Selasa, 12 Desember 2017

INDONESIA BERADAB SERTA BERKEMAJUAN

Kini sudah tidak lagi masanya untuk terus menyalahkan masa lalu terhadap sejarah yang telah terukir dari dan oleh penulisnya. Karena setiap kejadian selalu ada konteksnya dan selalu memiliki fenomena, realitas dan peristiwanya masing-masing. Jangan sampai terlalu masuk dalam romantika sejarah masa lalu yang lebih mengarah pada kelamnya, hitamnya dan buruknya. Tapi cobalah pahami dan dalami konteksnya, kemajuannya dan pencapaiannya. Baik itu sejarah kebangsaan, tokoh, kerajaan, agama, politik, kekuasaan, keorganisasian, perkumpulan dan lain sebagianya yang menjadi rules model hidup setiap individu dalam kehidupannya.

Ini adalah masa yang akan menyambut emasnya zaman kejayaan dan peradaban bangsa yang besar lagi kuat. Sehingga langkah konkrit, solusi praktis, ide progresif, kehidupan dinamis, peradaban maju, karakter beradab, dan pembangunan harmoni. Semuanya jelas dan tentu bagian dari integrasi antar seluruh elemen dan komponen yang ada untuk membangun sebuah kekuatan besar untuk menuju kemajuan dalam kebangsaan. Masa depan yang cerah dan cemerlang tentu harus diukir sedemikian rupa mulai saat ini, disusun dengan baik, direncanakan secara matang, dipikirkan secara dinamis, serta diproyeksikan sangat futuristik.

Tentunya ini sangat dikedepankan dalam aspek adab sebagai kebiasaan dan peradaban hidup yang lebih baik. Karakter yang beradab artinya adalah secara individu memahami dan mendalami makna dari pola pikir, tingkah lalu, retorika lisan, literasi tulisan dan rukun sosial. Menjadi yang beradab tentu bukan serta merta atas dasar faktor alam dan otodidak semata, melainkan bentuk dari rumusan hidup berkarakter dan transformasi kehidupan dari masa ke masa melalui nilai moral, etika, akhlak dan adab tentunya. Tentu hal ini akan seperti sebuah eksperimental atas uji coba dan percobaan yang hasilnya akan dilihat setiap tahunnya atau setiap masanya atau setiap zamannya bahkan setiap dinamikanya. Ada yang berhasil membangun sebuah peradaban yang beradab dan berkemajuan tentu ada pula yang menghancurkan peradaban dengan nilai kebiadaban dan kehancuran atau destruksi dinamika kehidupan.

Selain itu, harapan Indonesia sebagai negara yang terus mengaktualisasikan nilai kebangsaanya itu selalu ditekankan pada nilai-nilai yang berkemajuan, berkembang, dan berkejayaan. Indonesia yang berkemajuan adalah Indonesia yang memajukan manusianya, moralnya, adabnya, akhlaknya, etikanya, pendidikannya, ekonominya, sosialnya, politiknya, kesehatannya, dan kebudayaannya. Maka ke depan Indonesia adalah negeri yang berkemajuan.

Lantas makna dari Indonesia beradab serta berkemajuan itu akan sejauh mana menggaung dan mengaung baik sekala lokal, nasional dan internasional. Maka ini akan kembali kepada kualitas manusianya dan kuantitas manusianya, mengarah pada nilai esensial atau justru nilai sektorial atau justru yang lainnya. Harmonika kehidupan termasuk bagian dasar sebagai alat dan upaya mencapai makna ide beradab serta berkemajuan yang akan selalu dikontekstualisasikan sesuai demgan5 dinamika perkembangannya.

Hanya saja terkadang selalu terjebak pada konteks klasik yang sifatnya tidak lagi relevan dalam aspek kemajuan ilmu pengetahuan terhadap cara hidup manusia dari masa ke masa atau zaman ke zaman. Ada yang mampu menyesuaikannya dengan keseimbangan modal ilmu dan modal sosialnya, namun ada pula yang tak berimbang pada modal ilmu dan modal sosialnya. Sehingga tidak memiliki nilai relevansi hidup yang beradab dan berkemajuan tadi. Hari ini terlalu banyak hidup yang mengandalkan cap, tempelan, cangkokan, label, caplokan dan sebagainya hanya untuk menutupi ketidakmampuan serta ketertinggalan hidup yang selalu dinamis dan progres tanpa batas. Pada akhirnya lemah nalar berpikir progres namun selalu menggunakan nalar klasik yang tidak lagi memenuhi dasar relevansi dan kontekstualisasi.

Untuk itu, sebagai bagian lokomotif bangsa yang terus bergerak bagaikan mesin kehidupan, bagaikan kagiatan operasional, serta aktivitas kehidupan yang tiada hentinya kecuali di akhir masa yang telah diputuskan oleh Tuhan. Indonesia beradab serta berkemajuan tak lagi butuh dengan kekerasan, kehancuran, kezoliman, kebiadaban, keotoritarian, keterbelakangan dan kemunduran dalam hal apapun. Namun bukan pula terbebas dari segalanya sehingga dapat menghalalkan segala cara atau dapat melegitimasikan segala cara dengan jalur dan jalan penyelewengan. Sebab, akan selalu ada yang bersiasat memanfaatkan situasi untuk problem kehancuran dan kemudhorotan. Akan tetapi semangat menjadi bangsa yang berkarakter, beradab, berbudaya, beragama, dan berkeadilan. Sehingga Indonesia dibangun sesuai dengan cita dan harapan untuk bersama membangun Indonesia yang berkemajuan, berkeadilan dan berperikemanusiaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar