Kamis, 19 Oktober 2017

SUNDALAND ASAL NENEK MOYANG BANGSA ASIA DAN EROPA

Siapakah Nenek Moyang Bangsa Asia Dan Eropa: “kumari Kandam”
oleh Amlan Roychowdhury (a masters degree in anthropology from Kolkata University India)

"Studi sejarah tentang Sundaland Lemuria/ Kumari Kandam sangatlah penting, saya tegaskan bahwa tidak ada yang dikenal sebagai bangsa Arya dan Dravida di India kuno. Mereka hanya simbol untuk menunjukan berbagai identitas suku. Tidak ada ras Arya tetapi yang ada persaudaraan karena bahasa leluhur mereka yang sama berasal dari Nagas yang berasal dari Sundaland alias Kumari Kandam alias Lemuria. Kini menjadi sangat terang, jika saya dapat menggunakan istilah NRI untuk menggambarkan bangsa Arya India kuno, dalam pengetahuan modern, saya tidak akan drastis menyalahkan pendapat modern. Mereka (yang menggunakan bahasa sansekerta Nagas) akan kembali ke asalnya setelah tinggal lama di luar sub-benua India. Sama halnya Dravida, mereka adalah orang-orang yang tidak menggunakan bahasa Sansekerta.

Sekitar akhir zaman es berakhir, sekitar 11000 - 8000 SM, permukaan laut mulai naik dengan mencairnya gletser. Pada 8000 SM itu telah naik sebesar 400 meter sehingga menenggelamkan sebagian besar Sundaland. Hal ini memaksa orang-orang dari daerah tersebut pindah ke bagian Utara dan Barat bumi (dengan membawa bersama dengan Ilmu Pengetahuan “Weda” mereka, yang mereka telah dihasilkan dalam budaya mereka.

Ketika gletser mencair aliran air yang besar membentuk sungai (bermunculan sungai baru seperti Sungai Saraswati dan Sungai Sindhu). Para migran dari Sundaland bermukim di sepanjang tepi Sungai Saraswati, untuk memenuhi kebutuhan air mereka, termasuk sebagai jalur perdagangan, pertanian sangat penting), hal ini menyebabkan perkembangan peradaban bangsa-bangsa baru berkembang sepanjang aliran sungai.

Sepanjang Sungai Saraswati kota pemukiman utama didirikan sebagaimana dibuktikan oleh 75% permukiman yang dibangun di sepanjang alirannya hingga hari ini. Keberadaan peradaban Lembah Indus kuno diyakini dari 2 penggalian awal kota yang terkubur di Mohanjodaro dan Harappa yang ditemukan di sepanjang Sungai Indus dan anak sungainya (Sungai Sutlej), dimana Sungai Sutlej dan Sungai Yamuna yang melalui kedua kota terpendam itu adalah anak sungai dari Sungai Saraswati.

Sungai yang kemudian disembah sebagai Dewi Pengetahuan dalam mitologi Hindu. Inilah alasan kenapa sebagian besar peradaban masyarakat India kuno (yang menjadi sumber ilmu Pengetahuan modern) tersebar di sepanjang sungai ini.

Migrasi orang Naga ini terus berlanjut menuju belahan Utara dan Barat (sejauh Suriah-Irak Turki Jerman Hungria Uzbekistan Kazakhstan hingga ke banyak negara lain di Balkan (Eropa) dan semua itu bersumber dari Sundaland.

Lalu pertanyaan muncul tentang kata Lemuria, mengapa Lemuria sangat penting ketika membicarakan tentang Kumari Kandam? Wikipedia memberikan definisi atau beberapa ide tentang Lemuria; "" terletak di Samudra Hindia dan Pasifik. Pada abad ke-19 hipotetis Lemuria adalah sebuah "Tanah Yang Hilang” berupaya menjelaskan diskontinuitas dalam cerita peradaban manusia, namun konsep Lemuria telah dianggap usang oleh platform teori ilmu pengetahuan modern, meskipun secara nyata bukti keberadaan cekung benua tektonik memang ada, seperti Zealandia di Pasifik dan dataran tinggi Kerguelen di Samudra Hindia. Hipotesis Lemuria tidak lagi dianggap sebagai hipotesis ilmiah yang valid, tetapi ternyata Benua Lemuria disebut "Kumari Kandam" dalam literatur Tamil kuno, yang mencatat sejarah terus menerus selama lebih dari 2000 tahun.

Di India, kami memiliki sastra dalam teks Tamil kuno yang bercerita tentang benua yang hilang dengan nama "Kumari Kandam". Hal ini tersebut dalam risalah Tamil popular yang mendukung teori ini seperti; Silapathikaram dan Manimegalai, sebagian lagi disebutkan (walau tidak secara rinci disebutkan ciri geografisnya) dalam teks-teks lain Tamil kuno yaitu: Tholkappiyam, Purananuru, Kalithokai, Kurunthokai, Kamba Ramayana, Iraiyanar Akapporul , dan Thiruvachagam.
Teks-teks ini menceritakan tentang Raja Pandya “Nilan Tharu Thiruvil Pandyan II” yang memimpin umatnya menuju utara ketika benua Kumari Kandam yang terendam oleh laut. Literatur Tamil berbicara tentang tiga periode perkembang luhur budaya Tamil, tiga fase budaya tinggi Tamil disebut masa Sangam berada di Maturei Selatan, lalu kota inipun tenggal di dalam laut; kemudian raja Padya pada masa Madurai membangun ibukota di Kapadapuram, sekali lagi laut kembali menenggelamkannya dan masa ketiga (terakhir) Raja Madya beribukota di Tamilnadu Selatan. Dua kota yaitu Madurai dan Kapadapuram berada di tanah Kumari Kandam selatan kini daratan India Selatan. Informasi ini hasil kolaborasi referensi sastra lain dari tanah seperti teks Sinhala - Mahavamsa, Ramayana, Mahabharatha, peta Romawi dan Yunani - Ptolemy Pliny Periplus, dan bukti pengamatan geologi dari Al-Biruni.

Admin NHD:
Menurut pendapat saya; penyebutan nama Sundaland sebagai Kumari Kandam tidak relevan digunakan mengingat berdasarkan rekonstruksi reruntuhan sisa peradaban yang kini berada di dasar Samudra Hindia sebagai awal peradaban Tamil tidak bersinggungan dengan kawasan yang kini berdiri Republik Indonesia. Saya pribadi lebih setuju bila SUNDALAND dikatakan sebagai bekas ATLANTIS. Penemuan lonceng Tamil di Selandai Baru dan jenis satwa mempertegas hipotesa bila daratan Selandia-Austaralia-Madagaskar-Srilanka-India pernah bersatu.
Walahu'alam.

Baca Artikel asli

Tidak ada komentar:

Posting Komentar