengambil tempat di Bumi. Negara itu justru akan berlokasi di luar angkasa , dengan wilayah berupa wahana raksasa.

Meski belum berdiri secara resmi, "pemerintah" Asgardia sudah melakukan proses seleksi calon penduduk. Hingga kini, sudah ada lebih dari setengah juta penduduk Bumi yang mendaftar jadi warga negara tersebut. Ada syarat tertentu bagi yang ingin menjadi warga negara Asgardia. Pemerintah Asgardia tidak bisa merekrut warga negara yang enggan berbagi informasi data diri secara transparan. Mereka pun tidak dapat mendaftarkan warga negara dari hewan dan robot.

Untuk sekarang, proses pendaftaran masih tetap berlangsung. Asgardia juga sudah melakukan verifikasi lebih dari 200 ribu calon warga, yang datang dari kurang lebih 200 negara.

Bagi yang direkrut sebagai warga, mereka akan mengantongi sertifikat Asgardia dan resmi menjadi Asgardian (julukan warga negara Asgardia), tetapi tetap memiliki status dwi-kewarganegaraan.

Layaknya negara-negara Bumi, Asgardia juga akan membentuk pemerintahan demokrasi berdasarkan hukum. Warga negara Asgardia pun nanti diminta untuk turut andil memberikan suara demi sistem perumusan dasar konstitusi negara tersebut.

Tujuan dibangunnya Asgardia didasari tiga asas utama dari aspek ilmu alam dan teknologi. :
1. Asgardia didirikan untuk menjamin kehidupan antariksa secara damai.
2. Asgardia hadir untuk melindungi Bumi dari ancaman objek luar angkasa, seperti komet, badai matahari, dan masih banyak lagi.
3. Asgardia akan menciptakan ilmu pengetahuan luar angkasa ke negara-negara berkembang yang belum memiliki akses.

Terkait tempat tinggal, wahana Asgardia akan mengambil konsep desain futuristik, layaknya pesawat luar angkasa megah di film-film science fiction. Wahana tersebut bisa menampung setidaknya 150 juta jiwa, dan dirancang oleh ahli-ahli antariksa dari Kanada, Rumania, Rusia, dan Amerika Serikat (AS).

Ashurbeyli mengatakan, Asgardia diambil dari wilayah hunian para dewa Nors, yakni Asgard. Nama ini juga hadir sebagai kota fiktif yang ada di film Thor. Menurutnya, Asgardia akan menjadi wilayah yang demokratis, warga negara pun diberikan kebebasan untuk berkreasi dengan teknologi buatan mereka. Walau demikian, masih butuh jalan panjang agar Asgardia akhirnya bisa berdaulat di Tata Surya dan diakui negara-negara lain. Nanti, Ashurbeyli akan membawa proposal Asgardia untuk didaftarkan menjadi sebuah negara ke Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

Referensi
The Sun, Rabu (14/6/2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar