Minggu, 17 Desember 2017

JIKA KAMU JADI ISTERIKU, SANTAI SAJA

Ssssttt... ada pesan dari jodoh mu..
Jika kamu jadi istriku, santai saja.
Kamu tak perlu ribet berdandan. Tak perlu memoles wajah sedemikian rupa. Buat apa? Toh, dengan basuhan air wudhu di setiap pergantian waktu, kamu akan selalu cantik. Kamu juga tak perlu resah dengan bentuk perut. Mau gendut mau kurus tak masalah. Sebab aku tahu, di dalam perutmu, ada rahim yang kelak melahirkan putra-putriku.

Jika kamu jadi istriku, santai saja.
Tak perlu malu bila tak bisa memasak. Toh, kamu dipinang buat jadi bidadari, bukan untuk jadi koki. Iya, kan? Kita bakal masak bareng-bareng. Dan saat masakan terhidang, kita saling tatap, senyam senyum, lalu tertawa renyah saat ternyata, makanan kita keasinan. Hehe.

Jika kamu jadi istriku, santai saja.
Tak gugup sebab tak bisa mengurus rumah. Toh, kamu dipinang sebagai cintaku, bukan pembantu. He'em, kan? Pagi-pagi sebelum aku berangkat kerja, kita akan beresin rumah sama-sama. Barangkali kamu yang nyapu dan aku yang mengepel. Sepakat?

Jika kamu jadi istriku, santai saja.
Tak perlu takut karena menjadi istri hidupmu akan membosankan. Diam di rumah terus. Tidak. Kamu bukan satpam di rumahku, kamu penjaga di hatiku. Kita akan jalan-jalan bersama setiap hari. Lihat taman di sore hari, atau berlibur seolah setiap hari, adalah bulan madu.

Jika kamu jadi istriku, santai saja.
Sebab ikatan kita adalah sebuah kebaikan. Setengah agama. Kebersamaan kita akan bertabur pahala, yang setiap sentuhan-nya melenyapkan dosa-dosa. Indah, kan?

Kepada kamu duhai jodohku. Jangan ke mana-mana, ya. Sabarlah dengan kesendirianmu. Sebentaaar lagi saja. Aku sedang OTW, nih. Insya Allah aku akan segera datang. Mengusaikan penantianmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar